
Frans mengecek hapenya lagi sejak sampai didalam sementara wanita yang haus akannya itu masih menggantung dipundaknya.
"Sayang mandi yang harum dulu ya." Bujuk Frans pada wanita cantik itu melepas rangkulan tangan dilehernya.
"Gak mau!" Balas wanita itu dengan nada manja. " Entar Lo malah pergi ninggalin gue." Sambung wanita itu lagi yang kini memindahkan tangannya dengan merangkul pinggang Frans. Ia menahan Frans yang hendak beranjak dari tepi ranjang.
"Gue mau nelpon asisten dulu." Ucap Frans. "Biar gue bisa sama sayangnya gue hari ini." Tambah Frans yang akhirnya ia bisa terlepas dari rangkulan wanita itu.
Cup! Suara kecupan dari wanita itu mendarat dipipi Frans sebelum pergi masuk kekamar mandi.
Sandra nelpon gue. Batin Frans beranjak dari ranjang dan pergi meninggalkan kamar sambil menelpon balik ke nomor Sandra.
Suara dering hape Sandra mengusik suara canggung diantara Leon dan Sandra yang kini duduk di Sofa saling menghadap satu sama lain. Sandra meraih hape dari dalam paper bagnya. Panggilan dari Frans kemudian terlihat dari layar hape yang membuat Leon merampas hape itu dari tangan Sandra.
"Kak!" Ucap Sandra.
"Kenapa?" Tanya Leon meletakkan hape itu dimeja tanpa menerima panggilan Frans. "Lo mau nemuin dia?" Tanya Leon meraih kedua tangan Sandra.
"I-Iy---"
"---Gak boleh!" Potong Leon menarik Sandra kepelukannya. "Lo gak boleh pergi ke Frans." Ucap Leon.
"Tapi Kak Leon gak ada ha---" ucap Sandra terputus melihat dari jauh ada kotak kembang api diatas cabinet yang ada didepannya.
"Gak ada apa?" Tanya Leon menarik Sandra hingga membuat spasi diantara mereka dan membuatnya bisa menatap wajah gadis itu.
Kak Leon itu kembang api untukku kah. Batin Sandra memandang wajah Leon disertai seuntai senyuman yang tidak ia sadari telah menghiasi wajahnya.
"Lo senyum kenapa?" Tanya Leon lagi.
"Gak kenapa-napa." Jawab Sandra yang kini melipat bibirnya menahan senyum akan perasaaan bahagia yang menyeruak dari dalam hatinya.
Kak Leon gak melupakanku. Batin Sandra sambil bangkit berdiri didepan Leon dengan kedua lutur yang menumpu diatas sofa.
"Kak Leon boleh kah?" Tanya Sandra menangkup wajah Leon dengan kedua tangannya.
"Hm--"
--Cup! Suara bibir Sandra mengecup bibir Leon membuat pria tertegun sesaat. Sandra pun menarik bibirnya kembali menjauh. Leon yang seketika ingin membalas meraup bibir Sandra tertahan oleh tangan Sandra yang menutup bibir Leon.
"Sandra siapanya Kak Leon?" Tanya Sandra yang membuat Leon tersenyum menurunkan tangan gadis itu dari bibirnya.
"Miliknya Leon gimana?" Tanya Leon.
"Kalau gitu Kak Leon juga miliknya Sandra kan." Balas Sandra membuat Leon merangkul tangannya dipinggang gadis itu dan mengecup bibirnya.
"Kak Leon."
"Iya."
"Iya apa?"
"Leon milik Sandra." Jawab Leon membuat Sandra merona.
****
(Back ep 1)
Suara kecupan terdengar berkali-kali mengecup bibir Sandra. Tangan yang bergerak masuk kedalam bajunya meraba dua gundukan yang masih tertutup oleh bra.
Leon menurunkan bibirnya perlahan sambil memainkan lidahnya dileher Sandra hingga tulang selangkanya. Sementara tangan yang awalnya bergerak masuk kedalam baju telah berhasil melepas satu persatu kancing atasan yang Sandra kenakan.
Dalam hitungan detik jari tangan Leon masuk ke dalam bra dan mulai menari memainkan gundukkan yang sudah mengeras. Tubuh Sandra sontak menggelinjang saat Leon mengulum gundukan sental berwarna merah kecoklatan dan mengisapnya kuat. Sandra yang baru pertama kali merasakan dengan spontan meremas pundak Leon menahan gejolak ditubuhnya. Ia juga menggigit bibir bawahnya menahan *******.
Leon mengecup lembut belahan dada Sandra. Ia meneruskan kecupannya sampai ke leher Sandra.
"San....". Desis Leon mengangkat wajahnya melihat ke Sandra.
Leon mendekatkan wajahnya dan mempertemukan bibirnya dengan bibir Sandra. Ia pun mengecapnya dengan mata terpejam dengan m*lu**t bibir yang sedikit menganga. Sandra pun membalas dengan membenamkan lidahnya kedalam mulut Leon.
Ketika keduanya saling memagut dengan tubuh yang saling bergesekan dan tangan yang saling meraba , hape Sandra yang terletak tepat disebelah keduanya berdering.
Mendengar itu Leon dengan sigap melepas ciumannya. Ia bangkit dari atas tubuh Sandra dan menyandarkan tubuhnya di punggung sofa.
Demikian sebaliknya dengan Sandra yang juga bangkit duduk dan meraih hape miliknya yang masih berdering. Ia menghela nafas melihat panggilan suara dilayar hapenya.
"Frans?" Tanya Leon melirik ke Sandra. Sandra pun membalas dengan anggukan pelan.
Leon mengangkat wajahnya melihat ke Sandra yang juga melihat kearahnya. Ia tersenyum nakal mendapati baju Sandra yang masih terbuka memperlihatkan bra pink berenda menutupi dada yang baru saja ia eksekusi.
"Mau lagi gak?" Goda Leon diakhiri dengan kecupan lembut di pipi Sandra.
"Kak Leon masih mau lagi." Jawab Sandra dengan polosnya. Leon berusaha menahan senyum bahagia sambil mengkancing baju Sandra yang terbuka olehnya.
Keduanya kembali terdiam dan saling memandang satu sama lain membuat Leon menyatukan kembali bibir mereka dan menarik Sandra kedalam pangkuannya.
Ciuman liar pun memanas membuat Sandra kewalahan menghadapi Leon yang seperti hewan buas meraup bibir hingga mengulum lidahnya.
Suara dering hape Sandra dari orang yang sama berhasil menghentikan keganasan Leon. Sambil menarik nafas pelan usai terlepas dari Leon sambil meraih panggilan.
"Kenapa lama banget angkatnya?" Seru Frans dengan nada penekanan. "Anj---" umpat Leon terpotong oleh jari Sandra yang spontan menempel dibibirnya Leon.
"Halo?" Panggil Frans.
"Aku lagi dijalan kak." Sahut Sandra sambil menarik pelan bibirnya menjauh dari bibir Leon.
"Oh gitu. Kalau sudah sampai pencet belnya."
"Ya." Sahut Sandra mengakhiri panggilannya dengan Frans. Sorotan mata Leon menatap tajam membuat suasana diantara keduanya menjadi dingin. Dengan sigap Sandra langsung memeluk Leon erat. Ia melingkarkan tanganya dipundak cowok itu.
"Kak Leon jangan marah." Bisik Sandra ."Kalau marah pelukannya jadi dingin. Rasanya kayak Sandra masuk dalam kulkas." ucap Sandra menyindir Leon.
Leon mendorong bahu Sandra pelan untuk menjangkau pandanganya melihat ke wajah gadisnya itu. "Nggak nginap kan?" Tanya Leon dengan alis yang bertaut.
"Ngak kok." Jawab Sandra Bangkit berdiri dari pangkuan Leon. "Kalau urusannya dah kelar. Aku langsung pulang." Jelas Sandra Meraih paper bag yang terletak di meja.
Mendengar penjelasan itu senyum kecil merekah diwajahnya sambil melihat Sandra yang perlahan menghilang melangkah ke luar dari apartemennya.
Beberapa menit kemudian Sandra sudah berada didepan pintu apartemen lain. Ia berdiri menunggu seorang dari dalam membuka pintu akan kedatangannya.
Pintu terbuka seorang Pria dengan tubuh yang hanya dibalut oleh handuk ditemani oleh wanita berdiri disampingnya
"Sendirian?" tanya Frans.
"Iya kak." Jawab Sandra memberikan paper bag ditangannya.
"Mau tidur disini gak?" Tanya Frans menerima pemberian Sandra sekaligus menawarkan gadis itu tinggal bersama ia dan wanita disebelahnya. "Udah malam juga dan seperti yang Lo lihat Gue gak bisa antar." Lanjut Frans melirik sebentar ke wanita yang berdiri disampingnya.
"Ngak usah Kak." Melihat ke wanita yang memeluk tubuh Frans sambil merengek untuk segera masuk meniggalkan gadis SMA didepan mereka. "Masih ada taksi kok kak jam segini." Ucap Sandra tidak ingin mengganggu.
"O-Okey." Ucap Frans menyanggupi jawaban Sandra dengan pandangan curiga menutup pintu.
Sandra yang hendak berbalik melangkah ke arah lift, tiba-tiba merasakan dada bidang Leon menempel di punggungnya.
"Dia nyentuh Lo gak tadi?" Bisik Leon tepat ditelinga Sandra dengan tangan yang melingkar di pinggang.
"Nggak Kak." Mengelus punggung tangan Leon.
Leon membalik tubuh Sandra membuat dirinya dapat melihat jelas wajah gadis itu dan memberinya kecupan.
"Aku masih kangen." Ucap Leon meminta Sandra untuk tidak pergi. Sandra yang menangkap maksud ucapan Leon langsung mengulurkan tangannya untuk digendong.
"Bayi besarku." Bisik Leon mengangkatnya membuat kedua kaki indah itu melingkar disepanjang pinggang dengan tangan memeluk pundak Leon dengan erat.
Sampai dikamar Leon membaringkan Sandra di ranjangnya. Menarik selimut menutupi tubuh gadisnya itu. Ketika Ia membaringkan tubuhnya disamping Sandra suara panggilan masuk berdering.
"Frans lagi." Ucap Leon memberikan ponselnya ke Sandra.
"Kak..." Desis Sandra.
"Angkat aja." Ucap Leon diakhiri kecupan lembut di puncak kepala Sandra.
Sandra lalu mengaktifkan speaker hape membuat Leon yang merebahkan tubuh disampingnya tersenyum.
"Udah dimana?"
"Taksi kak." Jawab Sandra sambil mengusap lembut bibir bawah Leon yang terbelah seksi dengan telunjuknya.
"Oh gitu.Ya Udah salam buat Tante dan Om."
"Ya." Menutup telpon dan melemparnya jauh kemudian mendekap masuk kedalam pelukan Leon yang kita resmi menjadi miliknya.