
Banyaknya pepohonan yang rindang dan tanah yang sedikit berbukit dan sedikit berkabut, dengan berjalan terseok-seok dia menarik tanganku sambil berjalan pelan, kemana dia ingin membawaku? bebatuan yang besar ada di sana, dia menarik tanganku kuat-kuat jadi aku terpaksa ikut dengannya.
"Kita akan kemana"? tanyaku padanya. "Bibi emy akan khawatir dia akan mencariku".
Dia lalu berbalik, "Kau tidak perlu khawatir, rob sudah menjemputnya dan aku sudah pesan pada rob kalau kau ikut dengannya.
"Tapi, kemana kau akan membawaku"? tanyaku sedikit menghentak tanganku padanya. Dia lalu berhenti dan berbalik padaku, "Kalau kau bertanya terus aku akan mencium bibir cantikmu itu, Hem.. sebentar lagi kita akan sampai".
Aku menelan ludahku, aku terdiam karena pria brengsek ini betul-betul akan membuktikannya kalau aku bertanya terus menerus.
Di sebuah tempat yang begitu luas dan perkebunan anggur yang berderet-deret, membuatku terpesona memandangnya, ada sebuah restoran yang terbuat dari kayu dengan Bangunannya yang tradisional dari kayu mahoni, di sana beberapa orang sedang duduk sambil menatap pemandangan anggur di hadapannya.
Dia membawaku di sudut yang betul-betul privasi, sampai-sampai tidak ada seorangpun yang dapat menolongku jika pria brengsek ini melakukan sesuatu padaku.
Dia menggeser kursi kayu, dan membiarkanku duduk dahulu kemudian dia duduk dihadapanku. "Kau suka pemandangan di sini"? tanyanya sambil menatapku.
Dengan salah tingkah, aku mengangguk padanya. "Kenapa kau membawaku ke sini"? tanyaku.
Dia bersedekap lalu menatapku, "Karena aku mau dan ingin Ruzy". katanya angkuh.
Ukh, dasar pria brengsek, seenaknya saja. Kemudian seseorang datang membawa sebotol anggur dan menuangkannya di gelas kami berdua.
"Silahkan menikmati tuan dan nyonya". kata pelayan itu. Aku tertunduk tidak suka dengan kata-kata pelayan itu, 'Nyonya'? pria ini hanya tersenyum ketika pelayan itu pergi.
"Apakah kau harus terlihat begitu cantik hanya karena kau ingin ke pasar itu"? kata-katanya terdengar tidak suka.
Aku mengernyitkan alisku menatapnya, "Apa maksudmu"? kataku.
"Maksudku, jangan menggoda pria-pria dengan sengaja". katanya tajam.
Aku tiba-tiba berdiri, dia menuduhku dengan seenaknya, apa? menggoda pria? lalu apa urusannya denganmu?
"Duduklah"! perintahnya.
Aku tidak memperdulikannya, aku ingin pergi dari tempat itu, seharusnya aku tidak ikut dengannya.
"Kenapa aku harus mengikuti perintahmu? lepaskan aku". Dia kemudian menarikku lebih keras di pelukannya. "Aku sudah bilang padamu, aku sudah berusaha keras menahan diri, jadi jangan salahkan aku". Bentaknya. Alex lalu menciumku, dia memegang belakang kepalaku dan menahanku di tangannya, aku menggoyangkan kepalaku ingin menjauh darinya, tapi semakin aku berontak dia semakin kasar padaku.
Ciumannya begitu keras, aku akhirnya tenang, dia kemudian menciumku dengan lembut, dia menarikku duduk di pangkuannya, ciumannya tidak berhenti-henti, aku mendorongnya kasar sehingga wajahku terpisah darinya. dia menatapku menahan mataku padanya. "Kau begitu manis Ruzy, kau sangat memabukkan bagiku, kau tahu".
Napasku memburu akibat ciuman panasnya. Kami saling bertatapan, dia lalu menggerakkan tangannya ke wajahku. Membuatku panas dingin dibuatnya, aku mencoba berdiri dari posisiku yang berada di pangkuannya tetapi dia menahanku di sana, kemudian aku bergeser merasa tidak nyaman karena tubuhku terlalu dekat padanya. Tiba -tiba dia menggeram ditelingaku. "Jangan bergerak-gerak Ruzy, atau aku akan membawamu ke tempat tidur sekarang juga". Bentaknya.
Aku menutup mataku jengkel dengan ucapannya yang kasar, dasar pria brengsek, ponselnya berdering dan dia mengangkatnya, tubuhku masih berada di pangkuannya.
"Aku sibuk Nick"! bentaknya di ponsel yang di genggamnya. Aku bergerak menjauhkan tubuhku darinya, tetapi dia menarikku ketubuhnya. dia kemudian berbisik di telingaku, "Berhenti bergerak sayang". bisiknya lalu mengecup rahangku.
"Hari ini aku tidak akan ke sana, katakan kepada Jhon, aku tidak menginginkan merry, anggap saja aku berbuat baik padanya, perjanjian batal". Dia langsung menutup ponselnya.
Aku menatapnya, dari jarak sangat dekat wajahnya memang sangatlah tampan, dia memiliki garis tegas di wajahnya perawakannya yang tinggi dan kokoh membuatku sedikit takut saat melihat lengannya yang berurat itu. "Mengagumi pemandangan"? tanyanya sambil menaikkan satu alisnya.
Aku terkejut dan memalingkan wajahku darinya. Aku begitu tolol kenapa aku menatapnya, dia hanyalah pria brengsek yang suka memaksa.
"Kenapa kau lakukan ini padaku? apakah karena aku seorang pelayan"? tanyaku tiba-tiba.
Wajahnya berubah marah telinganya menjadi merah, "Anggap saja seperti itu". bentaknya.
Hatiku sakit mendengarnya, dasar pria ****, aku mencoba berdiri tetapi dia kemudian memelukku keras di tubuhnya. Lalu mengecup kening dan menyusuri sepanjang leherku dan berhenti di sana, lalu menghirup udara dalam-dalam di tengkukku.
"Jangan bertanya pertanyaan yang aku tidak bisa menjawabnya Ruzy. Yang aku inginkan sekarang ini adalah dirimu, hanya itu yang kutahu".
Dia melepas pelukannya kemudian matanya menatapku lembut, "Kau sangat cantik Ruzy, kau tahu"?
Aku tersentak dengan ciuman-ciumannya yang tiba-tiba, dia menguasai bibirku dan memainkannya di bibirnya. Napasku tersengal-sengal, aku bisa merasakan bengkak di bibirku, "Kau milikku Ruzy, ingat itu". bisiknya.
πππ
Jgn lupa tinggalkan jejak yaaaaa like Coment saran dan kritik βΊοΈπ