
Sandra terisak sambil menceritakan kepada Leon yang selama ini ia alami. Adit dan Rosa memperlakukannya seolah ia adalah anak adopsi.
"Kak Leon tau gak sikap mama dan papa langsung berubah waktu Sandra ninggalin Kakak tampan itu." Jelas Sandra yang membuat Leon terkejut. "Sejak hari itu Sandra gak pernah lagi dibawa kemana-mana lagi sama mama-papa." Ucapnya sambil terisak mengadu ke Leon akan perlakuan Adit dan Rosa padanya.
Jadi itu alasan gue gak bisa menemukan Lo. Batin Leon menenangkan Sandra dengan mengusap punggungnya.
"Udah jangan nangis lagi." Menarik tubuhnya melepas pelukan melihat ke Sandra. "Sejauh ini apa ada yang berubah dari sikap Om dan Tante?" Tanya Leon kembali menyeka air mata dipipi Sandra.
"Ada." Jawab Sandra.
Mungkin ada sesuatu yang disembunyikan Om dan Tante. Batin Leon menatap Sandra yang memeluknya kembali dengan erat layaknya seorang anak kecil yang.
Leon menghubungi Simon untuk memundurkan jadwalnya. Ia membawa Sandra berkeliling sebentar disekitar kompleks tempat tinggalnya untuk menenangkan diri.
"Sandra gimana dengan Stela?" Tanya Leon yang pernah melihat tangan peri kecilnya itu gemetaran karena Stela.
"Kak Leon janji dulu gak bakal benci dengan Kak Stela." Jawab Sandra yang tak ingin Stela mendapat kebencian dari Pria yang disukai Kakaknya itu.
"Tergantung." Ucap Leon. "Jika dia menyakitimu gue gak akan memaafkannya." Sambungnya membuat Sandra enggan memberitahu apa yang dilakukan Stela padanya selama ini.
"Kalau gitu Sandra gak usah kasih tahu." Melihat ke Leon.
"Apa ada kaitannya dengan pertunangan Lo dan Frans?" Tanya Leon mengerutkan alis melihat ke Sandra yang membalas dengan anggukan kecil. "Jadi Wanita yang disukai Frans itu Kakak Lo." Ucapnya meremas stang mobilnya.
"Kak Stela suka sama Kak Leon." Ucap Sandra membuat Leon melihat ke Sandra. "Dia mau Kak Leon yang jadi suaminya." Tertunduk. "Dan meminta Papa menggantikan dia dengan Sandra untuk tidak mengecewakan Om Fandy dan Tante Feni."
"Itu kenapa Lo sangat kesal saat Stela menghubung gue?" Tanya Leon membuat wajah Sandra merona. "Dan begitu marah ketika Lo dengar Stela adalah wanita yang gue cari." Lanjut Leon menangkup wajah Sandra yang tertunduk menyembunyikan pipi meronanya.
"Kak Leon."
"Ya." Sahut Leon yang tak ingin memberitahu kebenaran pada Sandra.
"Peri kecil Kak Leon itu apakah cantik?" Tanya Sandra yang masih terganggu dengan sosok peri kecil yang merupakan saingan terberatnya.
"Cantik." Jawab Leon menatap wajah Sandra.
"Lebih cantik dari Sandra ya?" Tanya Sandra yang dibalas anggukan kecil oleh Leon yang menahan tawa melihat Sandra yang mencari tahu tentang dirinya sendiri. "Dibanding dengan Sandra dan Peri kecil, Kak Leon lebih milih siapa?" Tanya Sandra.
"Kamu." Jawab Leon.
"Kenapa Sandra?"
Karna gue lebih suka versi dewasanya. Batin Leon membekam mulut Sandra dengan bibirnya yang meraup hingga **********.
****
Sandra berhasil menyelonong masuk kerumah melalui pintu belakang. Ia melihat Stela duduk di temani Rosa dan Adit yang baru saja tiba dirumah.
Fyuh! Hampir aja ketahuan. Batin Sandra meraih buah yang ada di meja pantri untuk dikupas yang membuat Ema terkejut melihat keberadaan putri majikannya itu.
Prankkk! Suara penutup panci kuah jatuh kelantai.
"Astaga!" Ucap Sandra melihat kebelakang. "Bi Ema, hampir aja jantung Sandra copot." Seru Sandra.
"Jantung saya atuh Non yang hampir copot." Sahutnya meraih tutup panci dari lantai. "Non tidur dimana tadi malam?" Tanya Ema yang tidak melihat keberadaan Sandra dikamarnya. Ia bahkan lembur dengan Danu menunggu Sandra pulang.
"Sandra kan ada di kamar." Ucap Sandra sambil mengupas mangga ditangannya. "Ini Sandra baru turun mau bantuin Bi Ema." Tambahnya lagi.
"Gak usah bohong sama Bibi Non." Ucap Ema mengaduk sup ayam buat non Stela. "Non Sandra pasti dari rumah den Leon kan?" Tuduh Ema membuat Sandra tak sengaja melukai jarinya.
"Hati-hati atuh Non." Meraih pisau dan nampan buah dari depan Sandra. "Non keatas aja istirahat." Pinta Ema. "Biar Bibi aja yang kerjain."
"Bi Ema tau dari mana Sandra dari tempat Kak Leon?" Tanya Sandra penasaran.
"Awalnya Ema mau halangin Non Stela yang datang kearah kolam." Jawab Ema. "Dan seketika Ema gak sengaja lihat Non Sandra dipelu---"
"---Supnya Bi!" Teriak Sandra memotong ucapan Ema ketika Rosa datang mengecek pekerjaan Ema.
"Sandra jari kamu kenapa?" Tanya Rosa meraih telujuk Sandra.
"Gak pa-pa kok mah." Menariknya secepatnya mungkin melihat Stela datang mengusul Rosa kedapur. "Bi Ema buah mana yang mau di jus?" Tanya Sandra mengalihkan semuanya dan membiarkan Stela menarik Rosa ikut dengannya pergi dari dapur.
"Bi Ema jangan kasih tahu siapa-siapa ya." Pinta Sandra ketika Ema menemani Sandra duduk ditepian kolam saat hari mulai sore.
"Tentang apa non?" Tanya Ema mengaduk mie instan yang mereka seduh dalam cup.
"Tentang Sandra dan Kak Leon." Jawab Sandra menggulung mie dengan sendok garpu.
"Jadi Non benaran ada sesuatu dengan den Leon?" Tanya Ema yang dibalas anggukan kecil dari Sandra yang memasukkan mie kedalam mulutnya. "Tuan kan gak suka sama den Leon non." Ucap Ema. "Dan juga Non udah mau nikah dengan den Frans." Menyicip kuah mie.
"Makanya Bi Ema jangan sampai keceplosan sama siapapun." Pinta Sandra memohon.
"Ema sih bisa Non tapi gimana dengan Non Stela." Ucapnya mengingatkan Sandra bahwa Stela mengetahui hubungan dia dengan Leon. "Non Stela juga begitu menyukai den Leon." Melihat Sandra yang berhenti memakan mienya. "Non harus hati-hati." Menggenggam tangan Sandra yang tampak ketakutan.
Ema tahu bagaimana Sandra menjalani hidup dirumah yang penuh dengan penindasan dari Stela. Segala sesuatu yang ada di Sandra akan diambil paksa oleh Stela.
"Mah gimana dengan pernikahan Sandra dan Frans?" Tanya Stela. "Sandra kan udah gak sekolah lagi." Ucapnya. "Gimana kalau pernikahannya dipercepat." Mendesak Rosa dan Adit agar Sandra tak punya peluang bersama dengan Leon.
"Tunggu hasil kelulusan adikmu keluar dulu." Jawab Adit melihat ke Rosa.
"Stela khawatir aja sih Sandra kenapa-napa sebelum resmi jadi istrinya Frans." Ucap Stela yang kembali jahat seperti biasanya.
"Maksud kamu apa?" Tanya Rosa yang tak terima putrinya dicap seperti itu oleh Stela.
"Mama kenapa?" Balas Stela balik bertanya. "Apakah mama tahu sesuatu tentang Sandra yang papa gak tahu?" Tanya Stela memancing Rosa.
"Apa ada sesuatu yang papa gak tahu mah?" Tanya Adit.
"Gak ada apa---"
"---Selama ini Sandra gak ada les pah!" Potong Stela memberitahu kebenaran yang disembunyikan Rosa dari Adit. "Papa gak tahukan kalau Sandra sering bermalam diluar dengan siapa." Melirik Sandra yang berdiri dibelakang Adit dan Rosa. "kita gak tahu dengan pria seperti apa dia---." Ucap Stela terjeda menikmati raut wajah Rosa.
"---Stop Stela!" Potong Rosa menahan amarahnya.
"Pah percaya sama Stela." Ucap Stela yang terus menghasut Adit. "Pernikahan harus secepatnya disegerakan." Melirik Sandra yang berdiri melihat kearahnya.
Berani menggoda Leon itu akan mempercepat kepergian mu dari keluarga ini. Batin Stela dengan senyum sinis pada Sandra.
"Pah, jangan sampai Sandra hamil oleh pri----"
"---Stop Stela!" Bentak Rosa berdiri dari kursinya membuat semua tercengang.
"Sandra bukan gadis seperti itu." Ucap Rosa dengan tatapan penuh amarah.
Aku ibunya. Didunia ini Aku yang tahu seperti apa putriku. Dia gak akan melakukan hal memalukan seperti itu. batin Rosa pergi meninggalkan semuanya.
πππ