
Stela menghentikan desahannya setelah memeriksa keberadaan Jesika yang sudah pergi meninggalkan ruangan Leon.
"Leon brengsek!" Umpat Stela melemparkan dirinya diranjang dengan tubuh telentang yang hanya mengenakan bra dan cd. "Ia berani membohongiku." Menggertakkan giginya.
Satu jam sebelumnya ketika Stela mendatangi Leon keruangan menagih kenikmatan yang menggantung akibat kedatangan Jesika.
Krekk! Suara pintu yang didorong Stela sambil melirik sekitar.
"Leonnn." Desisnya melangkah masuk kedalam dengan menutup pintu kembali. Ia mendekati meja kerja Leon dan melihat laptop masih menyala. Begitu juga dengan jas yang Leon kenakan masih tergantung dikursinya.
"Haruskah kita menelponnya dulu." Ucap Stela duduk dikursi Leon sambil membuat panggilan pada Leon.
Suara panggilan masuk berbunyi sesaat dihape Leon yang bergetar di meja. Sandra yang bersama dengan Leon menilik kelayar.
"Auristela Winata." Ucap Sandra.
Kenapa Kak Stela menelpon Kak Leon malam begini. Batin Sandra melihat Leon yang berjalan kearahnya sambil menarik lengan bajunya keatas.
"Gimana ujiannya?" Tanya Leon yang melihat panggilan lalu menolaknya begitu saja. Ia kemudian menyuapkan udang cryspy kemulut Sandra yang menganga.
Siang tadi Leon mengecek di internet bahwa ujian nasional sudah selesai bahkan beberapa sekolah sudah hampir menyelesaikan ujian akhir sekolah lainnya. Ia yang sudah dua Minggu ini hanya bisa virtual dengan Sandra langsung menjemputnya.
"Cukup-cukup makan kak." Jawab Sandra yang menyuapi kekasih gelapnya itu dengan cumi saos asam manis dengan jarinya. "Uhm." Desisnya ketika jari yang berlumuran saos ditahan Leon untuk ia jilat.
"Ujian yang lain gimana?" Tanya Leon melepas jari Sandra yang bersih olehnya.
"Udah semua kak." Jawab Sandra. " Uhmm, palingan tinggal ujian praktek." Ucapnya melanjutkan makanyanya. "Kayak olahraga dan kesenian gitu." Tambahnya lagi melirik suara panggilan yang datang dari Stela lagi.
"Tinggal bentar ya." Ucap Leon meraih hapennya. "Gue terima telpon dulu." Pintanya pada Sandra.
Leon mengangkat panggilan jauh dari keberadaan Sandra yang hanya bisa menatap punggungnya.
"Halo." Ucap Leon pada Stela.
"Leon dimana?" Tanya Stela dengan nada menggoda.
"Gue lagi nemuin klien." Jawab Leon melirik Sandra yang juga melihat padanya.
Apa dia curiga prianya sedang selingkuh dari nya. Batin Leon tersenyum memalingkan pandangannya dari Sandra.
"Kamu gak lupa kan?" Tanya Stela mengingat kan.
Lupa apa? Tanya Leon dalam hati.
"Leonn,gue sudah gak tahan." Desis Stela dengan nada sensual membuat Leon mengerti maksud Stela.
"Ohh,Enggak dong." Jawab Leon begitu saja. "Lo tunggu aja gue disana." Ucap Leon menenangkan peri kecil palsunya.
"Kalau gitu gue bisa nunggu Lo dikamar gak?" Tanya Stela melepas satu persatu kancing bajunya.
"Boleh." Ucap Leon. "Pokoknya gue datang Lo dah siap." Tambahnya lagi melirik Sandra yang mencabik makanannya.
"Udah dulu ya." Tutupnya.
Gadis kecilku udah kesal. batin Leon menghampiri Sandra.
"Kak Leon antara Sandra pulang kerumah ya!" Ucap Sandra setiba Leon dihadapannya.
"Gak ada." Bantah Leon melambaikan pelayan.
Selama dimobil Sandra hanya memayunkan bibirnya tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Ia semakin kesal melihat Stela yang kembali menelpon Leon ketika keduanya ada didalam mobil.
****
Stela melepas atasannya dan meletakan di meja kerja Leon. Lalu ia pergi berjalan masuk kekamar dan menanggalkan roknya hingga memperlihatkan cd yang lebih menggoda dibanding yang tadi pagi ia kenakan.
Stela menjatuhkan tubuhnya diranjang sambil menghubungi Leon.
"Udah dimana?" Tanya Stela.
"Ini lagi dijalan."
"Gue udah ditempat tidur Lo." Desis Stela membuat Leon melirik mulut Sandra yang mayun semakin runcing.
"Tunggu aja." Tutup Leon meminggirkan mobilnya dan menangkup wajah gadisnya lalu meraup bibir Sandra.
"Apa itu Leon?" Tanya Stela pada dirinya melangkah pelan mengintip siapa yang datang.
Jesika. Batin Stela mengepal tangannya melihat Jesika melangkah masuk dan terdiam sejenak melihat atasannya yang tergeletak dimeja.
Gue ada ide. Batin Stela tersenyum sinis. Ia pun mengeluarkan suara ******* yang menarik perhatian Jesika.
Sial!umpat Stela yang kini melihat Jesika bukannya pergi malah semakin mendekat membuat Stela mundur dari pintu dan mengeluarkan suara erangan bercampur ******* sampai Jesika pergi meninggalkan ruangan.
"Padahal gue udah begini." Ucap Stela bangkit dari ranjang. Ia memakai kembali pakaiannya dan merapikan rambut dan juga make up-nya.
"Stela?" Tanya Simon yang melihat Stela keluar dari ruangan Leon dengan tergesa-gesa. "Kenapa jam segini dia keluar dari sana?" Tanya Simon melihat jam 23.00 masuk ke ruangan Leon.
"Bos!" Panggil Simon mematikan laptop dan memasukkannya kelaci. "Hape,kunci mobil,dompet, semuanya gak ada." Ucap Simon meraih hapenya menelpon Leon.
"Uhmm." Suara Sandra menerima bibir Leon yang belum berhenti ******* bibirnya.
"Ahh!" Desah Sandra bersamaan dengan suara dering hape Leon yang datang dari Simon.
"CK!" Decak Leon menarik tubuhnya dari Sandra. "Ada apa?" Tanya Leon denagn nada kesal.
"Bos dimana?" Tanya Simon.
"Lo nelpon gue cuma mau nanya keberadaan gue kah?" Jawab Leon yang balik bertanya.
"Iya Bos." Jawab Simon santai. "Barusa saya lihat Stela keluar dari ruangan Bos." Ucapnya lagi.
"Gue lagi diluar." Ucap Leon.
"Oke deh Bos." Menutup telpon Leon begitu aja.
"Sial!" Umpat Leon yang telponnya ditutup asistennya begitu saja.
"Kak Leon marah ya karna cewek barunya nutup telpon." Ledek Sandra yang dibalas Leon dengan menunjukkan Simon adalah cewek yang dimaksudkan Sandra.
"Sebelumnya." Balas Sandra gak mau kalah.
"Bukan siapa-siapa gue." Ucap Leon mengelus ujung kepala Sandra.
"Kalau bukan kenapa nelpon Kak Leon sampai berkali-kali." Ucap Sandra masih kesal. Ia kesal karna itu adalah Stela kakaknya tidak pernah mau kalah darinya. Ia bahkan tahu jelas Kakaknya itu begitu menginginkan Leon melebihi apapun. Stela bahkan menukar dirinya untuk Frans yang jelas-jelas menyukainya.
"Dia salah satu karyawan gue." Ucap Leon memutar kunci mobilnya. "Lo mau jalan-jalan dulu gak?" Tawar Leon pads Sandra yang masih belum menerima penjelasannya.
"Sandra mau pulang aja." Jawab Sandra karna itu lebih memungkinkan untuk dirinya memastikan Leon tak akan menemui Stela.
"Dia bukan siapa-siapa gue." Ucap Leon lagi. "Kita balik ke apartemen aja." Tambahnya.
"Gak mau!" Bentak Sandra.
"Gue kan dah bilang dia gak ada hubungan apa-apa sama gue!" Balas Leon ngegas.
"Yaudah!" Ucap Sandra. "Sandra tetap mau pulang!" Teriaknya membuat Leon meminggirkan mobilnya dan berhenti
"Sandra!" Bentak Leon untuk pertama kalinya dengan kencang membuat Sandra keluar dari mobil dan membanting pintu mobil itu. "Sandra tunggu!" Teriak Leon mengambil jaket dan menyusul keluar mengejarnya.
Dua Minggu ini bisa aja mereka sudah berhubungan itu kenapa Kak Stela selalu menginap diluar rumah akhir-akhir ini. Batin Sandra yang berprasangka buruk pada Leon.
"Sandra dengarin gue." Meraih tangan gadis itu dan memakaikan jaket padanya. Ia gak mau ada orang yang mengambil foto Sandra bersamanya. Apalagi gadis kecilnya itu masih lengkap dengan seragam sekolahnya.
"Kak Leon pergi aja." Ucap Sandra. "Sandra bisa pulang sen---"
"---Gimana bisa gue pergi." Potong Leon memakaikan kupluk jaket kekepala Sandra. "Udah dua minggu kita gue gak ketemu Lo." Ucapnya. "Gue janji gak akan ketemu ataupun bersentuhan dengan dia." Ucap Leon.
Kenapa malam ini dia begitu cemburu pada Stela padahsl sama Jesika gak begitu. Batin Leon.
"Kak Leon bersentuhan juga!" Ucap Sandra kesal.
"Gak sengaja." Sangkal Leon. "Lagian itu cewek kok yang goda gue." Leon mencari pembelaan.
"Terus Kak Leon mau gitu."
"Yah mau gimana." Ucap Leon."keadaannya juga---." Terputus melihat bibir Sandra kembali manyun.
"--Baiklah." Sambung Leon menangkup wajah Sandra. "Gak akan ada lain kali." Bujuk Leon.