How To Marry You ?

How To Marry You ?
delapan puluh enam



Alex terpaku mendengar ucapan wanita yang dicintainya, kata-kata itu seolah terngiang-ngiang terdengar di telinganya.


Ada tanya dalam benaknya, Apa wanita itu menyesal telah mengenalnya? Apa dia menyesal sudah menjalin hubungan dengan dirinya? Lalu bagaimana dengan putra mereka, apa mungkin dia juga menyesal dengan keberadaan buah hati mereka?


Berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya, beberapa menit berlalu Alex masih diam tak bergerak, tubuhnya terasa kaku,


Harusnya dirinya mengejar kekasihnya lalu memeluknya dan mengatakan jika dirinya tak mau kehilangan wanita itu, tapi nyatanya ia masih diam ditempat, selama ber-menit-menit, apa yang harus dilakukannya?


Bayangan jika wanita itu meninggalkannya lagi membuat pikirannya tak tenang, apa yang akan terjadi pada dirinya sepeninggal kekasihnya? Apa bisa ia kuat seperti terakhir wanita itu meninggalkannya?


Sekali lagi apa yang harus dilakukannya?


Mendengar wanita itu meminta pendapatnya soal Ferdiansyah yang meminta kembali membuat pikirannya melayang jauh, bagaimana jika tubuh kekasihnya di jamah lelaki brengsek itu? Ah... Rasanya tak rela sekali, Alex benci memikirkannya.


Tapi ada sisi hatinya yang mengatakan, dirinya harus tau diri, bagaimanapun ia dan kekasihnya adalah pasangan tanpa ikatan yang sah, hingga detik ini bisa dibilang mereka adalah pasangan kumpul kebo, sesuatu yang menurut sebagian masyarakat disini adalah sesuatu yang tabu.


Usai tadi menemui kakak kandungnya, Alex semakin memantapkan diri untuk mengalah, agar bisa bersatu dengan kekasihnya, walau hatinya belum sepenuhnya rela, karena meskipun ia bukan umat beragama yang patuh, tapi keyakinan itu telah ia anut sejak kecil.


Ia dibesarkan oleh keluarga yang memegang teguh keyakinannya, sehingga sulit baginya untuk melepaskannya.


Dulu saat pertama kali dirinya jatuh cinta pada Sandra, ia tidak berfikir bahwa hubungan berbeda keyakinan akan serumit ini, baginya saling mencintai saja sudah cukup, nyatanya sebuah hubungan dua anak manusia harus bermuara pada satu titik, menikah lalu menjalani hidup bersama, saling melengkapi, menerima dan mengerti , memiliki anak, menghabiskan banyak waktu melakukan kegiatan secara bersama-sama, sebuah fase kehidupan seorang manusia pada umumnya.


Dulu usai pertama kali ia membuka segel kekasihnya, terlintas keinginan dalam pikirannya, jika dimasa depan hanya wanita itu yang akan menjadi pendampingnya hingga maut datang.


Seperti halnya kedua orangtuanya, mamanya meninggal saat dirinya masih kecil, dan hingga terakhir papanya mengembuskan nafas, tak sekalipun ia mendengar papanya menjalin hubungan dengan wanita lain, papanya setia pada mamanya.


Sebuah contoh yang menurutnya nantinya akan ia lakukan jika menikah dengan Sandra.


Tapi perbedaan keyakinan membuat semuanya jadi rumit belum lagi status wanita itu.


Memikirkannya saja, kepalanya rasanya mau pecah, tetapi ia harus segera menyelesaikan masalahnya, ia tak ingin gara-gara masalah ini wanita itu meninggalkannya.


Alex bangkit, keluar dari kamar lalu menghampiri kekasihnya, wanita itu tertidur di sofa ruang tengah, dengan selimut menutupinya hingga sebatas leher.


Alex tertawa sendiri, bisa-bisanya hanya dirinya yang pusing, sementara wanita itu malah tertidur lelap.


Sempat terlintas dalam pikirannya, apa cinta wanita ini tak sebesar dirinya? sehingga seolah masalah kali ini dianggap sepele.


Andai bisa ia ingin membaca pikiran kekasihnya, ia ingin mengorek isi hatinya, ia ingin memastikan jika cinta wanita ini hanya untuknya.


Duduk di karpet dan menyandarkan tubuhnya di sofa, dimana kekasihnya tertidur, awalnya hanya melirik, namun akhirnya ia menghadap wanita itu, hanya berjarak dua puluh centimeter saja mungkin.


Sudah sering sebenarnya ia melakukan hal seperti ini, biasanya usai bercinta, tak bosan rasanya ia memandangi wajah cantik wanita yang telah mencuri seluruh hatinya.


Alis yang tidak terlalu tebal atau tipis, mata yang sedikit terbuka ketika tidur, hidung mancung dan bibir sedikit tebal berwarna merah muda alami.


Sedari dulu tak banyak berubah mengenai struktur wajah wanita itu, masih sama seperti saat remaja, hanya bentuk tubuh saja yang banyak berubah.


Dulu Sandra memiliki tubuh kurus, dengan ukuran dada standar, namun sekarang, tubuh wanita itu semakin berisi, bukan gemuk tapi s*m*k.


Membayangkan tubuh polos itu, membuat hasratnya bangkit, Alex berdecak, bisa-bisanya pikiran mesumnya datang disaat hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja,


Alex mencium kening kekasihnya lembut, lalu ia menyingkap selimut yang menutupi tubuh itu, ia ingat, Sandra mengatakan tentang baju dinas berwarna merah, warna yang kata sebagian orang membangkitkan gairah.


Andai tak ingat ada putranya, ia pasti akan menggagahi kekasihnya di sofa ini, tapi sebagai orang tua yang tak ingin meracuni pikiran bocah itu, Alex memutuskan memindahkan Sandra menuju kamar mereka, dengan hati-hati tentunya, berharap wanita itu tak terbangun.


Alex membaringkan tubuh Sandra di ranjang, lalu keluar lagi untuk mengambil selimut, guling dan bantal, tak lupa menutup pintu dan menguncinya.


Dibawah cahaya lampu kamar yang remang-remang, Alex mulai membuka tali piyama berwarna hitam lalu menyingkapnya, ah.... Ternyata benar apa yang dikatakan wanita yang tengah terlelap itu, baju dinas berwarna merah yang transparan.


Alex bis melihat kedua gundukan itu dengan jelas, meskipun puncaknya tersamarkan oleh renda berbentuk bunga mawar.


Wanita itu tidak sedang menggodanya, dia tengah tertidur lelap, tapi dengan kurang ajarnya, Alex malah sengaja ingin digoda, penasaran tentang baju dinas berwarna merah itu,


Persetan dengan masalah yang sedang mereka hadapi, ia tak peduli, toh wanita ini masih dalam jangkauan dan kendalinya.


Alex tak akan membiarkan Sasa-nya kemana-mana, ia akan memastikan wanita itu akan selalu ada disisinya.


Masa bodoh dengan status kekasihnya, dengan kekayaannya, ia akan membuat wanita itu bercerai dengan lelaki sialan itu.


Alex mulai menyentuh ujung jempol kaki wanita itu, tidak putih bisa dibilang kulit kekasihnya adalah kuning Langsat, tapi bersih juga mulus, hanya satu bekas luka di betis kanan akibat tak sengaja menyenggol knalpot saat sekolah dulu, masih ada bekasnya hingga sekarang.


Menyusuri kaki lutut hingga ke pangkal paha, benar-benar indah sekali, beruntung hanya dirinya yang tau seperti apa keindahan tersembunyi itu.


Sandra selalu memakai celana panjang dan rok dibawah lutut ketika bekerja atau keluar rumah.


Alex tak akan membiarkan lagi lelaki lain melihat keindahan tersembunyi itu, termasuk suami brengsek wanita itu.


Baju dinas berwarna merah itu, ia singkap memperlihatkan kain segitiga transparan dengan bordiran bunga mawar untuk menutupi bagian inti yang ditumbuhi bulu-bulu halus.


Benar-benar indah sekali, ah... rasanya ingin sekali bersatu dengannya, tapi biarkan ia menikmati keindahan ini.


Alex bagai harimau yang tengah mengamati mangsanya, dengan tatapan penuh gairah yang hendak menyantap buruannya.


Beberapa menit berlalu, pening menyerang kepalanya, ia butuh melepasnya, hasratnya sedang berada di puncaknya, ia sudah tak tahan ingin menyatu.


Alex mulai memainkan inti dari Sasa-nya, tak mungkin bukan ia langsung menyatukannya, itu akan sangat menyakiti wanitanya.


Sandra melenguh dengan mata masih tertutup, hal itu membuat Hasrat Alex semakin meninggi, tak tahan lagi, Lelaki itu mulai menyingkirkan kain yang sedari tadi membuat miliknya terjebak.


Wah... Juniornya telah tegak menantang, Alex tersenyum tipis, sekaligus memaki dirinya dalam hati, ia benar-benar brengsek, bisa-bisanya ia menggagahi Sandra dalam keadaan wanita itu masih terlelap, tapi masih bodoh dengan itu semua.


Alex mulai merangsek masuk, meskipun dibawah sana belum terlalu basah, tapi tak apa rasanya justru terjepit.


Sandra terbangun, wanita itu melebarkan matanya, dan protes dengan apa yang dilakukan oleh Alex.


Sempat mengoceh, tapi mulutnya segera dibungkam dengan bibir milik lelaki itu.


Sandra yang terbuai membalas ciuman itu tak kalah panas, sementara Alex masih menggerakkan miliknya dibawah sana,


Mereka bercinta menyalurkan hasrat dan mengungkapkan perasaan masing-masing,


Saat kegiatan panas itu pula Sandra mengungkapkan tak ada niatnya kembali pada mantan suaminya.


Sebuah fakta yang baru diketahui Alex, bahwa kekasihnya sudah bercerai dengan lelaki brengsek itu saat dirinya berada di Amerika.


Sandra juga mengaku jika Natasha mengetahui fakta tersebut, tapi meminta sahabatnya untuk merahasiakan dari yang lainnya termasuk Alex.


Antara kesal dan senang, kesal karena wanita itu menyembunyikan fakta itu senang karena ia bisa segera menikahi wanitanya.


Erangan panjang menandakan berakhirnya sesi bercinta sembari menyelesaikan permasalahan diantara mereka.


"Lex, aku nggak maksa kamu buat ikut keyakinan yang aku anut, aku ingin kamu dengan sukarela karena memang itu mau kamu, bukan terpaksa karena ingin menikahi aku,"ungkap Sandra saat keduanya kembali berbaring usai membersihkan diri, "kita jalani saja seperti sekarang, kita saling menghargai dan menghormati keyakinan masing-masing,"lanjutnya.


Alex menoleh, "aku akan tetap mengikuti keyakinan kamu, lalu kita menikah, aku nggak mau kehilangan kamu lagi"


"tapi aku nggak masalah jika seperti ini saja," sahut Sandra.


Alex mengambil alih tangan kekasihnya lalu menciuminya, "aku hanya ingin menunjukan rasa cinta aku buat kamu, aku hanya ingin memastikan hanya kamu satu-satunya wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anakku dan mendampingiku hingga tua lalu maut datang memisahkan kita,"


Tau watak lelaki disampingnya, Sandra memilih menyetujuinya, namun saat Alex hendak membahas tentang kepengurusan administrasi pernikahan, wanita itu mengajaknya untuk segera tidur, mengingat besok keduanya harus bangun pagi-pagi sekali, sehingga pembicaraan tentang rencana pernikahan itu tertunda.