
Akhir-akhir ini Sandra jarang menemui Frans seperti biasanya. Bahkan pemilik toko cake yang sering ia pesan untuk dihantarkan ke Frans mengalami penurunan penjualan. Sejak Jesika mengetahui bahwa Sandra memiliki hubungan dengan Leon. Ia meminta Frans untuk tidak mengikut sertakan Sandra setiap keduannya bersama. Frans pun meminta Sandra untuk tidak menjalankan rutinitasnya itu.
"Frans." Panggil Jesika membangunkan pria itu dari tidurnya dipagi hari.
Tadi malam sepulang dari panti asuhan Jesika mendapati Frans tertidur bersandar dipintu apartemennya. Aroma alkohol begitu menyengat masuk ke hidung Jesika yang melepas Jas dari tubuh Frans.
Ia kemudian memapah pria itu masuk kedalam dan membaringkannya diranjang.
"Eh Gue dimana?" Tanya Frans yang membuka mata dipagi hari dengan aroma alkohol yang masih tertinggal keluar dari mulutnya. Ia minum banyak dan malah berakhir di apartemen Jesika dibawah alam sadarnya.
"Lo gak pergi kerja?" Jawab Jesika balik bertanya menyibak gorden kamarnya membuat sinar matahari pagi menepis mata Frans menyipit menghalangi cahaya yang tiba-tiba muncul dengan jiwa yang masih belum sepenuhnya kembali.
"Sindy?" Tanya Frans menyebut nama wanita lain. "Eh Maya kah?" Tanyanya lagi menyebut nama wanita lain lagi. "Ah Gita?" Tanyanya untuk ketiga kali membuat Jesika naik keranjang dan menarik kedua pipi untuk menyadarkan pria yang kemarin sangat bersemangat membelikan sesuatu untuk Stela.
"Lihat yang benar!" Menghadapkan wajahnya pada Frans yang menarik pinggang Jesika lalu menjatuhkan tubuh itu diranjang.
"Kesal?" Tanya Frans yang kini berada diatas tubuh Jesika dengan rambut yang dibungkus handuk. "Gue juga kesal." Menarik handuk dari kepala Jesika. "Lo gak balas chatt gue." Membuka kancing kemejanya satu persatu. "Lo tolak telpon gue berkali-kali." Melepas kemejanya. "Dan beraninya lo menonaktifkan hape supaya gue gak ganggu kemesraan Lo dengan Leon." Meraih gaun tipis yang dikenakan Jesika.
Krekkk! Frans merobek gaun tipis itu memperlihatkan dua gundukan tanpa penutup.
"Gue gak ada bareng Leon." Ucap Jesika menatap Frans.
"Bohong." Melebar robekan gaun hingga kebawah. "Jelas-jelas Gue lihat dia ada disana dengan troli yang penuh belanjaan." Ucapnya meremas gundukan melampiaskan kekesalan karna menganggap Jesika menghianatinya.
"Ahhh!" Desah Jesika meraih tangan Frans yang kini menarik put**ngnya membuat ia menggeliat.
"Jesika,gue bukan Leon yang akan diam jika wanitanya bermain dengan pria lain." Ucapnya geram dengan tangan yang menjalar masuk menyentuh pusat tubuh Jesika.
"Ahh!" Desah Jesika dengan tubuh yang menegang.
"Gue gak peduli jika pria itu----"
"----Gue dipanti asuhan." Potong Jesika dengan nafas terengah-engah menahan siksaan jari Frans. "Gu-Gue belanja hadiah kecil untuk adik-adik gue." Jelas Jesika yang tak mungkin menjelaskan siapa yang sebenarnya bersama Leon itu adalah Sandra. "Malamnya Gue sibuk membantu suster." tambahnya membuat Frans menghentikan jarinya. "Gue gak hianitin lo." Ucapnya berusaha bangkit duduk dengan nafas yang masih terengah-engah Jesika melingkarkan tangannya memeluk Frans yang salah paham padanya.
****
Meskipun Leon telah kenal bahkan sudah bertemu dengan keluarga Sandra tetap saja peri kecil meminta ia menurunkannya ditempat biasa.
"Lo yakin gak mau gue antar sampai kedalam." Ucap Leon melihat Sandra yang melepas seatbeltnya sambil tersenyum.
"Hari ini Kak Stela keluar dari rumah sakit." Ucap Sandra.
"Apa hubungannya sama gue?" Tanya Leon.
"Kak Stela itu kan." Melihat ke Leon.
"Dia gak ada hubungan apapun sama gue." Balas Leon.
"Baguslah." Ucap Sandra yang memajukan tubuhnya pada Leon. "Cup!" Mengecup pipi Leon. "Sandra pulang ya kak." Menarik diri menjauh yang kemudian ditarik kembali oleh Leon masuk kepelukannya.
"Masih ada setengah jam lagi." Ucap Leon yang sebelumnya mendapat informasi dari Gio bahwa Adit dan lainnya baru bergerak dari rumah sakit. "Sandra!" Panggil Leon.
"Hm!"
"Masih ingat anak laki-laki yang cium Lo waktu kecil gak?" Tanya Leon menanyakan dirinya.
"Masih." Jawab Sandra. "Kenapa Kak Leon tiba-tiba menayakan itu?" Tanya Sandra mendongak melihat Leon.
"Buat apa?" Tanya Sandra membuat Leon menangkap tangan Sandra yang menyentuh dagunya.
"Emang Lo gak suka sama dia?" Tanya Leon penasaran dengan perasaan Sandra.
"Dulu setiap kali Sandra mengingatnya." Jawab Sandra membuat Leon melipat bibirnya menahan rasa senang. "Tapi sekarang gak lagi tuh." Sambung Sandra merubah raut wajah Leon dari sebelumnya.
"Kenapa?" Tanya Leon mengerutkan keningnya.
Karna Sandra lebih suka Kak Leon. Batin Sandra menarik tangannya dari dagu Leon.
"Karna Kak Frans." Jawab Sandra yang tidak pernah lupa akan dirinya yang terikat sebagai pengganti Stela.
"Kenapa Om gak jodohin Stela dengan Frans aja?" Tanya Leon yang merasa aneh dengan perjodohan Sandra dan Frans. "Stela kan jauh lebih tua dari Lo." Ucap Leon. "Atau Om begitu menginginkan Frans yang menjadi menantunya?" Tanya Leon.
"Enggak." Jawab Sandra. "Papa lebih suka kalau Kak Gio yang jadi menantunya." Ucap Sandra mendongak melihat Leon.
"Maksud Lo Gio teman gue?" Tanya Leon melihat ke Sandra yang memberikan anggukan menjawab pertanyaan Leon. "Kok Lo bisa kenal Gio!" Ucap Leon.
"Jadi dulu itu Sandra gak tahu Kak Leon dan Kak Gio itu yang mana." Ucap Sandra. "Sandra cuma sering dengan nama-nama itu dibicarakan di meja makan." Menatap Leon.
"Wah!Kalian suka gibahin kita bertiga ternyata." Cibir Leon yang dibalas gelengan kepala oleh Sandra.
"Kak Stela doang,hm!" Balas Sandra.
"Lalu?" Tanya Leon mencubit bibir Sandra yang manyun padanya.
"Sampai akhirnya satu persatu-satu dari pemilik nama itu muncul didepan mata Sandra." Jawab Sandra.
"Terus kalau Om lebih suka Gio jadi menantunya kenapa dia malah mau nikahin Lo dengan Frans." Ucap Leon yang membuat raut wajah Sandra berubah.
"Kan masih ada Kak Stela." Sahut Sandra mencerna maksud ucapan Leon.
Itupun kalau benar Peri kecil Kak Leon bukan Kak Stela. batinnya menatap dalam Leon.
"Stela kan bukan putri Om dan Tante." Cibir Leon membuat Sandra tercengang. "Kenapa dia yang harus memiliki sesuatu yang harusnya buat Lo?" Tanya Leon santai yang membuka rahasia yang selama ini disimpan rapat oleh Adit dan Rosa dari Sandra.
"Kak Leon barusan bilang apa?" Tanya Sandra yang baru mengetahui bahwa Stela yang selalu semena-mena padanya bukan anak Adit dan Rosa.
"Lo gak tahu---." Jawab Leon terputus melihat genangan air mata pelupuk mata peri kecilnya. "---Sayang,Gue gak tahu kalau Lo." Sambung Leon menyeka air mata yang jatuh dipipinya.
"Kak Leon Sandra berarti benaran anak Papa dan Mama." Ucapnya tertunduk menutup wajahnya dengan kedua tangannya bersamaan dengan isakan. Ia tak menyangka mendengarkan itu dari Pria yang selama ini menjadi rumah untuknya.
"Maaf Baby,Gue gak tahu---."
"--Gak pa-pa Kak." Potong Sandra.
Berkat Kak Leon Sandra mengetahui kebenarannya. Batin Sandra yang kini ditarik Leon masuk kepelukannya.
Kebenaran yang bahkan Stela juga tidak tahu.
🍁🍁🍁
jangan lupa tinggalkan vote,like dan komen untuk dukung author❤️❤️❤️❤️