
Mobil Nolan perlahan meninggalkan warung sate tenda. Ia melihat ke arah istrinya. Tangannya mengengam tangan Nesya. Ia tak sabar harus menunggu sampai rumah untuk tahu alasan Nesya tidak ingin mengkonsumsi pil kontrasepsi.
"Sayang," panggil Nesya.
"Apa?" Nesya melihat ke arah suaminya.
"Sekarang aja ngomongnya, kenapa kamu nggak mau minum pil itu," ucap Nolan.
"Dirumah aja ah, nggak enak ngomong di jalan, sebentar lagi kita nyampe."
"Ya udah," ujar Nolan pasrah. Istri sungguh membuatnya penasaran.
Tak lama, mobil sudah memasuki halaman rumah keluarga Adiguna. Seperti biasa Nesya menunggu suaminya yang memarkirkan mobil di garasi. Entah kenapa, sekarang untuk masuk ke rumah sendirian, Nesya merasa selalu jadi tersangka utama. Lebih aman kalau Nesya masuk bergandengan sama suami tercinta.
Nolan datang di hadapan Nesya, ia langsung menyematkan jari-jari tangannya dengan istrinya. Keduanya bergandengan masuk ke dalam rumah.
Seperti yang di duga Nesya, mama mertua masih belum tidur dan sedang berbincang dengan Papa mertua di ruang keluarga. Nesya sudah menyiapkan jantung dan organ tubuhnya yang lain untuk menerima ocehan mama mertua. Telinga juga lebih kebal sekarang.
Nolan dan Nesya menyapa, sambil mencium punggung tangan keduanya.
"Ya udah, kalian langsung ke kamar aja istirahat. Kamu dan Nesya pasti lelah," ucap Mama Mitha.
Nesya hanya mengangguk, entah apa yang terjadi pada Mama mertua yang tak mengajaknya berdebat. Apa beliau mulia lelah? Nesya tak ingin memusingkan hal ini, setidaknya malam ini ia lolos dari Omelan.
"Ke atas dulu Ma, Pa," seru Nolan, ia berbalik melangkah pergi bersama Nesya.
Keduanya sudah berada di dalam kamar. Nolan menarik pinggang Nesya dan mendekapnya erat.
"Sekarang bilang apa alasan kamu?" desak Nolan.
"Oke, oke. Jadi. Besok Bang No antar aku ke dokter kandungan?"
Nolan mengeryitkan dahinya. "Mau apa kesana Nes?"
"Aku mau cek kesehatan kandunganku, aku nggak mau lagi nunda-nunda, kita jalani aja semuanya apa adanya. Kita ikuti rencana takdir. Kita pasrahkan pada Allah, kita diberi anak waktu dekat atau nanti." Nesya tersenyum manis pada suaminya.
Nolan masih terperangah mendengar perkataan Nesya. Ia tidak salah dengar kan?
"Seirus Sayang?" tanya Nolan lagi, Nesya mengangguk manja.
Nolan langsung memeluk istrinya erat. Nolan begitu senang, ia tak menyangka akhirnya merasakan kesenangan jadi calon ayah secepat ini.
"Makasih Sayang!" Nolan mencium pipi Nesya dan terus mendesaknya erat.
"Udah - udah Bang, aku nggak bisa Nafas," ucap Nesya, meronta dari pelukan suaminya. Nolan melonggarkan pelukannya, ia tak menyangka suaminya sebahagia itu.
"Sayang. Gimana dengan koas kamu?" tanya Nolan yang jadi panik, apa Nesya merubah keputusannya karena tekanan dari orang tuanya.
"Abang, aku bisa berhenti koas kalau hamil. Bisa selama awal atau akhir kehamilan jika memang tidak memungkinkan. Resiko aku pasti lulus lebih lama. Tapi asal bisa membuat aku jadi wanita seutuhnya, insyaallah aku siap. Aku hanya bisa berdoa mudahan jika memang aku di takdirkan untuk hamil, Kehamilan aku nggak akan nyusahin, syukur-syukur bisa berjalan lancar keduanya. Hamil dan Koas." Nesya berkata penuh keyakinan setelah mempertimbangkan baik-baik.
Nolan mengenggam tangan Nesya mencium punggung tangannya. "Nes, aku nggak mau kamu melakukan semua ini karena tekanan dari Mama atau siapapun,"
"Nggak Bang, aku melakukan ini atas dasar keinginan aku sendiri. Bukan hanya Mama, aku yakin semua keluarga kita juga mengharapkan ini. Aku pingin kasih bunda cucu, karena bunda nggak pernah merasakan, bagaimana rasanya merawat bayi. Aku juga mau Aline bahagia bisa punya adik bayi karena untuk saat ini gadisku belum bisa punya adik. Aku mau melihat Mama Mitha bahagia bisa cepat - cepat menimang cucu di masa tuanya. Tapi terutama, aku pengen lihat suamiku jadi ayah seutuhnya!" Nesya merebahkan kepalanya di pundak suaminya. Ia sudah yakin dengan keputusannya.
"Makasih Sayang! aku juga yakin nanti kamu akan jadi ibu yang hebat," ucap Nolan lagi. Ia memeluk erat lagi istrinya, ia tak pernah merasa sebahagia ini selama menikah.
.
.
.
.
.
.
.
. TBC.......