Dear Nolan

Dear Nolan
Namaku



Nesya berdiri di depan kaca menyisir rambutnya, memberi jel Aloe Vera dingin di wajahnya agar menetralkan kulit yang terkena efek sinar UV. Setelah terlihat cantik, Nesya menyusul suaminya yang bersantai di teras villa sambil melihat hasil jepretan tadi selama menyelam.


Nesya langsung saja duduk menyamping di pangkuan suaminya. Mengarahkan pandangan suaminya ke arahnya dan mengecup bibir suaminya. Tak puas dengan kecupan, keduanya saling merasakan permukaan bibir, bercampur dengan indera perasa yang ikut menyatu. Semenjak menikah Nesya memang selalu yang memulai aksi cium mencium dulu. Udah halal mau ngapain aja bisa.


Kalau seperti ini rasanya Nolan juga tidak ingin kembali ke kota asal. Ia ingin berdua saja dengan istrinya di sini. Ia melepaskan bibirnya dari pangutan panas itu, ia membelai pipi istrinya, wanita yang harus ia lindungi sekarang. Kenapa nggak dari dulu aku ketemu Nes sebelum bertemu Abel.


"Sini gantian lihat!" Nesya memecah keheningan dengan merebut kamera dari tangan suaminya.


"Suka hasil jepretanku?"


"Bagus Bang, aku Suka." Nesya mengeser lensa kamera, melihat lagi bayangan gambar dirinya di sana.


"Oh ya Nes, coba kamu telepon aku. Sejak kita sampai aku lupa taruh hape, siapa tahu ada yang telpon kasih info penting."


Nolan memang tidak memegang ponsel setelah sampai di pulau. Ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama istrinya. Meskipun di pulau tidak ada jaringan internet, jaringan telepon tetap ada.


"Oke, aku ke dalam dulu," ucap Nesya masuk ke dalam villa. Ia mencari ponselnya dan mencari nomor kontak suaminya.


Tak lama suara dering ponsel terdengar dari saku celana suaminya. Nesya meraih celana itu dan menemukan ponsel suaminya. Matanya langsung terbelalak melihat nama nomor kontak dirinya di ponsel suaminya. Nesya langsung saja keluar menemui suaminya.


"Ini hape bang No!" seru Nesya jutek, langsung menyerahkan ponsel Nolan dan pergi masuk kembali ke dalam kamar.


Nolan merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan istrinya. Ia memandangi dan membolak-balik ponselnya. Apa Nesya membaca sesuatu atau pesan yang aneh? Apa dia marah?


Menurut perasaan Nolan tidak ada yang aneh dengan ponselnya. Bahkan ia tidak banyak menyimpan nomor wanita kecuali keluarga dan orang yang dikenalnya saja. Tak mau berspekulasi sendiri, Nolan menyusul Istrinya yang mendadak aneh itu ke dalam kamar.


Nolan mendapati Nesya yang berdiri di depan jendela kamar yang langsung menghadap ke laut. Wajah istrinya terlihat kesal dengan tangan yang dilipat di dada. Nolan langsung saja memeluk Nesya dari belakang, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu kenapa sih sayang?" tanya Nolan bersandar di bahu istrinya.


"Ih ... aku lagi sebel sama Bang No!" Nesya mengerakkan bahunya agar berhenti dicium karena dirinya sedang kesal.


"Aku kenapa Nes? Tadi kamu baik-baik aja!" Nolan membalikkan badan Nesya ke arahnya.


"Nama kontak aku di hapemu!" jelas Nesya.


"Memang kenapa nama kontak kamu?" tanya Nolan binggung.


"Coba baca!" jelas Nesya.


Nolan menurut, ia mencari kontak nomor Nesya. "Nesya Nabilla!" Nolan membaca layar ponselnya.


"IH ...! " Nesya mengerang kesal rasanya ingin meremas pipi suaminya andai itu tidak dosa.


"Kita udah hampir seminggu nikah, masa nama kontak aku di hape Bang No, Nesya Nabilla!"


"Ya memang nama kamu Nesya Nabilla kan, aku hanya nggak pakai Bagaskoro karena itu terlalu panjang."


"Ih ... aku gemes!" Nesya mengepalkan tangan geram, rasanya ingin mencakar suami yang nggak ada romantisnya sama sekali ini. Padahal sebelum menikah, ia bisa kasih sebutan yang bagus untuk kakak Abel.


"Masalahnya dimana Sayang!" Nolan masih binggung, apa yang salah dari dirinya.


"Coba nama kontak itu yang elegan, masa nama kontak Istrinya, Nesya Nabilla, nggak ada bedanya sama pelanggan bengkel. Ganti My beloved wife kek, My lovely wife kek atau kalau perlu Bini montokku itu lebih oke!" Sentak Nesya kesal.


Nolan menepuk jidatnya, ia tak menyangka karena hak sekecil itu Nesya jadi ngambek di acara bulan madunya. Nolan meraih pinggang Nesya mendekat ke badannya


"Ya maaf kalo itu memang penting buat kamu sayang, aku hanya tulis kontak sesuai nama mereka nggak ngerti yang begitu-begitu, nggak sempat ganti juga." Nolan mencoba menghibur Nesya.


Nesya masih memasang wajah marah, baginya nama kontak unik untuk orang yang spesial dalam ponsel itu sangat penting.


Nolan menyerahkan ponselnya pada Nesya. "Kamu ganti sendiri deh nama kontak sesuai keinginan kamu!"


Nesya mulai mengetik nama apa yang cocok untuk kontak di hape suaminya.


My Hot Wife


"Udah, nggak pake debat!" Nesya menyerahkan pada Nolan. Nolan yang membaca layar ponselnya hanya tertawa kecil dan menarik istrinya itu dalam pelukannya. Hampir saja dia ketar ketir, kenapa Nesya mendadak marah saat berbulan madu.


.


.


.


.


.


.


.


TBC.....


Sorry baru up 😘