How To Marry You ?

How To Marry You ?
lima puluh tujuh



Sekitar dua hari Alex berada di pulau Dewata menemani bos sekaligus sahabatnya berbulan madu, namun ia harus kecewa ketika mendapati kekasihnya tak kunjung pulang,


Putra semata wayangnya masih berada ditempat Tante Terry, sepertinya lebih baik, Xander tinggal di sana terlebih dahulu, mengingat dirinya akan lebih sibuk ke depannya.


Ditambah lagi ia harus keluar kota untuk mengurus ijin usaha yang akan dikelola Rama dan Fernando.


Pusing tentu saja, disaat seperti ini, wanita itu benar-benar pergi darinya tanpa kabar tanpa pesan, memang salah dirinya yang bersikap dingin pada Sasa-nya, tapi itu ia lakukan karena cemburu.


Lelaki mana yang rela berbagi wanita sekalipun pada suaminya sendiri, walaupun Alex tau dan bisa merasakan, jika inti dari Sasa-nya tak pernah dimasuki oleh siapapun kecuali dirinya.


Awalnya ia penasaran ketika berhubungan intim pertama kalinya setelah sepuluh tahun berpisah, bagaimana mungkin wanita yang telah bersuami dan memiliki anak, rasanya seperti pertama kali melakukannya, hanya saja tak ada lagi darah keperawanan yang dulu ia dapati saat membobol inti Sasa-nya pertama kali sewaktu masa sekolah.


Seiring berjalannya waktu, ia dan Sasa-nya hampir setiap hari melakukannya, rasa penasaran itu perlahan sirna,


Namun saat mencari bukti perselingkuhan Ferdiansyah untuk memudahkan proses perceraian, Alex menemukan fakta bahwa perempuan yang jadi selingkuhan lelaki brengsek itu pernah mengaku suka dengan permainan ranjang Ferdiansyah.


Apa karena mereka dijodohkan sehingga Ferdiansyah tidak mau menyentuh Sandra?


Kalau sampai itu terjadi, sepertinya lelaki itu punya kelainan, Alex mengakui, perubahan fisik dari Sasa-nya sangat jauh dibanding saat mereka masih di bangku sekolah.


Badan Sasa-nya lebih padat dan berisi, bisa dibilang Sem*k, membayangkannya saja membuat adik kecilnya bangun.


Alex merindukan kekasihnya, bukan tanpa usaha, sebagai orang yang kompeten di bidangnya, dengan mudah ia melacak dimana keberadaan orang dicarinya.


Tetapi masalahnya, Sandra adalah sekretarisnya, wanita itu tentu tau sela bagaimana agar tidak bisa terlacak oleh dirinya.


Ponsel tidak dibawa, ATM pribadi milik wanita itu, juga kartu pemberiannya tak digunakan sama sekali,


Sempat sehari sebelum kepergian Sandra, ia mendapati wanita itu menarik uang dalam jumlah besar di rekening pribadi miliknya.


Harusnya Alex menyadarinya, karena sejak kejadian wanita itu tak jujur padanya tentang Ferdiansyah, diam-diam ia menyadap semua aktivitas yang ada di ponsel pribadi milik Sandra.


Termasuk pengiriman uang atas nama Ferdiansyah dan Eliana,


Juga tentang isi chat Sandra dengan Natasha tentang rencana mereka liburan ke Jepang.


Sampai sejauh itu Alex bertindak, ia tak mau kecolongan lagi, tapi nyatanya sekarang ia kehilangan wanita itu lagi, bahkan kemampuannya serasa tak berguna, ia kesal, ia marah pada dirinya sendiri, andai tak ingat dengan putranya semata wayangnya, mungkin ia akan lebih parah dari sebelas tahun yang lalu, mungkin sampai mengakhiri hidupnya sendiri.


Demi Alexander, buah cintanya dengan kekasihnya, apapun akan ia lakukan, termasuk melawan rasa terpuruknya sendiri.


Andai penanaman chip boleh dilakukan ia akan menanamkan pertama kali untuk kekasihnya, dengan begitu ia bisa tau dimana wanita itu berada, sayangnya ia belum bisa melakukannya.


Sudah hampir sebulan wanita itu menghilang, belum ada kabar sama sekali, sementara keberangkatannya ke Amerika semakin dekat, ia dan para sahabatnya akan turut serta bersama Ayudia akan ke sana.


Benedict mengatakan jika ia dan istrinya akan menetap di sana,


Sebelum kepergian mereka, Rama dan Fernando sempat mendatanginya, ketiganya minum salah satu koleksi wine miliknya.


Tentu mereka bercerita tentang rasa keberatannya masing-masing, nyatanya bukan hanya dirinya yang tengah galau ditinggal pergi kekasihnya, Fernando yang sedang bahagia karena hubungannya dengan Rara direstui oleh umi Fatimah harus rela berpisah dengan wanita itu, bahkan rencana lamaran ke keluarga Rara harus ditunda, Rama yang sedang gencar-gencarnya pedekate dengan Sinta usai putus dari Citra, juga merasakan hal yang sama.


Ketiga lelaki dengan kegalauan yang hampir sama, miris sekali, sedari dulu mereka terkenal sebagai kumpulan laki-laki tampan, harus merasakan kegelisahan karena kekasih mereka masing-masing.


Namun apa mau dikata, perintah bos besar mutlak bagi mereka untuk dituruti,


Sehari sebelum keberangkatannya menuju Amerika, Alex mengajak Xander jalan-jalan ke wahana permainan di Utara ibukota,


Alex yang berusia tiga puluh satu tahun berjalan bersama puteranya yang beranjak remaja, sebuah pemandangan yang membuat iri sebagian orang.


Enaknya punya anak dengan jarak usia yang tidak terlalu jauh, membuatnya seperti berjalan bersama adik laki-lakinya, meski perbedaan tinggi yang jauh, tapi tak terlihat jika keduanya adalah ayah dan anak.


Alex yang saat itu tak mengenakan pakaian formal, ia memilih memakai pakaian kasual menyesuaikan dengan gaya berpakaian putranya, kaos hitam polos dengan celana Chino dengan sneaker berwarna putih, juga Sling bag dari salah satu brand ternama, tak ketinggalan topi yang menambah kadar ketampanan papa muda itu, begitu juga Xander, hanya saja bocah itu memakai kaos putih polos.


Selama kepergian Sandra, Xander tak banyak bertanya tentang keberadaan ibu kandungnya, pernah beberapa kali Alex menanyakannya, namun bocah itu hanya menjawab, "biarin mama liburan pa, selama ini mama udah lelah urus Xander, suatu saat mama pasti kembali sama kita,"


Saat mendengarnya, Alex sampai menganga, bagaimana putranya sesantai itu, sedangkan dirinya nyaris gila memikirkannya.


"Apa dulu mama sering seperti ini, saat masih bersama ayah?"tanya Alex penasaran.


"tidak, ini pertama kalinya mama pergi dari aku, bahkan mama tetap melayani ayah dengan baik, meski diperlakukan buruk,"jawab Xander polos.


"Pokoknya, selama papa di Amerika, jangan pikirin Xander, Oma Terry baik banget, begitu juga om Jojo, lalu masalah mama, sepulang dari Amerika mungkin mama sudah kembali,"lanjutnya.


"semoga saja seperti itu, papa menyesal seharusnya lebih mempercayai mama, tapi rasa cemburu membuat papa jadi bodoh,"curhat Alex,


Ia tau putranya tumbuh dewasa sebelum waktunya, tapi hanya pemikirannya saja, sehingga sering kali ia curhat dengan bocah itu, begitu juga sebaliknya, Xander akan bercerita tentang siswi dikelasnya, yang memberinya cokelat.


Alex jadi teringat dulu ia juga seperti itu, sedari sekolah dasar, beberapa siswi mengaku menyukainya dan memberikan hadiah.


Ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya.