How To Marry You ?

How To Marry You ?
tujuh puluh lima



Sandra menuju rumah sakit tempat Natasha bekerja dengan menggunakan ojek online yang dipesannya.


Masa bodoh dengan kewajibannya sebagai sekertaris yang harus standby di kantor disaat bosnya tak ada.


Moodnya turun drastis ketika mendengar info sekaligus foto yang memperlihatkan kebersamaan Alex dengan wanita lain, yang ia tau betul jika si wanita begitu tergila-gila pada kekasihnya, apalagi kemungkinan mereka bersama cukup besar mengingat keyakinan yang sama,


Sandra yang hingga kini hanya berstatus kekasih alias pacar, wajar jika dirinya merasa khawatir, meskipun ada seorang putra yang menjadi pengikat keduanya, tapi itu tak bisa menjadi jaminan, bukankah jika Alex menikah dengan Celine, mereka bisa memiliki anak-anak yang lain.


"Kenapa sih Lo sa? Dateng manyun gitu, jelek tau nggak,"ucap Natasha saat melihat kedatangan sahabatnya.


Keduanya ada di ruangan pribadi milik Natasha, sebagai satu-satunya sahabat wanita pemilik rumah sakit, gadis itu mendapatkan fasilitas khusus dibandingkan dokter lainnya.


Sandra menceritakan hal yang didengar dari Gita, ekspresi yang ditunjukan wanita beranak satu itu terlihat jelas betapa kesalnya iya,


Natasha tertawa melihat ekspresi dari sahabatnya yang menurutnya lucu, "Sa, gue seumur-umur kenal sama Lo, baru kali ini liat Lo cemburu, rasanya pengen gue rekam, terus gue upload di group, pasti bakal pada ngakak,"


Sandra semakin memanyunkan mulutnya, niat hati ingin mengadu pada sahabatnya malah ia diledek.


"Biasa aja dong tuh bibir, lagian Sasa, kenapa Lo nggak konfirmasi dulu ke Alex? Udah kayak anak ABG aja, hal yang kayak gini bukan pertama kali kalian alami kan? dulu lo pernah cerita, kalau Toni kasih tau Lo tentang betapa brengseknya Alex, tapi Lo nggak sekesal sekarang, sebenarnya apa yang Lo khawatirkan sih?"


Sandra yang duduk di sofa, terdiam menunduk, seolah membenarkan ucapan sahabatnya.


"Gini sa, gue tau betul, Alex cinta mati sama Lo, dia nggak mungkin mengkhianati elo, kalau misalnya kalian sampai berpisah pun dia yang bakal rugi, Lo pernah cerita kan, rumah yang kalian tempati Udah atas nama Xander yang notabenenya adalah anak Lo, terus Lo tau nggak sih, sebenarnya Alex udah mengalihkan kepemilikan rumah sakit yang seharusnya atas nama dia, sekarang jadi atas nama Lo, dan Lo adalah bos gue,"


Sandra terkejut mendengar pengakuan sahabatnya, seingatnya Alex hanya bicara akan membuatnya menjadi salah satu petinggi rumah sakit saat dirinya ingin kembali bekerja tempo hari, ia tak menyangka lelaki itu melakukan hal itu tanpa sepengetahuannya.


"Jadi dari pada Lo marah-marah nggak jelas mending, tanya langsung ke dia, biasanya Lo tenang kenapa malah jadi gini sih Sasa?"


"gue takut kehilangan dia Asha, gue cinta sama dia,"


"ia gue ngerti, jadi saran gue mending lo balik, dan tanya langsung ke dia,"


"males gue Asha, gue numpang tidur siang ya disini, lagian kata Lo, gue kan salah satu pemilik rumah sakit ini, jadi gue bebas pakai fasilitasnya,"


"Serah Lo Sandra Wijayanti,"


Natasha baru saja hendak bangkit, tapi ada yang lupa ia ceritakan pada sahabatnya, "gue lupa, tapi jangan kasih tau Alex dulu ya, Lo tau kan Ayu ilang?"


Sandra yang tadinya bersandar langung terduduk tegak, ia jelas tau kabar itu, karena Alex sampai mengerahkan banyak anak buahnya untuk mencari dimana keberadaan istri dari bos besar.


"gue tau, Alex Sampai pusing karena Dimaki-maki Ben gara-gara belum nemuin Ayu sampai detik ini,"


"Ayu ada di rumah gue,"


Sandra melotot kaget, "kok bisa?"tanyanya.


Natasha menceritakan tentang Fernando yang tak sengaja menemukan Ayudia sedang makan di restoran cepat saji di Bogor, hingga fakta Tante Anna yang menyembunyikan menantunya dari anak kandungnya sendiri juga tentang alasan Ayudia melarikan diri dari suaminya.


"Ben punya alasan kenapa melakukan itu Sasa, jangan melihat permasalahan hanya dari satu sisi, begitu juga yang sedang dialami sama lo kayak sekarang, Lo dateng kesini mencak-mencak gara-gara tau Alex dinner sama cewek lain, yang terlihat belum tentu itu kenyataannya,"


Sandra diam mencerna ucapan dari sahabatnya,


"Gini Sa, gue tau betul betapa besarnya cintanya dia ke Lo, bahkan dia nggak peduli dengan perbedaan diantara kalian bukan? Lo tau kan keluarganya Adalah penganut agama yang taat, bahkan kakaknya jadi suster, tapi hal itu tak menghalangi dia untuk tetap bersama Lo hingga detik ini, jadi tolong hargai pengorbanan dia buat Lo, tolong percaya sama dia, Lo tau bukan dia bahkan sempat depresi berat saat Lo tinggalin dulu, dan terakhir waktu Lo tinggalin lagi, dia nyakitin dirinya sendiri karena merasa bersalah sama Lo, andai Lo ninggalin dia lagi, gue nggak tau dia bakal kayak apa,"


Sandra menunduk, wanita itu mulai terisak, Natasha memeluk sahabatnya, berusaha menenangkannya.


Ponsel Natasha berbunyi, gadis itu melepaskan pelukannya, ia mengambil ponselnya, lalu menunjukan pada sahabatnya,


"iya Lex,"ucapnya


"sha, Sandra lagi sama lo kan? Dia nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Alex terdengar khawatir diseberang sana.


"Sandra cuman kangen sama gue, makanya dateng kesini,"


Terdengar helaan nafas lega diseberang sana, "gue kesitu ya, Lo mau dibawain apaan?"


"asinan buah aja, ditempat langganan gue,"


"oke, gue order via ojol ya, gue baru sampai kantor,"


"oke,"Natasha mengakhiri panggilannya.


"hape Lo kenapa?"tanyanya.


"gue blok nomornya, gue butuh waktu sendiri,"sahut Sandra.


"jangan menimbun masalah Sasa, bicarakan baik-baik, pesan gue tolong percaya jika sahabat gue yang satu itu, benar-benar cinta sama lo, gue turun ke bawah dulu ya,"


Sepeninggal Natasha, Sandra membuka ponselnya, ia membuka galeri, di sana terdapat momen kebersamaan antara dirinya, Alex dan Xander,


Terakhir saat minggu kemarin ketiganya berjalan-jalan ke salah satu tempat wisata di Utara ibukota, yang terdapat aquarium raksasa,


Ketiganya berfoto dengan latar belakang ikan-ikan dengan banyak jenisnya, terlihat tawa bahagia mereka di foto itu, Sandra tersenyum sendiri mengingatnya.


Meskipun belum terikat pernikahan, keduanya terlihat seperti keluarga sempurna, ada ayah, ibu dan anak.


Sejujurnya Sandra sendiri bingung, akan berujung kemana hubungan mereka, tapi ia hanya bisa berpasrah, biarlah waktu yang menjawabnya.


Ketiganya sudah cukup bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya sekarang, saling melengkapi, mendukung dan mengerti satu sama lain.


Meski ia dan Alex sibuk tapi mereka tak lupa memberikan kasih sayang dan perhatian pada putra semata wayangnya, Sehingga Xander tumbuh dengan baik dan ceria.