Dear Nolan

Dear Nolan
Penyemangat



Seluruh keluarga berada di dalam ruangan rawat inap untuk menunggu Nesya dari ruang bersalin. Bayi mereka masih dimandikan oleh perawat rumah sakit.


Mama Mitha mondar mandir tak sabar menunggu Nesya dan cucu kembarnya masuk ke ruangan ini. Meskipun Nesya melahirkan dengan keadaan yang baik-baik saja dan tidak ada masalah kehamilan seperti Abel melahirkan cucu pertamanya. Tetap saja Mama Mitha juga mengkhawatirkan keadaan Nesya yang melarikan bayi kembarnya secara Normal.


"Assalamu'alaikum," sapa lembut wanita yang lama tak berkunjung ke kota ini.


"Abel! Arzen!" Mama Mitha langsung memeluk menantu dan cucunya itu.


"Arzen nggak sabar mau lihat Ade bayi kembar," seru Davin yang datang bersama Abel.


"Sabar! Bayinya masih dimandikan. Kita semua disini juga masih menunggu. Nesya dan bayinya." Mama Mitha menunjuk besannya.


Tak lama berselang pintu terbuka, semua melihat ke arah Nolan yang mendorong kursi roda yang ditempati Nesya.


"Selamat Sayang," seru Mama Mitha memeluk Nesya.


"Terimakasih Ma, Alhamdulillah twins keluar dengan selamat."


Bergantian bunda Serena yang memeluk putrinya. Air mata bahagia keluar begitu saja.


"Kamu sekarang jadi ibu Nak, jadilah ibu yang baik dan sayangi anak-anakmu. Jangan pernah melakukan kesalahan seperti yang pernah bunda lakukan."


"Ya Bunda, bagi Nesya bunda adalah segalanya, setiap orang pasti pernah punya kesalahan dalam hidupnya." Nesya menghapus air mata sang Bunda.


"Nesya," sapa Abel.


"Kak Abel," balas Nesya.


"Selamat atas kelahiran anak-anak yang luar biasa." Abel bergantian memeluk Nesya.


"Terima kasih kak, semoga kakak juga nyusul kita lagi ya,"


"Entahlah Nes, Pasrah." Balas Abel tersenyum melepaskan pelukannya.


Setelah acara peluk memeluk dengan Nesya, Nolan menggendong istrinya untuk di letakkan di atas tempat tidur. Nesya masih butuh waktu istirahat yang cukup setelah perjuangannya yang melelehkan. Ia menutup tirai agar Nesya bisa berisitirahat beberapa saat.


"Selamat No," sapa Abel pada Nolan.


"Terima kasih Kakak ipar," jawab Nolan. Abel berhambur memeluk Nolan karena ikut bahagia. Begitu pula dengan Nolan yang membalas memeluk kakak iparnya.


"Gimana rasanya jadi ayah dari anakmu sendiri No," tanya Abel.


"Luar biasa Bel, aku punya istri yang hebat, anak-anak yang lucu. Aku tidak bisa mengungkapkan dengan apapun sebahagia apa aku sekarang."'


"Aku ikut bahagia No, karena kamu bahagia. Selalu bahagia dan jadilah suami dan ayah terbaik untuk Nesya dan bayi kembarmu yang lucu."


"Pasti! Merekalah hal paling berharga dalam hidupku sekarang."


"Jangan galak-galak lagi No sama anak kembarmu yang lucu-lucu."


Nolan hanya terkekeh pelan.


"Ehem...." Deheman Davin sambil menggendong Baby Arzen yang sekarang berumur dua tahunan.


Nolan dan Abel spontan melepaskan pelukan masing-masing.


"Gantian, Daddy Arzen mau ucapin selamat untuk Daddy baru," seru Davin.


"Bang," Nolan berhambur memeluk kakaknya bahagia.


"Kamu kejar kakakmu No, langsung dua sepasang sekaligus." Davin menepuk-nepuk punggung Nolan.


"Alhamdulillaah Bang, rezeki double dari Allah."


"Hebat No good job, selamat ya No. Semoga keduanya jadi teman begadang yang pengertian," canda Davin mengingat pengalaman pribadinya. Nolan tertawa renyah.


Akhirnya dua perawat mendorong box bayi, bayi yang ditunggu-tunggu oleh anggota keluarga datang. Dua Bayi mungil yang saat ini sudah bersih dan tertidur lelap dalam box bayinya. Perawat memberi instruksi pada Nolan agar bayinya sering di gendong dengan metode kangguru karena bobot lahirnya yang kurang dari 2,5 kg.


Mama Mitha dan bunda Serena langsung bergantian mengambil satu - satu cucu mereka. Nolan hanya bisa pasrah melihat anaknya yang harus di gendong metode kangguru malah jadi rebutan omah-omahnya.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumusalam," jawab seluruh orang dalam ruangan VVIP ini menyambut keluarga Adrian yang baru datang.


"Mana adek adek bayinya mau lihat," Aline langsung berlari menghampiri omahnya yang menimang bayi laki-laki.


"Sudah Pa, kita sepakat mengawali nama anak kita dengan huruf N, Narendra dan Naela. Jadi bayi laki-laki, Narendra Lukman Adiguna dan bayi perempuannya Naela Latief Adiguna. Dua-duanya sama-sama punya arti penakluk. Dengan harapan bayi kita jadi anak yang Sholeh dan Sholehah yang tunduk pada agamanya," seru Nolan.


"Nama yang bagus No," balas Pak Hendrawan.


Satu ruangan di penuhi tawa dan canda bahagia oleh kehadiran dan geliat lucu Narendra dan Naela.


...****************...


Kini ruangan rawat inap yang di tempati Nesya kembali sepi. Malam ini seluruh anggota keluarga dari Nolan dan Nesya sudah kembali pulang.Tersisalah Nolan yang menemani Nesya sedang menyusui bayi kembarnya bersamaan dengan metode silang.


Tidak ada raut lelah di wajah Nesya setelah proses pemulihan persalinan. Ia hanya merasakan kebahagiaan melihat dua buah cintanya.


"Alhamdulillah ya Sayang, ASI kamu keluar dengan deras. Jadi kedua bayi kita bisa mendapatkan asupan dari ibunya," seru Nolan sambil membelai pipi maklum mungil yang menempel pada ibunya.


"Alhamdulillah Bang, jatah bapaknya berkurang ya mulai sekarang, ini saja bundanya udah kewalahan," canda Nesya.


Nolan hanya tertawa ringan. "Kamu tenang aja Sayang, Ayahnya anak-anak akan mengalah demi Twins."


"Nggak nyangka Ya Bang, baru aja kemarin kita ketemu di bengkel, menikah, menghadapi berbagai ujian. Sekarang kita udah punya dua baby, Aku bahkan belum lulus kuliah loh Bang."


"Ya itulah rencana Allah kadang di luar dari apa yang kita harapkan Sayang. Abang juga masih nggak percaya sekarang bisa jadi ayah untuk anak sendiri," balas Nolan membelai pipi Nesya.


"Sekarang ayahnya anak-anak jadi lebih lembut loh," sindir Nesya.


Nolan kembali tersenyum. "Sekali lagi terimakasih Sayang sudah hadir dan menghadirkan Narenda dan Naela dalam hidupku. Kalian berdua membawa perubahan luar biasa dalam hidup seorang Nolan putra Adiguna."


"Iya Bang, kenapa sekarang jadi lebay sih,"


"Suaminya mencoba romantis di bilang lebay,"


"Ya, iya Maaf suamiku."


"Kalau kita punya anak lagi, kira-kira bisa kembar lagi nggak Sayang," tanya Nolan.


"Abang, baru juga keluar dua bayi, udah nanyain bayi lagi. Jangan bilang mau kejar tayang! Kita istirahat dulu dong, aku yang bawa repot. Abang enak tinggal tanam." Nesya cemburut. Dirinya tahu kalau suaminya sangat menyukai anak-anak, siapa tahu suaminya mau kejar target setelah usaha pertama berhasil.


"Nggak Sayang, Abang cuma nanya aja." Nolan memeluk Nesya dan kedua anaknya yang kini kembali terlelap.


Nolam membawa kedua bayinya ke box bayi di sebelah brankar Nesya. Dipandanginya kedua wajah mungil yang menjadi penyemangat hidupnya.



"Sayang, kalau anak kita kembar lagi, lucu kali ya."


"Bang No, mulai lagi kan!" teriak Nesya mencubit perut suaminya.


Nolan medekap tubuh Nesya yang cemberut. "Bercanda Sayang, kita fokus dulu menjaga dan membesarkan Narendra sama Naela."


"Gitu dong, kan aku tambah cinta," balas Nesya dengan hadiah kecupan di pipi suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC ......


Menuju Ending ya dear😘


Oh ya kmren yang nebak ini Nathan sama Nathalie, mereka belum launching ya .......