Unboxing

Unboxing
79. Eksekusi



Leon melampiaskan kerinduan selama satu bulan lebih dengan menghujani Sandra dengan ciuman.


"Ahh." Desah Sandra saat Leon melepas bibirnya dari bibir Sandra. Ia berbalik dari atas Sandra dan berbaring disampingnya.


"Sayang." Panggil Leon memiringkan tubuhnya melihat ke Sandra yang masih terengah-engah. "Masih mau ke puncak gak?" Tawar Leon menangkup dagu Sandra dan mengarahkan wajah itu padanya.


"Bis sekolah udah pergi dari setengah jam lalu kak." Ucap Sandra mengulurkan tangannya memeluk tubuh Leon dan menyembunyikan wajahnya dibalik dada bidang itu. "Gimana kalau guru nelpon papa karna ketidakhadiran San---"


"---Gak bakal." Potong Leon mengecup ujung kepala Sandra.


"Gak bakal gimana?" Tanya Sandra mendongak. "Orang ada absensinya kok." Melihat Leon.


"Absensi apaan?!" Tanya Leon. "Orang sekolah Lo gak jadi kepuncak." Ucap Leon membuat Sandra keluar dari pelukan dan bangkit duduk.


"Kok bisa?!" Tanya Sandra meraih tasnya mengambil hape. Ia menemukan dua panggilan tak terjawab dari Tristan. Sandra kemudian menghubungi kembali nomor Tristan.


"Halo Tristan ada apa?" Tanya Sandra yang ingin memastikan perkataan Leon.


"Acara perpisahannya diundur Minggu depan." Jawab Tristan.


"Apa?" Melihat ke Leon duduk diranjang.


"Iya mendadak Villa yang dipesan sebelumnya ada masalah." Jawab Tristan. "Kemungkinan acara perpisahan diadain disekolah." Tambah Tristan.


"Terus kamu lagi dimana?" Tanya Sandra. "Teman-teman lain pasti kecewa banget dong." Masih melihat Leon yang sekarang tersenyum padanya.


"Kecewa apanya?" Tanya Tristan yang melihat temannya menikmati ayam goreng dan minuman bersoda didepan pintu bioskop. "Semua siswa dapat tiket bioskop dan layanan makanan gratis." Ucap Tristan.


"Kok bisa?!"


"Katanya sih ini hadiah dari pria tampan yang pernah da---"


"---Leonardo Sanjaya!" Teriak suara cewek-cewek memotong ucapan Tristan. "Buset!Dermawan banget tuh cowok." Ucap cewek-cewek yang berada disamping Tristan.


"Nah itu dia." Ucap Tristan mengiyakan ucapan cewek-cewek disebelah. "Oh ya udah dulu ya San kita udah mau masuk bioskop nih." Ucap Tristan menutup telponnya.


"Itu Kak Leon kan?" Tanya Sandra menghampiri Leon yang mengelengkan kepalannya. "Leonardo Sanjaya." Ucap Sandra tegas.


"Cup!" Suara bibir Leon mengecup bibir Sandra yang dengan lantam menyebutkan nama lengkapnya.


"Jangan-jangan Kak Leon juga ya dalang buat penginapan kami bermasalah." Tuduh Sandra pada Leon yang memerintah Simon untuk mengcancel pemesanan sekolah Sandra pada Vila Sanjaya yang akan digunakan untuk tempat perpisahan.


"Itu Simon yang lakuin." Sahut Leon menarik Sandra duduk mengangkang dipangkuannya. "Gue gak tahu apa-apa." Sambungnya menempelkan hidungnya ke hidung Sandra.


"CK!" Decak Sandra kesal pada Leon yang membuatnya batal berlibur ke puncak. Padahal jauh hari ia udah membayangkan membuat BBQ dan membakar jagung dimalam hari dengan dinginnya udara dipuncak. Lalu menikmati jagung bakar dan cowok-cowok bergitar sambil menghangat diri pada api unggun.


"Kenapa?" Tanya Leon melihat raut wajah Sandra yang terlihat tidak senang dengan keputusannya membatalkan acara perpisahan dipuncak agar ia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Sandra.


"Gak pa-pa." Jawab Sandra melingkarkan tangannya dileher Leon dengan wajah tertunduk.


"Kalau kepuncaknya berdua aja sama gue gimana?" Tanya Leon membuat Sandra mengangkat wajahnya melihat ke Leon.


"Benaran?!" Menangkup wajah Leon dengan senyum merekah.


"Lo mau?" Tanya Leon yang dibalas dengan anggukan dari Sandra. "Lo gak takut?" Tanya Leon yang mencemaskan dirinya tak bisa mengontrol apapun yang terjadi disana pada mereka.


"Kan ada Kak Leon." Jawab Sandra polos.


"Gue?" Tanya Leon menunjuk dirinya yang seharusnya diwaspadai Sandra selama berada disana.


****


"Simpan buat Lo!" Ucapnya yang kemudian membuka pintu mobil meminta Sandra masuk kedalam.


"Yaa, koper Sandra gimana kak." Ucap Sandra menoleh kebelakang saat mobil Leon bergerak meninggalkan toko.


"Pulang dari puncak kita ambil." Ucap Leon fokus ke jalan.


"Terus dipuncak Sandra pakai apa?" Tanya Sandra melihat ke Leon.


"Kita ke mall atau supermarket aja sayang?" Jawab Leon yang balik bertanya padanya.


"Ahh tempat yang nyediain buat BBQ aja Gimana Kak." Jawab Sandra. "Sandra butuh daging,sosis,bombai,paprika ter---"


"Cup!" Suara bibir Leon yang sempat-sempatnya mencuri kecupan dari bibir Sandra sambil menyetir.


"Kak Leon!" Seru Sandra.


"Kurang ya?" Goda Leon melirik sebentar pada Sandra kemudian balik fokus kedepan.


"Bukan itu." Sangkal Sandra. "Lagi nyetir jangan aneh-aneh." Melihat ke Leon yang kini meraih earphonenya dan menghubungkan panggilan.


"Simon pastikan guru yang bersangkutan tidak mengirim informasi pembatalan perpisahan ke nomor yang gue kirim sebelumnya." Ucap Leon mengingatkan Simon agar tidak ada pemberitahuan ke Adit atau Rosa. "Minta Mona mengirimkan beberapa pakaian wanita ke Villa." Melihat ke Sandra


"Pakaian wanita bos?" Tanya Simon membuat Mona mendekatkan telinganya ke hape Simon.


"Iya."


"Oh okey." Menutup panggilan.


"Jadi Bos lagi liburan sama wanita barunya." Ucap Mona menarik diri membuka daftar baju wanita yang menarik perhatian bos.


"Kencangin seatbeltnya sayang." Pinta Leon yang menaikkan kecepatan mobilnya menyelip mobil-mobil yang ada didepan jalurnya melintas membuat Sandra terkejut.


Sandra memilih beberapa daging segar dan beberapa sosis. Sementara Leon berbicara ditelpon sambil mengikutinya dari belakang.


"Pakde Leon siang ini kesana." Ucap Leon ditelpon pada penjaga Villa sambil mendorong troli mengikuti Sandra yang sekarang memilah-milah paprika yang ia perlukan untuk BBQ nanti malam. "Kamar yang bukaannya langsung ke kolam renang." Tambahnya lagi. "Ehm, baguslah kalau gak ngerepotin bukde boleh deh sama sayurannya pakde." Melihat Sandra berpindah tempat. "Oke pakde." Mematikan telpon menyusul Sandra yang berbelok kearah pakaian dalam.


"Yang ini aja." Pilih Leon pada bikini warna merah yang tergantung didepan Sandra.


"Kak Leon apaan sih?" Mengambil bikini dari tangan Leon lalu mengembalikannya ketempat semula. "Ayok!" Tarik Sandra pada tangan Leon sambil melempar setengah lusin bra dan daleman ke dalam troli.


"Eh bentar dulu." Tolak Leon. "Punya gue kan belum." Mengambil daleman untuknya.


"Yaudah." Bales Sandra berbalik badan. "Sandra tunggu di depan kasir." Mempercepat langkahnya menghindar dari ibu-ibu yang senyum-senyum melihat mereka. Sementara itu Leon memasukkan dalemannya plus celana renang ke troli sekaligus swimsuit motif bunga dan bikini merah lalu menyusul Sandra.


"Masih ada lagi gak?" Tanya Leon ketika berdiri didepan kasir pada Sandra yang memeriksa belanjaannya satu persatu yang sudah masuk kedalam kresek.


"Hm,Kak Leon yakin kita gak perlu bawa jagung sama sayur dari sini." Jawab Sandra ngecek bumbu sachet dan botol sudah lengkap.


"Gak usah." Ucap Leon. "Disana ada kok." Sambungnya melirik kasir yang senyum-senyum melihat daleman hingga bikini di atas meja kasir.


"Istrinya cantik ya mas." Puji Kasir melihat Sandra yang pergi membawa belanjaannya menjauh sambil menunggu Leon membayar pada kasir.


"Ah iya." Jawab Leon melihat ke Sandra.


Istri ya?! Ah, gue benar-benar ingin mengambil kesempatan ini untuk mengeksekusinya seperti yang dilakukan suami ke istrinya. Batin Leon menyusul Sandra yang menunggunya.


🍁🍁🍁