
Cup! Suara kecupan Sandra mendarat di pipi Leon. Ia menarik tubuhnya sambil melihat raut kesal tersirat jelas di wajah Leon padanya.
"Pergilah." Ucap Leon mengalihkan pandangannya ke pagar kediaman Winata. "Gue gak mungkin ngantar Lo sampai kedalam." Lanjutnya yang kemudian membentangkan satu tangannya mendorong pintu mobil yang berada disisi Sandra keluar. Hampir satu harian ia bersama namun hanya Stela yang ada dipikiran Sandra. Sandra bahkan menolak untuk ikut dengannya kembali ke apartemen sesaat keduannya berhenti mencari keberadaan Stela.
"Oke." Sahut Sandra turun dari mobil meninggalkan Leon begitu saja.
Fyuh! Hela nafas Sandra yang berhasil menyelinap masuk ke kamarnya. "Untung aja mama dan papa belum nyampe." Ujarnya meletakkan tasnya dimeja rias lalu menghidupkan lampu tidur yang terletak disamping ranjangnya. "CK!" Decaknya sambil membaringkan tubuhnya diranjang. Ia harus sadar telah menyia-nyiakan waktu yang dimilikinya hari ini bersama Leon. "Bodoh." Umpatnya Sandra pada dirinya. "Entah kapan Aku bisa ketemu Kak Leon lagi." Keluhnya memiringkan badan dan melihat jendela kamarnya terbuka. "A-Apa ada orang yang masuk?" Tanyanya bangkit duduk diranjang. Ia bangkit berdiri menutup jendela dan memperbaiki gordennya.
"Ahh!!" Teriak Sandra sesaat berbalik badan membelakangi jendela.
"Apa Lo mau buat orang-orang berkerumun datang kesini?" Tanya Leon yang bersandar di kepala ranjang Sandra.
"Kak Leon kenapa ke sini?" Tanya Sandra yang kini membuka pintunya. Ia menilik keluar untuk memastikan tidak ada yang datang karna mendengar teriakannya.
"Gue masih kangen." Jawab Leon menarik Sandra masuk kembali kedalam kamar dan menutup pintu dengan rapat.
Klekk! Suara pintu tekunci.
"Sandra juga." balas Sandra memeluk Leon yang berdiri didepannya.
"Gue tahu." Ucap Leon disertai senyum dikedua sudut bibirnya. "Kita bahkan belum melakukan apapun sejak tadi." Lanjutnya menggendong Sandra ke ranjang.
"Gak boleh." Tolak Sandra menghalangi bibir Leon yang akan mendarat di bibirnya dengan telapak tangannya. "Gimana kalau mama sama papa mergokin kita?" Tanya Sanda sementara Leon kini menurunkan tangan Sandra dari bibirnya.
"Pintunya udah dikunci." Desis Leon yang kini mengunci kedua tangan Sandra dengan meletakkannya diatas kepala.
Uhmm! Suara Sandra sesaat Leon meraup bibirnya dilanjut dengan **********. Leon menekan kedua tangan Sandra menunjukkan kekuasaan yang mendominasi atas tubuh Sandra diatas ranjang.
Sementara dibawah samar-samar terdengar suara mobil Adit berhenti. Danu berlari menghampiri majikannya disusul oleh Ema dari belakang.
"Hari ini Sandra gak pergi kemana-mana kan?" Tanya Rosa yang pintunya dibuka kan oleh Danu yang sudah diperingatkan Rosa dalam dua terakhir.
"Gak ada Nya." Jawab Danu yang menutup kembali pintu mobil.
Sejak Rosa mengetahui hubungan Leon dan putrinya, ia secara pribadi memperingatkan Danu untuk melaporkan kemana dan dengan siapa Sandra bertemu setiap putrinya itu meminta Danu menyupirinya. Namun Sandra memergoki rencana yang dibuat Rosa untuknya.
Ahh! Jerit Sandra pada sentuhan jemari Leon yang masuk kedalam bajunya membuat Leon semakin terpacu menghujaninya dengan kecupan yang menjalar dari bibir turun ke area tulang selangkanya.
"Stela!" Panggil Rosa yang berjalan menuju tangga kelantai atas. "Sandra!" Panggilnya kini sambil menapaki anak tangga.
Uhmmmm! Suara Sandra dari bibir yang kini kembali dilumat oleh Leon. Leon tak peduli dengan suara Rosa memanggil gadis yang kini terletang menggeliat dibawah tubuhnya.
"Stel---" Panggilnya terjeda sesaat membuka pintu kamar dan mendapati tidak ada siapapun disana. "Ema,apa kamu tahu Stela pergi kemana?" Tanya Rosa kembali menutup pintu. "Kenapa akhir-akhir ini dia sulit ditemui?" Tanya Rosa pada dirinya sambil melangkah ke kamar Sandra.
"San---" panggilnya terjeda sesaat tidak bisa membuka pintu. "Sandra,apa kamu didalam sayang?" Tanya Rosa melepas bibir Leon dari Sandra.
****
Krekk! Suara pintu terbuka.
"Lama banget baru bu---" ucap Rosa terjeda melihat ranjang Sandra berantakan. "---Itu ranjang kena---" sambungnya kembali terputus melihat penampilan Sandra dengan kerah baju tidur yang miring sebelah dan rambut berantakan. "Apa seharian ini kamu tidur sayang?" Tanya Rosa merapikan rambut putrinya.
"Hm,I-Iya mah." Sahut Sandra dengan setengah badannya tertutup daun pintu yang terbuka.
"Kalau begitu kamu mandi dulu." Ucap Rosa. "Nanti baru kita bicara." Lanjutnya yang kemudian berbalik badan.
"Mama mau bicara apa?" Tanya Sandra.
"Nanti mama kasih tahu." Jawabnya pergi meninggalkan Sandra dengan berjalan menuju kamarnya.
Setengah jam kemudian Sandra keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya.
"Gue masih mau lihat Lo sebentar lagi." Jawab Leon rebahan di ranjang dengan tangan yang menopang kepala.
"Terserah Kak Leon deh." Ucap Sandra duduk didepan meja riasnya.
Tok tok tok! Suara ketukan pintu.
Fyuh! Hela nafas Sandra terkejut mendengar pintu kamarnya di ketok.
"Siapa!" Seru Sandra bangkit berdiri menempelkan kupingnya dipintu.
"Buka pintunya sayang." Sahut Rosa.
"Cut!" Desis Sandra pada Leon sambil memberi kode bahwa dia akan mampus dengan mengacungkan jarinya dileher kemudian mengayunkannya membuat Leon terkekeh. "Malah ketawa." Ucapnya mendekat pada Leon yang sekarang duduk ditepian ranjang. "Kak, Sandra serius!" Tegasnya mengguncang-guncangkan bahu Leon yang masih terkekeh.
Cup! Kecupan manis dikening Sandra.
"Sandra!" Panggil Rosa sambil dengan ketukan dipintu.
"Iya mah." Sahut Sandra melihat Leon. "Sandra masih pakai baju." Tambahnya. "Mama duluan aja."
"Jangan lama-lama." Balas Rosa dari balik pintu.
Beberapa menit kemudian Sandra tiba dibawah. Ia menarik kursinya sambil menilik keatas pada Leon yang berdiri disana menatapnya.
"Kak Leon entar keluarnya dari pintu depan aja." Ucap Sandra sebelum ia meninggalkan kamar.
"Lo mau om mergokin gue?" Tanya Leon.
"Lewat jendela terlalu tinggi." Jawab Sandra. "Sandra gak mau Kak Leon kenapa-napa." Lanjutnya menangkup wajah Leon.
"Terus rencana Lo gimana?" Tanya Leon.
"Sandra bakal ngalihin papa dan mama selama di meja makan. Jadi Kak Leon bisa keluar tanpa sepenglihatan mereka." Jelas Sandra.
"Mama mau bicara apa?" Tanya Sandra menyendokkan nasi dipiringnya. Sesekali ia melihat keatas untuk menyampaikan kode pada Leon.
"Makan dulu." Sahut Adit. "Nanti setelah itu baru kita bicarakan mengenai pernikahanmu dengan Frans." Lanjut Adit menghentikan langkah kaki Leon yang menuruni tangga. Demikian juga dengan Sandra yang terpaku dengan sendok nasi ditangannya.
"Mama dan Papa sudah membicarakan ini dengan keluarga Frans." Sambung Rosa sambil memotong daging di piringnya dengan sangat lembut.
"Ya." Balas Adit meraih gelas jusnya. "Sesuai permintaan Frans bahwa kita akan melakukan pernikahan setelah kelulusanmu." Ucap Adit yang kemudian meneguk jusnya.
"Jadi mulai besok kita semua akan sibuk mempersiapkannya." Ucap Rosa memasukan potongan daging kedalam mulutnya sambil melihat Sandra terpaku menatap nasi dipiringnya.
"Kapan?" Tanya Sandra membuat Adit dan Leon kompak melihat ke Sandra.
"Apanya sayang?" Tanya Adit.
"Pernikahan Sandra dan Kak Frans." Jawab Sandra melihat ke Adit.
"Minggu depan." Jawab Rosa meletakkan garpu ditangannya dengan wajah nyang ditekuk kebawah.
🍁🍁🍁
Berikan Vote,like dan Coment cintaa❤️❤️
Happy new year 🥳🥳🥳