Unboxing

Unboxing
63. Aku Menemukanmu



Mama adalah orang yang lebih tahu tentang kita melebihi diri kita sendiri. Sejauh dan sedekat apapun kita dengannya. Demikian dengan Rosa dan Nadin yang bisa mengetahui ada sesuatu yang terjadi diantara Sandra dan Leon. Hanya dengan cara keduanya saling melihat satu sama lain.


"Kalian saling kenal?" Tanya Stela yang menumpahkan kekesalannya pada sendok garpu yang ia cekik dalam jemarinya. Amarahnya semakin naik melihat tatapan Nadin yang terlihat menyukai Sandra. Sama seperti hari terakhir dimana Sandra tak pernah lagi muncul ke acara apapun yang dihadiri Adit dan Rosa.


"Sandra,kamu kenal dengan Leon?" Tanya Adit yang malah berpikir sebaliknya. Ia tidak ingin putrinya itu kepincut pada pesona Leon.


"San-Sandra pernah ketemu Kak Leon." Jawab Sandra yang gugup karna tatapan Leon yang terus melihat ke arahnya. "Waktu Kak Frans ajak Sandra dinner." Sambungnya yang segera menghindar dari tatapan Leon dengan meraih sumpit disebelah piringnya.


"Oh begitu." Ucap Adit.


Wuhh! Syukurlah! Batin Adit mengelus dadanya. Belum berapa detik Adit merasa lega ia malah dikejutkan kembali oleh putrinya itu. Sandra menjepit cumi tepung goreng dan tanpa sadar berdiri dari kursi lalu meletakkan cumi itu dipiring Leon.


"Sandra sopankah begitu?" Tanya Stela geram melihat Sandra yang secara gak langsung mendahuluinya menjamu Leon.


"Ke-Kenapa?" Tanya Sandra menoleh ke Stela lalu melihat dirinya berdiri dengan sumpit yang mengacung pada Leon. "Ah maaf kak!" Ucap Sandra menjepit kembali cumi yang ia letakkan dipiring.


"Ini sudah jadi milikku." Ucap Leon menahan cumi itu dengan tangannya dengan menaikkan salah satu alisnya menggoda Sandra. "Kamu gak boleh mengambilnya kembali." Memasukkan cumi itu kemulutnya dengan berusaha menyembunyikan senyum yang tersirat dibibir saat mengunyah cumi.


Selama makan malam Leon melepas sepatunya dan menyolek kaki Sandra dengan kakinya. Ia mengisenginya sambil menikmati hidangan yang disajikan Ema pada mereka.


"Uhmm." Suara Nadin menikmati tiap suapan makanan. "Rasanya kok---" ucap Nadin terjeda melihat Leon dan Sandra saling kontak mata. Terlihat seperti kucing kecil yang sedang mencoba-coba cakarnya pada serigala buas yang tenang menangkap cakar -cakar mungilnya itu.


"Ya ampun Bi Ema." Ucap Rosa yang membuat semua menoleh ke Rosa. "Maaf Nadin itu lauk tadi siang." Sambung Rosa mengangkat piring ayam goreng mentega dari depan Nadin.


"Eh jangan diambil Rosa." Menarik piring yang ada ditangan Rosa. "Aku suka masakannya." Mengambil dan menyuapkannya pada Leon. "Mirip yang pernah mama makan diapartemen kamu kan sayang?" Tanya Rosa membuat Sandra terbatuk.


"Non Sandra pelan-pelan makannya." Ucap Bi Ema menyuguhkan air putih pada Sandra yang keselak karna ucapan Nadin.


"Iya mah mirip banget." Sahut Leon menarik tissue didepannya. Lalu bangkit berdiri meraih bibir Sandra dan melapnya membuat suasana kembali hening.


"Biarin dia yang bersihkan sendiri." Ucap Stela menepis tangan Leon dan menarik tissue banyak-banyak dan memberikannya ke Sandra.


"Enak gak Bu ayamnya?" Tanya Ema berusaha mengalihkan perhatian Nadin dan David akan sikap Stela terhadap Sandra.


"Enak." Jawab Nadin.


"Itu Non Sandra yang buat." Ucap Ema pergi kebelakang meninggalkan Sandra yang menundukkan wajahnya dari semua.


****


Di ruang tengah kedua keluarga menghabiskan waktu dengan menikmati dessert yang Rosa pesan sebelumnya. Adit dan David asik membicarakan tentang perusahaan. Begitu juga dengan Rosa dan Nadin yang bernostalgia akan masa-masa kuliah. Sementara Stela berusaha mencari topik pembicaraan dengan Leon yang hanya melihat pada Sandra yang mencoba semua dessert yang ada di depan mereka.


"Sandra suka?" Tanya Nadin melirik sebentar keputranya itu lalu kembali melihat ke Sandra.


"Stela suka Tante." Jawab Stela merebut dessert yang hendak Nadin berikan pada Sandra.


"Oh iya bukannya ada hal yang mau kamu sampaikan?" Tanya Rosa pada Nadin mengalihkan semuanya pada sikap Stela.


"Ah iya benar." Sahut David mengiyakan pertanyaan Rosa melihat ke istrinya. "Maksud kedatangan kami sebenarnya un---"


"---Untuk Rosa." Potong Nadin sebelum David mengatakan yang sebenarnya.


"Untukku?" Tanya Rosa melihat ke Adit dengan ekspresi bingung.


"Nadin." Panggil Rosa terharu.


"Leon gak sengaja Nemu foto-foto masa kuliah." Ucap Leon membuat David melirik ke Nadin. "Iya kan mah?" Tanya Leon berpindah tempat duduk disamping Nadin yang membuat dirinya kini berada disebelah Sandra.


"Iya." Jawab Nadin tunduk tersenyum menangkap kelicikan Leon. "Jadi Tante sama mama kalian ini satu kampus." Menegakkan wajahnya melihat ke yang lain.


"Tapi bukannya mamah ma---" Ucap David terputus.


"---Mau lihat bunga-bunga Rosa juga." Potong Nadin menunjuk asal bunga mati yang ada disudut ruangan.


"Nadin itu bunga mati." Ucap Rosa.


"Oh ya!" Sahut Nadin membuat Stela mencari ide agar bisa berduaan dengan Leon. Ia sudah tidak tahan melihat Leon yang duduk berdekatan dengan Sandra.


"Gimana kalau mama temanin Tante Nadin lihatin bunga." Tawar Stela meminta Rosa agar membawa Nadin.


"Malam begini?" Tanya Rosa yang melihat Stela ingin berduaan dengan Leon.


"Kan ada lampu mah." Ucap Jawab Stela membantu mereka bangkit dari kursi untuk segera pergi. "Oh iya Om David suka main catur gak?" Tanya Stela.


"Oh Stela mau aja om main catur?" Tanya David.


"Bukan." Jawab Stela meraih tangan Adit. "Tapi papah." Sambungnya. "Iyakan Pah?" Tanya Stela.


"Oh okey!" Sahut David yang bangkit berdiri mengikuti Adit yang berjalan kearah ruang tamu lain.


"Sandra kamu---" ucap Stela terjeda melihat tak ada Sandra disana. "----Dia kemana?" Tanya Stela membuat Leon baru menyadari Sandra tak ada disana.


Baguslah! Akhirnya gue bisa berduaan dengan Leon. Batin Stela menjatuhkan bokongnya duduk disamping Leon.


"Leon." Bisik Stela. "Gue gak nyangka ka---"


"---Toilet dimana ya?" Tanya Leon bangkit berdiri.


"Dibelakang." Jawab Stela mendongak. "Entar Lo lurus aja dari koridor." Menunjuk. "Terus belok." Jelasnya.


"Okey." Sahut Leon meninggalkan Stela dengan mengikuti arah yang diinstruksikan Stela padanya.


Leon menelusuri koridor yang diberi pembatas setengah beton berongga yang diatasnya bergantung bunga-bunga milik Rosa. Ia mendengar kedua ibu itu duduk di sudut yang memiliki view tepat ke arah kolam. Mereka tertawa kecil sambil memilah-milah bunga yang ada disana.


Leon mengehentikan langkahnya dan menilik kedalam kolam renang. Ia memperhatikan area kolam renang dan melihat Sandra tiduran dikursi sambil mengacungkan jarinya ke langit.


"Lo disini ternyata." Ucap Leon menapakkan kakinya pelan mendekati keberadaan Sandra. Sesekali Leon melirik kearah keberadaan Rosa dan Nadin. Ia tidak ingin kedua ibu itu memergoki ia menangkap Sandra.


Sandra bersenandung kecil menegakkan tubuhnya duduk dan menjatuhkan kakiknya dilantai. Ia tak menyadari Leon yang kini berdiri dibelakangnya. Leon dmencondongkan tubuhnya duduk di belakang Sandra.


"Aku menemukanmu." Bisik Leon memeluk Sandra dari belakang.


🍁🍁🍁


Maaf gaes kemarin gak update karna Author lagi ujian🀭🀭🀭.