
Seperti hari yang kemarin-kemarin, Sejak pagi Nolan sudah stand by di depan pagar rumah Nesya. Meskipun Nesya biasa keluar setengah jam lagi. Nolan tetap datang lebih cepat dari janji, itu hal biasa untuk Nolan. Ia tetap menunggu Nesya sampai keluar dari rumah.
Drttt ... Drttt ....
Nolan meraih ponsel di saku celana pendeknya. Melihat siapa yang menghubunginya.
Bang Davin
Calling ...
"Ya Bang," jawab Nolan.
"Ini bukan Bang Davin, aku Abel No."
Nolan langsung terdiam, suasana hatinya menjadi sedikit gundah. Entah sudah berapa lama ia tidak mendengar suara Abel. Selama ini keduanya hanya saling bertukar pesan WA untuk hanya sekedar menanyakan kabar. Mendengar suaranya lagi setelah sekian lama, rasanya ada sedikit kecanggungan.
"No, kamu denger aku kan."
Nolan terbangun dari lamunannya. "Ya tentu!"
"No, mungkin tiga hari lagi aku sama Bang Davin buat acara empat bulanan kehamilan aku. Kamu datang ya!"
"Ya insyaAlloh," ucap Nolan.
"Aku tunggu ya, lagipula selama aku disini kamu belum sekalipun berkunjung kan ke rumah aku."
"Ya Abel."
"Ya udah gitu aja, aku tunggu."
"Ya," balas Nolan lalu menutup telepon.
Ada sedikit berbeda dengan paginya hari ini, rasa yang ia coba kubur dengan hari-hari bahagia yang ia lewatin seolah bangkit lagi. Katakutan itu lagi-lagi muncul, kenapa di saat seperti ini. Ia memilih masuk ke dalam mobil menunggu Nesya. Ia mengusap wajahnya kasar berusaha menenangkan pikirannya.
"Halo, udah lama!" Nesya masuk ke dalam mobil.
Nolan terbangun dari lamunannya, ia langsung menoleh ke arah samping. Nesya sudah duduk manis lengkap dengan seat belt.
"Sudah siap?" tanya Nolan.
"Sudah, sorry nunggu lama," balas Nesya. Nolan hanya melempar senyum. Ia mulai menyalakan mesin dan menjalankan kendaraannya menyusuri jalan.
Nesya melihat ke arah Nolan, Ia heran! Nolan tidak seperti biasanya. Sejak pergi hingga di jalan, Nolan diam tanpa bersuara.
"Bang No, belum sarapan?" Nolan mencoba membuka topik pembicaraan.
"Belum ...," jawab Nolan.
"Mau sarapan dulu nggak? ini masih ada waktu, aku temani."
"Kamu belum sarapan?" tanya Nolan.
"Aku udah sarapan, mau nemenin Bang No aja kalau memang mau sarapan dulu."
"Nggak usah nanti kamu telat," balas Nolan.
"Nggak kok,"
Suasana kembali hening, Nesya heran entah apa yang terjadi pada Nolan. Apa mungkin Bang No kesambet setan penunggu pagar karena terlalu lama menunggunya keluar dari rumah. Memang! Tadi pagi ia lebih lama mandi karena mengosok kulit mata kakinya yang mulai menghitam. Nesya menyesal tadi sepuluh menit lebih lama keluar jika efeknya Nolan menjadi seperti sekarang.
Nesya mulai berspekulasi sendiri mencari penyebab kediaman orang di sampingnya. Nesya merasa Nolan seperti kehilangan jiwanya, ia sama seperti saat mereka satu mobil berdua saat pertama kali.
"Bang No sakit, siniin tangan kirinya biar aku periksa denyut nadinya," ucap Nesya.
"Nggak, aku nggak sakit kok," ucap Nolan.
"Kenapa pucat gitu!"
"Masa sih, nggak ah!" balas Nolan.
"Tadi malam begadang ya mikirin aku." Nesya mencoba memberi candaan.
Nolan hanya tersenyum tipis tanpa merespon. Oke! Nesya menyerah.
Mungkin Bang Nolan punya masalah yang tak ingin diceritakan padanya.
"Nesya, mungkin besok atau lusa aku nggak bisa jemput kamu dua hari aja. Aku mau ke Ibukota ke acara Abang aku dan istrinya."
"Kak Abel dan Bang Davin," jelas Nesya.
Nolan mengangguk. "Tolong, kamu jangan pergi atau pulang sama temen cowok kamu!"
"Iya, taksi online boleh dong," celetuk Nesya.
Nesya tadinya ingin bercanda dengan berlagak jual mahal. Tapi ia urungkan niatnya karena hari ini sepertinya suasana hati Nolan sedang buruk. Tunggu! apa karena dia mau ke ibukota? bertemu Kak Abel? itu yang membuat Bang Nolan jadi aneh lagi hari ini? Nesya jadi lesu sendiri, tapi dia tidak boleh seudzon dulu pada Bang Nolan.
"Sampai?" kata Nolan berhenti di depan lobby.
"Aku turun dulu," ucap Nesya.
"Nesya!" Nesya menoleh kearah sumber suara.
"Nanti sore tunggu aku ya," pinta Nolan.
"Bang No kali yang selalu nunggu aku. Aku turun dulu." Nesya membuka pintu mobil dan bersiap berdadah sebelum Nolan pergi meninggalkan rumah sakit.
Nesya masuk ke Lobby RS, waktunya menjadi dokter jaga UGD beberapa jam kedepan.
.
.
.
.
.
.
TBC