
Jadwal mengantar makanan untuk Frans kemarin gagal karna Leon membawa Sandra ke apartemennya. Berhubung hari ini tidak sekolah Sandra kembali ke hotel untuk menemui Frans dengan kue yang dia beli diperjalanan.
"Kak Aku sudah di loby hotel."
"Lo naik aja kayak biasa."
Ya seperti biasa. Bertemu resepsionis dan mengatakan dirinya adik sepupu Fransroso Mahesa.
Ting!
Sandra melangkah berjalan menuju kamar Fransroso dengan memeluk bingkisan dengan hape ditangannya.
"Kak aku udah didepan."
Pintu terbuka.
"Lo sendirian lagi San?" Pertanyaan yang selalu Sandra harus jawab setiap Pria ini membuka pintu.
"Iya kak." Jawab Sandra memasukkan hape ke kantong rok sekolahnya.
"Sini." Menarik tangan Sandra masuk kedalam. "Cewek gue lagi mandi." Menutup pintu.
"Cewek yang mana lagi kak?" Ejek Sandra.
Suite room dengan nomor kamar yang sama dengan wanita yang berbeda setiap kali Sandra masuk ataupun hanya sampai dipintu.
"Udah mulai berani ya ngeledek gue." Jawab Frans mengacak rambut Sandra.
"Kakak sih ceweknya gonta ganti mulu makanya Kak Stela gak mau sama kakak."
"Gue gitu 'kan karna gak mau ngerusak Kakak Lo juga."
"Iya juga ya." Meletakkan kue yang dia bawa dimeja. "Gak terasa ya kak sudah tiga bulan Aku jadi calon istri Kakak."
"Dan sudah tiga bulan juga Lo jadi sepupu gue." Sahut Frans tergelak tertawa.
"Mendadak aku jadi haus dengarnya."mengusap lehernya.
"Mau minum apa adik sepupu gue yang cantik." Tanya Frans.
"Air putih aja kak."
"Lo kenapa gak sekolah?" Menuangkan air putih ke gelas.
"Terlambat Kak." Jawab Sandra berbohong.
"Lo gak lagi bohongkan." Memberikan gelas pada Sandra. Sandra menggelengkan kepalanya dan menerima gelas.
"Beneran ada tamu." Suara wanita dari belakang Sandra. "Siapa Frans?" Tanya wanita itu membuat Sandra berbalik badan sambil meneguk air.
"Jes,kenalin ini Sandra adiknya Stela." Jawab Frans
Gelas ditangan Sandra terlepas jatuh kelantai saat melihat wajah wanita yang diperkenalkan Frans berdiri dihadapannya sekarang adalah wanita yang ada didalam foto yang dia lihat pagi tadi diapartemen Leon.
PRANK!!
"Loh kok bisa jatuh?" Tanya Frans melihat ke bawah
"Hati-hati tangan Lo bisa luka." Sahut Jesika pada Frans meraih serpihan gelas yang terjatuh.
Pecahan gelas berhasil mengalihkan perhatian Frans dan Jesika yang sigap menundukkan tubuh mereka memungut serpihan gelas terhadap ekspresi Sandra yang terkejut.
Bukannya wanita ini pacar kak Leon. Tapi kalau dia benar pacar kak Leon kenapa bisa ada dikamar ini. Batin Sandra masih berdiri terpaku.
"Biar petugas hotel yang bersihin sisanya." Menarik Tangan Jesika dan membantunya berdiri. "Tangan Lo gak berdarahkan?" Tanya Frans memeriksa jari Jesika.
"Gue gak pa-pa." Jawab Jesika.
"Sandra." Panggil Jesika. "Gue Jesika." Menjulurkan tangan."Aku Sandra Kak." Membalas jabatan tangan.
"Lo tadi kenapa tiba-tiba jatuhin gelas?" Tanya Frans membuat jabatan tangan diantara keduannya terlepas.
"Mungkin dia terkejut lihat gue ada disini." Sahut Jesika. "Bagaimanapun diakan masih belum pernah melihat wanita dan pria dalam satu ruangan." Merasa bersalah. "Maaf ya Sandra." Mengusap lembut pundak Sandra.
"Gak mungkinlah." Mengambil kue yang dibawa Sandra."ini bukan pertama kalinya juga dia lihat cewek dikamar gue." Memakan kue.
"Lo jahat banget sih." Memukul kecil dada Frans dengan senyum. "Bisa-bisanya Lo ngotorin pikiran Sandra." Mengambil sisa kue yang menempel dibibir Frans."
"Kak sudah selesai mesra-mesraannya." Celetuk Sandra. "Ini obat nyamuk mau di nyalain gak."
Frans dan Jesika terkekeh mendengar sindiran Sandra pada mereka yang tiba-tiba mengabaikannya. Lalu ketiganya saling melempar lelucon sambil menikmati kue yang Sandra bawa dan berhenti ketika nada pesan hape Jesika berbunyi.
LeonardoSanjaya
Gimana pesta pernikahannya?
****
Tidak ada balasan untuk pesan Leon yang masuk namun pesan itu mampu membuat keadaan menjadi hening dan dilanjut dengan kode diantara keduannya yang membuat Sandra melirik pada mereka bergantian.
Mobil silver keluar dari basmant dan melaju dengan kecepatan rata-rata.
Sandra yang duduk di kursi belakang Frans mengangguk-anggukan kecil menikmati musik yang keluar dari headset yang tergantung di telinganya.
"Dia nanya apa?" Suara Frans yang bertanya pada Jesika disebelahnya terdengar pelan di telingan Sandra.
"Fashion weeknya." Jawab Jesika melihat ke Frans membuat Sandra mematikan musiknya.
Tidak seperti biasanya Sandra menguping pembicaraan Frans dengan wanita-wanitanya. Wajah Jesika berhasil mengubah kebiasaanya yang bodo amat menjadi kepo.
"Gue belum balas apapun."
Pesan itu dari siapa ya. Batin Sandra.
"Udah gak usah dipikirin." Memegang tangan Jesika sementara Tangan yang kanan menggerakkan setir. "Untuk sementara Lo diapartemen gue aja."
"Tapi---."
"Gue sama dia beda lantai." Melirik Jesika.
Dia itu siapa sih. Dari tadi dengarnya dia dia mulu.Batin Sandra.
Gerbang warna putih terbuka lebar. Dua lelaki dengan seragam hitam menunduk memberi salam pada Frans yang membuka sedikit kaca mobilnya.
Mobil itu kemudian berhenti tepat didepan rumah Mewah dengan perpaduan warna klasik.
"Ayo turun." Ajak Frans melepas sealbet.
"Gue tunggu di mobil aja ya." Menyandarkan tubuhnya dipunggung jok. "Gue gak enak sa----"
"---Ikut aja kak." Potong Sandra. "Tante Feny orangnya baik kok." Melepas sealtbet. "Persis kayak Kak Frans baiknya." Mencondongkan tubuhnya diantara Jesika dan Frans.
"Manis banget sih calon istri Fransroso ini." Sahut Frans mengacak rambut Sandra.
"Sepupu kali kak." Ucap Sandra dengan nada penekanan.
"Selain cantik kamu baik juga ya San.." puji Jesika mencubit lembut pipi Sandra.
"Kakak juga cantik." Jawab Sandra menarik diri. "Lebih cantik dari wanita-wanita sebelumnya." Membuka pintu dan keluar dari mobil.
"Dia nyindir Lo tuh." Ucap Jesika sambil melepas sealtbet.
"Dan dia nyanjung Lo." Balas Frans.
Setelah sampai diruang makan tampak wanita paruh baya sedang meletakkan buah dimeja makan.
"Tante Feny." Panggil Sandra memeluk Feny dari belakang.
"Menantu kesayangan Tante kok bisa ada disini." Memutar tubuhnya membalas pelukan Sandra."Frans gak ada bilang sama Tante kamu bakal kesini sayang."mengusap rambut Sandra.
"Mana ada surprise dibilang-bilang sih Ma." Mengacak rambut Sandra. "Oh iya kenalin Mah." Menarik tangan Jesika. "Teman Frans."
"Jesika Tante." Mengulurkan tangannya. "Feny." Menerima jabatan tangan Jesika.
"Kita makan aja dulu ya." Ucap Feny tersenyum pada Jesika. "Baru setelah itu kita ngobrol lagi." Melepas tanganya dan mengajak semua menikmati makan siang.
Setelah makan mereka berpindah tempat diruang tamu sambil menikmati puding sebagai penutup.
"Pudingnya enak banget." Ucap Sandra setelah menelan beberapa puding. "Tante yang buat ya?" Tanya Sandra.
"Bukan. "Melihat ke Sandra. "Ini buatan Tante Nadin." Menyendok puding. "Mamanya Leon." Ucap Feni yang membuat Jesika tiba-tiba tersedak puding hingga terbatuk mendengar nama Leon.
Kak Jesika bisa-bisanya tersedak puding. Batin Sandra disertai gelengan kepala.
"Jesika pelan-pelan sayang makannya." Ucap Feny memberikan tissue.
Aneh banget. batin Sandra.
"Makasih tante. Aku permisi ke toilet." Pamit Jesika pada Feny.
"Leon itu siapa tante?" Tanya Sandra.
"Bestfriendnya Frans." Jawab Feny.
"Apaan sih mah." Sahut Frans bangkit berdiri.
"Mau kemana Frans?"
"Kebelakang mah."
"Oh." Sahut Feny menyeringai meletakan cup pudingnya. Lalu tangannya menarik majalah fashion yang terletak di bawah meja kaca.
"Iniloh Sandra yang namannya Leon." Ucap Feny menunjuk sampul majalah yang dia pegang.
Eh bukannya Itu Kak Leon yang tidur semalam bareng aku. Batin Sandra melihat foto tampan dan tatapan dingin Leon disampul majalah itu seolah melihat padanya.
"Anaknya cakepkan?" Tanya Feny meletakkan kembali majalahnya sekaligus membangunkan Sandra dari lamunannya.
"Iya tan." Jawab Sandra. " Tan,Sandra ke toilet bentar ya."
"Iya sayang."
Suara Frans dari gang yang menghubungkan ke toilet rumah terdengar samar.
"Gue gak bisa berhenti." Meremas pundak Jesika membuat Sandra mengurungkan niat meneruskan langkah.
"Lo tahukan gue pacar Leon." Ucap Jesika sontak Sandra menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia tidak menyangka harus mendengar pengakuan itu.
"Gue tahu ini salah." Ucap Frans meraih tangan Jesika. "Gue bakal pastiin rahasia ini cukup kita yang tahu." Menarik Jesika kedalam pelukannya. "Gue pastikan Mama,Tante Nadin bahkan Leon gak akan pernah tahu tentang hubungan kita." Ucap Frans menenangkan Jesika sambil mengusap lembut rambut wanita itu.
"Bagaimana dengan Sandra?" Tanya Jesika.
"Dia gak kenal sama Leon begitupun sebaliknya."
Kamu salah Kak Frans. Aku mengenal Kak Leon dan sepertinya Kak Leon mengetahui hubungan kalian. Dan ini akan jadi Rahasia diantara kita berempat. Batin Sandra.