
~Nick 10 years old
Tangisan itu teredam, luka-luka ditubuhnya begitu perih tetapi tidak ada yang mengalahkan perih di hatinya, setiap waktu wanita itu membuat kulitnya terkelupas, dia meringkuk menyembunyikan tubuhnya yang penuh luka di satu rumah kosong, matanya sembab begitu kotor, bajunya robek akibat cambukan dari wanita itu.
"Nick, dimana anak kurang ajar itu, dia bermain lagi??" teriak seorang wanita dengan dress mini melekat erat di tubuhnya, bau parfum murah menguar dari tubuh wanita itu, Dia mengisap rokok di tangannya sedangkan tangannya yang lain memegang cambuk yang panjang.
"Awas saja, kalau dia Pulang!!" desisnya.
"Bobby, Cari anakmu itu, sudah dua hari dia menghilang, kau pikir orang-orang dari dinas sosial akan mengirimkan uangnya jika anak itu tidak bersama kita, cari dia..! Anakmu betul-betul tidak tahu berterima kasih sangat mirip dengan ibunya."
Isakan berat terdengar dari suara anak kecil dari rumah kosong dekat hutan itu, dia berjalan terpincang-pincang mencari perlindungan. Bajunya yang robek begitu kotor hingga lalat-lalat kecil mengerumuninya. Dia mencoba menghilangkan rasa sakit di tubuhnya dengan berendam di air sungai di seberang rumah kosong.
Wanita itu setiap hari memukulnya tanpa ampun, dia adalah istri baru dari ayahnya, beberapa tahun yang lalu ibu kandungnya yang mencintainya telah wafat, kini dia tinggal bersama seorang pria yang mengaku ayahnya , kerjanya hanya mabuk-mabukan dan berjudi, setiap hari membawa wanita pirang jelek itu kerumahnya, memukulinya jika tidak mengerjakan yang di perintahkan olehnya.
Dia menatap air jernih dihadapannya, tiba-tiba seseorang dari dalam air berbicara padanya. "Kau kesakitan Nick, apa kau sanggup menanggungnya?"
Nick menatap pantulan dirinya di cermin, dia menengok kesamping kiri dan kanan, mencari sumber suara. Tidak ada seorangpun di sana, dia kemudian memandang dirinya kembali dari pantulan air.
"Kau..berbicara denganku? Siapa kau?" tanya Nick memiringkan kepalanya menatap pantulan dirinya sendiri.
"Namaku Juan Tevez, panggil aku Juan. Aku bisa membantumu Nick jika kau begitu kesakitan. Jika kau menginginkannya." Nick mendekatkan wajahnya di air.
"Kau bisa?" tanyanya lagi.
"Tentu, kita akan membalas perbuatan mereka." Nick memikirkannya, "Jika aku kesakitan aku akan memanggilmu, tapi bagaimana caranya aku memanggilmu?" tanya nick.
"Aku akan datang dengan sendirinya jika kau tidak sanggup lagi merasakan siksaan dari wanita itu." Nick tersenyum.
Dengan senyum mengembang nick kembali, perutnya sudah tak tertahankan lagi, dia kelaparan dari semalam tidak sedikitpun makanan yang masuk kedalam perutnya. Hari inipun dia belum mengisi perutnya.
"Lihat dia ! akhirnya tikus kecil itu pulang juga, Nick menatap mereka dengan wajah yang masih membengkak. Tiba-tiba cambukan dari wanita itu mendarat di tubuhnya, dia terjatuh lalu menjerit kesakitan.
Pria yang mengaku ayahnya menarik bajunya menyeretnya untuk membersihkan dirinya, "Pakai bajumu yang pantas nick kau sangat bau!" Dia meneguk minuman dari botol apek di tangannya.
Wanita itu mendorongnya hingga tubuhnya terjerembab ke sampah yang basah, membuatnya semakin kotor.
"Mandi sana, dan bawakan kami uang, kau tidak akan mendapat makan malam nick jika tidak ada sepeserpun yang kau berikan hari ini !"
Nick terisak, tubuhnya betul-betul kesakitan, dia tidak sanggup menanggung lagi, dia menutup matanya tidak bergerak beberapa saat.
"Periksa anak itu!" bentak wanita yang menatap jijik kepada nick.
Nick kembali terduduk, dia membuka matanya, wajahnya menyeringai jahat, dia terduduk di sampah yang basah itu, Seketika pria itu mengangkat tangannya, tetapi nick mengambil botol pecah dari sampah di sampingnya, dengan cepat menusuk tubuh pria itu hingga ia berteriak kesakitan.
Wanita itu menjerit, "APA YANG KAU LAKUKAN!?" Dia mencoba mencambuk nick tetapi tangan nick yang lain memegangnya, lalu melemparkan botol kosong yang pecah ke wajah wanita itu, darah mengucur dari wajahnya dia berteriak-teriak kesakitan.
"Di mana kau nick, dimana anak itu!" teriak wanita itu yang tidak bisa lagi membuka matanya.
"Nick sedang tidur, bodoh!" Namaku Juan."
Seperti misteri yang tidak terkuak, keberadaan pria dan wanita yang tinggal di Van mobil itu menghilang. Hanya seorang anak kecil berumur 10 tahun yang menangis seorang diri di sana. Beberapa mobil polisi telah tiba di tempat itu.
"Kau tidak apa-apa nak?" Tanya salah satu officer.
Nick hanya tertunduk menyembunyikan wajahnya. "Siapa namamu nak?" tanyanya lagi.
"Juan...namaku Juan tevez." Dia menyembunyikan wajahnya yang menyeringai.
"Tidak ada nama Juan yang kami temukan nak, hanya nick, dan itu kamu", Kata salah satu polisi yang memeriksanya. Juan tersenyum dia lalu bersenandung membuat dua polisi terkejut saling memandang.
Beberapa bulan kemudian nick diadopsi oleh keluarga yang berasal dari Inggris seseorang dengan keturunan bangsawan, dia mengadopsi nick dan membawanya ke Inggris dan menetap di sana .
Beberapa peristiwa aneh juga terjadi di sana, tubuh dari beberapa orang telah menghilang dan kejadian-kejadian aneh yang belum terkuak selama ini.
~Beberapa tahun kemudian
Juan bersenandung dari dalam hutan, setelah menyingkirkan wanita itu, terdengar senandung dari bibirnya, bunyi percikan air dan suara seorang gadis membuatnya berbalik, Ia mencari suara gadis itu dari dalam hutan.
Dengan mantel panjang dia mengikuti arus sungai dan percikan air, kemudian dia mengintip dari semak belukar, Seorang wanita dengan mata hazel yang bening, kulit seputih porselen dengan wajah cantiknya dia sedang panik dan kebingungan, kainnya hanyut terbawa arus sungai, membuatnya memekik kebingungan, Juan memandangnya dengan pandangan penasaran, panas dan ingin tahu, dia lalu mengambil kayu panjang lalu mengejar kain yang hanyut itu.
Juan melemparkan kayu itu, tanpa gadis itu ketahui, akhirnya kain itu tersangkut, membuatnya tersenyum dengan lega. Diambilnya kain itu, suara gemerisik dari dalam hutan membuat gadis itu menatap semak-semak yang bergoyang.
Pertahanan pria itu ambruk, jantungnya berdetak, baru kali ini terjadi padanya.
Beberapa hari kemudian Juan mengintip kembali dari dalam hutan, terdengar suara seorang pria.
"Nama...siapa namamu?" tanya Alex padanya.
Ruzy menghentikan langkahnya, dan berbalik.
'Ruzyana wilhelm'.....Dia setengah tersenyum, 'Cantik...namanya pun cantik' pikir Juan...
Pittsburgh
"Alex, bangunlah...kau tidak ke kantor"? tanya ruzy padanya yang baru saja bangun dari tidurnya. Alex hanya mengangguk kemudian dia menyelinap dibalik selimut memeluk tubuh telanjang ruzy, "Tidak, hari ini aku akan tetap di Pittsburgh, mungkin pulang sebentar ke rumah." kata alex yang masih menutup matanya.
"Baiklah, kau ingin sarapan apa Alex?" tanya Ruzy kembali.
Alex melengkungkan bibirnya, "Kau, aku ingin menikmati kau pagi ini." Ruzy mencubitnya, tetapi tangan alex dengan cekatan menangkap tubuhnya dan memerangkap ruzy ditubuhnya.
"Alex, Willy menunggu mommynya." kata ruzy sambil mengecup bibir Alex.
"Willy akan mengerti, dia akan mengerti kebutuhan ayahnya." senyum alex merengkuh tubuh ruzy lalu memeluk erat tubuh ruzy.
Ruzy memekik, tubuhnya merespon dengan sendirinya, mereka menghabiskan pagi itu dengan melanjutkan percintaan mereka. Hari sudah siang mereka berdua baru saja keluar dari kamar ruzy. Beberapa pelayan tertunduk lalu tersenyum\-senyum menatap mereka berdua.
Bibi Emy menggendong Willy yang bermain\-main dengan mainannya. Ruzy mengambil Willy dari gendongan bibi Emy. Ruzy menatap kepada mereka semua.
"Ada apa dengan pandangan mereka, ada yang aneh?" tanyanya.
"Mungkin karena teriakanmu semalam terlalu besar sayang dan juga pagi ini, kau membuat Willy menunggu, tapi... meskipun begitu aku sangat senang tuan Alex kembali padamu ruzy." Bisik bibi emy sambil lalu sama sekali tidak mempermasalahkan teriakan\-teriakan ruzy semalam.
Wajah Ruzy merona, dia tidak menyadari bukan hanya mereka yang tinggal di mansion itu, tapi apakah betul\-betul terdengar?? pikir ruzy sambil menuangkan secangkir kopi untuk Alex.
"Hari ini aku akan menemui ellena di rumah, beberapa barang ibu di musium akan dilelang hari ini, mungkin nanti malam aku akan kembali sayang."
Ruzy hanya mengangguk dan tersenyum, alex menyuap Willy sambil bermain\-main dengan makanannya.
"Jaga mommy sayang, ayah akan pulang dengan segera." Dia mengecup Willy dan memakai jasnya, ruzy mengantar Alex sampai di depan teras.
"Hati\-hati dijalan sayang, aku akan menunggumu." Bisik ruzy.
Matanya bersinar memandang ruzy, diciumnya ruzy untuk beberapa lama, "Aku akan segera kembali sayang."
~
Mereka berdua menyaksikan kemesraan diantara Alex dan ruzy, Dokter max mendengus menatap mereka, "serahkan padaku max, aku akan membuatnya semakin mudah, kau tunggu saja". Max menyalakan mesin mobilnya lalu membuntuti Alex.