
Nolam masih menunggu pesan balasan dari Nesya. Padahal sudah berlangsung satu jam Nesya tak membalas juga. Nolan berpikir mungkin Nesya sedang berkerja lagi malam ini. Ia mengabaikan pesannya tapi tak bisa juga ia tidur sebelum Nesya membalas pesan.
Ting
Nolan langsung membuka isi pesan di tunggunya sejak sejam yang lalu.
Nesya
Jam 12, ini udah mau pulang βΊοΈ
Meskipun Nolan lega mendapatkan balasan, tapi pikiran berkelana lagi. Dengan siapa Nesya pulang? dia tidak membawa mobil? Tak tahan harus berbalas pesan, Nolan menekan tombol calling.
"Ya, ada Bang No." Suara dari balik telepon.
Nolan mendadak gugup, apa sikapnya nggak terlalu berlebihan. Tapi daripada rasa penasarannya tidak bisa membuat tidurnya nyenyak malam ini.
"Kamu pulang sama siapa? mobil kamu kan masih di bengkel?"
"Tadinya mau sama temen namaya dokter Rakha, tapi kata ayah di jemput sopir aja. Jadi Nesya nunggu sopir."
Nolan mendadak kesal, "Ya udah sama sopir kamu aja, assalamu'alaikum." Nolan menutup telepon.
Ia merasa antara senang dan kesal. Kenapa seseorang yang bernama dokter Rakha mau antar Nesya pulang? apa dia suka Neysa? Nolan menggelengkan kepalanya tak mau berpikir negatif. Setidaknya ia bisa tidur nyenyak malam ini karena Nesya pulang bersama orang yang tepat.
*******
Nesya kegirangan pagi ini, ia tak pernah tidur dengan perasaan sebahagian tadi malam. Bagaimana tidak tadi malam seseorang yang telah mengkwatirkan keadaannya. Nesya pun mulai optimis kalau Nolan sudah mulai ada rasa dengannya. Ternyata bikin cemburu gampang buat si freezeer jadi cair.
Siang ini, ia masih punya tugas mengambil mobil kakaknya ia bengkel. Usai berdandan dan menyiapkan kelengkapan praktek, Nesya langsung bergegas berlari ke halaman untuk nebeng dengan Adrian yang akan ke kampus.
Keduanya perlahan meninggalkan rumah dan menikmati perjalanan.
"Seneng banget kayaknya?" tanya Adrian melihat Nesya yang tersenyum-senyum sendiri.
"Ya, dong kita harus mengawali kegiatan kita dengan hal yang positif kak," balas Nesya.
Adrian menyentuh jidat Nesya dengan tangannya yang tidak memegang kemudi. "Nggak lagi sakit kok, tumben kamu nggak eror."
Nesya langsung menepis tangan Adrian. "Ih kakak, ini namanya the power of love."
"Idih... kamu jatuh cinta? sama siapa? awas aja kalau suka sama anaknya nikah sama bapaknya om-om?"
"Ih itu mantan kakak? jangan curhat!" Nesya tertawa
"Iya dia bunda kamu juga! NesNes."
"Ya udah nggak usah bahas Bunda kasian nanti dia keselek," ujar Nesya.
"Emang kamu suka sama siapa? dokter bedah jantung? atau anak walikota? atau CEO-CEO temen ayah?"
"Ih nggak ah kak, yang ini lain dari yang lain. Dia mahasiswa bimbingan Kakak." Nesya tersipu menutupi wajahnya dengan tas Sling bag miliknya.
"Ho'oh memang kenapa? dia belum punya istri atau pacar kan?" cetuk Neysa.
"Kakak nggak setuju? dia kasar Nesya kamu eror kalian nggak cocok!"
"Apa bedanya Nesya sama kakak, kak Tiara judes Kakak juga eror, cocok aja. kita sebelas dua belas!" ejek Nesya.
"Kalau Kakak beda cerita, pokok kakak nggak suka kamu sama cowok kasar!" elak Adrian.
"Ih Kakak cuma lihat luarnya aja, nggak tau aja dalemnya."
"Astaghfirullahaladzim Nesya kamu udah liat dalamanya."
Nesya refleks memukul lengan Adrian.
"Bukan itu kak, pasti ngeres nih. Maksud Nesya itu ininya." Nesya menyentuh dadanya, menunjukkan yang dimaksud dalamnya adalah hatinya.
"Ya tetep aja Nesya, Nolan itu mahasiswa separatis di kampus, dia itu orator demo paling di buru polisi. Intinya kamu suka cowok lain aja lah jangan dia!"
"Kakak, namanya hati nggak bisa nancap pada sembarang orang Kak, Bang No memang kasar di luar kak tapi di lembut dan manis di dalam. Kakak nggak tau aja!" bela Nesya yang tak menyerah meyakinkan kakaknya.
"Kamu kira Nolan es krim kacang, ya udah terserah kamulah. Tapi pastikan kamu suka orang yang tepat!" ujar Adrian. Neysa mengangguk kegirangan.
"Tapi? dia suka nggak sama kamu, calon dokter eror gini?" Adrian terkekeh menyindir Nesya. Neysa langsung meninju lengan Adrian.
"Ini, Nesya lagi cari tau," balas Neysa.
"Hati-hati aja Nes, awas sakit hati." Nesya menganguk mendengar nasehat kakaknya.
Tanpa terasa mobil yang di kemudikan Adrian sudah tiba di depan bengkel Nolan. Nesya turun dari mobil. Tak lupa ia dadah manja pada kakaknya yang akan melanjutkan perjalanan.
Nesya sudah siap melenggang bertemu Bang No untuk ke sekian kalinya.
.
.
.
.
.
.
**TBC......
Nanti Ei lanjut dearππππ
jangan lupa like komen vote ya biar up lancar ππ**