Dear Nolan

Dear Nolan
Bridal shower



Di tempat yang berbeda, mata Nesya kini di tutup oleh kain oleh kedua teman kuliahnya yang datang dari ibukota. Sebenarnya ini hari pertama Nesya menjalani pingitan, ia juga sudah meminta ijin cuti dari rumah sakit.


Seharusnya sekarang ia duduk manis di rumah menunggu hari bahagianya tiba. Merawat diri dengan baik sebelum bertemu dengan seseorang yang akan menjadi suaminya kelak. Setelah perdebatan singkat dengan Bunda Serena, para cewek-cewek yang berkunjung di rumahnya diperbolehkan membawa Nesya untuk menghadiri bridal shower yang mereka adakan tanpa sepengetahuan Nesya.


Nesya akan menjalani hari-hari terakhir menjadi wanita lajang. Beberapa hari ke depan ia akan menjadi istri dan bagian anggota baru keluarga Adiguna.


Dengan hitungan ketiga mata Nesya di buka, ia terkejut kedatangan teman-teman dekatnya yang kompak memakai dress kode warna hitam, ada juga bunda Serena ternyata. Nesya pikir akan di bawa kemana, tapi sungguh, bagi Nesya ini kejutan yang menyenangkan.


Nesya langsung di serbu sahabat-sahabatnya. ia diberi selempang warna emas dengan tulisan warna putih.


Calon pengantin somplak


Ditambah mahkota dari bunga yang langsung di taruh di atas kepalanya.


"Namanya bisa bagusan dikit nggak! pengantin cantik kek, wanita yang terpinang atau yang keinggrisan Bride to be. Masa namanya begini." Nesya protes sambil menarik-narik selempang yang menempel di tubuhnya.


"Udah nggak usah protes, terima aja!" seru Ninda yang memberi ide mengadakan bridal shower untuk Nesya.


"Iya, iya!"


"Ayo duduk, nih cafe udah di hias cantik nah buat lo."


Selusin orang yang hadir duduk di meja kafe yang sudah di dekorasi dengan bunga indah di meja, tak lupa tulisan yang menyambut Nesya sebagai calon pengantin. Mereka menyewa sebagian tempat di kafe. Tema dekorasinya Lagi- lagi balon balon nuansa emas. Nesya terharu sebagian temannya berasal dari luar kota ikut datang merayakan hari - hari Nesya menjadi lajang.


"Kalian pada makan yuk, pesen apa aja nanti yang bayar Nesya," ucap Ninda dengan semangat.


"Lah kok aku, ini kan acara bersama!" protes Nesya.


"Iya gue cuma ketua penyelenggara, Bosnya tetap Lo Nenes," canda Ninda.


"Hedeh ... untung hamil, kalo nggak aku tinggal pergi, biar suruh cuci piring!"


"Kapan lagi bisa begini Nenes, sebentar lagi kemana- kemana di ngekor suami Lo."


"Bener Nes! udah makan yuk, baru kita game buat calon pengantin kita," kata Chika si jomblo salah satu teman Nesya.


"Ya udah kalian pesan biar Tante yang bayar, kalian bersenang-senang sebelum Nesya nggak melajang lagi." Serena angkat bicara.


Teman-teman Nesya jadi malu, padahal mereka hanya bercanda. Tapi kalau memang Bu Serena berbaik hati membayar, kenapa nggak? rejeki nggak boleh di tolak. Teman-teman Nesya mulai menikmati aneka makanan yang sudah di pesan mulai dari cake, kudapan pastry, salad buah hingga makanan berat seperti steak. Mereka saling bercanda berbagi rasa bahagia. Tak lupa kamera semua teman-temannya on. Lumayan buat tampilan feed dan stori di Instagram masing-masing.


Setelah mengisi perut masing-masing, kini Ninda berdiri dan menjadi MC dadakan memberi pengarahan.


"Sekarang kita game buat calon pengantin, kita nggak perlualah corat coret nih wajah pengantin kita yang udah perawatan itu, kita main game aja!"


"Setuju!" semuanya saling sahut bilang seperti itu.


"Buka kado aja lah," protes Nesya.


"Nggak bisa! calon pengantin dari tadi protes terus." seru salah satu teman Nesya.


Perasaan Nesya jadi nggak enak, pasalnya dulu ketika mengadakan bridal shower Ninda, Nesya lah yang paling heboh menjahili Ninda.


"Game pertama Nenes pilih cepat nggak pake mikir, cuma satu detik. Kalo lo mikir dan sebut diluar yang gue baca, lo dapat hukuman meminum di antara botol minuman ini." Ninda mengeluarkan tiga botol minuman dengan warna berbeda.


"Nggak asik ah, itu apa dulu!" Nesya sudah menduga pasti di kerjai.


"Nanti tahu setelah di hukum!" seru Ninda. "Udah mulai, gue kasih lo dua pilihan lalu lo pilih yang mana, satu detik ya."


"Siap!" seru Ninda. Nesya mengangguk pasrah.


"Dicium atau nyium!"


"Nyium!" Nesya menjawab cepat kali ini.


"Ganteng atau kaya!"


"Ganteng!"


"Pengusaha atau pekerja!"


"Dokter atau montir!"


"Montir!"


"Besar atau panjang!"


"Be ...."


Nesya berpikir karena pertanyaan sedikit ambigu, "pertanyaan macam itu!"


"hedeh ... Nenes, Lo di hukum karena kelamaan jawab, padahal pertanyaannya so simpel!" Ninda menyerahkan botol minuman pada Nesya.


Seluruh teman-temannya tertawa puas melihat Nesya akan di hukum. Karena ini acaranya, Nesya pasrah meminum botol warna hijau yang entah apa itu isinya.


Nesya memejamkan mata, perlahan ia menempelkan di bibirnya dan mulai meneguk. Sensasi pertama yang di rasakan Nesya adalah pahit yang menyentuh giginya, sudah telanjur masuk ke rongga mulutnya. Dengan spontan Nesya menjulurkan lidahnya, ia meminta ampun karena ludahnya tak tahan pahitnya.


"Ini lebih pahit dari pada ketemu mantan!" umpat Nesya.


Seisi meja tertawa puas karena semua tahu itu jus pare. Hukuman Nesya di peringan satu teguk karena Nesya merengek memohon. Kini masuk ke game berikutnya.


"Pilih truth or dare," tanya Chika salah satu teman Nesya.


"Trurt ...." Nesya mencari aman.


Chika mengambil gulungan kertas yang ada di toples. Ia membukanya perlahan bergaya pelan.


"Nenes, hal apa yang nggak Nolan ketahui tentang kamu!


Nesya berpikir, untuk sejauh ini belum ada hal yang ia sembunyikan dari Nolan. Nesya menyungging bibinya hingga membentuk ukiran senyum.


"Ada yang aku sembunyikan, kekaguman aku sama dia. Dia nggak pernah puji aku cantik, tapi dia pernah bilang hanya ada dua wanita cantik dalam hidupnya, ibunya dan Nesya. Dia nggak pernah terang-terangan bilang sama aku, aku cinta kamu. Layaknya pasangan pada umumnya, tapi dia pernah berkata caranya mencintai seseorang dengan menjaga dan membuat merasa nyaman saat bersamanya. Dia nggak pernah beri kado romantis atau dinner bersama, tapi dia selalu bilang akan selalu jadi sandaran pertamanya ketika aku sedang dalam kesulitan. Udha ah ... Itulah yang aku sembunyikan rasa kagumku pada calon suamiku. Kok, aku jadi melow sih." Nesya mengakhiri ucapannya menepis ujung bening yang batal menetes.


Semua teman-temanya yang ada di meja melonggo usai mendengar cerita Nesya. Dalam pikiran mereka bisa juga Nesya yang selengekan berkata serius dan manis.


"Ya ampun Nenes, mau dong satu yang begitu!" seru salah satu teman Nesya.


"Makanya jangan lama-lama jadi jomblo," sindir Nesya.


"Udah, melow-melownya. Kita doakan aja acara penikahan sahabat ambyar kita Nesya, berjalan lancar sampai hari H jadi manten beneran dia," ucap Ninda sambil mengalungkan tangannya di leher Nesya.


"Amiin!" balas semuanya serempak.


"Gue mau datang duluan, mau dapat hape baru!" seru satu teman Nesya. Di iringi tawa bahagia yang lain, saling sindir bersahutan.


Acara bridal shower untuk Nesya di lanjutkan dengan berbincang santai dan bercanda ria. Tak lupa berfoto ria dan saling berpelukan akhirnya salah satu temannya ada yang laku. Acara corat coret muka atau mendandani acak-acakan Nesya, di ganti dengan bakti sosial. Mereka berencana ke panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan juga di sana.


.


.


.


.


.


.


.


TBC ....


Sabar sabar ya yang mau pergi ke kondangan๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote ๐Ÿ˜˜