
Ini kali pertama Sandra berkunjung ke rumah milik Natasha, tepatnya rumah baru sahabatnya yang berprofesi sebagai dokter kandungan itu.
Menurut pengakuan Natasha, dirinya baru menempati rumah ini beberapa bulan yang lalu, hasil jerih payahnya.
Rumah dua lantai bergaya minimalis, dengan tiga kamar tidur, tidak luas tapi cukup nyaman,
"Tapi kok jauh dari rumah bokap nyokap sih Sha?"tanya Sandra.
"Sengaja gue, Lo tau kan, di rumah orang tua gue, privasi sama sekali nggak ada, ingat kan kelakuan cowok-cowok nyebelin itu,"
Sandra mengangguk mengiyakan ucapan sahabatnya, memang benar adanya, saling dekatnya hubungan antara Natasha dengan sahabat-sahabatnya, gadis itu tak lagi mempunyai privasi, mereka bahkan tak segan tidur di kamar seorang gadis.
"Emang nggak ada yang kurang ajar sama gue, malah jagain gue banget, cuman nyebelin aja, gue kan pengen gitu waktu libur me time sendiri, kalau di rumah orang tua gue, walau kita-kita udah pada sibuk kerja, kalau weekend pasti kalau ngumpul di rumah gue kadang sampai nginep, sama aja kayak waktu masih SMA, ngeselin kan!"keluhnya.
Natasha memberikan susu UHT rasa cokelat pada Sandra yang duduk di ruang keluarga rumah miliknya.
"Gue kan pengen gitu malam Minggu sama pacar, masak bareng atau nonton film,"
"lah emang lo udah punya pacar? Kok Alex nggak cerita,"
"Gimana mau punya pacar ada yang baru deketin gue, salah satu dari mereka pasti bakal kawal gue kemana-mana kalau nggak cowok yang deketin gue bakal ditanya-tanya, belum apa-apa udah takut duluan, gila nggak tuh, umur dua puluh sembilan tahun gue masih jomblo,"
Sandra menahan tawanya, melihat ekspresi Natasha yang jika kesal memanyunkan bibirnya.
"sejak gue pindah ke sini, mereka jarang banget nyamperin, pada sibuk juga sih,".
"Yang sabar Sha, gitu-gitu persahabatan kalian kan solid sampai sekarang,"
"ya iya sih, btw Lo tadi mau cerita soal perselingkuhan Lo sama Alex kan? Kenapa jadi gue yang cerita duluan,"
"kan elo yang mulai duluan Natasha,"
"Ya udah cepetan Lo ceritain,"
Sandra mulai bercerita awal mula dirinya berselingkuh dengan Alex,
"tunggu deh sa, Lo nggak merasa bersalah sama mas Ferdi?"sela Natasha.
Sandra menggelengkan kepalanya, "gue punya alasan sha,"
"Apa alasannya? jangan bilang Lo nggak cinta sama mas Ferdi, Terus Lo masih cinta sama Alex, kalau kayak gitu kenapa Lo nikah sampai punya anak sih Sasa?"
"gue dijodohin, tepatnya dipaksa, dan anak itu bukan anak mas Ferdi,"jawab Sandra.
Natasha melongo mendengar ucapan sahabatnya, ia lalu menggeleng seolah tak percaya, "jangan bilang itu anaknya Alex,"
"Nggak salah Lo jadi dokter kandungan, pinter banget jawabannya,"
Natasha yang jarang mengumpat, sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas mendengar pengakuan sahabat lamanya itu, "kok bisa sih Sasa? Terus Alex udah tau? yang lain gimana?"
"Alex nyamperin ke apartemen, dan ketemu langsung sama Xander, dia menyimpulkan sendiri, tentang umur anak gue, emang sih mukanya Xander dominan gue, tapi kalau lagi senyum atau ketawa itu mirip Alex banget, dia juga sempat marah sama gue, tapi minta gue tinggal di rumahnya dia, kalau nggak Xander bakal diambil,"
"ini rahasia dulu ya sha, Lo ingat kan dari dulu gue percaya sama Lo, gue nggak mau Alex dapat masalah,"lanjutnya.
Natasha memegangi kepalanya, ia mendadak pusing dengan pengakuan Sandra,
"Terus Lo tinggal sama Alex, gituan sama dia, terus laki Lo gimana?"
"Sama-sama salah berarti, terus kenapa Lo nggak cerai aja?"
"lagi diurus sama temennya Alex,"
Natasha diam sejenak, ia berfikir, "sorry nih ya Sa, saran gue, Lo selesaikan dulu urusan sama mas Ferdi, kalau udah clear, baru Lo sama Alex, tapi kalau bisa jangan mau diapa-apain dulu, lo mau Xander punya adik?"
"gue pasang kontrasepsi,"
Natasha melongo, "gila lo, niat banget sih,"ia menghembuskan nafasnya kasar, lalu memegang kedua tangan sahabatnya, "Sasa, gue tau kalian saling cinta tapi apa bisa misal Lo udah cerai sama Mas Ferdi, kalian bisa menikah? Lo ngerti kan maksud gue,"
Sandra mengangguk, "itu yang gue pikirin sha, emang Alex bilang kalau gue udah resmi cerai, dia bakal nikahi gue, cuman gue nggak mikir gimana caranya, sementara untuk keyakinan udah beda, dia juga pernah ngomong mau nikah di luar negeri,"
"Sasa, kalau di agama kita, nikah itu bukan hanya diatas kertas tapi harus ada yang namanya ijab qobul, kalau Lo cuman nikah diluar negeri dengan perbedaan yang kalian miliki, menurut agama kita pernikahannya nggak sah, Lo tetap hitungannya nggak nikah, ngerti kan maksud gue?"
Sandra mengangguk,
"Sa, gue tau Lo cinta tapi tolong pertimbangkan itu,"
Sandra mengangguk ragu, selanjutnya ia menceritakan tentang kehidupannya saat tau dirinya hamil, orang tuanya marah besar, hingga dirinya dilarang keluar rumah sampai melahirkan.
Xander yang diakui sebagai adik dari Sandra oleh orang tuanya demi menutupi aib mereka.
Alasan kedua orangtuanya meninggal dalam waktu berdekatan, mendiang ibunya meningal karena sakit sedangkan ayahnya meninggal karena kecelakaan.
Namun ia tak menceritakan tentang Ferdi yang lemah syahwat, bagaimanapun itu aib lelaki itu.
Teringat tentang perselingkuhan Ferdiansyah, apa lelaki itu tidak malu dengan kekurangan yang dimilikinya, Sandra sedikit penasaran tentang hal itu.
"Sa, kapan-kapan keponakan gue ajak dong kesini, gue pengin ketemu, ngomong-ngomong kalau Lo kesini siapa yang jagain, kalau Alex masih ada Ben, pasti mereka lagi pada ngumpul nih,"
"Tadi Alex bilang sebelum ketemu Ben, Xander mau dititipin ke Jonas sama Tante Terry, entar pulang dari sini gue jemput dia,"
"pokoknya apapun itu gue sebagai sahabat lo, cuman bisa doain yang terbaik buat kebahagiaan Lo semua,"
"iya Sha makasih ya! tapi ngomong-ngomong Lo serius belum pernah pacaran?"
"emang tampang gue keliatan suka bohong?"
"ya nggak sih, Lo jujur kok orangnya, tapi tipe Lo yang kayak apa sih? Kayaknya dulu Lo nggak pernah ngomong soal ini,"
"yang jelas nggak kayak mereka, gue mau nyari yang masih perjaka,"sahut Natasha.
"Mana ada jaman sekarang cowok dewasa masih perjaka, kalau mau Lo pacaran sama anak SMP yang baru mimpi basah,"ujar Sandra tertawa.
"Ya nggak gitu juga Sasa, ya kali beda umurnya kejauhan,"
"Lagian minta yang masih perjaka, yang penting tuh setia punya kerjaan tetap, masa lalu biarin aja sih, nggak usah dipikirin,"
"bener sih, entar deh kalau itu cowok-cowok udah nggak ngerecokin gue, biar gue bisa tenang menjalin hubungan sama cowok gue, seenggaknya mereka pada sibuk dengan pasangan masing-masing,"
"keburu tua Natasha,"
"tidak ada kata terlambat Sandra,"
Mereka bercerita banyak hal sambil makan siang dengan makanan yang dipesan dari ojek onine.