Unboxing

Unboxing
52. Selalu



Dengan berat Leon melepas satu persatu jari yang saling bertaut saat pintu lift terbuka. Frans melangkah keluar lebih awal dari Sandra yang menunggu Leon melepas jarinya.


"Sandra pergi bareng Kak Frans ya." Ucap Sandra dengan gerakan bibir tanpa suara dibalas anggukan kecil dari Leon yang terlihat tak enggan.


Sandra berjalan perlahan menyusul Frans yang berjalan didepannya. Lalu keduanya disusul Leon yang mengikuti Sandra dari belakang.


"Kak Leon ngapain?" Tanya Sandra dengan mulut komat-komit melihat Leon yang kini berjalan disampingnya.


"San." Panggil Frans berbalik badan dan melihat Sandra seperti mengatakan sesuatu pada Leon yang berjalan disampingnya. "Kalian lagi ngomongin apa ?" Tanya Frans berdiri dengan salah satu alisnya naik keatas membuat Sandra bingung mau menjawab apa.


"Gue cuma nanya dia udah kelas berapa." Jawab Leon membantu gadisnya yang panik karna dirinya.


"Oh." Sahut Frans.


Tapi kenapa bisa Sandra sampai sepagi ini disini?. Batin Frans melihat keduanya bergantian.


"Kak Frans itu yang ada dimobil siapa?" Teriak Sandra membuat Frans berbalik melihat mobil.


Cup! Suara kecupan mendarat dipipi Leon dari Sandra yang segera pergi kearah mobil Frans.


"Gak ada apa-apa kok." Ucap Frans yang berbalik dan mendapati Leon membelakanginya dengan senyum diwajahnya.


"Wah!Kak ternyata kursi mobilnya." Gurau Sandra menipu Frans. "Buruan bukain mobilnya Kak." Pinta Sandra kemudian ketiganya masuk mobil dan pergi meninggalkan basemant.


"Emang liftnya waktu keatas kelewatan ya?" Tanya Frans sambil menyetir.


"Iya kak." Jawab Sandra memainkan jarinya mengurangi rasa paniknya.


Naik lift salah tekan kan bisa langsung diganti. Gimana ceritanya bisa kelewatan satu lantai. Batin Frans yang masih merasa aneh melihat Sandra.


"Terus Lo ketemu Leon pas liftnya turun lagi?" Tanya Frans.


"Iya." Jawab Sandra yang berusaha untuk tenang.


"Leon ada ngomong apa aja sama Lo?" Tanya Frans fokus melihat ke jalan.


"Gak ada ngomong apa-apa kak." Jawab Sandra berusaha mencari topik lain. Ia merasa Frans mencurigai kehadirannya yang tiba-tiba aja ada diapartemen pagi begini. "Oh iya kak!" Celetuk Sandra. "Kabar Kak Jesika gimana?" Tanya Sandra mengalihkan pembicaraan yang membuat Frans secara mendadak menghentikan mobilnya membuat Sandra terkejut. "Kenapa kak?" Tanya Sandra. "Ada orang nyebrang ya kak." Ucap Sandra melihat kedepan yang tak ada apapun disana.


"Lo gak ada ceritakan mengenai hubungan gue dan Jesika ke Leon." Ucap Frans melihat ke Sandra.


"Hubungan apa kak?" Tanya Sandra yang berpura-pura gak tahu apa-apa.


"Kan Lo pernah lihat Jesika dikamar hotel bareng gue." Ucap Ucap Frans mengingatkan. "Dan dihari gue ajak Lo dinner bareng teman gue." Melihat ke Sandra. "Ada Leon dan Jesika disana." Sambungnya lagi.


"Ah itu." Sahut Sandra. "Sandra bahkan dah lupa kalau Kak Frans gak ingatin." Ucap Sandra membuat wajah Frans sedikit lega. "Emang Kak Leon dan Kak Jesika ada hubungan apa?" Tanya Sandra membuat Frans tak bisa menjawab.


****


Stela naik keatas setelah melihat Adit pergi dengan mobilnya. Ia melangkah cepat menuju kamar Sandra.


"Brakk!" Suara Pintu yang didorong Stela mengejutkan Rosa yang berbalik badan dengan tangan kebelakang menyembunyikan post it yang ditulis Sandra selama ini.


"Sejak kapan Mama mulai peduli sama Sandra?" Tanya Stela berjalan mendekat.


"Stela,kamu belum pergi kerja?" Jawab Rosa balik bertanya memasukan perlahan kertas yang berisi alasan Sandra untuk berbohong pada mereka semua kedalam saku.


"Gue tahu Sandra selama ini bohong." Ucap Stela. "Dan Gue bakal kasih tahu semua ini kepapah." Ancam Stela pergi meninggalkan Rosa yang kini terduduk dilantai.


Sandra,kamu dimana sayang. Maafin mama dan Papa. Batin Rosa menekuk wajahnya.


"Kak Frans!" Panggil Sandra setiba keduanya didepan sekolah.


"Ya." Jawab Frans.


"Kak Leon dan Kak Jesika apakah sepasang kekasih?" Tanya Sandra yang belum mendapat jawaban dari pertanyaan sebelumnya.


"Gak tau." Jawab Frans. "Dahlah! Pergi masuk." Perintah Frans. "Entar tel---" ucapan Frans terputus akan suara panggilan masuk yang berasal dari Stela.


"Jangan angkat." Ucap Sandra menghalangi Frans mengangkat panggilan Stela.


"Karna Sandra tahu Kak Jesika itu Pacar Kak Leon." Jawab Sandra. "Dan dibelakang Kak Leon ka---."


"---lo mau gue ngelakuin apa?" Tanya Frans yang langsung menangkap maksud Sandra. "Tapi Lo harus janji gak akan pernah cerita sama siapapun termasuk Leon." Ucap Frans dibalas anggukan kecil oleh Sandra.


"Tadi malam Sandra nginap dirumah teman Kak." Ucap Sandra.


Teman yang mana?bukannya ini anak gak punya teman ya! Batin Frans yang semakin curiga dengan Sandra.


"Lalu?" Tanya Frans.


"Kak Frans tolong bilangin ke Kak Stela kalau pagi ini Sandra kesekolahnya diantar Kak Frans." Ucap Sandra.


"Oh." Ucap Frans mengangkat panggilan Stela.


"Halo Stel!" Sapa Frans. "Kenapa?Gue lagi anterin adek Lo sekolah nih."


"Apa?Lo lagi bareng Sandra." Sahut Stela terkejut.


Kok bisa Argh!Sial! Umpat Stela membanting setirnya.


"Iya." Jawab Frans. "Pagi-pagi tadi dia nelpon gue." Melihat ke Sandra yang mengacungkan jempolnya. "Dia minta gue jemput dari rumah temannya terus anterin dia kesekolah." Ucap Frans yang kini mendapat dua jempol dari Sandra.


Demi Jesika gue bahkan rela bantuin ini bocah bohongin Stela. Batin Frans.


"Oh gitu." Ucap Stela.


"Yaudah! Gue tutup ya." Pinta Frans menutup telpon. "Udah!senang Lo kan!" Celetuk Frans.


"Makasih Kak." Ucap Sandra.


"Tapi Lo benaran dari rumah teman Lo kan tadi?" Tanya Frans menahan tangan Sandra yang hendak keluar mobil.


"Iya." Jawab Sandra.


Lebih tepatnya dari tempat teman Lo kak. Batin Sandra.


"Lo gak bohong kan." Ucap Frans yang sudah menangkap kebohongan Sandra. Namun ia gak bisa mengoreknya lebih dalam mengingat akan hubungannya dengan Jesika yang diketahui oleh Sandra. Terlebih lagi Jesika yang saat ini sedang berusaha memperbaiki hubungannya dengan Leon.


"Enggaklah." Sahut Sandra.


"Mengenai yang gue bilang sebelumnya---"


"----Kak Frans takut ya Sandra kasih tahu Kak Leon." Potong Sandra menakut-nakuti Frans.


"Enggaklah." Balas Frans.


"Kalau gak takut kenapa diawal Kak Frans gak berani ngasih tahu kebenarannya." Ledek Sandra.


"Gue takut Leon ninggalin Jesika." Ucap Frans. "Gara-gara gue." Sambungnya lagi dengan raut sedih.


"Kalau takut kenapa Kak Frans berhubungan sama Kak Jesika?" Tanya Sandra. "Emangnya dari awal Kak Frans gak tahu kalau Kak Jesika itu Pacar Kak Leon." Tanya Sandra semakin mengulik-ngulik Frans yang terpojokkan.


"Awalnya gue gak tahu." Jawab Frans.


"Kak Jesika tahu gak kalau Kak Frans itu sahabatan dengan Kak Leon?" Tanya Sandra lagi.


"Tunggu." Ucap Frans melihat ke Sandra.


"Kenapa kak?" Tanya Sandra.


"Lo tahu darimana kalau Leon sama gue sahabatan?" Tanya Frans.


"Kak Stela." Jawab Sandra. "Dia selalu membicarakan itu dimeja makan." Ucap Sandra. "Lagian bukannya kita pernah dinner bareng kan." Tambahnya lagi. "Hari itu kayaknya ada satu cowok lagi yang ada lesung pipinya." Ucap Sandra sementara Frans tidak lagi mendengarkannya.


"Stela selalu membicarakan kami berdua?" Tanya Frans tiba-tiba membuat Sandra berhenti mengoceh.


"Iya selalu." Jawab Sandra.