
Leon mengambil foto Sandra yang ada dimeja dan mencocokkannya dengan foto Rosa yang ia terima dari Simon pagi tadi.
"Benar-benar mirip." Gumam Leon memandang kedua foto itu secara bergantian. Lalu Leon memasukkannya kedalam saku bagian dalam jas yang iya kenakan. Ia bergegas pergi keluar dari apartemennya.
Sementara itu Frans membawa Sandra duduk di pinggir kolam renang yang ada disana. Sandra menenggelamkan kaki telanjannya kedalam kolam sambil melihat pantulan dirinya dalam air.
"Kak Frans pernah gak suka sama orang sampai kita punya pikiran buat milikin dia seorang." Ucap Sandra yang buat Frans mengernyitkan dahinya.
"Lo lagi suka sama siapa?" Tanya Frans menyodorkan ice cream pada Sandra.
"Rahasia." Jawab Sandra menerima ice cream dari Frans.
"Dasar!" Balas Frans. "Terus gimana ceritanya Lo bisa semobil dengan Leon?" Tanya Frans yang sebelum akhirnya ia membawa Sandra untuk menenangkan diri. Sandra memberitahu bahwa ia tidak mengatakan apapun terkait hubungannya dengan Jesika. Karna sebelum Sandra katakan Leon sudah mengetahui kebenaran sejak lama.
"Sandra kebetulan aja ketemu Kak Leon dijalan." Jawab Sandra.
"Terus Kenapa Lo malah turunnya disini bukannya dirumah." Ucap Frans.
"Sandra mau ketemu Kak Frans." Ucap Sandra.
"Untuk?" Tanya Frans.
"Curhat." Jawab Sandra.
"Ohh."
Kak Frans ini bego atau dudul. Batin Sandra menikmati ice creamnya sambil memainkan kakinya dalam air. Sementara itu Leon panik tak mendapati keberadaan Sandra dimobilnya. Ia bahkan tidak menerima pesan apapun dari Sandra.
Suara panggilan masuk dari Stela membuat Leon mengernyitkan alisnya.
"Halo." Ucap Leon mengangkat panggilan Stela.
"Hai Leon." Sahut Stela.
"Iya ada apa?" Tanya Leon dingin. Pikirannya masih dipenuhi dengan Sandra yang ia tidak tahu keberadaannya ada dimana.
"Gue sudah pesan kamar hotel." Ucap Stela yang berdiri menatap keluar hotel dengan gaun seksi.
Sinting nih orang! Umpat Leon dalam hati.
"Gue ada pertemuan dengan klien." Ucap Leon.
"Gue tunggu." Ucap Stela sedikit kesal namun sedikit terobati karna Leon mengangkat panggilannya.
Terserah Lo deh. Batin Leon.
"Gue tutup dulu." Ucap Leon menutup panggilan Leon dan membuat panggilan ke nomor Sandra.
Panggilan masuk dari Leon tanpa suara dering itu terabaikan oleh Sandra yang kini pulang dengan busway. Setelah mengantar Sandra yang memilih pulang dengan busway Frans kembali ke mobilnya dibasemant.
Brak! Suara Leon menutup pintu mobilnya dengan keras. Ia marah karna Sandra gak mengangkat panggilannya.
"Buset!" Umpat Frans yang sontak dibuat terkejut oleh Leon.
Tanpa peduli dengan Frans yang mengumpatnya Leon langsung menancap gasnya pergi begitu saja yang hampir menyenggol Frans yang berjalan kearah mobilnya.
****
Senja dilangit mulai menghilang Sandra melangkah masuk dengan tatapan kosong.
"Non!" Panggil Ema dari meja makan. "Non Sandra!" Panggilnya lagi namun Sandra tetap terus berjalan lurus dengan pikiran yang dipenuhi oleh Leon dan Stela.
Krekk! Suara Sandra membuka pintu kamarnya.
"Sandra!" Panggil Rosa yang duduk ditepi ranjangnya. Sudah dua jam Rosa menunggu Sandra disana. "Sandra!" Panggil Rosa bangkit berdiri yang tiba-tiba membuat Sandra tersadar akan keberadaannya Rosa didepannya.
"Mamah." Serunya menghamburkan dirinya memeluk Rosa. "Mamah Sandra kangen." Ucapnya sambil mengeratkan pelukannya pada Rosa.
"Sandra ada yang Mama mau tanyakan padamu sayang." Ucap Rosa membuat Sandra melepas pelukannya dan melihat ke Rosa.
"Mama mau nanya apa?" Tanya Sandra.
"Selama ini kamu pergi kemana aja sayang?" Tanya Rosa mengajak Sandra duduk diranjang.
"Sandra gak pergi kemana-mana mah."
"Sandra tinggal ditempat teman mah." Ucap Sandra menekuk wajahnya.
"Cewek?" Tanya Rosa.
"Iya." Jawab Sandra berbohong. "Mama percaya gak sama Sandra?" Tanya Sandra melihat ke Rosa.
"Selama Kamu bisa jaga diri Mama percaya sama anak mama sayang." Ucap Rosa menarik Sandra masuk kepelukannya.
"Mamah kenapa selama ini gak peduli sama Sandra?" Tanya Sandra yang merasa akhir-akhir ini Rosa begitu menyayanginya. Namun karna ia terlanjur disanjung oleh Leon, ia tidak mempedulikan perhatian Rosa.
"Sayang lulus nanti kamu mau kuliah dimana?" Tanya Rosa mengalihkan pertanyaan Sandra. Bukan tidak ingin menjelaskan namun ia tidak tahu harus memulai dari mana agar membuat putri semata wayangnya ini mengerti.
"Lulus nanti bukannya Sandra bakal jadi istri Kak Frans." Jawab Sandra.
"Meskipun jadi istri kan kamu masih bisa kuliah sayang." Sahut Rosa. "Kamu kasih tau mama kamu sukanya apa,hm?" Tanya Rosa.
Sandra mau jadi istrinya Kak Leon. Batin Sandra yang kembali memikirkan Leon yang memilik orang lain dihatinya.
"Sandra." Panggil Rosa.
"Sandra gak tahu apa yang Sandra suka." Ucap Sandra.
"Gak pa-pa!" Ucap Rosa mengusap Rambut Sandra.
"Mah, Sandra boleh minta sesuatu gak?" Tanya Sandra.
"Apa sayang?"
"Malam ini mamah tidur bareng Sandra ya?" Pinta Sandra pada Rosa. Namun Rosa menolak dan meminta Sandra untuk segera mandi dan turun kebawah untuk makan malam.
Sandra menikmati makan malam dengan Adit dan Rosa tanpa Stela. Ia hanya diam seribu bahasa seperti biasa.
"Sandra." Panggil Adit yang dibalas hanya Sandra dengan melihat ke Adit tanpa kata-kata. "Bisa ambilkan cumi saos tiramnya buat Papa sayang." Pinta Adit membuat Sandra bergegas berdiri dan mengangkat piring dan menyendokkan cumi ke piring Adit membuat Adit dan Rosa tersenyum.
"Mamah juga mau." Pinta Rosa. "Tapi Sandra yang sendokin." Menyodorkan piringnya ke Sandra yang berdiri disamping Adit.
"Nih mah." Ucap Sandra memberikan.
"Sayang duduk disebelah Papa, Hm?" Pinta Adit dibalas dengan Sandra mengamgkat piringnya ke dekat kursi yang ada disamping Adit.
"Anak papa harus makan yang banyak ya." Ucap Adit menyuapi Sandra makanan dari piringnya kemulut Sandra. Melihat itu Rosa tidak mau kalah iya berpindah duduk disamping Sandra dan menawarkan Sandra hidangan lain untuk putrinya itu dan menyuapinya. Ema yang melihat ketiganya tak mau ketinggalan melihat moment yang ia rindukan.
"Udang Cryspynya datang." Seru Ema membawa makanan kesukaan Sandra sejak kecil.
"Wah!" Ucap Sandra merasa tersanjung.
Adit dan Rosa bergantian memanjakan Sandra dimeja makan. Begitu juga dengan Ema yang ikut senang melihat Sandra bisa merasakan kehangatan orangtuanya yang selama ini direnggut Stela darinya.
Krekk! Suara pintu kamar Sandra terbuka Sandra yang sudah menutupi tubuhnya dengan selimut bangkit duduk dan menoleh.
"Mamah." Ucap Sandra mendapati Rosa tersenyum masuk lalu menutup pintu dan menguncinya.
Rosa sebelumnya meminta Adit untuk memastikan Stela tidak pulang malam ini.
"Pah tanyain?" Tanya Rosa.
"Sayang ada dimana?" Tanya Adit menelpon Stela.
"Lagi kejar deadline pah." Jawab Stela berbohong. "Malam ini Stela tidur dikantor." Ucap Stela yang sedang menunggu kedatangan Leon dengan gaun tidurnya yang seksi.
"Jaga diri yang baik sayang." Ucap Adit mengakhiri telpon yang membuat Rosa bergegas turun dari ranjang menyusul putrinya.
"Mamah kenapa kesini?" Tanya Sandra yang sebelumnya menerima penolakan dari Rosa akan ajakannya.
"Mama mau tidur bareng anak gadis mama." Jawab Rosa naik keranjang Sandra.
"Mamahhh." Balas Sandra terharu memeluk Rosa dibalas dengan pelukan dari Rosa untuk Sandra.
Pelukan yang menyembuhkan hati Sandra yang sakit karna Leon.
Kadang kala ada waktu dimana mereka yang membuat kita terluka datang menyembuhkan kita dari luka yang lain.