
Tidak ada lagi hari yang tenang bagi Stela sejak malam dimana ia mendengarkan fakta bahwa ia bukanlah anak kandung dari Adit dan Rosa. Ia mulai sibuk mencari tahu mengenai kedua orangtuanya.
"Ini dia." Ucap Stela menemukan map yang sudah tiga hari ini ia cari. Map yang diambil Rosa dari tangan Adit malam itu. "Apa yang mereka sembunyikan dariku?" Tanya Stela sambil membuka map dan menemukan potongan koran. "Ansel Winata dan istrinya meninggal dalam kecelakaan." Suara Stela membaca judul besar yang ada di koran.
"Mamah!" Teriak Sandra dari luar kamar mengejutkan Stela yang segera mengembalikan map ketempat semula. "Mamah kemana bi?" Teriak Sandra pada Ema yang membereskan sisa sarapan sebelumnya.
"Keluar Non bareng Tuan." Sahut Ema.
"Oh." Ucap Sandra melihat pintu kamar Adit dan Rosa yang sedikit terbuka. "Kamarnya kenapa gak di---" ucap Sandra terjeda yang segera bersembunyi dibalik vase bunga yang terpajang di dekat tangga. "---Kak Stela?" Sambungnya melihat Stela keluar dari kamar dengan sangat hati-hati. Ia melangkah pelan masuk ke kamarnya dikuti oleh Sandra dari belakang.
"Ansel Winata." Ketik Stela pada keyboard laptop yang terbuka diatas mejanya membelakangi Sandra yang mengintip dari celah pintu yang sedikit menganga.
Siapa Ansel Winata. Tanya Sandra dalam hati yang kini menarik dirinya berdiri tegap bersandar di dinding kamar Stela.
"Lah kok gak ada." Ucap Stela yang tak menemukan informasi apapun mengenai Ansel Winata di internet. "Aditya Winata." Ketik Stela di kolom pencarian. "Aditya Winata pemilik Winata grup saat ini. Dia adalah anak kedua dari pemilik sebelumnya Winata grup." Suara Stela membaca informasi tentang Aditya Winata. Kemudian Stela mengklik beberapa penulusuran informasi dibawahnya. "Ansel Winata Ansel Winata." Ucap ya mencari artikel yang memposting berita terkait Ansel Winata.
Sementara itu Sandra diam-diam menyelinap keluar dari rumah sambil mengangkat panggilan dari Leon.
"Kak Leon." Panggil Sandra dari dalam toko pada Leon yang berdiri di lantai dua. Toko pemberian Leon kini menjadi tempat mereka bertemu setelah isu hubungan keduannya beredar.
"Hai Nona Sandra." Sapa Simon yang berdiri dibalik meja tempat pemilik toko sebelumnya menerima transaksi pembayaran sewa buku.
"Dia Simon Asisten Gue." Ucap Leon dari atas melihat Sandra terkejut akan keberadaan Simon.
"Hai Kak Simon." Balas Sandra melihatnya sambil melangkah menyusul Leon.
"Sandra mau minum apa?" Tanya Mona yang tiba-tiba muncul dari bar yang berada dibawah Leon berdiri.
"Dia Moan Asisten gue." Sahut Leon turun kebawah menghampiri Sandra yang kembali terkejut.
"Apa masih ada yang lain?" Tanya Sandra melihat ke Leon.
"Gue." Jawab Gio yang berdiri dari tempat duduknya sambil mengembalikan buku yang ia baca sejak tadi.
"Wah." Sahut Sandra menoleh ke Gio yang mengambil minuman yang sudah disediakan oleh Mona.
"Kalian udah bisa pergi." Usir Leon pada tiga pengganggu yang membuat wanitanya terkejut.
"Kenapa Bos?" Tanya Mona.
"Gue gak butuh penonton." Jawab Leon membelai ujung kepala Sandra dengan lembut.
"Siap Bos." Balas Mona yang mengambil tasnya dan melemparkan senyuman pada Sandra. "Sandra, titip Bos gue ya." Celetuk Mona pergi meninggalkan mereka.
"Kalian kenapa masih disini?" Tanya Leon pada Simon.
"Oh ya tadi Lo mau nanya apa?" Tanya Leon pada Sandra yang meminta bantuan sebelum datang padanya.
"Kak Leon tahu Ansel Winata?" Tanya Sandra membuat ketiganya kompak melihat ke arah Sandra. "Ah,Sepertinya semuanya tahu." Melihat reaksi ketiganya.
****
Leon menceritakan segalanya yang ia ketahui ke Sandra mengenai Ansel Winata. Demikian juga Gio yang memberitahu alasan mengapa Adit dan Rosa merahasiakannya dari Stela dan ia selama ini.
"Sandra sekarang paham kenapa papa dan mama demikan." Ucap Sandra.
"Masih ada gue,Hm!" Ucap Leon memeluk peri kecilnya yang selama ini kehilangan kasih sayang kedua orang tuannya karna harus memikirkan kondisi Stela yang sudah dipercayakan Sandy pada Aditya.
Dua puluh tahun yang lalu Perusahaan yang didirikan Kakek Stela dan Sandra mengalami kemerosotan di financial. Project yang dimenangkan Ansel dalam tender mengalami kerugian hingga menyita 90% aset yang dimiliki keluarga. Aditya yang mengetahui itu merasa bersalah karna mempercayakan Ansel yang selama ini tidak mendapat izin dari Ayah mereka. Hal itu membuat Ayah mereka mengalami serangan jantung dan akhirnya meninggal. Melihat itu Sandy istri Ansel membeli saham perusahaan Winata untuk menyelamatkan perusahaan. Sandy adalah pewaris tunggal salah satu perusahaan IT yang beroperasi di London.
Selama satu tahun Sandy dan Aditya mengembalikan keadaan perusahaan ke semula. Namun kerja sama itu tidak berlangsung lama karna Ansel selalu cemburu pada Aditya. Ansel bahkan menuduh adiknya itu berselingkuh dengan Sandy. Akhirnya suatu hari Aditya meminta izin membawa Rosa berobat keluar kota lantaran keduannya belum dikaruniai anak hingga saat itu. Sandy tahu itu hanyalah alasan karna sebenarnya Rosa saat itu sudah mengandung dua minggu setelah keduanya pergi dan tak kembali.
Tak lama setelah kepergian Aditya dan Rosa, Sandy menjalankan perusahaan dibantu oleh Ansel dan juga kerabatnya. Namun Sandy mengetahui bahwa kerabat dari pihaknya berusaha mencelakai dia dan Ansel untuk merebut perusahaan Winata dan juga warisan lain yang ditinggalkan kedua orang tua Sandy untuknya. Mengetahui hal itu Sandy langsung mencari tahu keberadaan Aditya.
Brakkkk! Kecelakaan pun terjadi di hari Sandy dan Ansel akan menemui Aditya yang sedang membawa Rosa periksa ke Rumah sakit milik Kakek Gio tempat Silvia bertugas.
Sejak awal Sandy sangat mempercayai Aditya hingga di detik-detik terakhir ia menitipkan Stela putrinya dan seluruh harta miliknya termasuk perusahaan Winata.
"Putriku pencemburu seperti papahnya." Ucap Sandy dengan nafas yang terengah-engah sambil menggenggam tangan Silvia dan melihat ke Rosa. "Tapi dia cerdas sepertiku." Melihat ke Adit yang berdiri disebelah Rosa. "Dit,Kakak titip Stela dan semuanya ya." Pintanya dengan air mata yang mengalir.
"Tapi Kak." Sahut Adit.
"Kami percaya padamu." Ucapnya dengan nafas terengah-engah sekaligus kalimat terakhir setelah akhirnya ia menyusul suami tercintanya pergi untuk selamanya ungkap Gio yang tak menyadari keberadaan Stela di luar toko yang sejak tadi menahan isakan tangisnya.
Sebelumnya Stela diam-diam mengikuti Sandra yang pergi tanpa mengajak Danu. Ia mengekorinya hingga Sandra masuk ke dalam toko. Ia bersembunyi kebalik toko saat mendengar Mona berpamitan lalu kembali mendekat dan membatu ketika Sandra menanyakan Ansel Winata pada Leon.
"Gio kok Lo bisa tahu sampai sedetail ini?" Tanya Leon yang membuat Stela menyeka air mata dipipinya.
"Mama yang cerita." Jawab Gio membuat Stela terisak.
"Siapa disana?" Teriak Simon berdiri melihat ke pintu masuk yang masih terbuka sepeninggal Mona.
"Gue aja!" Pinta Gio menahan kepergian Simon mengecek keluar. Sementara Stela segera berbalik badan bergegas meninggalkan toko.
Astaga! Umpat Gio dalam hati melihat Stela berjalan memunggunginya sambil menyeka air mata yang bercucuran dari matanya.
"Stela!" Teriaknya mengejar.
πππ