How To Marry You ?

How To Marry You ?
empat puluh empat



Sandra memberitahu Jonas jika dirinya tidak bisa datang ke kantor, ia hanya mengaku sedang tidak enak badan.


Tak lupa memberitahu Alex, tentu dengan alasan sama, namun Sandra menambahkan jika lelaki itu tak perlu khawatir, karena ia hanya ingin istirahat seharian di rumah.


Natasha juga sudah ia hubungi, gadis itu bilang, untuk tidak mengkhawatirkan Xander, karena dia berencana untuk mengajak bocah itu berjalan-jalan.


Usai mengirim pesan kepada ketiga orang itu, Sandra mencuci tangannya terlebih dahulu sebelum menyuapi Ferdiansyah, tangan kanan lelaki itu dipasang gips.


Menu bubur disediakan oleh rumah sakit, meskipun sempat protes, tapi akhirnya Ferdiansyah mau membuka mulutnya untuk sarapan.


"kamu nggak nanya kenapa aku bisa kayak gini?"ujar Ferdiansyah disela-sela sarapannya.


"itu urusan kamu,"sahut Sandra dingin.


Hening, hanya suara sendok yang beradu dengan piring, serta suara obrolan di ranjang sebelah.


Beberapa saat kemudian, Bubur di mangkuk telah habis, Sandra memberikan tablet yang diberikan perawat agar diberikan kepada pasien setelah sarapan.


"kamu nggak sarapan?"tanya Ferdiansyah.


"Belum lapar, lebih baik kamu istirahat,"jawab Sandra tanpa menatap lelaki itu.


"Sandra, aku benar-benar minta maaf, aku menyakiti kamu, aku menyesal,"


Namun tak ada tanggapan apapun dari wanita itu.


"Terserah kamu dengarkan aku atau tidak, yang jelas aku terpaksa meninggalkan kamu, aku terlilit hutang cukup besar, aku memanfaatkan wanita itu untuk aku keruk hartanya, selain untuk membayar hutang, aku juga ingin membelikan kamu apartemen dengan dua kamar, supaya Xander bisa memiliki kamar sendiri, rencananya setelah aku melunasi hutang dan bekerja kembali aku akan mendatangi kamu, supaya kita bisa bersama,"


Sandra terkejut dengan pengakuan lelaki itu, namun berusaha tetap tenang, ia memilih untuk diam tak menanggapi.


"Sandra, saat ospek aku yang merupakan senior kamu, jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu, sejak itu aku diam-diam memperhatikan kamu, tapi kamu tidak menyadari itu, makanya saat aku lulus dan kemudian bekerja, aku yang sudah tau pak Wijayanto ternyata sahabat bapak, aku minta bapak untuk melamar kamu untukku,"


Sandra masih terdiam, tak menanggapi ucapan dari Ferdiansyah.


"Walau hatiku sakit saat mengetahui kamu telah memiliki anak dari lelaki lain, tapi rasa cinta aku buat kamu masih tetap sama, aku lari dari kamu, supaya aku tidak membencimu, aku meyakinkan diriku sendiri bahwa apapun keadaan kamu, aku masih tetap mencintai kamu,"


Terdengar hembusan nafas lelah dari lelaki itu, "Sandra, jujur aku bahagia, saat tau kamu ingin ikut tinggal bersama aku sepeninggal kedua orang tua kamu, namun saat melihat Xander, rasa kecewa dan sakit hatiku, muncul kembali, maaf aku sempat berbuat kasar sama anak kamu, tapi aku janji setelah ini, aku tak akan mengulanginya lagi, aku akan menganggap Xander seperti anakku sendiri, aku juga akan berobat supaya bisa memenuhi kebutuhan biologis kamu, jadi aku mohon maafkan aku,"ujarnya panjang lebar.


Sandra masih diam, memilih tak menanggapi, ia sudah terlanjur sakit hati pada lelaki itu, ia teringat saat lelaki itu memakinya dan mencelanya sebagai wanita murahan, yang hamil diluar nikah, ia akui hamil diluar nikah itu tidak baik, namun untuk murahan, sepertinya tidak tepat, karena ia melakukannya hanya dengan satu laki-laki yang dicintainya, pacar pertama sekaligus cinta pertamanya.


Belum lagi perlakuan lelaki itu pada Xander saat masih tinggal di apartemen, beberapa kali ia menemukan lebam di beberapa bagian tubuh putranya.


Dan yang paling utama, tak sekalipun Sandra mencintai Ferdiansyah, ia hanya menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, tak ada debaran apapun saat bersama suaminya, berbeda dengan Alex, terkadang membuatnya senyum-senyum sendiri saat teringat dengan lelaki yang dicintainya.


"Sandra aku mohon tetaplah jadi istriku, aku akan berusaha menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk Xander,"


Sandra menghela nafas kasar, "Sudah terlambat, maaf aku nggak bisa,"tolaknya.


"kenapa? Kamu tidak mau memaafkan aku?".


"lalu kenapa sekarang kamu mengurus aku? Kamu bahkan meninggalkan Xander demi untuk merawat ku,"


"Apa menurut kamu, aku akan diam saja, saat pihak rumah sakit memberitahu jika orang yang pernah jadi suamiku sedang kena musibah? bahkan selingkuhan kamu dari semalam aku tunggu, tak kunjung menampakan batang hidungnya,"


"Maaf, aku merepotkan kamu, dan aku sudah putus dari Erina, suaminya memergoki perselingkuhan kami, itu sebabnya aku ada disini sekarang,"akui Ferdiansyah.


Mendengar hal itu, Sandra terkejut, ia tak menyangka Ferdiansyah seperti itu.


Tangan kiri Ferdiansyah mencoba meraih tangan milik Sandra, namun wanita itu menghindarinya.


"Sandra aku minta maaf, aku benar-benar terpaksa melakukannya, suami Erina bekerja di kapal pesiar yang jarang pulang, sehingga Erina butuh kehangatan dan perhatian, sementara aku butuh uang yang banyak untuk membayar hutang-hutangku, aku melakukannya tidak pakai hati, karena hanya kamu perempuan yang paling aku cintai,"


Sandra menyunggingkan senyumnya, "maaf sebelumnya, kamu memberikan kehangatan untuk selingkuhan kamu? Aku nggak salah dengar kan mas? jangan mengada-ada kamu,"


Ferdiansyah berusaha meraih tangannya, namun Sandra menepisnya,


"Itu juga yang aku heran, hanya sama kamu aku seperti itu, tapi dengan wanita lain aku bisa memuaskan mereka,".


"Sudahlah, aku tak peduli, toh kamu sudah mengakui perselingkuhanmu, jadi tak ada yang bisa kita pertahankan, lebih baik sekarang kamu istirahat, aku mau cari sarapan dulu dibawah,"


Sandra pergi begitu saja, tanpa mau mendengar ucapan lelaki itu.


Sebuah fakta yang membuatnya terkejut, Ferdiansyah hanya lemah terhadap dirinya, apa ada yang seperti itu ? Apa yang salah pada dirinya? Kenapa bisa hal itu terjadi? Apa karena lelaki itu begitu mencintai dirinya?


Tapi mengapa Alex yang sedari dulu mencintai dirinya tak pernah mengalami hal seperti itu?


Bahkan Alex benar-benar membuatnya mencapai puncaknya lebih dari sekali dalam kegiatan panas mereka.


Masa iya Alex tak benar-benar mencintainya?


Tapi itu tak mungkin, Sandra bisa merasakan betapa besarnya cinta Alex untuknya, belum lagi keberadaan Xander yang mengikat hubungan keduanya.


Sandra memilih membeli sarapan di rumah sakit, tadi ia sudah menitipkan Ferdiansyah kepada perawat yang berjaga.


Di samping rumah sakit, ada banyak pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya, pilihannya jatuh pada mie ayam gerobak biru.


Ia memesannya, saat sedang menunggu pesanannya disajikan, Sandra membuka ponselnya, ada beberapa pesan di sana.


Putranya mengirimkan foto sarapan yang dibuat oleh Natasha, ia bersyukur ada sahabatnya yang mau dititipi bocah itu.


Lalu Alex mengirimkan foto sarapan yang dibuat lelaki itu di kantor, tak lupa pesan yang isinya menyatakan kerinduan padanya.


Beberapa hari ini, keduanya hanya bertemu saat bekerja, Alex sedang sangat sibuk akhir-akhir ini.


Terakhir pesan dari orang tua Ferdiansyah yang mengatakan jika kereta akan sampai sekitar pukul dua siang di stasiun Jatinegara.


Sandra membalas, pesan itu dan memberitahukan jika dirinya yang akan menjemput nanti siang.