Dear Nolan

Dear Nolan
Honeymoon 2



Menikmati hamparan air biru yang jernih membawa rasa bahagia tersendiri untuk setiap orang. Ditambah lagi pemandangan tebing-tebing bebatuan yang menjulang tinggi dengan di tumbuhi pepohonan. Nampak juga dari permukaan air bening ini, ikan-ikan yang asik berenang mencari tempat peraduan.


Nesya semakin banyak memakai krim tabir surya untuk melindungi kulitnya dari sengat sinar matahari. Semakin ke tengah laut panasnya semakin terasa di kulit. Nolan hanya tertawa melihat istrinya yang begitu takut dengan sinar matahari, padahal sebelumnya ia begitu semangat untuk snorkeling melihat pemandangan bawah laut. Ya, keduanya sedang berada di kapal boat yang membawa mereka ke tengah laut untuk mencari spot snorkeling yang bagus.


"Ayo Nes lepas topi kamu!" seru Nolan yang sudah bersiap untuk masuk ke air.


Nesya masih sibuk memperbaiki topi besar yang singgah di kepala. "Aduh jadi nggak ya, panas banget ternyata aku takut kulit aku terbakar, nanti Bang No nggak nafsu lagi lihat aku hitam!"


Nolan terkekeh, "Enggak akan Sayang! Ayo cepat."


Nolan mendekati Nesya, ia melepaskan topi dan kacamata Nesya untuk segera memakai perlengkapan snorkeling.


"Jangan Bang, siniin!" Nesya meraih topi yang di angkat tinggi-tinggi oleh Nolan.


"Ayo Nes. Kamu tega nih aku berenang sendiri sama ikan-ikan." Nolan menjahili istrinya dengan mengangkat lebih tinggi topinya.


Nesya menyerah kali ini, ia mengenakan perlengkapan snorkeling seperti suaminya. "Bodoh amat deh kulit aku hitam," ucap Nesya pasrah.


"Hitungan ketiga turun," kata Nolan. Instruktur sudah mengarahkan untuk turun ke air.


"Ambil nafas! Satu, dua, tiga." Nolan memeluk sambil mendorong Nesya untuk masuk ke dalam air.


Nesya terpaksa ikut berenang mengikuti suaminya dan instruktur snorkeling. Jika tahu sepanas ini, Nesya memilih bobo cantik di kamar sambil peluk bantal beruang hidup. Dirinya kan masih suasana bulan madu, tapi kini ia malah akan melakukan kegiatan ektrim.


Kini semuanya sudah tiba di lokasi yang indah untuk menyelam untuk melihat pemandangan alam bawah laut. Nesya dan Nolan mulai masuk ke dalam air yang biru itu. Nolan tak lupa membawa kamera anti air untuk mengabadikan momen indah ini.


Rasa ketakutan Nesya pada matahari seolah pudar ketika melihat ciptaan indah yang Maha Kuasa. Nesya begitu takjub dengan pemandangan indah di bawah laut, aneka terumbu karang, ikan-ikan warna-warni dengan bentuk indah. Rasa letih menyelam ke bawah laut juga hilang melihat pemandangan yang jarang ia temui ini. Terlebih ada suami yang terus mengandeng tangannya tak bisa jauh-jauh dari dirinya.


Keduanya naik ke permukaan setelah satu jam melakukan aktifitas menyelam. Nesya tersenyum puas seolah tak peduli lagi sengat sinar matahari yang masih menyentuh permukaan kulit. Begitupun dengan Nolan yang sibuk dengan kamera mengambil gambar istrinya di atas kapal.


"Banget!" jawab Nesya.


"Sekarang kita balik ke villa, istirahat dulu," ucap Nolan.


"Ih..., aku belum puas main air!"


"Kita masih punya banyak waktu disini."


Nesya mengangguk pasrah padahal rasanya ia ketagihan ingin masuk lagi ke dalam air. Dengan berat hati kapal mulai berjalan meninggalkan tempat indah penuh biota laut ini. Nesya merebahkan kepalanya di pundak suaminya sambil menikmati perjalan menuju Villa.


"I love you, suamiku." Nesya berkata lirih. Nolan hanya membalas mencium sayang kening istrinya.


.


.


.


.


.


.


TBC ,.....


Happy happy dulu ya kalian 😁....