Unboxing

Unboxing
83. Gak Sengaja



Sandra berdiri disisi pintu masih dengan handuk yang melilit tubuhnya menatap Leon yang berenang di kolam. Pria itu sama sekali tidak menghiraukan keluhannya dan malah terus berenang dibawah lampu penerang yang berada di kepalan pagar yang membatasi kolam.


"ih! Dia bahkan gak ngaku sama sekali." Geram Sandra yang otaknya mulai traveling akan apa yang terjadi padanya saat mabuk. Sandra berbalik badan menggeser pintu kaca saat masuk kedalam kamar. Diwaktu bersamaan Leon menepikan tubuhnya ditepi kolam melihat Sandra yang kini membelakanginya.


Sial! Umpat Leon dalam hati mendapati Sandra yang tanpa sadar menanggalkan handuknya begitu saja. Leon menggigit bibir bawahnya melihat Sandra yang membelakanginya tanpa sehelai benang pun. Leon menggeser tubuhnya ke area kolam yang cukup gelap agar tidak terlihat oleh Sandra yang kini mengenakan dalemannya dengan tubuh yang masih membelakanginya.


Apa dia bodoh! Gumam Leon pada Sandra yang kini menghadap kearahnya sambil memasang sabuk pengaman untuk menutup dua gundukan sintal membusung kedepan. Kemudian Sandra menarik rambutnya dengan kedua tangan yang membentang keatas memperlihatkan tubuh yang mengenakan bra dan daleman.


"Dia sengaja ya nyiksa gue disini?" Tanya Leon yang hanya bisa menatap dari jauh dengan bermain sendiri didalam kolam sambil menikmati aksi Sandra yang berhasil mencepol rambutnya. Tak berapa lama kemudian setelah berjalan kesana kemari hanya dengan pakaian minim yang membuat Leon terengah-engah menahan gejolak dalam dirinya,Sandra meraih kaos Leon dan memakaikannya untuk menutupi tubuh yang dari tadi menjadi fantasi Leon.


"Kak Leon!" Panggil Sandra mendorong pintu kaca. "Kak Leon!" Panggilnya lagi melangkah keluar mencari Leon yang bersandar disudut kolam yang gelap.


Jangan kesini! Batin Leon melihat Sandra yang kini berdiri ditepian kolam dengan menyilangkan kedua tangannya didada. Gue gak bisa jamin bisa mengontrol tubuh ini. Batinnya lagi melihat Sandra yang menunduk.


"Kak Leon ini udah jam 12.00." ucapnya menilik kedalam kolam yang tenang. "Kak!berenangnya udahan dong." Teriaknya kini dengan berlutut ditepi kolam mencari keberadaan Leon. "Kak Leon gak tenggelam kan?" Tanyanya panik bergegas bangkit berdiri berlari kembali kedalam kamar.


Beberapa menit kemudian Sandra kembali dengan hape yang menyala ditanganya. "Kak Leon!" Panggilnya dengan wajah panik sambil mengarahkan lampu hape ke permukaan kolam.


"Gue disini." Jawab Leon berenang mendekat ke tepian tempat Sandra berlutut.


"Kak Leon." Teriak Sandra mengulurkan kedua tangannya melingkar dileher Leon. "Syukurlah, kirain Kak Leon tenggelam." Ucapnya dengan erat memeluk Leon.


"Oh." Ucap Leon terharu merasakan kekhawatiran Sandra padanya. Sementara dia malah berfantasi dengan pikiran nakalnya pada Sandra. "Gue gak kenapa-napa kok." Melepas tangan Sandra dari lehernya. "Lo masuk duluan,Hm!" Pintanya menatap wajah Sandra.


"Kak Leon masih mau---"


"----Enggak!" Potong Leon menekan tepi lantai lalu menarik tubuhnya keluar dari dalam kolam duduk disamping Sandra.


"Lalu?" Tanya Sandra duduk dengan kedua kaki yang menggantung masuk kedalam air.


"Mau berendam sebentar lagi." Jawab Leon melihat ke Sandra yang juga melihat padanya.


"Sandra temanin ya." Pinta Sandra memainkan kakinya dalam kolam.


"Gak usah." Tolak Leon masih menatap Sandra.


"Kenapa?" Tanya Sandra mendekatkan wajahnya.


"Gue gak bisa tahan." Jawab Leon menurunkan tubuhnya kembali ke dalam kolam. Hanya dengan berendam didalam kolam ia bisa menahan rasa tegang pada dirinya.


****


Sandra menutupi tubuhnya dengan selimut menunggu Leon keluar dari kolam renang. Sudah setengah jam berlalu sejak Leon memkasanya untuk meninggalkannya dari tepi kolam.


"Brakk!" Suara pintu bergeser membuat Sandra berpura-pura tidur dengan menutup matanya.


Leon berjalan masuk dengan langkah pelan kearah lemari. Sandra mengintip kecil dan mendapati tubuh atletis Leon yang hanya mengenakan daleman jenis bonds berwarna hitam. Pria itu meraih handuk dan daleman yang terletak dilaci atas. Kemudian ia berbalik badan berjalan kearah Sandra yang kembali menutup matanya.


Shower mengalir deras membasahi kepala Leon dan juga tubuhnya yang kini kembali kedalam kondisi stabil. Selama 28 tahun ia belum pernah merasakan penyiksaan sepanjang ini. Tak ada wanita lain yang bisa ia cari untuk melampiaskan hasratnya ditempat yang hanya ada dia dan Sandra seorang.


Perasaan tak ingin menyakiti Sandra memaksanya untuk menahan semua hasrat dalam dirinya. Sekujur tubuh yang begitu dingin naik keatas ranjang masuk kedalam selimut.


"Kenapa belum tidur?" Tanya Leon memeluk Sandra dibawah selimut. Sandra merasakan tangan Leon yang begitu dingin menyentuh lengannya.


"Kak Leon." Desis Sandra berbalik badan mendapati Leon mengenakan sweater rajut dengan bibir yang menghitam.


"Apa?" Tanya Leon menatapnya dengan kelopak mata yang berat untuk dibuka. Namun ia berusaha membuka mata itu melihat wajah wanita yang membuatnya menderita seperti ini.


"Tangan Kak Leon dingin banget." Jawab Sandra menyentuh pipi Leon dengan mata berlinang.


"Gak enak ya?" Tanya Leon menarik kedua tangan dan menggosok-gosokkannya agar hangat.


"Bukan." Jawab Sandra bangkit meraih Sling bagnya kemudian mengambil botol minyak angin. "Perutnya belum dikasih minyak angin kan?" Tanya Sandra menumpahkan minyak ditangannya lalu memasukkan tangannya kedalam sweater Leon.


"Ah!" Desah Leon saat tangan Sandra menyentuh perutnya dengan minyak ditangan. "Gue aja." Pinta Leon menangkap pergelangan tangan Sandra yang terus bergerak mengelus perutnya.


"Sandra aja." Balas Sandra yang kini menggunakan dua tangannya mengelus perut Leon.


"Ahh!" Desah Leon menutup matanya dengan satu tangannya. Sentuhan Sandra diperutnya membangunkan adiknya yang sudah susah payah ia tidurkan sebelumnya.


"Mau Sandra masakin mie kuah gak?" Tanya Sandra menawarkan yang lain sambil meraba perut Leon.


"Gak usah." Tolak Leon yang kemudian menggigit bibir bawahnya dengan memalingkan wajah lurus mengarah ke plafond.


"Sandra buatin ya." Pinta Sandra lagi dengan tangan yang naik keatas melumuri minyak angin ke dadanya.


"Gue bilang gak usah ya gak usah." Ucap Leon.


"Biar badan Kak Leon hangat,Hm!" Bujuk Sandra naik keatas tubuh Leon dengan mencodongkan tubuhnya pada wajah Leon. "Kak Leon mau ya?" Pintanya pada Leon yang memejamkan matanya. "Badan Kak Leon dingin banget soalnya." Ucapnya demgan tangan yang kembali turun keperut Leon dengan posisi duduk mengangkang dipangkal paha Leon. "Sandra takut Kak Leon demam." Desisnya menggeser sedikit tubuhnya kedepan. "Aw!" Desis Sandra merasakan pusat tubuhnya mengenai suatu yang mengeras di bawahnya.


"Kenapa?" Tanya Leon membuka matanya dan mendapati Sandra dengan posisi duduk mengangkang tepat di adiknya.


Fyuhh! suara Leon menghela nafas bangkit dengan tubuh yang menumpu pada sikunya menatap Sandra dengan wajah cemas.


"Sandra!" Panggil Leon.


"Kak Leon." Jawab Sandra dengan wajah panik. "Sandra gak sengaja." Melihat Leon dengan raut wajah bersalah.


🍁🍁🍁


Jangan lupa vote,like,dan coment ❀️❀️❀️