Unboxing

Unboxing
62. Sandra



Simon akhirnya mendapatkan akses kebagian arsip data pasien dirumah sakit milik kakek Gio. Namun sudah seminggu ini ia belum menemukan keberadaan putri Ansel. Bahkan dalam data Ansel dan istrinya tidak ada menerangkan keduanya memiliki seorang anak. Seolah ada orang yang berusaha merahasiakannya. Entah untuk alasan apa mereka melakukan demikian.


"Bos beberapa file gak bisa diakses." Ucap Simon yang menemukan salah satu soft copy tak bisa dibuka.


"Kata sandi lain yang baru dikirim apa gak bisa juga?" Tanya Leon yang dibalas gelengan kepala dari Simon.


"Bos gimana kalau kita retas aja?" Tanya Simon. "Saya yakin ini data aslinya." Ucap Simon.


"Jangan." Tolak Leon. "Kalau kamu retas itu akan membuka kesempatan untuk hacker dari pesaing lain." Ucap Leon. "Keluarga Gio akan dapat masalah." Lanjutnya.


"Lalu gimana Bos?" Tanya Simon. "Apa kita berhenti sampai disini saja dan membiarkan Nyonya menikahkan Bos dengan Stela?" Tanya Simon.


"Nikah kepalamu!" Umpat Leon kesal mengingat Nadin yang mendesaknya setiap hari.


"Bos sih pake acara ngomong Stela pakai embel-embel peri kecil." Ucap Simon menyalahkan Bosnya itu. "Maksud Nyonya sih baik." Lanjutnya lagi. "Tapi kalau sempat benar-benar salah orang kan Bos yang rugi."


"Lo bisa diam gak?!" Tanya Leon yang semakin kesal mendengar ocehan Simon.


"Bos mungkin dengan pergi malam ini---"


"---Sayang." Panggil Nadin yang tiba-tiba menilik keruangan membuat Simon terkejut.


"Iya mah." Sahut Leon.


"Jangan lupa sama janji malam ini ya sayang." Ucap Nadin mengingatkan Leon akan kepergian mereka nanti malam ke rumah Aditya.


"Iya mah." Sahut Leon mengiyakan.


"Mama tinggal yaa!" Berbalik badan "bye sayang." Ucap Nadin kembali menutup pintu pergi meninggalkan keduanya.


"Bos ini kesempatan bagus." Ucap Simon.


"Kesempatan bagus kepalamu!" Umpat Leon mengecek hapenya.


Sial!Sandra benar-benar ngabaiin chatt gue! Umpat Leon dalam hati meletakkan hape dan berbalik badan sambil bertolak pinggang.


Sebelumnya Nadin telah mengkonfirmasi kedatangan mereka pada Rosa malam ini. Nadin gak menyangka Peri kecil putranya adalah putri dari Rosa dan Adit. Dalam pertemuan ini Nadin belum memberitahu maksud tujuan mereka pada Rosa yang ingin melamar putrinya untuk Leon.


Sementara itu Sandra yang sudah libur dengan kegiatan sekolah menghabiskan waktu di rumah dengan mengabaikan hapenya. Ia menghabiskan waktu bersemedi di dalam kolam lalu membantu Ema didapur sekalian mempelajari resep-resep baru dari yutub.


"Papa gak bohong kan?" Tanya Stela yang baru siuman duduk di antara Adit dan Rosa.


"Kalau gak percaya tanya aja sama mama kamu." Jawab Adit.


"Benaran mah keluarga Leon mau kesini?" Tanya Stela yang masih gak percaya bahwa keluarga pria yang ia incar akan datang.


"Iya sayang." Jawab Rosa. "Malam ini kamu harus tampil anggun." Ucap Rosa mengusap rambut Stela.


"Leon juga ikut kan mah?" Tanya Stela yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Rosa sambil melihat Sandra yang menuruni tangga dengan mengenakan handuk kimono.


****


Sudah setengah jam Stela membongkar isi lemarinya dengan berbagai gaun yang kini memenuhi ranjang dan sofa dikamarnya. Ia memilah-milah gaun yang akan ia kenakan diperjamuan malam yang dihadiri oleh Leon dan keluarganya.


Begitu juga dengan Ema yang sibuk mempersiapkan hidangan untuk jamuan makan malam ini.


"Non Sandra!" Panggil Ema yang melintas dari koridor dan melihat Sandra yang masih terapung di air. "Non ini udah jam 6." Teriaknya membuat Sandra menoleh dan berbalik berenang ke tepi kolam.


"Kalau udah jam 6 emang kenapa Bi?" Tanya Sandra keluar dari kolam meraih kimono dan memakainya.


"Non Sandra malam ini tuan kedatangan tamu." Ucap Ema meraih handuk dan mengeringkan rambut Sandra.


"Keluarga Sanjaya." Jawab Ema. "Bibi juga gak tahu jelas." Ucapnya lagi. "Non Stela aja udah heboh berdandan cantik masa Non Sandra enggak." Jelasnya.


"Kak Stela?" Tanya Sandra yang dibalas anggukan kepala oleh Ema.


"Iya Non katanya Putra dari keluarga Sanjaya itu cintanya Non Stela." Jawab Sandra.


"Leon?" Tanya Sandra.


"Iya Non benar Tuan Muda Leon." Jawab Ema mengiyakan.


Jadi Kak Leon mau meresmikan hubungannya dengan peri kecilnya itu. Batin Sandra.


Tepat pukul 20.00 WIB dua mobil memasuki kediaman keluarga Winata. David turun dari mobil sambil menggandeng Nadin memasuki pintu yang sudah terbuka.


"Hai Rosa." Sapa Nadin memberi pelukan dan cipika-cipiki. Begitu juga dengan Adit dan David yang saling bersalaman.


"Malam Tante." Sapa Leon melihat Rosa yang mengingatkannya saat Peri kecilnya berlari meninggalkannya menghampiri wanita yang berdiri didepannya sekarang.


Peri kecilku apa benar Stela? Batin Leon mengulurkan tangannya pada Rosa.


"Mari masuk anak-anak udah nunggu didalam." Sahut Rosa menerima uluran tangan Leon sekaligus mengajak semua untuk masuk.


Hm!Anak-anak. Batin Leon mengerutkan keningnya menatap Adit. Bukannya Putrinya cuma satu. Batin Leon merongoh kantongnya mencari keberadaan hapenya yang tak ada disana.


"Leon kemana?" Tanya Nadin melihat Leon berbalik badan. "Ayok masuk." Pintanya.


"Duluan aja mah." Ucap Leon. "Leon ada ketinggalan sesuatu dimobil." Sambungnya.


"Jangan lama-lama ya sayang." Ucap Nadin mengiyakan yang kemudian merangkul lengan David masuk kedalam rumah menyusul Rosa dan Adit.


Leon membuka pintu mobilnya dan meraih hape yang tertinggal disana. Ia kemudian melakukan panggilan pada Simon sambil melihat sekitarnya.


"Simon tolong kirim soft copy yang di proyek Bali." Ucapnya memperhatikan mobil didepannya. "Aku rasa ada yang masih belum close." Tambahnya lagi melihat mobil merah milik Stela yang terparkir dengan seksama.


"Bos untuk yang di bang---"


"---Tunggu!" Potong Leon pada Simon yang sedang menjelaskan.


"Ada apa Bos?" Tanya Simon dari telpon sementara Leon balik melihat fasad rumah. Ia kemudian melihat pagar gerbang rumah persis dengan tempat dirinya pertama kali menurunkan Sandra saat hendak mengambil kopernya saat insiden bekas ciuman.


"Ini bukannya rumah Sandra." Ucap Leon.


"Sandra?" Tanya Simon bingung. "Sandra siapa Bos?" Tanya Simon yang tiba-tiba saja terputus. Leon mematikan teleponnya yang terhubung dengan Simon dan bergegas masuk kedalam rumah.


"Hai Leon!" Sapa Stela yang berdiri dari kursi makannya hanya untuk menyambut kedatangan Leon yang mencari seseorang dimeja makan.


"Leon?" Panggil Nadin membuat Leon tersadar. Ia tidak menemukan Sandra diantara mereka. "Duduk disini sayang." Ajak Nadin meminta Leon duduk disebelah kirinya sementara sebelah kanannya ada David. "Kamu gak kenapa-napa kan sayang." Bisik Nadin pada Leon yang terlihat seperti mencari sesuatu. Namun raut kecewa diwajahnya menandakan Leon tidak menemukan yang ia cari.


Leon diam seribu bahasa tanpa mempedulikan Stela yang ada tepat didepan Nadin. Di saat bersamaan Sandra melangkah pelan mendekati meja makan dan duduk tepat dihadapan Leon yang tidak menyadari kehadirannya.


"Kamu pasti Auristela ya?" Sapa Nadin dengan menanyakan Sandra yang menegakkan wajahnya melihat ke Nadin.


"Bukan Tante." Jawab Sandra membuat Leon mengangkat wajahnya yang mengenali suara itu.


"Aku Alexandra." Sambung Sandra bersamaan dengan mata Leon dan Sandra yang saling bertemu.


"Sandra?" Suara Leon disertai suara sendok yang ditangannya jatuh membuat semua yang ada disana melihat pada keduanya.


🍁🍁🍁