
Selesai sholat magrib di dalam kamar. Neysa mengintip dari balik pintu kamarnya. Sepertinya belum ada tanda-tanda mahasiswa bimbingan kakaknya akan pulang. Padahal meraka dari sore. Nesya nggak mungkin terus tinggal di rumah ini. Sedangkan Nolan juga masih berkumpul dengan yang lain di ruang tamu.
Ia memutuskan untuk pergi keluar saja mencari angin. Aline keponakannya juga masih belum pulang berbelanja dengan maminya. Nesya memilih keluar dari pintu dapur menuju mobilnya. Ia tidak ingin kepergiannya menhebohkan mahasiswa kakaknya.
Malam ini Nesya terus melajukan kendaraan tanpa tujuan karena alasan konyol menghindari Nolan. Ia binggung akan kemana. Mau ke kafe nggak seru kalau sendiri, ketahuan sekali kalau dia jones. Mau main tempat temennya dia malas juga. Mau ke mall menyusul Aline, dia lagi malas berbelanja. Cari makan? perutnya sungguh masih kenyang sekarang setelah makan pizza.
Nesya masih melamun akan kemana arah dan tujuannya. Ia masih kesal kenapa ada Nolan di rumah kakaknya. Kenapa nggak besok aja waktu dirinya tak menginap. Gimana mau lupa kalau dia muncul di saat mulai samar melupakan.
"Kacau sendiri kan aku, mau kemana aku sekarang. Apa pulang aja dan pura-pura nggak kenal. Ahh!" Nesya mengeluh sendiri di dalam mobil.
Terlalu bersemangat Nesya mengeluarkan keluh kesahnya. Ia tak melihat ada Tukang bakso yang menyebarang sambil mendorong gerobaknya.
"YA ALLAH!" teriak Nesya langsung memutar ke kiri mobilnya menghindari tukang bakso.
Jledug
Mobil Nesya terhenti kasar di selokan jalan. Nesya berusaha menarik mobilnya yang nyungsep di selokan jalan dengan gas tinggi. Tapi gagal, ban kiri mobilnya mendarat cantik di selokan.
Neysa turun dari mobil karena tak bisa mengeluarkan mobilnya. Untung selokan jalan tak terlalu lebar, jadi hanya ban kiri saja terperangkap.
Nesya memutar matanya mencari tukang bakso yang membuatnya sial malam ini. Tapi bau asap baksonya saja tidak terlihat. Nesya kesal jalalan mulai sepi Mungkin karena gelap nggak ada mobil yang berhenti. Mereka tidak menyadari mobilnya yang nyungsep di selokan.
Tenang Nesya Tenang. Nesya berusaha menenangkan diri.
Pengendara motor paruh baya berhenti melihat Neysa.
"Mobilnya kenapa Mbak? nyungsep ya?"
"Ya, bisa tolongin saya."
"Nggak bisa mbak, telepon bengkel atau derek aja mbak." Kata pengemudi itu langsung ngebut meninggalkan Nesya.
Dasar semprul. Tapi dia bisa kasih ide lumayan lah, telepon bengkel. Ah
Nesya jadi teringat hanya kontak Nolan Nomor bengkel yang Nesya simpan.
Ia kembali ke dalam mobil. menekan layar di dashboardnya. Mencari kontak Kakaknya, tidak mungkin dia menelpon ayahnya pasti mereka langsung kuatir.
Neysa menekan tombol calling.
"Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi."
Kakak Adrian kemana sih, teleponnya mati lagi.
Nesya menyentuh lagi layar mencari nomor Tiara.
"Nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi."
Nesya mengesser lagi nomor lain siapa tahu ada yang bisa di hubungi. Nesya menemukan kontak yang paling mungkin bisa bantu tapi.... Jangan! tidak boleh di hubungi sampai waktu yang tidak bisa di tentukan.
TAK! Buah jatuh dari di atas atap mobilnya membuatnya kaget dan tanpa sengaja jarinya menyentuh tombol calling.
TIDAK! Nesya buru-buru mematikan sambungan telponnya. Jangan dia! jangan Dia!
Tak lama layar mobilnya bersuara menandakan ada panggilan masuk dan nama kontaknya terpampang di layar mobilnya.
Yg harus dihindari
Calling.......
Kenapa dia telepon balik. Nesya masih enggan untuk mengangkat teleponnya. Tak lama suara telepon masuk berbunyi lagi.
Yg harus dihindari
Calling.......
Nesya masih nggak mau angkat demi gengsinya. Telepon mati lagi, tak lama terdengar lagi suara yang sama. Menelpon ketiga kalinya.
Yg harus dihindari
Calling.......
Nesya galau kali ini, apa dia angkat saja. Dia butu bantuan sekarang, lagipula ini malam. Bagaimana kalau ada yang punya niat jahat kayak begal dan semacamnya.
.
.
.
.
.
TBC π
Angkat apa nggak Nesπ€π€
tinggalkan jejak dear like koment vote ππ