Unboxing

Unboxing
111. Rahel



Fyuh! Helaan nafas Frans melihat ke Rahel yang bersandar disampingnya.


"Lo lupa ya kalau Gio juga termasuk." Ucap Frans menyibak selimut turun dari ranjang. Ia kemudian memungut satu persatu pakaiannya yang tergeletak di atas lantai.


Tap tap tap! Suara tumit sepatu Rahel berjalan ke tempat Frans yang duduk sambil memperhatikan sekitarnya.


"Masih marah?" Tanya Rahel meletakkan pesanan mereka di atas meja sambil ikut melihat apa yang sedang Frans lihat.


"Apa rencana Lo selanjutnya?" Tanya Frans yang kemudian menoleh pada Rahel yang tengah duduk dihadapannya.


"Eh!" Sahut Rahel terkejut mendengar pertanyaan Frans.


"Bukannya Lo mau ngelupain Leon." Ucap Frans meraih burger didepannya. "Atau Lo udah berupah pikiran." Melihat kesekitar cafe sambil menikmati tiap gigitan burger.


"Lo benaran mau bantu gue?" Tanya Rahel tak percaya.


"Kapan lagi gue bisa---" Jawab Frans terjeda. "---ah, Lupakan!" Sambungnya mengambil burger didepannya.


"Gue gak keberatan." Ucap Rahel yang menangkap maksud Frans. "Asal Lo jangan sampe jatuh cinta sama gue." Jelas Rahel yang membuat Frans menyemburkan burger dimulutnya ke wajah Rahel.


"CK!" Decak Rahel kesal. "Jorok banget sih Lo!" Umpat Rahel kesal menarik tissu membersihkan wajahnya.


"Lagian Lo ngaco sih!" Ucap Frans. "Yang ada Lo kali yang bakal jatuh cinta sama gue." Melanjutkan menggigit burgernya.


"Lo udah pernah jatuh cinta?" Tanya Rahel membuat Frans terdiam. Ia tak tahu menahu mengenai percintaan hingga keduannya memulai hubungan yang menyakiti Leon.


Leon sibuk bimbingan mengejar ketinggalannya beberapa waktu sebelumnya karna pekerjaan. Sementara Rahel menghabiskan waktu dengan Frans dan skripsinya.


"Ingat! Lo gak boleh sampe punya perasaan ke gue." Tegas Frans yang selalu mengingatkan Rahel ketika mereka bersama.


"Gue takut malah sebaliknya." Ejek Rahel yang mendengar dari Frans bahwa ia belum pernah begitu tergila-gila dengan wanita. Ya! Rahel mengartikan jatuh cinta seperti itu padan Frans.


"Gak akan." Bantah Frans. "Gue udah ada tempat untuk menaruh hal seperti itu." Jelas Frans yang memberitahu padanya tentang Stela yang akan menjadi istrinya dimasa depan.


"Oh ya!" Menangkup wajah Frans. "Gimana kalau dia jatuh cinta ke pria lain saat Lo sibuk dengan wanita lain disini." Ejek Rahel beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


Cuek dan dinginnya Leon membuat hubungan Frans dan Rahel berjalan sangat mulus. Perlahan Rahel pun melupakan Leon yang terlihat bahagia tanpa kehadirannya.


"Hai sayang." Sapa Rahel memeluk Leon dari belakang.


"Lo dari mana aja?" Tanya Leon yang merasa Rahel tidak begitu menempel dan menuntutnya lagi.


"Lagi persiapan buat sidang." Jawab Rahel santai yang kemudian mengecup pipi Leon.


"Oh." Balas Leon yang kembali fokus pada laptopnya.


"Malam ini temanin gue ya." Pinta Rahel sengaja menguji Leon. "Kita udah lama gak---"


"---Gue gak bisa." Tolak Leon terang-terangan. "Tiga hari lagi gue sidang." Jelasnya yang kemudian di setujui Rahel sekaligus mengedipkan matanya pada Frans yang berada dimeja lain.


Hubungan Rahel dan Frans terus berlanjut hingga mereka wisuda. Frans dan lainnya kembali kerumah sementara Leon langsung terbang melanjutkan pekerjaan.


Tap tap tap! Suara sepatu Leon memasuki apartemen Frans. Ia mencari keberadaan sahabatnya itu dengan perasaan senang bahwa dirinya akan tinggal digedung yang sama dengannya. Namun,


"Frans!"


Hanya itu yang keluar dari mulut Leon sebelum akhirnya ia pergi menjauh dari keduanya.


****


Malam itu juga Rahel pergi meninggalkan semuanya. Gio hanya diam membatu mendengar penjelasan Frans akan semua yang terjadi.


"Gimana dengan koas?" Tanya Gio yang ikut menghantar Rahel ke bandara. Rahel memutuskan pergi ke Sidney untuk melanjutkan pendidikannya.


"Berapa lama?" Tanya Frans.


"Sampai pada waktu yang ditentukan." Jawab Rahel. "Frans maafin gue." Memeluk Frans dengan erat didepan Gio.


"Gak pa-pa gue menikmatinya." Sahut Frans yang mendapat tendangan pelan dibokong oleh Gio.


AW! Desis Frans yang disertai tawa kecil.


"Baik-baik disana." Ucap Gio yang dibalas anggukan kecil oleh Rahel.


"Apa Lo harus pergi sejauh ini hel?" Tanya Frans yang melihat penyesalan diwajah Rahel.


"Ya." Jawabnya. "Kalau disini gue bakal jatuh cinta sama Lo." Ledek Rahel pada Frans yang selama ini selalu mengingatkannya untuk tidak terbawa perasaan akan sikapnya yang sering disalah pahami oleh banyak wanita.


"Kak!" Teriak anak laki-laki yang berlari kearah mereka. "Kak Rahel bukannya berangkatnya lusa?" Tanya anak laki-laki yang mengabaikan Gio dan Frans.


"Ah, kenalin." Ucap Rahel pada keduanya yang masih terkejut. "Ini Tristan adek gue." Mengulurkan tangan Tristan pada Gio dan Frans berganti.


Bye!


Selepas kepergian Rahel ke Sidney tak ada yang terjadi selain perang dingin diantara Leon dan Frans yang membuat Gio pusing dengan melakukan mereka. Segala usaha Gio lakukan untuk mendamaikan keduanya hingga ia rela menjadi jembatan dan bahkan kurir di meja makan.


Tidak lama kemudian Gio memilih jalan seperti Rahel. Cus!Pergi menjauh meninggalkan keduanya.


"Sorry." Ucap Rahel pada Leon yang berdiri membelakangi semuanya menatap keluar mendengarkan permintaan maafan Rahel untuknya. "Gue selingkuh dibelakang lo." Lanjutnya. "Frans gak salah." Jelasnya membuat Leon berbalik badan melihat ketiganya. "Gue yang menggodanya lebih dulu." Ucapnya. "Dia bahkan menolak gue berkali-kali." Lanjutnya membuat Frans ingin berbicara namun dihalangi oleh Gio. "Gue yang bersikeras untuk menariknya." Terangnya membuat Leon melangkah kearah Rahel.


"Kenapa Lo lakuin itu?" Tanya Leon yang kini berdiri didepan Rahel.


Diwaktu bersamaan Sandra tiba didepan perusahaan Frans. Ia melangkah kearah lift menuju lantai tempat Frans berada.


"Lewat dari sini." Tuntun Asisten Frans yang menerima telpon sebelumnya dari Feny untuk membawa Sandra menemui Frans dikantornya.


"Lantai berapa kak?" Tanya Sandra pada asisten yang berdiri disamping sambil memencet tombol lantai yang akan mereka datangi.


"Bukankah bisa dibicarakan jika Lo bosan." Ucap Leon yang tak mengerti jalan pemikiran Rahel yang memilih menghianatinya dengan menggoda sahabatnya sendiri.


"Dia kehilangan kepercayaan dirinya setelah mendengar----." Ucap Frans yang kemudian tertahan oleh mata Rahel yang memintanya untuk tidak mengatakan bahwa ia mengetahui tentang peri kecil.


"---Mendengar apa?" Tanya Leon yang menoleh ke Frans dan Gio yang terlihat menyembunyikan sesuatu.


"Dia meminta bantuan gue buat lupain Lo." Jawab Frans yang tak peduli dengan Rahel dan Gio yang berusaha menghalanginya. "Dengan cara menghianati lo." Jelas Frans sambil berjalan kearah Leon dan Rahel.


"Kenapa?" Tanya Leon.


Ting! Suara pintu lift terbuka. Sandra melangkah keluar mengikuti Asisten Frans yang berjalan didepannya.


"Kamu bisa masuk sendiri kan?" Tanya Asisten yang kini berhenti didepan ruangan Frans.


"Aku gak ganggu kan kak?" Jawab Sandra yang balik bertanya sambil mengulurkan tangannya meraih gagang pintu.


Klek! Suara pintu terbuka dengan kaki yang menjulang masuk melangkah kedalam.


"Kak Frans aku---." Ucap Sandra terhenti setelah menyadari ada empat pasang mata melihat kearahnya. "---Kak Rahel,bukan?" Tanya Sandra melihat Rahel berdiri diantara Leon dan Frans.


Ya. Rahel! Batin Rahel mengiyakan.


🍁🍁🍁


jangan lupa untuk vote,like dan Coment cintahhh ❀️❀️