
Sudah tiga hari Nesya mendapat fasilitas antar jemput gratis. Hubungannya dengan Nolan juga sudah mulai banyak kemajuan.
Meskipun keduanya tidak pernah saling mengungkapkan rasa cinta seperti tembak menembak, Nesya merasa seolah terikat dengan orang itu. Meksipun tidak ada kata 'jadian' atau tanggal khusus meresmikan hubungan mereka dengan mengukir tanggal jadian di pohon atau di atas pagar jembatan seperti ABG labil atau anak SMA.
Mereka berdua cukup sadar sudah sama-sama dewasa dan tak perlu bertingkah lebay untuk menjalani hubungan ini. Cukup mengenal sikap masing-masing dan saling memahami kelebihan dan kekurangan.
Hari Sabtu sore ini, Nesya tidak perlu ke rumah sakit untuk jadwal jaga. Ia lebih memilih menghabiskan waktu di depan TV menonton film-film barat tentang percintaan dokter. Setiap weekend Nesya selalu menginap di rumah Adrian sesuai permintaan Aline.
Nesya mulai bosan karena sejak kemarin Nolan sangat jarang mengiriminya pesan. Nesya berinisiatif mengirim pesan terlebih dulu.
Nesya
Sibuk banget ya, atau kehabisan kuota nggak ada kabar
Nesya masih menunggu balasan karena tombol centang dua tak juga berubah warna menjadi biru. Nesya mengigit ujung bantal sofa karena pesannya belum juga dibaca, setelah beberapa menit. Nesya segera menyambar ponselnya mendengar bunyi pesan masuk.
Montir hatiku
Nanti aku telepon, masih sibuk
Nesya
Sibuk ngapain?
Montir hatiku
Cek mobil yang buat lomba
Nesya mendengus kesal. Nolan memang pernah cerita kalau ia akan mengikuti kontes modifikasi mobil yang di gelar produsen rokok setiap tahun di setiap Propinsi. Tahun lalu bengkelnya menang juara harapan. Targetnya sekarang ia ingin mobil hasil modifikasinya menang juara, minimal bisa masuk tiga besar. Mobil yang di modifikasi menghabiskan dana yang tidak main-main. Bahkan menurut penuturannya dana modifikasi jauh melebihi harga mobil itu sendiri. Mobil yang dimodifikasi jenis Mi*subishi la*cer tahun 2000.
Bukan Nesya namanya kalau diam saja ketika di cuekin gara-gara mobil. Ya, ia sekarang sedang cemburu dengan mobil Nolan.
Nesya
Ya udah kalo bang No sibuk, aku mau nonton sama teman aku, dari kemarin mereka ajak nonton.
Montir hatiku
Cewek apa cowok?
Nesya tertawa, saatnya melihat reaksi Nolan.
Nesya
4 orang cowok, yang cewek 2 aja. Aku sama temanmu yang suaranya cempreng kayak bebek
Tak butuh menunggu lama, pesan langsung masuk ke ponsel Nesya.
Montir hatiku
Jangan kemana-mana, setengah jam lagi aku kesana.
Hahaha! Nesya tertawa girang, ia meraih handuk, saatnya mandi dan bersiap-siap menunggu montir hatinya datang.
*****
Nolan menepati janjinya, setengah jam tanpa lebih ataupun kurang ia sudah di rumah dosennya. Ia masih kesal dengan Nesya yang akan pergi dengan empat teman lelakinya. Bahkan ia sampai rela meninggalkan teman-temannya sesama pencinta otomotif, yang sengaja datang dari jauh untukmemberi pendapat tentang hasil mobil modifikasinya.
Tapi sekarang bagi Nolan, kesenangan Nesya itu yang terpenting. Sekarang saja demi Nesya ia lebih sering mengendarai mobil di bandingkan motor. Padahal sebelumnya ia begitu malas keluar mengendarai mobil. Lagi-lagi bagi Nolan keamanan dan keselamatan Nesya lebih penting, dari pada hobinya yang menjadi pembalap MotoGP dadakan ketika membawa motor di jalan raya.
"No, mau jalan? kenapa nggak masuk," sapa Adrian yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
Nolan yang duduk di teras langsung bangun. "Disini aja nunggu Nesya, dia ngajak Nonton Pak."
"Ya udah tunggu aja bentar lagi paling keluar." Ucap Adrian.
Berumur panjang, yang baru saja di bicarakan keluar dari pintu utama, tapi dengan kakinya di yang rangkul keponakannya.
"Papi, Aline mau ikut Anty!" seru gadis kecil yang memeluk Nesya. Nesya hanya diam tak bisa menolak ataupun menerima. Dia di hadapkan pilihan yang sulit. Kencan berdua dengan bang Nolan, tapi ia tidak bisa meninggalkan Aline ponakan kecil kesayangan.
"Aline, Anty Nesya mau jalan, sini kamu sama Papi." Adrian menarik tangan gadis itu.
"Nggak mau! mau ikut Anty!" rengek Aline.
"Gak apa-apa Pak, Nes kita ajak aja Aline." Seru Nolan sambil mengajak Tos anak umur tujuh tahun itu.
Nesya hampir lupa, kalau Nolan bukan tipe pria romantis yang ingin nonton berdua dengan pasangan. Ia sangat menyenangi anak-anak, tentu dia sangat tidak keberatan jika Aline nyempil di antara kita.
"Ya udah ayok berangkat!" ucap Nesya.
Ia berpamitan pada Adrian dan Aline seperti tersenyum penuh kemenangan bisa ikut menguntit bersama Nesya.
Ketiganya kini sudah berada di dalam mobil. Dengan Aline di kursi belakang yang sibuk main game si ponselnya.
"Nggak apa-apa kita nonton, masalah mobil bang No gimana?" Nesya membuka pembicaraan.
"Makasih ya," ucap Nesya.
"Tadi mau nonton sama siapa?" tanya Nolan. Ia yang masih memendam kesal pada Nesya sebelum menanyakan padanya.
"Temen. Rame-rame kok," balas Nesya entah dia merasa puas.
"Tapi cuma dua ceweknya, yang lainnya cowok." Nolan memperjelas pertanyaannya.
"Tapi aku nggak ikut mereka kan, sekarang aku pergi sama bang No sama Aline. Udah kayak keluarga cemara kita. Emak Abah anak." Nesya tertawa berusaha melemparkan candaan.
Tapi sepertinya candaan Nesya tidak mempan. Nolan masih saja tidak bisa tersenyum dengan wajahnya kakunya.
"Nesya, kamu nggak keberatan kan. Mulai hari ini kalau kamu pergi dengan cowok meskipun itu teman kamu. Aku akan ikut nemenin kamu!" seru Nolan.
"Kok gitu!" Nesya berpura bodoh saja, kalau Nolan sudah sangat cemburu.
"Kamu harus setuju!" seru Nolan lagi.
"Iya udah iya, aku terpaksa setuju! kalau Bang No maksa," jawab Nesya dengan Nada jutek seolah jual mahal. Padahal dalam hatinya. Ia ingin turun dari mobil dan berguling-guling di tanah saking senangnya.
Berasa Bang No kayak bodyguard kemana-mana selalu ada untuk melindungi aku. Aduh manis!
Beberapa menit di perjalanan, kini mobil memasuki area mall. Nesya mulai berpikir ulang film apa yang akan di tonton. Rencana ia ingin menonton film romantis aktion. Tapi itu buyar ketika melihat wajah Aline.
Ketiganya berjalan memasuki Mall, Nesya malah merasa terabaikan. Aline mudah sekali dekat dengan Nolan.
Tiba di depan pintu bioskop, dengan terpaksa Nesya membeli tiket menonton film ala Disney yang kebetulan sedang tayang. Aline sudah kegirangan mereka akan nonton film Disney. Hedeh, meskipun rencananya gagal menonton film Action romantis, tapi Nesya happy melihat Nolan yang sangat tidak keberatan dengan keberadaan Aline.
"Aku beli minum dulu sama pop corn," ucap Nolan. Ini juga pertama kalinya ia pergi menonton dengan seorang wanita.
Nolan menghampiri Nesya dan Aline yang duduk di sofa menunggu pintu bioskop di buka. Nolan meyerahkan popcorn ukuran kecil dan minuman susu kemasan pada Aline.
"Makasih Bang No," jawab Aline tersenyum manja. Nolan mengacak puncak kepada Aline.
"Lah! punya aku mana?" Nesya protes tak mendapat popcorn dan minuman gelas.
"Kamu berdua aku aja!" Nolan menunjukkan popcorn ukuran besar dan gelas ukuran L.
"Ih pelit!" Nesya memukul lengan Nolan.
"Bukan pelit, biar aku bisa ngerasain dulu ciuman tak langsung seperti kata kamu," ucap Nolan sebenarnya malu.
"Apaan sih? gombalanmu buat cacing perut goyang bro," balas Nesya dengan wajah yang sudah merona merah.
"Bukan begitu Nes, mubazir nanti kalau nggak habis gede-gede begini isinya." Nolan menunjukkan kotak popcorn dan minuman.
Ngeles kan bilang aja alasan yang pertama benar. Nesya tak berhenti bahagia rasanya hari ini.
Pintu bioskop sudah terbuka. Ketiganya sudah menempati kursi sesuai nomor yang ada di dalam tiket. Nesya duduk di sebelah Nolan, Aline duduk di sebelah Nesya. Nesya meraih ponselnya ingin mengambil gambar sebelum lampu padam.
"Aline sini ditengah kita foto dulu!" Nesya menarik tangan Aline dan duduk di pangkuan Nolan.
"Bang No, senyum yang paling manis." Nesya mengarahkan kamera ponsel.
"Nesya nggak usah ah, kayak anak ABG SMA aja," ucap Nolan.
"Bod*h amat! memang mereka aja yang bisa Selfi-selfi. Udah senyum yang manis bang No, susah banget suruh senyum." Nesya terus menekan tombol potret. Nolan hanya bisa pasrah pasti kalah debat dengan Nesya.
Setelah beberapa kali, Nesya puas dengan hasil selfinya foto ketiganya yang lucu. Ia langsung saja meng-upload ke akun Instagramnya foto terbaik
NesyaNabilla. Udah mirip keluarga cemara belum? @NolanADG12
.
.
.
.
.
.
.
TBC...
Panjang nih author ngetik part kencan Bang No sama Nesya.
Tinggalkan jejak dear like komen vote 😘😘