Dear Nolan

Dear Nolan
Jatuh Cinta?



Malam ini entah kenapa Nolan ingin lama-lama di mobil Nesya. Setelah berminggu-minggu akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan Neysha. Ada rasa lega bercampur senang. Ia merasa malam ini malam terbaik dalam hari - harinya. Untuk pertama kali ia bisa berbicara dengan lembut pada seseorang terlebih pada seorang wanita.


Drrrt... Nolan segera melihat pesan ponselnya.


Nesya


Pantesan baunya aneh ampe aku mau pingsan. untung cuma nempel di punggung aku, Bang No jorok😨


Nolan tertawa melihat balasan Nesya,


Nolan


Kan udah minta Maaf, sekarang kamu tidur besok jaga pagi!


Nesya


Kok tahu?


Nolan


Nggak penting. Sekarang tidur!


Nesya


iya iya, ini juga mau cuci kaki tangan, gosok gigi terus bobo cantik 😴


Nolan segera berlari masuk ke dalam kamarnya. Rumahnya yang besar selalu sepi sepi setiap hari. Jadi tidak ada yang menyadari kepulangan selain pelayan yang bekerja malam hari.


Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang, ia memandangi langit kamarnya. Kalau dulu ia terbiasa membayangkan wajah Abel. Kini Bayangan senyum Nesya selalu melintas di kepala.


Apa ia benar-benar sudah jatuh cinta dengan Nesya sekarang. Ia lucu, baik, sepertinya juga menyenangkan ketika bersamanya.


Nolan jadi teringat percakapannya dengn Adrian beberapa waktu lalu.


Flashback


Nolan menuju ruang dosen, ia akan menyerahkan ringkasan skripsi yang akan di periksa Adrian.


"Permisi Pak," salam Nolan.


"Masuk No," jawab Adrian menyadari kedatangan Nolan.


Seperti biasa Nolan menyerahkan tulisannya pada Adrian. Adrian dengan sigap meneliti lembar demi lembar. Beberapa menit megamati lembaran itu, ia berhenti membaca sambil melepaskan kacamatanya. Ia melihat Nolan.


"No, kamu sudah punya pacar?" tanya Adrian. Jangan ditanya sekaget apa Nolan mendapat pertanyaan itu.


"Belum Pak, lagipula saya nggak tertarik untuk pacaran."


"Oh gitu ya, kamu kenal Nesya kan adik saya?" tanya Adrian.


"Kenal Pak, dulu dia juga teman masa kecil saya."


"Kamu sudah tahu belum kalau dia suka sama kamu?" tanya Adrian lagi.


Nolan jelas tahu itu, Neysa sendiri yang menyatakan cintanya dengan gamblang. Ia memalingkan wajahnya ke kanan karena merasa malu.


Adrian tertawa melihat ekspresi Nolan. "No, kamu nggak usah cemas gitu. Saya nggak akan ngancam kalau kamu nggak nerima Nesya, skripsi kamu gagal. Hati orang nggak bisa di paksa kan."


"Jadi gini, tadinya saya mau jodohin Neysa dengan teman saya. Tapi Nesya pernah cerita sama saya kalau dia suka sama kamu. Tiap hari ada saja pertanyaan tentang kamu. Tapi akhir-akhir ini kayaknya dia udah mulai nggak tertarik sama kamu. Jadi saya lega bisa menjodohkan Neysa."


"Nesya memang cantik Pak, pasti banyak laki-laki yang suka sama dia," ucap Nolan mulai kesal. Seperti ada sesak di jantungnya.


"Ya No kamu bener. Tapi dia nggak pernah sama sekali berhubungan sama lelaki manapun meskipun yang ngerjar- ngejar di banyak. Lagipula orang sepertinya Nesya harus dicarikan jodoh yang tepat, tegas dan tangguh biar dia kalem sedikit jadi cewek." Adrian melanjutkan ceritanya.


Nolan tidak menjawab, entah kenapa ada rasa kesal mendengar tentang perjodohan Nesya.


"Saya akan jodohkan dia dengan Aldi, dosen teknik juga. Dia tegas dan sok cool pasti cocok dengan Nesya," jawab Adrian penuh semangat.


"Kenapa harus Pak Aldi. Pak? memang Nesya setuju." Nolan mendadak menaikan nada suaranya tanpa peduli di depannya adalah dosennya.


"Ya mungkin. Aldi ganteng, pinter, mapan yang penting dia tegas. Nesya bisa apa kalau sudah di jodohkan dengan lelaki sekeren itu. Syukur-syukur bisa jadiin dia lebih diam dikit." jawab Adrian semakin semangat. Tapi tidak dengan Nolan yang merasa semakin sesak nafas.


"Pak, apa boleh saya mendekati Nesya lagi. Mengenal dia lebih dekat," ucap Nolan.


Adrian terkekeh dalam hati. Panas kan kamu, makanya jangan sok jual mahal sama Neysa.


"Kamu yakin No, dia cerewet, bawel, ceplas ceplos, kadang juga susah di kasih tahu."


"Pak, Nesya pernah bilang langsung suka sama saya. Tapi saya belum siap menjawab pertanyaan Nesya yang tiba-tiba. Bukannya saya nggak mau pacaran, saya hanya ingin menjalin hubungan yang serius hingga ke pernikahan. Bukan hanya sekedar saling mengungkapkan rasa cinta, berjalan bersama lalu berakhir begitu saja." Nolan menuturkan satu dari alasan menolak Neysa lada Adrian.


"Ya Pak, saya sudah terlalu sering di sakiti Pak. Tidak mungkin saya akan menyakiti orang lain lagi."


"Sabar-sabar ya nanti hadapi Nesya." Adrian menepuk lengan Nolan.


Flashback end


******


Nesya melihat bayangan wajahnya di cermin. semuanya sempurna seperti biasa. Semalam tidur ternyenyak yang ia rasakan setelah berminggu-minggu, hingga membuat paginya begitu semangat.


Ia meraih tas dan perlengkapan kerjanya, bersiap berangkat ke rumah sakit.Tapi ada pemandangan yang lain pagi ini dari balik jendela. Nesya memastikan lagi objek itu, barangkali matanya sedang sliwer. Tapi benar kok! cowok ganteng berdiri di samping mobil di depan pagar rumah kakaknya adalah Nolan.


Ia langsung kembali menatap kaca merapikan tatanan kerudungnya. Cantik! ia bergegas keluar kamar. Saat membuka pintu, langsung menabraknya Mbak Tini si ART hingga terjatuh.


"Mbak Tini, nggak lihat ada cewek di sini main tabrak aja." Nesya langsung merapikan kembali bajunya yang sedikit kusut.


"Maaf Mbak, ada cowok ganteng cari Mbak Nesya, makanya saya buru-buru kasih tahu," ucap mbak Tini juga ikut kesemsem sepertinya.


"Udah tahu!"


"Pacarnya ya Mbak?" tanya Mbak Tini menyenggol Nesya.


"Mbak Tini nggak usah kepo! Ya udah Nesya mau keluar dulu Bye!"


"Mbak Nesya nggak sarapan dulu."


"Bilang Kak Tiara, aku sarapan di RS saja!" Nesya mengibaskan tangan melangkah.


Seperti biasa kalau perasaan sedang senang, dia berjalan seperti di catwalk sangat percaya diri. Ia melihat Nolan yang bersandar di mobil Range Rov*r sporty warna putih.


Tumben juga pakai mobil kece nih orang, batin Nesya.



"Bang No, cari Kak Adrian. Udah berangkat tadi pagi banget." Nesya menyapa Nolan. Nesya wajib pura-pura tidak tahu maksud dan tujuan kedatangan Nolan.


"Aku cari kamu kok, mau antar ke rumah sakit," jawab Nolan.


"Tunggu! Bang No kerja sampingan jadi taksi online. Soalnya aku nggak ada pesen tuh."


Nolan hanya tertawa. "Ini gratis. Mau nggak aku antar. Mobil kamu kan masih di bengkel!"


Ayo Bang No, paksa antar aku!


"Gimana ya?" Nesya harus jual mahal sekarang. Nolan kembali menampakan wajah lesu.


"Ayo dong Nes, itu juga kalau kamu nggak keberatan sih," balas Nolan.


"Hmmmm, ya udah deh. Bang No udah terlanjur kesini. Itung-itung aku juga hemat ongkos." Nesya langsung saja masuk ke dalam mobil tanpa disuruh. Ia tidak tahan harus bersikap jual mahal lagi pada Nolan.


Dalam mobil ia tersenyum sendiri kegirangan. Ia rasanya ingin salto-salto sambil memukul tanah saking bahagianya.


Siapa juga yang nggak mau di antar Bang No, langkah pertama berhasil Nesya. Buat dia jadi Bucin.


.


.


.


.


.


.


Next....


Sudah ada lunak ya😍😍😍😍


sorry ya dear Ei nggak bisa pasti up tiap hari! Ei juga harus update Novel kakaknya Bang Nolan biar adilπŸ˜‹. Tapi Ei akan usahakan kok up tiap hari kalau ada kesempatan.


pollow Igeh Ei juga ya @einaz1910 kalian bisa DM and tanya2 sama Ei


Jangn lupa tinggalkan jejak untuk bayaran Ei. like komen vote dear😘😘