
Frans duduk ditepian ranjang sambil mengacak-acak rambutnya dengan wajah yang ditekuk ke bawah.
"Percayalah." Ucap Jesika meraih kedua tangan Frans. "Tak akan ada hal yang mengerikan terjadi pada Sandra." Menurunkan kedua tangan yang menarik rambut itu. "Jika benar mereka memiliki hubungan." Lanjut Jesika menenangkan Frans yang begitu mencemaskan perkataan Leon sebelumnya yang membuat ia marah.
"Gue tidur dengan wanitanya." Balas Frans mengingat semua yang telah terjadi dimasa lalu. "Dan itu bukan sekali." Melihat ke Jesika yang merupakan salah satu dari wanita Leon yang ia maksud. "Gimana mungkin dia berbelas kasih untuk semua yang telah terjadi." Jelasnya yang terpukul dengan perkataan Leon yang belum bisa ia pastikan kebenarannya.
"Tapi itu semua terjadi bukan sepenuhnya kesalahan Lo." Ucap Jesika. "Gue gak tahu apa yang terjadi antara Lo dan Rahel dimasa lalu." Mengusap punggung tangan Frans. "Yang jelas Guelah yang menggoda Lo lebih dulu." Menunduk. "Hanya untuk membuat Leon cemburu." Masih tertunduk. "Tanpa sadar Gue tenggelam dalam hubungan gelap dengan lo." Mengangkat wajahnya melihat ke Frans.
"Jes."
"Ya?!"
"Bolehkah Gue tidur disini."
"ENGGAK!" Tolak Jesika bangkit berdiri. Ia tahu Frans akan mengambil kesempatan untuk membicarakan hubungan mereka kembali.
"Gue bakal tidur disofa." Pinta Frans yang mengambil kesempatan dari simpati Jesika padanya.
"ENGGAK!" Tolak Jesika meraih tangan Frans dan menariknya untuk keluar dari kamar.
"Lo gak bisa usir gue begini." Ucap Frans yang menahan tangan dipintu menolak keluar.
"Gue tahu ini kamar Lo." Balas Jesika. "Tapi Lo udah nyerahin kunci kamar ini sebelumnya ke gue." Ucapnya.
"Oke,oke!" Balas Frans. "Gue bakal tidur diluar bareng Gi---" ucapannya terputus melihat diluar kamar tidak ada siapa-siapa.
"---Kenapa masih berdiri disana?" Tanya Jesika melangkah keluar dan mendapati tak ada Gio maupun Stela disana.
"Sepertinya Gio tidur dikamar Leon." Jawab Frans menuruni tangga sambil melihat Jesika yang masih berdiri diluar kamar. "Masuklah." Pinta Frans yang melemparkan senyum untuk Jesika.
Apa yang aku pikirkan? Dia pasti bakal menyusul Stela ke kamar. Batin Jesika berbalik badan masuk ke kamar.
Bak!bak! Suara tangan Gio memukul batal yang akan ia kenakan untuk tidur disofa yang bersebalahan dengan ranjang tempat Stela berbaring.
"Kenapa Lo gak ke kamar Leon aja?" Tanya Stela pada Gio yang memintanya bergabung dikamar. Gio tahu Jesika akan mengusir Frans dari kamarnya. Puncak yang dingin akan membantu Frans merangkak sendiri ke kamar Leon untuk menghentikan perang dingin diantara keduannya.
"Gue gak bakal ngambil kesempatan didalam kegelapan." Jawab Gio berbalik memunggungi Stela yang tidur menghadap kearahnya.
"Gio."
"Hm."
"Apa Lo udah tidur?" Tanya Stela.
"Kenapa?" Tanya Gio berbalik badan melihat ke Stela yang terus menatap punggungnya sejak tadi.
"Dingin." Jawab Stela pada Gio begitu juga dengan Frans yang meringkuk di atas sofa membuat Jesika kembali menemuinya.
"Apa perlu gue bantu ketuk pintu Stela buat Lo?" Tanya Jesika membuat Frans duduk dan mendapati Jesika berdiri di depan kamar dengan melipat kedua tangannya.
Apa dia cemburu dengan Stela? Tanya Frans dalam hatinya berdiri melihat ke Jesika.
"Gue gak ada perasaan apapun lagi terhadap Stela." Jawab Frans melangkah mendekat pada Jesika.
"Siapa juga yang menanyakan itu." Ucap Jesika berbalik ke kamar menutupi senyum diwajahnya yang diikuti oleh Frans dari belakang.
****
Di kamar sebelah Gio menarik selimut untuk menutupi tubuh Stela. Gio menepuk-nepuk pelan bahu Stela yang terus menatap wajahnya.
Sementara itu dilantai atas Leon sedang membantu mengeringkan rambut Sandra dengan hairdryer. Keduanya duduk diatas ranjang masih dengan handuk kimono ditubuhnya.
"Lo lapar gak?" Tanya Leon mencari topik untuk mencairkan rasa canggung Sandra terhadapnya. Kecupan kecil yang diberikan Leon sebelumnya berakhir menjadi ciuman panjang.
"Enggak Kak." Jawab Sandra yang membelakangi Leon dengan wajah yang ditekuk.
"Kalau lapar biar gue am---"
"---Kita tidur aja Kak." Potong Sandra berbalik badan melihat Leon.
"Lo tidur duluan." Ucap Leon meletakkan hairdryer.
"Kak Leon mau kemana?" Tanya Sandra cemas.
"Ke bawah." Jawab Leon mengecek pesan dan panggilan baru di hapenya mengabaikan Sandra.
"Ngapain?" Tanya Sandra dengan wajah merengut.
"Mau ngecek---" ucapnya terjeda sesaat melirik Sandra. "---lo kenapa?" Tanya Leon meletakkan hapenya kembali.
"Kak Leon mau ke kamar Kak Jesika ya?" Tanya Sandra.
"Enggak." Jawab Leon.
"Terus mau ke kamar Kak Stela?" Tanya Sandra lagi.
"Gak ada." Jawab Leon. "Cuma mau---" ucap Leon terputus sesaat tangan Sandra menarik lengan kimono yang dikenakan Leon.
"---Gak boleh." Sambung Sandra menahan kepergian Leon. Demikian juga dengan Stela yang bangkit duduk diranjang menarik kencang tangan Gio membuat pria itu jatuh tepat diatas tubuh Stela.
"Hanya ada satu selimut." Ucap Jesika. "Lo bisa pakai selimutnya." Membuka sprei ranjang. "Gue Bi---"
"----Jangan dilepas." Potong Frans menghalangi tangan Jesika mencopot sprei ranjang.
"Gue bisa mati kedingi---" Ucap Jesika terputus sesaat Frans meraup bibirnya. Jesika memberontak dengan berusaha mendorong namun Frans balik menekan hingga keduanya terjatuh diranjang.
Tanpa sepatah kata Frans menarik selimut menutupi tubuhnya yang memeluk erat Jesika yang terus memberontak ingin melepas diri.
"Patuhlah." Pintanya menempelkan tubuh Jesika untuk lebih mendekap padanya. "Gue gak mau Lo kedinginan." Menjepit kaki Jesika dengan menimpa kakinya dari atas.
"Ini terlalu sesak." Balasanya melihat mata Frans yang terpejam.
"Tidurlah! Ini udah malam." Ucap Frans,Gio dan Leon diwaktu bersamaan.
Gio membaringkan dirinya disebelah Stela yang ikut berbaring dengan menarik selimut menutupi keduanya. Gio memiringkan tubuhnya menghadap Stela begitu juga sebaliknya. Kedua mata mereka saling bertemu menatap dalam heningnya malam yang dingin.
Begitu juga dengan Frans yang spontan membuka matanya dan mendapati mata Jesika yang menatapnya dalam kehangatan suhu tubuh mereka yang menyatu dalam pelukan.
Sementara itu Leon naik keranjang disusul oleh Sandra yang meraih lengan Leon untuk dijadikan bantal olehnya.
"Kak Leon gak boleh pergi ya." Pinta Sandra mengulurkan tangannya melingkar memeluk Leon. "Kak Leon gak boleh pergi ke Kak Jesika." Ucapnya dengan mata ngantuk dengan memiringkan tubuhnya menempel pada Leon yang menurunkan pandangannya menatap Sandra dengan senyum. "Apa lagi ke kamar Kak Stela." Gumamnya. "Gak boleh!" Perintahnya dengan mata yang terkantuk-kantuk.
"Iya sayang." Sahut Leon membuat Sandra mendongak dengan sangat berat membuka kedua matanya.
Dag!Dig!Dug! Suara detak jantung mendorong tubuh mereka meraup bibir yang merekah di hadapannya. Dinginnya malam mengikis jarak diantara tubuh yang bergesekan satu sama lain.
Hangat dan lembutnya sentuhan jemari menggetarkan tubuh yang menggeliat dibawah selimut.
Ahh! Malam yang panjang ❤️
🍁🍁🍁
Jangan lupa berikan Vote,Like dan Coment untuk dukung Author cihuyyyyy🥳🥳🥳