Dear Nolan

Dear Nolan
Jangan pernah Pergi - Ending



Tanpa terasa, sore ini rumah mereka yang tadinya ramai berubah menjadi sepi setelah acara selesai. Nolan kembali ke kamar dan mendapati hal sama di lakukan Nesya seperti hari-hari biasa. Ia menyu-sui baby twins dengan penuh cinta. Tapi kenapa ia selalu bahagia melihat hal itu.


Nolan mengagetkan Nesya tiba-tiba. Nesya yang tadi terkantuk-kantuk akibat menyusui jadi terbangun akibat suaminya yang naik ke ranjang memeluknya dari belakang.


Nesya semakin geli ketika Nolan mengendus-gendus bahunya. Bukannya apa? Nesya tadi belum sempat mandi langsung nyu-suin twins yang menangis kehausan.


"Ada apa Bang," tanya Nesya tumben juga suaminya manja.


"Kamu lelah ya Sayang?" tanya Nolan.


"Ya lumayan? sempat ketiduran sebentar." Nesya memutar tubuhnya menghadap ke arah suaminya. Ia mengelus pipi suaminya yang mendadak manja itu.


"Aku bahagia banget Nes, punya kamu, Nae, Naren. Hal yang dulu mustahil aku pikirkan."


"Aku juga bahagia bisa tiap hari tidur seranjang sama cowok seseksi dan peluk able kayak Bang No." Nesya menggesekkan hidungnya ke hidung suaminya.


Nolan tertawa renyah. "Kamu bisa serius sedikit nggak sih,"


"Aku serius, kalau nggak begitu, nggak mungkin jadi dong nih dua bayi lucu ini." Nesye menunjuk maklum mungil di sampingnya.


Nolan mengengam tangan Nesya. "Makasih ya Sayang, sudah hadir dalam hidup aku, membawa aku keluar dari trauma aku, membawa aku mejalani hidup yang lebih indah, yang nggak pernah aku bayangkan sebelumnya. Makasih udah berikan aku Nae sama Naren. Buat aku jadi ayah yang sesungguhnya."


Nesya memegang kening suaminya. "Bang No salah makan? atau tadi kebanyakan makan kambing, suamiku jadi aneh gini?"


"Kamu tuh Sayang, lagi mau manis-manis kamu bilang aneh," decak Nolan kesal.


"Ya, maaf-maaf. Habisnya nggak biasa-biasa begini."


"Kamu jangan pernah ninggalin aku Nes,"


"Nggak akan Bang, Nesya tuh pasti di sini nggak akan kemana-mana. Nesya akan selalu dekat Bang No. Bengkel depan rumah kita, nanti bakal klinik aku yang dibangun ayah, ada di samping bengkel, depan rumah kita juga. Ya kita berdua akan, muter-muter di sini aja, kalau perlu kita beli lahan disini, tulis N N area."


Lagi-lagi satu pertanyaan singkat di balas ocehan panjang dari Nesya. Nolan langsung mengunci mulut Nesya dengan jurus terampuh yaitu mulutnya. Sekejap tidak ada suara, Nesya selalu melemah kalau sudah dapat serangan mendadak. Nolan melepaskan bibirnya dari istrinya.


"Tetaplah di sisi aku Nes, selamanya. Sampai surgalah yang mempertemukan kita lagi. Aku cinta kamu Nes, selamanya."


"Aku juga cinta Bang No, tapi kalau di cium lagi!" Nesya memonyongkan bibirnya.


"Ya ampun Sayang."


Nolan medekap tubuh istrinya itu, hal yang paling berharga dalam hidupnya saat ini. Nesya, Naela dan Narendra. Akankah kartu kekuatan mereka akan bertambah dengan awalan N yang lain?


Nolan memasrahkan semuanya pada sang pencipta. Baginya sekarang, terbebas dari traumanya, bisa hidup tanpa beban seperti ini, memiliki ketiga orang di hadapannya adalah hal paling luar biasa yang ia rasakan selama hidup.


Begitu pula dengan Nesya, siapa yang menyangka ia akan bertemu kembali lelaki impian dari kecil. Meskipun Nolan kecilnya telah berubah, manusia tetaplah manusia. Sekeras-kerasnya batu saja bisa keropos karena tetesan air.


Apalagi Bang No, pria domba berbulu serigala pasti bisa macan betina jinakkan pada akhirnya.


"I Love you to much more, suami sek-siku." Nesya mengecup bibir suaminya.


"Udah belum merahnya, udah 40 hari loh."


"Mohon maaf kapten landasan masih be-cek, pesawat belum bisa mendarat."


.


.


.


.


.


.


.


.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️ ENDING ☘️☘️🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Akhirnya Kisah Bang No dan Nenes bisa Ei selesaikan 😍😍😍


Sori masih banyak kekurangan pada cerita ini, typo berhamburan.


Sekali lagi makasih dear Bang No Semua yang ikuti kisah ini, meksipun sempat Jalan ditempat....


Udah itu aja salam penutup dari Ei ....


Ei udah lega sekarang bisa tamatin Bang Nolanku....


Tunggu di cerita Ei selanjutnya ya dear 😍😍😍