
Bertepatan dengan matahari yang mulai menampakan sinar jingganya. Nolan melajukan mobilnya ke halaman rumah tempat sang istri yang sudah menunggu.
Sudah menjadi rutinitas Nesya berangkat pukul enam pagi setelah menjadi asisten dokter Rakha. Ia membantu operasi pertama di pagi hari. Bedanya dengan hari sebelumnya, hari ini ia di antar suami tercintanya. Biasanya Nesya menyetir sendiri tidak ingin menganggu dan merepotkan suaminya pagi-pagi buta.
Tak butuh waktu lama untuk mereka tiba di rumah sakit, karena jalanan yang masih sangat lengang yang hanya dilalui beberapa kendaraan.
"Nanti aku suruh jemput sopir Mama ya," seru Nolan.
Nesya bersiap melepaskan seat belt. "Nggak usahlah, aku naik taksi online aja," jawab Nesya.
"Ya udah kalau gitu, nanti aku tunggu ya."
Nesya mengengam tangan suaminya. "Mudahan semuanya berjalan lancar ya Bang."
"Amiin! Ya udah kamu turun."
Nesya mengangguk dengan senyum seceriah mentari yang mau terbit. Nesya mencium punggung tangan suaminya, di susul Nolan yang mencium kening istri tercinta.
"Bang No hati-hati, aku mau masuk dulu." Nesya pun mengambil ancang-ancang turun dari mobil.
Lambaian tangan Nesya mengiringi kepergian mobil suaminya. Ia segera bergegas masuk ke rumah sakit untuk persiapan operasi menemani dokter seniornya.
...****************...
Sementara di tempat yang berbeda. Nolan melihat persiapan pembukaan bengkel barunya. Beberapa tenda lengkung lengkap dengan red carpet sudah rapi di depan halaman ruko untuk menaungi tamu yang di undang untuk acara potong pita dan lepas balon. Tak lupa ia ke lantai dua, melihat bakal cafenya yang sekarang masih disulap jadi tempat syukuran dan jamuan makan untuk tamunya.
Kesiapan bengkel baru untuk operasional sudah 100% siap menerima pelanggan. Bengkel serta montir - montir terbaiknya akan siap menampung puluhan pelanggan baru yang ingin mencoba bengkelnya, atau sekedar bertanya berbelanja kebutuhan otomotif. Bengkel yang di beri nama baru N'N Abadi Otomatif memberi banyak diskon biaya servis atau percobaan pencucian robitic car wash.
Dua jam lagi sebelum persiapan pembukaan bengkelnya. Karangan bunga mulai berdatangan membanjiri halaman ruko. Karangan bunga datang mulai supplier oli dan spart part, bank daerah, ada penjabat pemerintah, kepala dinas koperasi dan tak lupa perusahaan Adiguna gruop beserta rekan - rekan bisnisnya. Nolan memilih Istirahat di ruangannya sambil mengamati dari jendela keadaan mulai sibuk di luar bengkel. Ia bersyukur dan masih tidak menyangka bengkel mobilnya bisa mengembang seperti sekarang. Semuanya keinginan kini sudah hampir terwujud, punya istri, bengkel yang lebih besar dan sebentar lagi rumah impian juga akan jadi.
Mengingat rumah, ia melirik ke sisi kanan ruangan. Dari lantai ini bisa melihat bangunan calon Baiti Jannahti bersama keluarga kelak sudah berjalan kira - kira 30%.
Tok ... tok ... tok .... Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Nolan.
"Masuk!" titah Nolan.
Jono sang montir di bengkel lama yang sekarang jadi montir senior di bengkel baru muncul dari balik pintu.
"Maaf ganggu Bos, Pak Kapolsek sudah datang," ucapnya.
Nolan melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 9. "Iya jon, sebentar lagi aku turun," ucap Nolan santai, tak terasa waktu cepat sekali berjalan.
"Bos semenjak habis nikah cegar-cegir terus, auranya berubah gimana gitu Bis," goda Jono.
"Bisa aja kamu Jon, udah sana sambut tamu yang lain. Tunggu aku di bawah," balas Nolan.
"Siap Bos!" seru Jono. Jono pun pergi meninggalkan ruangan.
Nolan mengirim pesan pada istrinya, karena Nesya tak kunjung mendapat kabar sudah dalam perjalanan atau belum. Ia pun bergegas turun ke lantai satu menyambut tamu yang mulai datang.
...****************...
Sementara di tempat yang berbeda. Nesya melihat jam dinding di ruang ganti. Ia masih punya banyak waktu untuk tiba di bengkel baru suaminya. Ia melepaskan apron, masker dan perlengkapan lainnya usai melakukan tindakan operasi. Nesya sekarang perlu ke kamar mandi untuk melepaskan baju oka untuk menganti baju biasa. Belum sempat keluar ruangan, perawat masuk dengan tergesa menemui Nesya.
"Ya, saya akan segera ke sana," ucap Nesya gusar. Ia melihat lagi jam dinding, apakah ia akan bisa sampai tepat waktu ke pembukaan bengkel suaminya kalau memang ada tindakan berat. Nesya meraih ponsel, ia akan memberitahu suaminya sepertinya ia akan datang terlambat, ia harus memberitahu keadaan yang terjadi sekarang.
"Dokter! segera ini emergency!" Perawat menemui Nesya lagi. Belum sempat membuka kunci layar ponselnya, Nesya menaruh lagi ke dalam tas ponselnya. Kini ia bergegas mengikuti perawat ke ruang UGD.
Dokter Rakha terlihat ikut dalam kerumunan pasien yang kecelakaan yang mendapatkan penanganan pertama. Nesya memperhatikan remaja tanggung yang tak sadarkan diri dengan darah di sekujur tubuh tubuhnya.
"Nes! jangan pergi dulu. Kita lakukan beda darurat. Pasien luka berat, yang bisa kita lakukan sekarang mengambil tindakan operasi untuk robekan tertancap benda lancip di bagian perut kiri menembus punggung. Pasien juga banyak kehilangan darah, detak jantungnya juga mulai melemah. Siapkan sekarang! supaya kita bisa meminimalisir pendarahan."
"Iya dok-ter!" jawab Nesya terbata. Tentu ia tidak bisa menolak kondisi seperti ini meskipun hatinya bergejolak.
Ia berjalan cepat di lorong rumah sakit, menuju ruang operasi lagi dengan gusar. Ia melihat jam tangannya. Empat puluh menit lagi menuju pembukaan bengkel suaminya, ia bahkan tidak sempat melihat ponsel karena keadaan mendesak ini. Kenapa semuanya harus bersamaan seperti ini? Nesya menjadi panik, ia tidak ingin lagi ada kesalahpahaman dengan suaminya.
Tenang Nesya, setelah ini beri tahu suami. Mungkin terlambat setengah jam suaminya akan mengerti. Lakukan dan ikut operasi ini dengan baik setelah kondisi pasien membaik dan ada celah waktu minta ijin untuk pergi. Nesya memakai kembali pakaian steril memasuki ruang operasi bersama beberapa perawat.
...****************...
Di belahan kota yang berbeda. Suasana ceria tergambar ditengah terik matahari pagi di acara pembukaan bengkel N'N Abadi Otomotif yang sedang berlangsung. Keluarga besar Adiguna sudah memenuhi kursi - kursi. Begitu pula dengan keluarga Nesya dan tamu undangan yang lain. Beberapa tamu undangan penting dari beberapa instansi sudah naik ke podium menyampaikan kata sambutan dan apresiasi.
Nolan melihat layar ponselnya, tidak ada kabar sama sekali dari istrinya. Ia tidak berkonsentrasi lagi dengan acara pembukaan ini. Acara sudah disusun oleh EO, acara tidak mungkin bisa dimaju atau mundurkan. Ia mencoba berpikir positif, ia berharap Nesya datang sebelum acara pemotongan pita. Karena keinginan Nolan saat ini adalah memasuki ladang rejekinya pertama kali dengan istrinya.
"No, mana Nesya? kenapa dia belum datang juga. Bagaimana bisa dia telat di acara suaminya," ucap Pak Hendrawan yang berada di sebelah Nolan.
"Mungkin masih sibuk Pa, sebentar lagi pasti datang." Nolan mencoba tenang.
Nolan masih berpikir positif dan berharap istrinya akan datang secepatnya menemani dirinya masuk pertama kali ke bengkelnya yang akan beroperasi.
.
.
.
.
.
.
TBC .....
Gimana kalau ada yang di posisi Nesya?
Terimakasih masih sabar menunggu up dari Ei ๐. Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote dear๐
...----------------...
Reader seyeng mampir juga ke cerita temen Ei ya dear๐