How To Marry You ?

How To Marry You ?
sembilan puluh tiga



Ketiganya naik penerbangan malam menuju pulau Dewata, sementara mobil dititipkan di parkiran bandara.


Selama di pesawat mereka memilih tidur, lumayan walau tidak sampai dua jam, setidaknya sesampainya di sana mereka lebih segar.


"Sha, kita ngagetin Alex besok pagi aja ya! Gue capek banget, kerjaan kantor tadi banyak banget, Xander juga abis pulang ekskul tadi sore, Lo juga abis selesai operasi kan?"usul Sandra ketika mereka dalam perjalanan menuju resort.


"terus nggak pada makan malem emang?"tanya Natasha.


"Tadi sebelum berangkat kita udah makan, kalau Lo?"tanya balik ibu satu anak itu.


"kalau setiap abis operasi gue dapat makan, masih kenyang juga, kayaknya gue pengen rebahan deh,"jawab gadis yang berprofesi sebagai dokter kandungan itu.


"Emang Lo ijin gimana sama Oscar? Jangan-jangan entar dia kasih tau Alex lagi kita mau dateng,"


"gue bilang mau ke villa, untung dia nggak nanya mau ke villa mana, terus masalah reservasi atas nama asisten gue, jaga-jaga kalau Alex lagi kerajinan periksa data pengunjung,"


Sandra mengangguk setuju, "Sha, bukannya Lo sering kesana ya! terus staf pada tau elo dong!"


"nih,"Natasha menunjukan scarf dan kaca mata hitam dari brand ternama, aneh memang malam-malam malah memakai kaca mata hitam.


"Terus ponakan tersayang Tante harus pakai topi ya! Biar papa Alex dan om Bagus nggak ngenalin,"


Xander menunjukan topi yang diambilnya dari tas ranselnya, "sebenarnya kita nggak mau kasih kejutan buat papa kan? mama ingin memergoki papa, apa di sana papa main perempuan apa nggak kan? Hayo ngaku,"


Sandra dan Natasha yang duduk bersebelahan saling pandang, mungkin keduanya berfikir bagaimana remaja itu tau maksud terselubung mereka berdua.


"Gini sayang, mama cuman mau pastikan kalau papa setia nggak, kan udah sebulan kami nggak ketemu, kamu tau bukan mama pernah dikhianati sama ayah, karena tabiat lelaki itu kebanyakan seperti itu,"Sandra menjelaskan kekhawatirannya.


Natasha manggut-manggut setuju dengan ucapan sahabatnya, apalagi dirinya tau rekam jejak Alex seperti apa.


"kalau ternyata papa berselingkuh seperti ayah, apa yang mama lakukan? Apa mama akan meninggalkan papa seperti mama meninggalkan ayah?"tanya Xander seolah menantang perempuan yang melahirkannya, padahal remaja itu tau betul, bagaimana sang papa begitu mencintai mamanya.


Sayangnya Sandra memilih diam, tak menjawab pertanyaan putranya.


Tanpa sepengetahuan Sandra, dirinya sering memberikan informasi tentang aktivitas mamanya pada Alex, sejak pertemuan kembali dengan Ferdiansyah.


Tapi tentang kedatangan mereka sekarang, Xander tak memberitahu Alex, ia juga penasaran apa yang dilakukan papanya, apalagi ia beberapa kali mendengar jika di pulau itu, banyak perempuan bule yang berjemur hanya mengenakan bikini, sebagai remaja yang mulai puber, tentu ia mulai mengerti.


Sesampainya di resort, Ketiganya langsung menuju resepsionis untuk melakukan cek in, kamar dengan dua bes yang telah dibooking.


Walau hari sudah malam, tapi aktivitas di lobby masih ramai, sepertinya sedang ada acara.


Masa bodo dengan acara apapun, ketiganya sangat lelah, ingin rasanya langsung merebahkan diri diatas ranjang yang empuk.


Tapi langkah ketiganya terhenti ketika tak sengaja mereka melihat pemandangan yang seharusnya tidak dilihat, terutama Xander.


Di salah satu koridor menuju kamar yang akan ditempati, ketiganya melihat Alex sedang berciuman dengan perempuan bergaun mini berwarna merah yang memperlihatkan punggung dengan tato bunga mawar di bahu,


Kedua manusia berbeda jenis kelamin itu, terlihat begitu bergairah dengan ciuman panas mereka.


Untuk pertama kalinya Alexander melihat kelakuan papa kandungnya sendiri, ia tak menyangka pemikirannya tentang papanya yang setia pada mamanya terpatahkan.


Sementara Natasha sudah menduga hal seperti ini akan terjadi, dari awal dirinyalah yang mengusulkan untuk memberi kejutan pada Alex, ia hanya ingin memastikan jika sahabatnya telah berubah sejak kedatangan Sandra, nyatanya sama saja, gadis itu mengepalkan tangannya, rasanya ia ingin menjambak rambut lelaki beranak satu itu, ia tak terima sahabat perempuan sedari sekolah dikhianati begitu saja.


Tanpa banyak bicara, Xander menghampiri kedua manusia berbeda jenis kelamin yang sedang berciuman panas itu, ia menarik perempuan bergaun merah itu, menampar lalu mendorongnya kuat hingga wanita itu jatuh terduduk.


Alex terkejut melihat kedatangan putranya, lelaki itu melebarkannya matanya,


Xander mengumpat tepat didepan wajah papa kandungnya, lalu memberikan tinjunya tepat mengenai rahang tegas lelaki dewasa itu,


Meskipun ukuran tubuh mereka berbeda, tapi Xander tak peduli, usai memberikan tinjunya, remaja itu mendorong papanya dengan kuat, lalu mendudukinya dan mulai memukuli wajah lelaki yang menjadi ayah biologisnya, bukan hanya pukulan, umpatan tak berhenti keluar dari mulut Xander.


Alex sama sekali tak melawan ataupun menangkis serangan putra kandungnya, lelaki itu pasrah saja menerima pukulan bertubi-tubi dari anaknya sendiri.


"Cukup Alexander,"ucap Sandra memperingatkan putranya.


Ucapan sang mama, menghentikan pukulan dari remaja itu, namun setelah bangkit, Xander dengan sengaja menendang perut papanya sendiri, "kalau bukan karena mama, gue bakal bunuh Lo sialan,"ucapnya sambil meludah tepat di samping Alex yang terkapar tak berdaya.


"Dan Lo jal*** silahkan pungut itu sampah, nyokap gue udah nggak butuh laki brengsek macam dia,"usai mengatakan itu, Xander menggandeng tangan mamanya meninggalkan tempat itu.


Natasha melongo melihat bagaimana brutalnya remaja kelas satu SMP itu menghajar papanya sendiri, tapi ia pikir Alex memang pantas mendapatkannya.


Sebelum beranjak, ia menghampiri Alex yang sedang dibantu bangun oleh perempuan seksi bergaun merah itu, namun sahabatnya malah menepis tangan perempuan itu, lalu mengusirnya.


"Gila Lo ya Lex, nggak pernah berubah dari dulu, gue kecewa sama Lo! Gue peringatkan jangan kejar Sandra,"setelahnya Natasha benar-benar beranjak dari sana, ia menelpon Xander menanyakan keberadaannya.


Alex terpaku melihat kepergian sahabatnya, ia tak menyangka tingkah isengnya berujung pada kemarahan Sandra dan putra semata wayang mereka.


Flashback on


Di Resort sedang ada acara ulang tahun salah satu pesohor negara ini, sebagai pengelola ia dan Bagus memantau acara secara langsung, agar semua berjalan sebagaimana mestinya.


Usai memastikan acara berjalan dengan baik, ia undur terlebih dahulu untuk beristirahat, karena sedari pagi ia sibuk memantau beberapa resort yang dikelolanya.


Namun saat hendak menuju kamarnya, ia bertemu dengan salah satu mantan teman kencannya saat kuliah dulu, bukan pacar hanya beberapa kali sebagai teman tidur saja.


Alex yang sudah sebulan lebih tak melampiaskan hasratnya, terbawa suasana, apalagi wanita yang bernama Rachel menggunakan gaun seksi yang memperlihatkan dada dan paha serta punggungnya,


Sehingga saat Rachel menciumnya terlebih dahulu, Alex menyambutnya, tapi sialnya, perbuatan itu dipergoki oleh perempuan yang dicintainya juga putra kandungannya.


Flashback off


Alex memaki dirinya sendiri, kenapa ia tak bisa mengendalikan diri, bodoh sekali,


Ia Teringat bagaimana putra kandungnya sendiri memaki dan memukulinya bertubi-tubi, ia tak menyangka pukulan remaja itu terasa begitu sakit, kini seluruh wajahnya rasanya nyeri belum lagi perut yang tadi sempat ditendang putranya.


Menyesal itu pasti, tapi sekarang tak ada gunanya, putranya telah membencinya dan kekasihnya kecewa padanya.


Alex menghembuskan nafas berat, ia menghubungi Bagus untuk membawakannya salep untuk beberapa lebam diwajahnya, ia baru sadar hidungnya berdarah, dan sudut bibirnya sobek sedikit.