Dear Nolan

Dear Nolan
Ke Dokter



Nesya dan Nolan sudah berada di rumah sakit. Bukan untuk membantu praktek dokter Rakha, Tapi kali ini ia menunggu giliran nama mereka di panggil untuk menemui dokter kandungan.


"Nesya Nabilla," panggil perawat yang bertugas.


Dengan dada yang berdebar, Nesya melangkah maju mengandeng lengan suaminya. Ia sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi.


Nesya dan Nolan mendapat sambutan senyum hangat saat memasuki ruangan dokter.


"Nesya, bagaimana. Harusnya ini pemeriksaan untuk Pak Nolan ya tapi masih satu minggu lagi," tanya dokter yang bernama Widya itu.


"Ya Dok, tapi ada gejala dok, makanya kita lebih cepat periksa." Nesya menunjuki surat rujukan dari dokter Danu.


Dokter Mengamati surat yang diberikan oleh Nesya.


"Kita USG dulu," ucap dokter itu.


"Baik Dok." Nesya ikut bangkit bersama dokter itu menuju ruangan di sebelahnya.


Gel dingin mulai di letakan di sekitar perut bawah Nesya. Alat mulai di gerakkan di area bawah perut Nesya.


"Ya, ada kantung janinnya," ucap dokter itu.


"Oh, kantung janin. Berarti?" Nesya masih linglung. "Saya benaran hamil Dok!" sentak Nesya.


Dokter Widya mengangguk mengiyakan


"Jadi istri saya hamil Dok," tanya Nolan masih tidak percaya. Dokter Widya menggangguk lagi.


"Iya Pak, Dokter Nesya hamil," balas dokter Widya.


Nolan langsung mencium kening istrinya tak percaya. Ia akan punya anak dari darah dagingnya.


"Alhamdulillah, terima kasih Sayang." Air mata haru tak bisa di bendung calon ayah ini.


"Ya Bang, aku juga masih nggak percaya," Nesya mengeratkan genggaman tangannya.


"Kantung janinnya juga ada dua Nes." Dokter mengarahkan lagi ke layar menunjuk dua titik putih itu.


"Dua Dok!" Nesya terkejut, "Jadi saya hamil anak kembar!" tanyanya lagi.


"Kemungkinan begitu Nes, kembar non indentik," balas dokter Widya.


"Alhamdulillah, sayang! Kita dapat double," Nolan mencium lagi kening Nesya berkali-kali.


"Iya jadi kembar Non indentik bisa terdapat dua kemungkinan, jenis kelamin yang berbeda atau jenis kelamin yang sama tapi wajah yang berbeda. Karena dua kantung kehamilan berasal dari jenis sel ****** yang berbeda. Selamat ya dokter Nesya dan pak Nolan atas kehamilannya, promil sukses lebih cepat."


Nolan tak bisa berkata apa-apa lagi, ia begitu bahagia mendapatkan kebahagiaan yang berlipat-lipat ini. Ia merasa, mungkin inilah berkah berlipat yang di berikan Allah padanya karena selama ini dengan sungguh dan tulus menyayangi dan mengagumi anak-anak yatim piatu yang kurang beruntung. Padahal ia sebelumnya begitu putus asa bisa punya anak setelah mendapat vonis tidak subur karena obat anti depresan.


Ketiganya kembali ke meja dokter. Nesya menjelaskan kalau suaminya mengalami gejala seperti morning sickness yang biasa di alami ibu hamil.


"Itu namanya sindrom couvade atau sindrom simpatik calon ayah kepada ibu hamil, hal yang wajar sih, bisa di alami calom ayah. Tapi kalau sudah parah seperti muncul demam atau dehidrasi harus segera ditangani petugas kesehatan," lanjut dokter Widya.


Nesya mengangguk mengiyakan, sambil mendengarkan dokter Widya yang memberi penjelasan seputar kehamilan pertama bayi kembar. Keduanya pun meninggalkan rumah sakit usai menebus obat di apotik.


Diperjalanan Nesya tak berhenti tersenyum melihat suaminya yang begitu bahagia atas kehamilannya. Ia juga masih tak percaya bisa hamil secepat ini. Kabar baik Ini pasti akan membuat seluruh keluarganya senang. Meskipun sekarang Nesya harus merelakan masa koas dan ujiannya tak sesuai harapannya bisa tepat waktu atau mundur. Rasanya sekarang, Nesya hanya ingin fokus saja pada kehamilannya. Ternyata rasanya sebahagia ini setelah tahu akan jadi calon ibu.


"Sayang, kamu harus banyak istirahat dan makan makanan bergizi. Ingat pesan dokter trimester pertama masih sangat rawan, kamu nggak boleh terlalu lelah," seru Nolan sambil mengusap perut Nesya.


"Ya Bang. Oh ya. Memang bang No ada keturunan kembar?" tanya Nesya.


"Kayaknya nggak ada."


"Aku pernah dengar juga sih, kalau obat penyubur untuk promil bisa memicu mendapatkan keturunan kembar, lebih berpotensi jika ada keturunan dari orang tuanya."


"Mungkin dari keluarga kamu," balas Nolan.


"Kalau dari Bunda kayaknya nggak ada Bang, kalau dari ...." Nesya tak meneruskan kalimatnya karena tak ingin membahas ayah kandungnya.


"Udah sayang, itu nggak terlalu penting. Yang penting kamu dan bayi kita sehat. Kita pulang ya, kita beri tahu Mama sama yang lain, pasti mereka ikut senang."


Nesya mengangguk semangat.


"Makasih sayang udah mengandung anak kita, ini hal paling membahagiakan dalam hidupku," ucap Nolan mengacak kepala istirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC .....


Sori udah nunggu lama.... Ini Hiatus Ei terlama selama nulis. Tetap selalu jaga kesehatan ya dear saat seperti ini😘😘