Dear Nolan

Dear Nolan
Pemeriksaan



Badan Nesya mendadak dingin, tangannya semakin erat merangku lengan suaminya. Ya, Nesya dan Nolan sedang berada di poli kandungan sore ini. Seperti rencana mereka kemarin malam. Setelah menyelesaikan tugasnya di rumah sakit, Nesya tidak langsung pulang. Ia mengajak suaminya menemani melakukan pemeriksaan di dokter kandungan.


Nesya memang berkecimpung di dunia kesehatan. Tapi tetap saja ia merasa gugup melakukan pemeriksaan kandungan. Ia hanya takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dan bisa mempengaruhi keinginannya untuk hamil. Sebagai tenaga medis, ia memang sering melakukan medical checkup masalah kesehatan, tapi masalah kandungan ini yang pertama. Karena memang ia berencana menunda kehamilan sampai satu tahun pernikahan.


Ia masih sabar menunggu antrian dengan ibu-ibu yang berperut besar. Terlihat lucu dan menyenangkan. Nesya jadi refleks memegang perutnya yang langsing, jadi membayangkan dirinya nanti ketika hamil. Nesya jadi senyum-senyum sendiri.


"Ibu Nesya Nabilla," panggil perawat.


Nolan membangunkan lamunan Nesya, ketika namanya dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Nesya terperangah dan langsung berdiri mengandeng lengan suaminya ke ruangan poli.


"Sore Dokter," sapa Nesya.


"Sore juga, Nesya ya?" jawab dokter perempuan yang mengenal Nesya. Nolan hanya mau istrinya di tangani oleh dokter kandungan perempuan.


"Ya dok, asisten dokter Rakha," balas Nesya.


"Iya, iya saya tahu, gimana? Mau konsultasi apa? Atau sudah hamil?"


"Mau periksa kandungan untuk persiapan hamil dok, tolong di bantu," ucap Nolan.


"Bisa, ayo Nes baring dulu." Dokter berdiri menuju ruangan di sebelahnya.


Nesya yang sejak tadi gugup, malah semakin gugup ketika terbaring dan di olesi jel dingin di perutnya oleh dokter. Nesya dihantui rasa takut jika kondisi rahimnya tidak sesuai apa yang diinginkan. Tangannya terus menggenggam tangan suaminya, ini akan jadi pegangan terkuat jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Dokter mengarahkan alat USG. Nampak di layar gambar hitam putih yang memperlihatkan bagian rahim.


"Rahim kamu baik-baik saja Nes, tidak ada apa-apa. Sel telurnya juga banyak dan besar- besar. Posisi rahimnya juga bagus. Menstruasinya tiap bulan lancar ya," tanya dokter.


"Alhamdulillah Dok kalau memang baik-baik saja. Menstruasi saya lancar Dok tiap bulan."


"Lihat ya Mas, nggak ada masalah dalam rahim Nesya. Kalau suaminya juga tidak ada masalah dan sel spermatozoanya bagus, besar kemungkinan bisa hamil dalam waktu dekat Pak. Tapi semua juga terjadi jika Tuhan menginginkan."


"Ya Dok Amin," balas Nolan merasa lega dan senang.


Nesya dan Nolan kembali berhadapan dengan dokter untuk mendengarkan penjelasan.


"Seperti yang kita lihat tadi. Kondisi Nesya normal dan sangat subur Mas, jika memang berkenan dan lebih memastikan ke akuratan tingkat kesuburan pasangan. Lebih baik suami juga ikut di periksa," saran Dokter.


Nesya langsung melihat ke arah Nolan. Nolan yang sekarang jadi Jedag jedug. Apakah dirinya sesehat Nesya atau nggak?


Nolan melihat ke arah istrinya. Nesya hanya tersenyum tidak memberi kode apapun pada suaminya untuk ikut memeriksakan diri atau tidak. Ia tidak mau memaksa suaminya untuk memeriksa kesuburan. Nesya menyerahkan keputusan pada suaminya.


"Oke bagus, berarti kapan kita bisa ambil spermanya untuk pemeriksaan, usahakan hari ini biar semua segera bisa terselesaikan."


"Baik dok," balas Nolan.


"Tenang Dok ada saya, itu bisa di usahakan," canda Nesya.


Dokter Widya tertawa renyah. "Kamu Nes, oke saya tunggu sampai jam delapan malam kembali kesini."


Nesya dan Nolan keluar ruangan setelah pemeriksaan kesehatan kandungan Nesya selesai.


"Alhamdulillah ya Bang, aku baik-baik aja," ucap Nesya lega.


"Ya, Nes. Mudahan kita berdua sama-sama subur dan segera di beri amanah,"


"Amiin, sekarang apa rencana kita untuk ngeluarin bibit unggul kita untuk di cek," seru Nesya.


"Kita pikir sambil jalan, kita cari makan dulu," Nolan merangkul Nesya keluar lobby rumah sakit.


Keduanya sekarang tinggal mencari ide tercepat untuk pemeriksaan suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.....


Bab selanjutnya Ei potong, Ei usahakan Up malam ya Dearku terloph2... Ei takut dosa bikin pikirannya kalian yang berpuasa jadi traveloka 😁😁😁😁


jangan lupa tinggalkan like komen vote 😘