
Jesika membuka pintu dengan kaki yang melangkah masuk ke sebuah Cafe tempat ia dan Frans menghabiskan waktu sebelumnya. Ia melangkah kearah meja yang menjadi tempat favorit keduanya.
"Selamat datang kembali." Sapa Waitress melempar senyum dan menyuguhkan buku menu untuknya.
"Gue pesan minuman seperti biasa." Balas Jesika meletakkan buku menu yang ia terima dari Waitress.
"Dua-duanya?" Tanya Waitress mengingatkan keberadaan Frans yang belum ada disana.
"Satu aja dulu." Jawab Jesika yang kemudian dibalas anggukan oleh Waitress.
Sementara ditempat lain Frans masih ditahan oleh Stela yang menghalangi kepergiaannya dengan berdiri di samping pintu mobilnya.
Sejak tadi Stela tak berhenti mengatakan bahwa saat ini Leon dan Sandra sedang bersama disuatu tempat. Ia mengatakan itu dari depan apartemen Frans hingga keduanya tiba dibasement.
"Gue gak bohong!" Teriak Stela pada Frans yang acuh tak acuh dengan omongan dia tentang Sandra dan Leon. Pikirannya dipenuhi dengan Jesika yang menunggunya. "Gue yakin banget Kalau Leon lagi bareng sama Sandra sekarang." Ucap Stela. "Kemarin aja Leon gak ada dikantor." Sambungnya. "Semua urusan dihandle oleh asistennya itu." Tambahnya lagi.
"Bukannya Sandra lagi diacara perpisahan Lo bilang." Ucap Frans melangkah meraih pintu mobilnya.
"Frans!" Panggilnya pada Frans yang sekarang berusaha mendorong Stela dari pintu mobilnya yang hendak ia buka. "Tunangan Lo lagi sama cowok lain loh." Ucap Stela yang terus menahan diri dari dorongan tangan Frans.
"Urusannya sama Lo apa?" Tanya Frans.
"Ya adalah." Jawab Stela. "Sandra adik gue." Tambahnya.
"Oh ya!" Cibir Frans pada Stela yang selama ini tidak pernah peduli dengan Sandra. "Bukannya Lo gak pernah peduli sama dia?" Tanya Frans menemukan kejanggalan akan kekhawatiran Stela.
"Gue cuma gak mau Leon sampe ngapa-ngapain dia karna lo." tuduh Stela mengalihkan agar Frans tidak mencurigai niat sebenarnya.
"Kok gue!" Mengerutkan keningnya melihat ke Stela.
"Iyalah." Ucap Stela. "Kalau bukan gara-gara Lo yang ambil Jesika dari Leon." Mencibir Frans. "Mana mungkin Leon goda Sandra yang punya status tunangan sama lo." Tambahnya membuat Frans tercengang.
Gak boleh. Ini gak boleh terjadi. Sandra gak boleh berakhir seperti Rahel dan Jesika. Batin Frans mendorong Stela lalu membuka pintu mobil.
Brukk! Suara Stela tersungkur jatuh ke lantai.
"AW!" Desis Stela pada sikunya yang tergores pada mobil disebelahnya dan lutut yang yang ikut tergores oleh lantai basemant. Sementara Frans menghidupkan mesin mobilnya dan pergi begitu saja meninggalkan Stela yang meringis.
"Sialan lu Frans!" Teriak Stela histeris bertepatan akan kedatangan Gio yang masuk dengan mobilnya. Ia berpapasan dengan mobil Frans yang baru saja meninggalkan Stela tersungkur dibawah.
"Bukannya Frans begitu menyukainya." Ucap Gio yang kemudian memarkirkan mobilnya.
"Frans brengsek!" Umpat Stela melepas sepatunya yang kemudian melemparnya kearah mobil Frans yang telah menghilang dari pelupuk matanya. Di waktu bersamaan Gio melangkah ke arah Stela yang kini mengacak-acak rambutnya melampiaskan kekesalannya.
"Apa Lo butuh bantuan?" Tanya Gio berdiri di samping Stela dengan wajah ditekuk kebawah.
"Apa Lo pikir gue butuh ban---" ucap Stela terputus mendapati tawaran itu berasal dari Gio."---Kamu!" Sambungnya menatap Gio.
"Kenapa?" Tanya Gio mengulurkan tangannya yang disambut Stela. "Lo gak suka." Ucapnya membantu Stela berdiri.
"Aw!" Desis Stela yang berdiri dengan satu kakinya yang tidak beralas.
"Sakit ya?" Tanya Gio melihat lutut kiri tergores dan juga siku kanannya.
"Pedih." Ringis Stela.
"Bukannya Frans suka banget sama Lo." Membalikan tangan Stela mengecek luka disikunya.
"Aw!" Desis Stela. "Pelan-pelan dong." Keluhnya pada Gio yang kemudian melepas tangan Stela dan pergi mengambil sepatu yang dilemparkan ke Frans sebelumnya.
"Sini kakinya." Pinta Gio jongkok didepan Stela menggapai kakinya.
"Gio." Panggil Stela.
"Ya." Sahut Gio memakaikan sepatu dikaji Stela.
"Dari mana Lo tau Frans punya perasaan seperti itu ke gue?" Tanya Stela membuat Gio berhenti dan melihat ke Stela.
****
"Sial!" Umpatnya berlari ditrotoar hingga menabrak orang yang lalu lalang dijalan.
"Jalan pake mata dong!" Seru beberapa orang yang tak sengaja ia tabrak.
"Maaf." Ucap Frans meneruskan larinya mengejar keterlambatannya karna Stela.
Fyuh! Deru nafas Frans masuk ke dalam cafe. Ia melangkah maju ke meja yang sering mereka tempati.
"Ada yang bisa bantu tuan?" Tanya Waitress menghampiri Frans yang berdiri mematung melihat gelas kosong di meja.
Hanya wanita bodoh yang akan menunggu sampai dua jam begitu. Batin Frans berbalik badan mengabaikan Waitress yang menunggu jawabannya. Dengan wajah yang ditekuk kebawah Frans melangkah menuju pintu keluar cafe.
"Frans." Panggil Jesika menghentikan tangan Frans membuka pintu untuk keluar. "Lo mau kemana?" Tanya Jesika yang membuat Frans berbalik badan dan mendapati Jesika berdiri didepannya.
"Bukannya Lo udah pulang?" Jawab Frans balik bertanya.
"Gue baru dari toilet." Jawab Jesika.
Bodoh! Umpat Frans dalam hati.
"Lo udah berapa lama disini?" Tanya Frans perlahan mendekat pada Jesika yang berdir didepannya.
"Dua jam." Jawab Jesika.
"Bodoh!" Umpat Frans dengan menghamburkan tubuhnya memeluk Jesika tanpa peduli dengan pengunjung yang ada disana.
Suit!suit! Suara pengunjung menggoda Jesika yang mendapat perlakuan manis dadakan dari Frans. Perlakuan itu berhasil membuat pipi Jesika merona. Ia merasakan seolah mendapat pengakuan publik akan hubungannya dengan seseorang.
"Jes." Panggil Frans yang kini duduk dihadapan Jesika yang menikmati steaknya.
"Hm." Memotong steaknya kembali.
"Ayo balikan lagi." Ajak Frans menghentikan pisau ditangan Jesika memotong steaknya. Ia mengangkat wajahnya melihat Frans yang belum menyentuh sama sekali steaknya. Pria itu melihatnya dengan pisau dan garpu yang masih bersih.
"Jangan salah paham dulu." Ucap Jesika. "gue ngajak ketemuan bukan membicarakan tentang kita." Melanjutkan memotong steaknya.
"Gue gak akan dengar kalau gitu." Balas Frans memotong steaknya dengan kasar. Ia melampiaskan penolakan Jesika pada steak yang tidak tahu apa-apa.
"Ini mengenai Leon." Ucap Jesika menjulurkan pisau dan garpunya ke piring Frans untuk membantu Frans memotong steaknya.
"Gue bisa sendiri." Tepis Frans pada pisau Jesika menggunakan pisaunya mendengar nama Leon.
"Dan juga Sandra." Sambung Jesika menarik pisaunya.
"Ada apa dengan Sandra?" Tanya Frans. "Apa Lo juga mau bilang kalau sekarang Sandra lagi bersama Leon?" Tanya Frans lagi membuat Jesika tercengang.
"Jadi Lo tau kalau Sandra lagi bareng Leon." Ucap Jesika.
"Hah!" keluh Frans. "Apa hanya gue yang gak tau mengenai ini?" Tanyanya lagi yang menganggap dirinya paling bodoh.
"Gue juga baru tau pagi ini." Jawab Jesika.
"Apa?" Tanya Frans shock. "Jadi
yang Stela katakan benar." Ucap Frans mengingat omongan Stela sebelumnya.
"Lo tahu dari Stela?" Tanya Jesika.
"Iya." Jawab Frans. " Gue dengar dari Stela sebelum datang kesini. Ucap Frans. "Dia bilang Leon sedang mengabiskan waktu bersama dengan Sandra." Melihat Jesika.
"Apa Stela ada ngomong yang lain?" Tanya Jesika yang belum memberitahu pada Frans
"Dia bilang ini salah gue." Jawab Frans mengusap wajahnya mengingat perkataan Stela.
πππ
Berikan Vote,Like dan Coment β€οΈβ€οΈβ€οΈ