Unboxing

Unboxing
89. Wanita Lo!



Dengan berat hati Leon melangkah sambil mengenakan kaos yang sebelumnya Sandra kenakan. Ia melirik Sandra yang belum menenggelamkan diri seutuhnya kedalam kolam.


"Kalau mereka gak datang kesini Lo gak boleh nenggelamin diri." Pinta Leon sebelum meninggalkan Sandra.


Krekk! Suara pintu terbuka dari dalam membuat Stela berhenti menggedor dan mendapati Leon berdiri dengan raut kesal.


"Sandra!" Seru Stela menerobos masuk ke kamar Leon. Sementara Frans,Gio dan Jesika masih membatu tak berkutik menerima tatapan tajam dari Leon.


"Bukannya kalian semua satu tujuan?" Tanya Leon meminggirkan tubuhnya kepintu mempersilahkan ketiganya masuk untuk mencari tahu jawaban dari pertanyaan yang ada dikepala masing-masing.


Sudah tiga menit berlalu Stela yang ditemani oleh Gio dan Frans mencari keberadaan Sandra di sekitar kamar Leon. Namun tak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya wanita yang tinggal bersama dengan Leon dikamar itu. Perlahan Sandra menenggelamkan dirinya kedasar kolam sesaat Jesika melangkah keluar kamar.


"Jes,Apa Lo menemukan sesuatu?" Tanya Stela pada Jesika yang berdiri ditepi kolam renang.


"Maksud Lo didalam kolam." Jawab Jesika menoleh pada Stela yang tak berani melangkahkan kakinya ke area kolam.


"Ya." Jawab Stela yang menunjukkan wajah cemas melihat kolam renang didepannya. Sementara Sandra mendudukkan dirinya didasar kolam seperti yang biasa ia lakukan saat berada di kolam renang di kediaman Winata.


"Tak ada sesuatu kecuali air." Ucap Jesika memperhatikan permukaan kolam membuat Leon khawatir Sandra akan terlihat oleh Jesika.


"Lo gak bohong?" Tanya Stela yang tak percaya dengan Jesika.


"Kalau Lo gak percaya." Balas Jesika menoleh ke Stela. "Coba Lo terjun kedalam dan periksa sendiri." Sindirnya pada Stela yang sebenarnya hanya ingin memastikan apakah Leon menghabiskan waktu dengan Sandra.


"Lupakan!" Balas Stela.


"Ah, tapi sepertinya ada yang lain." Seru Jesika membuat Gio dan Frans berhenti menggeledah yang lainnya. Begitu juga dengan Leon yang melangkah maju mendekat ke kolam memastikan yang Jesika maksud bukan Sandra.


"Apa ada Sandra didalam?" Tanya Stela lagi. Ia melangkah sedikit kemudian dengan sigap berhenti di pembatas pintu.


"Lo ngaco Stel!" Celetuk Frans.


"Bisa aja Frans." Balas Stela yang terhalang oleh rasa takutnya mendekati kolam renang.


"Kenapa lo mikir Sandra ada didalam?" Tanya Jesika yang melirik Leon terlihat tenang berdiri bersandar diraling balkon sambil melihat kedalam kolam.


"Jangan pedulikan omongan Stela." Jawab Frans berjalan mendekat ke Jesika. "Sekarang katakan apa yang Lo temukan disana." Lanjutnya.


"Pelampung kerang." Ejek Jesika pada mereka yang juga melihat pelampung kerang yang terapung dipermukaan air.


Sial! Umpat Stela yang dipermainkan oleh Jesika. Ia tahu mantan Leon itu hanya ingin memancing amarahnya didepan Leon.


"Gue rasa sudah cukup untuk kalian menggeledah." Ucap Leon yang masih belum lega meskipun mereka tidak berhasil menemukan keberadaan Sandra.


"Tunggu sebentar." Ucap Stela membuat semuanya melihat kearahnya. "Kita belum cek kedalam kolam." Lanjutnya.


"Auristela." Ucap Leon dengan geram. "Gue udah sangat berbaik hati mentolerir elo yang menerobos masuk menggeladah kamar gue." Jelasnya penuh penekanan.


****


Tak berapa lama kemudian Pakde mendapati satu persatu mereka keluar dari kamar disusul oleh Leon dari belakang. I datang untuk mengunci gerbang yang lupa dikunci olehnya sekaligus mengantar kunci serap untuk Leon dan Frans.


"Nak Leon ini ada apa?" Tanya Pakde yang mendapat kode dari Leon untuk tidak mengatakan apapun mengenai Sandra pada mereka.


"Pakde balik aja kerumah." Jawab Leon. "Kasihan bude jam segini ditinggal sendirian." Tambahnya.


"Baik Nak Leon." Balas Pakde yang sebelum pergi meninggalkan semuanya mendapat lambaian tangan dari Gio yang tersenyum padanya.


Leon berjalan mengikuti Pakde dari belakang hingga pintu utama sambil berbisik untuk merahasiakan keberadaan Sandra pada Frans,Gio dan dua wanita lainnya.


"Lo ngusir kita semua." Sahut Gio yang melangkah mendekat pada Leon. "Tega Lo!" Lanjutnya. "Dua sahabat Lo dan duanya lagi eh---"


"---Karyawan Lo." Potong Frans berdiri diantara Stela dan Jesika.


"CK!" Decak Leon melangkah meninggalkan Gio di pintu.


"Leon gimana?" Tanya Gio.


"Gue gak bertanggung jawab untuk keamanan." Jawab Leon mengijinkan mereka tinggal.


"Oke man." Balas Gio merasa lega akan ucapan Sahabatnya itu.


"Satu malam." Ucap Leon berdiri tepat dihadapan Frans.


"Gue bakal buat perhitungan sama Lo kalau sampai menemukan Sandra di sini." Ucap Frans.


"CK!" Decak Leon mendekat pada Frans membuat Gio bergegas menyusul keduanya. "Sebelum itu terjadi." Ucap Leon. "Haruskah gue membuat perhitungan mengenai Lo nidurin cewek gue." Bisiknya menyindir Frans. "Terserah Lo mau yang mana lebih dulu." Bisiknya lagi.


"Itu terjadi karna Lo." Balas Frans. "Mereka sendiri yang datang merangkak kepelukan gue." Bisik Frans agar tidak terdengar oleh Stela dan Jesika.


"Oh ya!" Sahut Leon. "Gimana kalau gue bilang Sandra juga demikian." Bisik Leon ke kuping Frans.


"Sialan Leon!" Umpat Frans menarik leher kaos Leon lalu mendorongnya jatuh keatas sofa.


"Sandra gak ada hubungannya dengan keegoisan lo." Ucap Frans geram dengan wajah memerah membuat suasana mencekam.


"Frans Stop!" Ucap Gio yang menahan pukulan Frans untuk Leon. "Kalian gak malu ya!" Bentak Gio mendorong tubuh Frans menjauh dari Leon yang terbaring. Ia bangkit duduk duduk disofa memperbaiki leher kaosnya yang ditarik Frans.


Jesika dan Stela hanya bisa mematung menyaksikan perkelahian yang hampir saja terjadi didepan mata mereka.


Apa sebenarnya yang dikatakan Leon hingga membuat Frans semarah itu. Batin Jesika. Sementara Leon tersadar akan Sandra yang masih ia tinggal didalam kolam.


Sandra! Batinnya melihat jam dinding lalu bergegas bangkit berdiri meninggalkan semuanya membuat Jesika melirik kepergian Leon yang sedikit terlihat terburu-buru dan melupakan begitu saja perkelahian diataran dia dan Frans.


"Jes!" Panggil Frans yang melihat Jesika tidak bisa melepas pandangannya dari Leon yang menapaki anak tangga. "Ikut gue." Tarik Frans pada tangan Jesika. Ia menarik Jesika dengan paksa mengikutinya masuk kedalam kamar yang harusnya menjadi tempat Jesika dan Stela untuk menunggu matahari terbit.


"Wah! Apa mereka sekarang terang-terangan berhubungan didepan Leon?" Cibir Stela melihat ke Gio satu-satunya orang yang tinggal bersamanya.


"Tak ada Leon disini." Jawab Gio menatap Stela yang terlihat tak ada lagi dihati Frans.


"Kenapa Lo lihat gue begitu?" Tanya Stela melihat Gio yang melihatnya dengan mata kasihan.


"Itu kamar gue." Jawab Gio menunjuk kamarnya yang ada dibawah. "Lo bisa tidur disana."


Di waktu bersamaan Leon mengunci pintunya dan berlari kearah kolam sambil melepas kaos dari tubuhnya diteruskan dengan melepas jelana jeans yang ia kenakan.


"San!" Desisnya turun kekolam. "Ini udah lebih sepuluh menit." Ucapnya yang kemudian menyelam kedalam air dan melihat Sandra mengulurkan kedua tangannya kearah Leon. Kedua tangan itu kemudian melingkar dileher Leon yang disambut oleh salah satu tangan Leon yang melingkar dipinggang Sandra. Tangan yang lain membawa keduanya naik ke permukaan air.


Byurrr! Suara kepala keduanya keluar dari dalam air dengan tubuh yang saling melekat terapung diatas air.


"Lo putri duyung ya?" Tanya Leon pada Sandra yang mendekatkan wajahnya ke Leon.


"Bukan." Jawab Sandra. "Gue Wanita Lo." Ucapnya membuat Leon memberikannya kecupan kecil dibibirnya.


🍁🍁🍁


Berikan Vote,Like dan Coment untuk mendukung author❤️❤️❤️