
"C'mon Alyena, hari ini kita akan berbelanja," Ucap Nick di telepon.
"Aku sudah kapok berbelanja bersama kalian berdua. Kalian pasti akan memasuki semua toko di Mall, seakan semuanya akan kalian beli, Ugh kakiku akan pegal, dan kau tidak ada bedanya dengan Clara, kalian gila belanja."
"Ayolah Alyena, kami akan membelikan apapun yang kau mau."
"No. Aku ingin di rumah saja dan beristirahat, aku ingin menelepon Jafier dan mengganggunya, kenapa bukan kalian berdua saja sih yang pergi." Ucap Alyena kepada Nick.
"Tch, situasi akan menjadi canggung bersama dengan Clara, kau tahu kan dia selalu mengejekku dan tidak mendengarkan aku, C'mon please."
Alyena menghembuskan napas tanda menyerah. "Ok, jam berapa kalian akan ke Mall."
"Sejam lagi kami akan menunggumu di tempat biasa, setelah itu kita akan ke Mall, oke trims sampai jumpa."
Alyena akhirnya mengikuti rencana jalan-jalan mereka hari ini, dia lalu bersiap-siap untuk berangkat ke Cafe, setelah itu mereka janjian di sana dan bersama-sama menuju ke Mall.
Alyena menelepon kakaknya yang berada di kantornya siang itu dan memberitahu kalau dia sedang berada di Mall untuk pergi berbelanja.
Dia membawa mobil bugatti Veyron berwarna birunya dan segera melaju ke tempat yang di janjikan.
Setelah tiba di tempat yang di janjikan Alyena keluar dari mobilnya dan segera menelepon Nick dan Clara.
"Kalian di mana, cepat kemari sebelum aku pulang, jangan sampai terlambat." Dia masuk ke dalam Cafe, dan duduk menunggu mereka di sana. "Bukannya mereka yang harus menunggu, kenapa aku yang menunggu mereka berdua? Anak-anak bandel itu, awas saja kalian." Ucap Alyena mendengus.
Sejak tadi gadis itu mengikutinya, dengan wajah masam, dia terus komat kamit seakan membaca mantra, karena di mulutnya yang keluar hanya cacian dan makian belaka, tidak sadar dia sedang mengintip dari jendela kaca cafe, orang-orang melihat dengan pandangan aneh kepada gadis berkepang dua itu, berjaket biru nan kusam dengan jeans hitamnya, dia mengenakan topi dan sejak tadi mengikuti Alyena. Siapa lagi kalau bukan si Rudith yang menguntit Alyena, sejak tadi dia mendatangi penthousenya karena dia sangat penasaran bagaimana kehidupannya.
Mulutnya menganga ketika dia tahu di mana Alyena tinggal, penthouse itu sangat besar dan dikelilingi oleh penjaga, dia hanya bisa lihat dari kejauhan.
"Apa yang membuatmu layak mendapatkan semua ini, Alyena?"
~
"Hei, kau sedang apa, pergi! kau merusak suasana di dalam cafe dengan mengintip dari luar, pergi pergi !" Usir seorang Waitress kepada Rudith.
Dia menarik napas, dia sangat tersinggung dengan ucapannya, sebelum dia mengucapkan sesuatu, dua mobil mewah telah terparkir, seorang pria tampan dan wanita cantik baru saja keluar dari mobil mereka masing-masing. Pelayan itu segera menyambut mereka dengan senyuman.
Mereka adalah Nick dan Clara yang langsung menghampiri Alyena di salah satu meja, mereka memberikan pelukan kepada Alyena.
"Bahkan sekarang teman-temannya pun berbeda, sial !" Dia menghentak kakinya di aspal dan berjalan sambil menunggu bus dengan membawa belanjaannya yang berat.
***
"Ada wanita aneh di luar sana, kau tidak lihat?" Ucap Nick, ketika mereka duduk sambil memesan minuman sebelum berangkat ke Mall.
Alyena mengerutkan dahinya. "Wanita aneh, Siapa?"
"Aku melihatnya mengintip lewat jendela kaca di ujung, sepertinya dia mencari seseorang," Ucapnya.
Clara menopang dagu dan melihat ke arah jendela dan tertuju ke tempat duduk Alyena.
"Sepertinya kau yang yang sejak tadi dia perhatikan dari luar kaca, aneh bukan?" Ucap Clara terlihat penasaran.
"Sudahlah, jangan di pikirkan, habiskan minuman kalian, kita berbelanja sekarang setelah itu kita akan ke toko buku dan kita akan pergi ke tempat rahasiaku."
"Aku menolak, jika kita pergi ke tempat rahasia Nick yang lainnya, dua kali dia membawa bencana padaku, aku tidak mau, kita cukup ke Mall dan toko buku, setelah itu kita pulang." Ucap Alyena tidak setuju sambil menggelengkan kepalanya keras.
"Tapi tempat ini sangat menarik, Alyena." Ucap Clara mengangkat alisnya.
"Kau sudah terpengaruh Clara, tidak ada hasil yang baik jika kita mengikuti rencana Nick, apa kau tidak belajar dari pengalaman?" Alyena bersikeras menolak.
"Apalagi Jafier akan memarahiku jika aku pergi ke tempat yang berbahaya." Ucap Alyena.
"Ukh apa sekarang kau menjadi pacar yang penurut, kau bahkan belum menikah dengannya dan kau sudah mengikuti perintahnya." Ucap Clara. Sedangkan Nick bertepuk tangan menyetujui ucapan Clara.
"Kalau begitu kami akan menunjukkan saja, kalau kau merasa tempat yang kita tuju tidak aman, kita langsung pulang, bagaimana?"
Alyena mengambil napas terlihat lelah karena teman-temannya ini tidak menyerah. "Ok, hanya melihat saja." Mereka akhirnya pergi berbelanja, dan benar saja, mereka berdua gila belanja, Alyena hanya di tarik dari satu toko ke toko lainnya, setelah puas berbelanja, mereka ke toko buku tempat favorit Nick. Di sana cukup menarik bagi Alyena, karena suasananya yang tenang dan juga tidak ramai.
"Ok, lets go, saatnya kita pergi." Tiga mobil itu menuju ke Mansion milik keluarga Nick. Setelah mereka keluar dari mobil, Alyena menatap Nick dan Clara, tidak mengerti dengan rencana mereka.
"Apa ini yang kau maksud dengan tempat rahasia menarik, Nick?"
"Sebelum kita masuk, aku akan menceritakan secara ringkas saja, Ok." Dia mengambil napas dan mulai bercerita
"Di mansionku ini ada satu ruangan yang sangat di jaga ketat. Di jaga turun temurun mulai dari kakekku sampai kepada Ayahku, suatu hari Dad pasti akan menceritakannya kepadaku, tetapi aku sudah sangat penasaran, dan tidak bisa menunggu lagi."
"Kau memang bandel, kalau ayahmu mengatakan kau harus menunggu, bukannya kau harus menunggu sampai saat itu tiba?" Ucap Alyena.
"Lihat, dia sangat penurut, Tch aku bukan kau Alyena, aku tidak bisa bersabar dan menunggu selama itu. Jadi, aku ingin mengajak kalian ke ruang rahasia keluargaku. Sepertinya di dalam sana mereka membangun musium tetapi entah apa, bagaimana? kalian tertarik untuk masuk ke dalam?"
"Entahlah Nick, bagaimana jika ayahmu menemukan kita."
"Aku pasti di hukum dan kalian akan pulang, semudah itu saja." Ucap Nick. Alyena menatap mereka berdua dengan ekspresi yang sama, wajah yang terlihat penasaran seakan mereka tidak akan bisa tidur jika tidak melihat rahasia apa yang tersembunyi.
"Oky, aku ikut." Ucap Alyena.
"Bagus, kita masuk sekarang, bersikaplah normal guys." Ujar Nick.
Alyena dan Clara mengikuti Nick masuk ke dalam mansion tetapi melewati pintu belakang yang tidak terlihat oleh orang lain, mereka memasuki koridor sempit yang gelap dan akhirnya menemukan ruang besar dan tangga yang meliuk ke bawah. "Jangan berisik, nanti pengawal melihat kita."
Setelah melewati tangga kayu menuju ke bawah, mereka menemukan basemant dan pintu yang tertutup.
"Ini tempatnya." bisik Nick.
"Mana kuncinya?" Bisik Clara.
Alyena tersenyum penuh ironi, mereka berdua menatapnya. "Kenapa kau tertawa Alyena?"
"Hanya lucu saja, jika aku bersama kalian, aku selalu mengalami semua hal aneh ini dan akan berakhir di marahi oleh kak Willy." Ucapnya sambil menahan kikiknya.
"Sst, berhenti tertawa, kita akan masuk, aku sudah mencuri kunci pintu ini dari laci Dad." Ucapnya dengan bangga.
Pintu akhirnya terbuka, ruangan gelap dengan berpuluh-puluh rak dengan banyak buku di sana, tempat itu kedap suara dan terlihat jauh berbeda dengan basement pada umumnya. Ruangan itu telah si sulap seperti perpustakaan dengan karpet hitam yang menutupi lantainya, Nick menyalakan lampunya dan terlihat ruangan itu sangat besar dan luas.
"Apa semua ini, Nick?" Ucap Clara. Dia mengambil satu buku panjang dan membuka-bukanya. "Eh, bukankah ini perusahaan Rick Garbert yang terkenal itu? coba lihat yang tertulis di sini, rahasia terdalam dan terkelam Rick Garbert." Mereka semua saling menatap dan mengerti perpustakaan apa yang di sembunyikan oleh keluarga Wedny.
Mereka tersebar di beberapa tempat, Alyena berjalan-jalan di rak-rak dan mencoba-coba mencari nama ayahnya. "Nick Adams, apakah di sini ada Nick Adams? Mata Alyena seketika
membulat ketika menemukan buku tentang ayahnya. Dia kemudian membukanya dan membacanya.
"Nick Adams dan Juan Tevez?" Gumam Alyena, dengan cepat Alyena mengambil buku itu dan menaruhnya di dalam tasnya sembunyi-sembunyi. Dia sangat ingin tahu mengenai nama itu.
"Alyena, bukankah ini nama keluargamu?" Ucap Clara memberikan buku itu dengan tulisan di atasnya. Keluarga Collagher. "Sebaiknya kau membawa buku ini dan membacanya."
"Ok, trims."
Alyena mengambilnya dan kembali memasukkannya di dalam tas. "Hei di larang mencuri." Ucap Nick ketika melihat Clara memberikan buku itu kepada Alyena.
"Nanti aku kembalikan kepadamu, lagi pula nama Collagher yang ada di buku itu." Mata Alyena melebar ketika mendapati sesuatu yang lain.
"Mereka pasti bercanda." Ucap Alyena tidak percaya ketika menatap sebuah dokumen berwarna putih yang di letakkan di atas rak begitu saja.
"Apa itu, Alyena?" Nick dan Clara mendekat sontak mata mereka membelalak ketika membacanya. Mereka berdua saling menatap.
Rencana pertunangan Nick Wedny dan Clara Hillary.