Dear Nolan

Dear Nolan
Kamu Dimana?



Nolan sudah bersiap akan keluar rumah usai melaksanakan sholat subuh. Nesya sama sekali tidak bisa di hubungi semalaman. Ia mengemudi mobilnya ke rumah Nesya. Dengan kecepatan tinggi, tak butuh lama untuk Nolan tiba di rumah Nesya. Ia melihat di halaman tak mendapati mobil Nesya biasa terparkir.


Ia masuk saja ke teras rumah, mengetuk pintu.


"Nesya ada?" tanya Nolan pada salah satu asisten rumah tangga Nesya.


"Ada Mas, pagi sekali ya ... sebentar," jawab ART itu.


Selang beberapa menit, ART itu muncul menemui Nolan yang menunggu di teras.


"Maaf Mas, Non Nesyanya masih tidur sepertinya. Saya panggil nggak ada sahutan."


"Serius! dia ada praktek pagi! nggak mungkin dia belum bangun." Nolan sedikit kesal pada ART itu, karena Nolan sedikit-sedikit mengerti seperti apa Nesya.


"Tapi Mas..., orangnya nggak nyahut."


"Ih ... Susi ada apa ini ribut-ribut!" suara Serena mendatangi suara ribut di pintu utama.


"Tante ...." Sapa Nolan sopan.


"Maaf Nyonya, mas ini nggak percaya Non Nesya masih tidur."


"Masa Nesya masih tidur! bukannya dia ada praktek pagi ya!"


"Saya panggil-panggil nggak nyahut Nya." jawab ART itu lagi.


"Ya udah Tante lihat dulu, tunggu sebentar ya No." Nolan mengangguk mengiyakan ucapan wanita matang cantik itu.


Setelah kembali wajah Serena juga panik, dengan tangan yang terus menyentuh layar ponsel.


"Nesya nggak ada di kamarnya ponselnya juga gak aktif." Serena begitu panik.


"Dari semalam ponsel Nesya memang tidak aktif Tante," ucap Nolan.


"Sayang, kenapa ribut-ribut pagi-pagi." Pak Doni muncul menuju tamu mendengar kepanikan istrinya.


Serena menghampiri suaminya. "Mas, Nesya nggak ada di kamarnya, dia juga nggak ada di rumah Adrian!"


"Mungkin dia pergi pagi-pagi. Ada pasien darurat." Pak Doni berusaha menyangga.


Pak Doni meraih ponselnya menelpon seseorang, beberapa menit ia mengakhiri panggilan. "Tadi aku juga telepon rumah sakit, mereka bilang doktwr Nesya tidak ada disana."


"Mas! dimana anak kita!" Serena histeris memeluk suaminya.


Nolan jadi tambah panik, semalam Nesya tidak ada masalah apapun dengannya. Kemana Nesya? Ada apa sebenarnya dengan Nesya pergi tanpa pamit pada keluarganya.


Salah satu pelayan mengajak security rumah yang berjaga tadi malam.


"Maaf Nyonya, Tuan. Kemarin saya lihat Mbak Nesya pergi bawa mobil jam dua balasan malam." Securiti itu berkata nampak ketakutan.


"Kenapa kau tidak hentikan dia!" bentak Pak Doni.


"Maaf Tuan, saya kira No Nesya ada jadwal malam.


"Sejak kapan putriku menyetir sendiri ketika pergi malam hari! sekarang suruh semua keamanan di rumah ini mencari putriku!" bentak Pak Doni lagi.


Securiti itu pergi. Serena nampak panik menangis tersedu-sedu dan Pak Doni terus menelepon seseorang dengan panik.


"Tante, Om. Saya pamit, saya juga mau cari Nesya." Nolan memecah ketenggangan keluarga ini.


Kedua orang yang panik itu memberi izin pada Nolan. Nolan dengan cepat menancap gas mobilnya. Ia begitu panik sama halnya kedua orang tua Nesya. Telepon Nesya pun tak tersambung sama sekali. Ia sudah berputar mengelilingi jalan mencari mobil Nesya.


"Kamu dimana sayang! Kenapa kamu menghilang tiba-tiba." Nolan memukul setir melepaskan kepanikan. Dadanya terus bergemuruh di hantui ketakutan di tinggalkan oleh Nesya.


Ia berpikir akan mencari Nesya kemana? sedangkan semua tempat yang biasa dituju Nesya sudah ditelusuri Pak Doni dan tidak ada.


.


.


.


.


.


TBC.....