Unboxing

Unboxing
71. Kak Leon ih!



Adit dan Rosa berjalan menuju kamar Stela. Mereka baru saja tiba setelah bergegas dari kantor langsung menuju rumah sakit. Rosa yang mendapat telpon dari Vaya segera mengabari Adit akan sikap Stela terhadap Gio.


"Stela siapa yang mengajari kamu memaki." Ucap Adit menggeser pintu kamar yang disusul oleh Rosa dibelakangnya. "Kamu tau enggak Gio itu si---."ucap Adit terputus mendapati Gio,Frans dan Stela bersamaan melihat padanya.


"---Pah jangan marah-marah." Sambung Rosa masuk dan melihat ketiganya.


"Ya ampun dari mana datangnya pemuda-pemuda tampan ini." Puji Rosa mencairkan suasana yang sempat kikuk karna Omelan Adit yang tiba-tiba pada Stela.


"Malam Om malam Tante." Sapa Gio dan Frans kompak membuat Stela lega. Ia tidak jadi dimarahi oleh kedua pria yang memergokinya menguping pembicaraan sebelumnya.


"Mama bawa apa?" Tanya Stela menghindari tatapan Gio yang sama sekali tidak membiarkannya untuk bernafas. "Mau Stela bantu keluarin gak?" Tanya Stela turun dari ranjangnya menggapai bawaan Rosa. Stela bertingkah tidak seperti dirinya yang biasa galak,bodo amat,tukang perintah dan seenaknya saja.


"Sayang,kamu kenapa?" Tanya Rosa balik menyerahkan bawaannya diambil Stela. "Gio apa ada yang salah dengan hasil pemeriksaan?" Tanya Rosa melihat Stela yang sedikit tidak menyebalkan.


"Gak ada Tante." Jawab Gio yang tidak melepaskan pandangannya dari Stela yang semakin merasa tercekam.


"Lo kenapa lihat Stela sampai begitu?" Tanya Frans yang tak sengaja melihat keduanya.


"Gak ada apa-apa." Jawab Gio melihat ke Adit. "Om dan Tante mau nemanin Stela bukan?" Tanya Gio yang sekarang melihat ke Rosa.


"Iya." Jawab Rosa mengusap ujung kepala Stela yang berdiri meminta perlindungan pada Rosa dari lirikan Gio yang membidiknya.


"Oh kalau gitu Gio tinggal dulu." Ucapnya pamit. "Dan besok pagi Stela udah bisa pulang juga." Tambahnya.


"Frans juga pamit pulang ya Om." Ucap Frans yang berjalan menyusul Gio keluar ruangan.


"Gio!" Panggilnya meraih bahu Gio.


"Ya!" Sahut Gio berbalik badan. "Lo kenapa keluar?" Tanyanya pada Frans. Ia pernah dengar Frans sangat begitu menyukai Stela. Awalnya Gio tidak tahu siapa Stela yang sering dibicaran Frans padanya. Namun hari ini dia tahu Stela yang disukai sahabatnya itu adalah wanita yang harus ia hindari selama ini.


"Gue mau ada urusan." Jawab Frans. "Lo kenal dengan Om Adit dan Tante Rosa?" Tanya Frans yang memperhatikan interaksi Gio dengan keluarga Winata itu tidak seperti baru pertama kali bertemu.


"Iya." Jawab Gio berjalan diikuti Frans. "Stela itu wanita yang ingin Lo nikahin bukan?" Tanya Gio dengan nada. "Yang dulu Lo sering ceritain." Tambahnya lagi denga wajah tertunduk.


"Iya." Jawab Frans. "Tapi dia nolak gue." Ucap Frans." Membuat langkah kaki Gio terhenti. "Dengan seenaknya dia menggantikan adiknya jadi tunangan gue." Jelas Frans.


"Tunggu!" Ucap Gio mengehentikan langkah Frans. "Maksud Lo Sandra itu---"


"---Lo kenal Sandra juga!" Sambung Frans melihat Gio yang tiba-tiba membungkam mulutnya yang hampir keceplosan.


"Yaa!" Ucap Gio. "Lo lupa pernah bawa dia saat dinner bareng gue dulu." Tambah Gio mengingatkan kembali.


Fyuh!untung memori itu langsung terlintas. Batin Gio mengelus dadanya pelan.


****


Suara dering hape membangunkan Sandra dari tidurnya yang singkat. Semalaman Leon memaksanya melakukan hal yang memalukan plus menggelikan lagi dengan senyum nakal yang terpancar diwajahnya. Pria itu memintanya melakukan yang pernah ia lakukan dimobil sebelumnya sambil menyuruh Sandra duduk diatas tubuh yang tidak mengenakan apapun.


"Halo." Ucap Sandra Mengangkat panggilan masuk dari nomor yang tidak terdaftar dihapenya.


"Sandra baru bangun." Ucap Rosa yang menelponnya dari luar ruangan Stela. "Sayang semalam kamu kemana?" Tanya Rosa membuat Sandra bangkit duduk dengan wajah shock.


Mampus! Batin Sandra menggigit jarinya memikirkan sesuatu kalimat untuk menjawab pertanyaan Rosa.


"Sandra diajak teman ke toko buku mah!" Jawab Sandra asal tanpa Sadar selimut yang menutupi dadanya melorot kebawah.


"Sampai malam?" Tanya Rosa yang sebelumnya ingin memberitahu putrinya itu bahwa mereka gak akan pulang karna harus menemani Stela dirumah Sakit. Namun Sandra malah tidak mengangkat panggilannya.


"Iya mah!" Jawab Sandra. "Soalnya teman Sandra ngajak nongkrong gitu hehe." Tambahnya.


"Oh begitu." Sahut Rosa. "Sayang bisa panggilin Ema ya." Pinta Rosa membuat Sandra panik. "Mama mau ngomong sama dia." Tambahnya.


"Mah!" Panggil Sandra seolah tidak mendengar. "Halo mah!" Ucapnya lagi. "Mah batere Sandra mau low nih!" Membodohi Rosa. "Mah dengar Sandra gak?"


"Iya sayang mama dengar." Sahut Rosa.


"Mah hape Sandra low----" ucap Sandra terputus mematikan panggilan Rosa dan menoleh pada Leon yang menatap dua gundukan sintal dengan jelas.


"Kak Leon lihat apa?" Tanya Sandra menunduk kebawah mendapati dirinya yang setengah telanjang. "Ahhh!!" Teriak Sandra menarik selimut menutup tubuhnya turun dari ranjang meninggalkan Leon yang sedikit menegang.


"Sandra habis makan gue antar ke gereja ya!" Ucap Leon pada Sandra yang meletakkan masakannya dipiring Leon.


"Ini hari Minggu ya kak." Sahut Sandra yang tidak tahu lagi mengenai harinkarna kebanyakan libur.


"Bukan." Ucap Leon menikmati sarapannya.


"Lah?!terus kalau gak Minggu ngapain Kak Leon mau ngantar Sandra ke gereja." Ucap Sandra duduk disebelah Leon dengan pakaian yang sudah diambil Leon dari gudang sebelumnya.


"Pengakuan dosalah." Ledek Leon pada Sandra yang sebelumnya berbohong pada Rosa.


"Kak Leon ngejek aku ya!" Mengambil sosis yang dia panggang sebelumnya dengan lumuran mayones dari pirin Leon.


"Ah!" Desis Leon saat Sandra menggigit ujung sosis yang berlumuran saos dan mayones dimulut Sandra.


"Kak Leon kenapa?" Tanya Sandra yang tidak tahu apa-apa malah menjulurkan lidahnya menjilat lumuran mayones disosis yang tertancap digarpunya.


"Gak ada." Jawab Leon yang tersenyum nakal menikmati kepolosan Sandra.


"Kak Leon kenapa senyum-senyum begitu?" Tanya Sandra memakan nasi gorengnya sambil memperhatikan Leon yang terus memandangnya. "Kak Leon mau?" Tanya Sandra menyodorkan sosis panggang bekas gigitannya ke mulut Leon.


"Enggak." Tolak Leon lanjut menyuapi nasi goreng kemulutnya. "Lo makan aja." Ucapnya membuat Sandra menarik kembali sosisnya dan memaasukkannya kemulut lalu mengemutnya bersamaan dengan lelehan mayonaise membuat otak Leon traveling.


"Sandra suka sosis ya?!" Tanya Leon masuk ke mobil pada Sandra yang telah menghabiskan dua batang sosis yang ia panggang untuk dirinya sambil memasak nasi goreng.


"Iya kak." Jawab Sandra. "Apalagi kalau sosisnya yang lebih besar dari tadi kak. " Tambahnya menutup pintu mobil.


"Eh?!lebih besar." Sahut Leon melipat bibirnya.


"Iya." Jawab Sandra melihat ke Leon.


"Ah yang kayak punya gue ya." Ucap Leon memakaikan seatbelt pada Sandra.


"Kak Leon punya sosis?" Tanya Sandra.


"Punya." Jawab Leon mendekat. "Lebih besar malah." Bisik Leon ketelinga Sandra.


"Sandra gak pernah lihat ada sosis di kulkas Kak Leon." Ucap Sandra.


"Yang bilang di kulkas siapa?" Tanya Leon menarik dirinya dari Sandra.


"Terus dimana?" Tanya Sandra.


"Masa Lo gak tau."jawab Leon memakai seatbeltnya. "Kan semalam baru Lo mainin." Goda Leon pada Sandra yang sudah menangkap maksudnya.


"Kak Leon ih!"


🍁🍁🍁


Berikan Vote,gift,like dan Komen untuk dukung Author❤️❤️❤️