
Nesya adalah Anak angkat dari seorang mantan pejabat fenomenal yang merangkap jadi pengusaha di kota B. Nesya di adopsi dari salah satu panti asuhan di kotanya ketika berumur antara 10 sampai 11 tahun. Setelah menjadi pejabat terpilih dari wakil propinsinya untuk menduduki kursi di ibukota Nesya pindah ke ibukota. Dan kembali lagi ke kota B beberapa bulan lalu setelah masa jabatan sang Ayah berakhir, Nesya dan keluarganua menetap di Ibukota selama enam tahun.
Sekarang dia masih berstatus mahasiswa fakultas kedokteran di salah Universitas di ibukota. Tapi kini ia hanya menyelesaikan tugas akhirnya menjalani koas di salah satu rumah sakit swasta di kota B. Nesya memang bercita-cita menjadi dokter spesialis anak, meskipun prosesnya masih jauh dari apa yang di capai sekarang di usianya yang masih menjelang 21 tahun.
Meskipun Nesya anak angkat tapi ia sangat beruntung karena kedua orangtuanya begitu menyayangi Nesya layaknya anak kandungnya. Ia hanya mempunyai dua saudara yaitu kakak laki-laki dari istri pertama sang Ayah yang masing-masing sudah berkeluarga.
Kehidupan dunia yang sempurna tak sebanding dengan kehidupan percintaannya. Ia memang cantik, factor perawatan juga ikut serta dalam kecantikannya kini. Tapi ia tidak pernah bisa melupakan laki-laki masa kecilnya yang membuatnya kagum. Hingga ia membayangkan suatu saat nanti akan di pertemukan kembali.
Nesya begitu mengangumi sosok Bang Nolan dari masa kecilnya, Nesya selalu menganggap ia seperti malaikat kecil tanpa sayap yang selalu membantu anak-anak kurang beruntung seperti dirinya dulu. Ya, meskipun keinginannya ini terwujud, tapi sosok yang di kagumi itu sekarang jadi berubah 180 derajat. Lelaki yang di harapkannya lembut seperti dulu berubah menjadi lelaki yang di sentuh saja kita jadi beku.
Semenjak bertemu pertama kali dengan Nolan, ia memang sudah merasa ada semangat kembang api sendiri dalam tubuhnya. Apalagi waktu yang terus -menerus mempertemukan keduanya dalam ketidaksegajaan. Hal itu membuat Nesya semakin deg deg serr saja. Sepertinya ini bukan sekedar rasa kagum tapi rasa yang lain.
Pertama kalinya dalam hidup Nesya bergetar ketika dekat dengan laki-laki. Eits! Nesya bukannya tidak laku, Nesya hanya susah menerima kehadiran laki-laki, ia belum mau membuka hati karena ke kagumannya pada lelaki masa kecilnya.
Meskipun yang mendekati Nesya dari wajah tampan ala duplikat oppa-oppa sampai Wajah standart di bawah rata-rata juga ada. Jabatannya juga tidak main-main dari politisi, pengusaha hingga tukang ojek on-line.
Setelah masuk universitas Nesya memutuskan untuk berhijrah mengenakan hijab. Hal itu bisa menghindari mata laki-laki yang genit dan tak berfaedah. Selain itu juga membuat Nesya lebih taat beribadah meskipun sikap aslinya sedikit bar - bar kata orang.
******
Malam ini di kamar Nesya yang nyaman. Bayangan siang tadi masih terbayang di kepala Nesya. Nolan nelon masih terbayang -bayang di pikiranya. Ia memeluk guling yang sekarang jadi teman tidurnya. Perasaan mendadak panas dingin, pertama kali ia terpikir masalah Mas-mas ganteng
Nolan yang sekarang sangat berubah dari yang dulu, dari wajahnya yang uwuh, sikapnya yang tidak genit seperti laki-laki pada umumnya. Tapi ia sekarang jadi pria dewasa yang dingin dingin empuk. Nesya meraih saja ponselnya untuk berbagi kebahagian semunya dengan sahabatnya.
"Ninda lama banget angkatnya,"
"Sorry, lagi pacaran elo nganggu aja. Kenapa nih telpon."
"Pacaran terus, dosa tahu! Sekarang kamu pasang telinga baik-baik,"
"Apaan? buru gue penasaran."
"Aku kayaknya jatuh cinta,"
"Seriusan, sama siapa? kuat nih pelet tuh cowok ngeruntuhin tembok Cina seorang Nesya."
"Cowok yang aku ceritakan ke kamu, yang sering berbagi di panti waktu aku kecil."
"Elo ketemu lagi?"
"Dia Montir? bukannya elo bilang dia anak orang tajir."
"Ya Mak, deseh yang punya bengkel,"
"Pepetlah jangan kasih kendor, memang deseh ganteng."
"Banget Mak, kece banget pokoknya. Tinggi, putih, cool, yang paling aku suka bibirnya Mak sosor-able banget."
"Inget kerudung woy, main sosor aja."
"Astaghfirullahal adzim , khilaf mak."
"Memang dia Jones kayak elo."
Jedeeer. Hal tak terpikirkan oleh Nesya. "Itu aku nggak tahu Mak."
"kalau kayak gitu buat aja mobil elo rusak tiap hari hahaha ...."
"Hedeh, ya udah aku mau bayangin Abang ganteng aja dulu yang lainnya di pikir belakangan." Nesya menutup telepon, merasa terhibur mengobrol unfaedah dengan sahabat jauhnya di ibukota.
Tapi ide konyol sahabatnya masuk akal juga, mobil harus rusak tiap hari biar bisa ketemu Abeng Nolan si pengeran freezer dan cari info sebanyak mungkin tentang dia.
.
.
.
.
.
**TBC
jangan lupa untuk like, koment, vote 😘😘😘**