
Bunyi berisik di kegelapan malam, membuat kegiatan orang itu terhenti, dia bergerak perlahan menyaksikan seorang gadis yang berlari terburu-buru, orang itu menunggu sampai tidak ada seorangpun di sana, lalu melanjutkan kegiatannya kembali, dengan cepat dia menutupi sebuah tubuh dengan jerami, orang yang berada di atas ribuan jerami itu sudah tidak bergerak kaku. Dengan pandangan mencela dia pergi dari situ.
°°°
Hariku dipenuhi dengan ciuman-ciumannya, beberapa kali dia menyergapku, aku mencoba menutup mataku lalu berendam di bathtub menyingkirkan separuh dari bau pria itu yang menempel di tubuhku.
Bunyi ketukan terdengar dari pintu kamarku, terdengar ketukan beberapa kali, aku segera berdiri dan mengambil handukku dan memakainya. Siapa di tengah malam begini datang berkunjung ke kamarku?apakah bibi Emy? aku menggelung rambutku dan hanya memakai handuk putih, aku mencoba mengintip dari lubang pintu tetapi tidak ada yang bisa kulihat, suasananya begitu gelap, tetapi dapat kulihat bayangan seseorang berdiri di depan pintu kamarku.
"kaukah itu bibi Emy"? tanyaku.
Tidak ada suara, tetapi bayangan seseorang itu masih ada. Aku mundur beberapa langkah dengan cepat mengenakan bajuku lalu mengambil sapu dan memegangnya. Setelah beberapa lama bunyi desahan napas seorang pria terdengar kemudian suara itupun menghilang. Aku masuk kedalam selimut dan mulai tertudur dengan nyenyak.
°°°
Teriakan itu membangunkan seisi rumah keluarga Collagher, aku berlari tergopoh-gopoh bersama pelayan-pelayan lainnya, menuju kandang kuda.
"Ada apa bibi siapa yang berteriak begitu kerasnya"? sambil berlari bibi Emy hanya menggeleng tidak tahu. Penjaga bernama rob membuka kandang kuda dan menemukan mayat seseorang tergeletak di atas jerami.
"jenny kau yang menemukannya"? Seorang pelayan bernama jenny yang bertugas membersihkan kandang kuda subuh tadi membuka kandang itu lalu menemukan mayat seorang pelayan bernama stepanie yang juga pelayan di keluarga Collagher.
dengan gemetaran jenny menjawab, "Aku...aku yang menemukan mayatnya, saat itu aku ingin membersihkan kandang kuda tetapi ada tubuh stepanie yang sudah terbujur kaku di antara jerami".
Beberapa orang berdiri, dan kepala pelayan Tuan Ollie dengan cepat berjalan.
"Ada apa ini kenapa kalian semuanya berkumpul di sini"? Kalian harusnya menyiapkan sarapan pagi".
"Tuan Ollie kami menemukan mayat stepanie yang telah menghilang kemarin sore". kata rob sang penjaga.
"Mayat? mayat apa yang kau maksud"? dia berjalan dan melihat tubuh stepanie terbujur kaku di antara jerami, dengan terkejut dan sedikit berjengit dia coba mendekati mayat itu. "Ukh sial ! aku harus melaporkan ke nyonya Collagher".
Dengan berlari tergopoh-gopoh tuan Ollie pergi, aku mengintip diantara pelayan-pelayan lainnya, usia stepanie tidak jauh berbeda denganku, meskipun sikapnya kurang bersahabat denganku, seperti menjauhiku ketika pertama kali aku bertemu dengannya, tapi melihatnya seperti itu membuatku sedih, siapa yang berani membunuhnya apalagi di kediaman keluarga ini?
°°°
"Kenapa bibi, apa bibi tahu sesuatu"? lirikku padanya.
Dia kemudian menggeleng, "sebaiknya bawa tomat-tomat ini kedalam Ruzy dan berikan ke Jona dia ingin membuat sandwich". Aku melihat bibi yang nampak letih. "Baik bibi Emy".
Aku berjalan sepanjang taman, dan seseorang menarik tanganku, aku ingin menjerit tetapi dia dengan cepat menutup mulutku. Aku menatapnya, lalu mencoba menggigit tangannya. "Ouch, kau menggigitku"? dia sedikit tertawa. "Jangan berteriak, atau aku tidak akan melepaskanmu".
Dia melepas perlahan tangannya. "Kau tidak apa-apa, aku mendengar mayat seorang pelayan di temukan di kandang kuda".
Aku menepis tangannya, tetapi dia tidak melepasku. tomat-tomat berjatuhan dari keranjangku "lepaskan aku tuan Alex, aku harus membawa tomat-tomat ini".
Dia tersenyum miring, "kalau aku tidak mau"?dia menaikkan satu alisnya.
"Aku akan melakukan ini", aku mencoba menendang kakinya kembali tetapi dengan cepat dia menggeser kakinya kemudian dia tertawa mengejek. "Tidak akan terulang ketiga kalinya Ruzy".
Aku menatapnya jengkel, mengapa dia selalu menggangguku? kami bertatapan, lalu dia menciumku, dengan cepat aku menggigit bibirnya, sehingga dia sedikit berjengit. Aku lepas dari pelukannya dan mengambil beberapa tomat yang berjatuhan kemudian berlari.
"Aku benar-benar sial, ada apa sih dengannya". Kenapa dia memperlakukanku seperti itu.
®®®
"Aku mencari-carimu Alex, apa yang kau lakukan di sini"? Alex yang sedari tadi sedang menunggu Ruzy yang akan melewati kebun, Dia duduk di dekat pohon sambil memainkan ponselnya.
Ricky memandang curiga sahabatnya ini.
"Kau sedang menunggu seseorang"? Alex hanya mengangkat bahunya, tanpa menjawab pertanyaan ricky. "Ada apa"? Tanya Alex yang menatap Ricky sambil bersedekap menunggu respon Alex.
"Kenapa kau begitu tenang? dirumahmu di temukan mayat Alex"! kata Ricky heran.
Alex menggaruk tengkuknya, "Ya aku tahu, dia seorang pelayan pembersih di kandang kuda, mereka masih menyelidiki kasusnya".
Matanya tiba-tiba teralihkan oleh sosok Ruzy yang lewat dengan mengangkat beberapa kain yang akan di jemurnya, sial ! kenapa bocah ini ada di sini? pikir Alex masih melirik Ruzy yang juga meliriknya tetapi dengan cepat berlari dan menjauh darinya.