Unboxing

Unboxing
57. Atasnya aja, Hm?



Leon terbangun dari tidurnya diranjang tanpa menggunakan sehelai pakaian pun. Ia melihat jam ditangan yang tidak ada dipergelangannya. Samar-samar ia membuka matanya dan melihat kamar yang ia tempati tidak seperti kamar miliknya.


"Ini dimana?" Tanya Leon membuka selimut yang menutupi tubuh telanjangnya.


Kenapa gue telanjang begini. Batin Leon shock dengan jiwa yang sudah kembali. Ia melihat pakaian yang ia kenakan tadi malam sepulang minum tergeletak dilantai. Leon berusaha mengingat kembali apa yang terjadi setelah ia melemparkan Frans kemobil.


"Hape!" Ucapnya. "Hape gue dimana?" Tanyanya dengan raut panik melihat sekitarnya mencari keberadaan hape yang ada tergeletak di depan ranjang.


"Kenapa hape gue bisa kececer?" Tanyanya beranjak bangkit dari ranjang turun kelantai membuat selimut yang menutupi tubuhnya jatuh.


Krekk! Suara pintu kamar terbuka disertai kaki yang masuk kedalam.


"Aahhhh!" Teriak pemilik kaki yang masuk melihat Leon berdiri tanpa mengenakan apapun.


"Bukk!" Suara hape ditangan Leon terjatuh dari tangannya mendengar teriakan dan mendapati seorang perempuan dengan celemek ditubuhnya. Perempuan itu menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Siapa Lo?" Tanya Leon yang masih belum menyadari tubuhnya yang tanpa mengenakan apapun.


"Kak Leon ini aku!" Teriak perempuan itu menurunkan tangannya hingga memperlihatkan wajahnya.


"Sandra!" Seru Leon yang spontan mendekat pada Sandra yang kini melihat milik Leon yang seharusnya tidak ia lihat.


"Kak Leon stop!" Menghentikan Leon dengan kedua tangannya yang kini menopang dada telanjang Leon dengan wajah panik.


"Lo kenapa sih?" Tanya Leon. "Kemarin hilang begitu aja." Ucapnya. "Sekarang malah halangin gue meluk Lo!" Tambahnya lagi. "Kalau gue---"


"----Kak Leon pakai celana dulu!" Teriak Sandra menutup matanya membuat Leon melihat kebawah dan mendapati adiknya yang terbangun tanpa penutup apapun.


Mampus! Umpat Leon berbalik badan menarik boxer yang tergeletak ditepi ranjangnya. Sementara Sandra masih berdiri dengan mata terpejam menunggu Leon memakai celananya.


Sepulang dari club Leon bukannya kembali keapartemen. Ia malah menyusul Gio yang sebelumnya mendapat panggilan dari rumah sakit. Sampai disana Leon menunggu Gio diruangan pribadi milik sahabatnya itu hingga jam 4 pagi dan tanpa sengaja ia meneguk minuman alkohol yang ada di meja milik pasien gio. Leon yang lemah dengan minuman beralkohol sekali teguk langsung mabuk.


Dalam kondisi mabuk Leon memanggil nama Sandra terus-menerus membuat Gio bosan mendengarnya. Ia kemudian meraih hape Leon lalu mencari kontak nomor gadis itu dan menelponnya.


"Halo ini gue Gio." Ucap Gio saat panggilan masuk itu diterima.


****


Sandra mengecup pipi Rosa dan beranjak pergi keluar kamar meninggalkan post it yang ia selipkan ditangan Rosa. Sandra kemudian mengekori Ema yang keluar dari gerbang belakang yang terhubung dengan gang kecil. Ema yang hendak pergi belanja tidak menyadari Sandra mengikutinya lalu menyelinap masuk ke dalam mobil Leon yang sudah menunggu dirinya diujung gang.


"Fyuhh!" Keluh Gio melempar Leon diranjang kamar tamu sesampai keduanya di apartemen Leon. "Gue titip Leon sama Lo ya." Pinta Gio keluar kamar.


"Kak Gio!" Panggil Sandra menyusul Gio yang hendak pergi.


"Iya." Sahut Gio berbalik badan melihat pada Sandra.


Peri kecil itu siapa? Tanya Sandra dalam hati. Jujur ia tidak ingin kembali kesini kalau bukan karna Gio yang bela-belain menelpon dan meminta bantuannya.


"Sandra!" Panggil Gio.


"Iya kak."


"Kamu bukan mau mengatakan sesuatu tadi." Ucap Gio yang mengingatkan kembali.


"Kak Gio gak mau istirahat disini dulu." Tawar Sandra yang batal menanyakan mengenai Peri kecil.


"Oh gak usah." Tolak Gio.


"Kenapa?" Tanya Sandra.


"Gak ada kamar lagi." Jawab Gio melihat sekitar apartemen.


"Leon gak pernah biarkan siapapun masuk ke kamarnya selain Tante Nadin." Ucap Gio. "Kalau gue kesana. Yang ada gue kena hajar sama itu anak." Tambahnya sembari melirik ke Sandra.


"Tapi San--"


"---Kamu adalah orang pertama." Potong Gio mengacak ujung kepala Sandra disertai senyuman. "Semua wanita Leon memiliki kecantikan dan kelebihan masing-masing." Ucapnya lagi. "Tapi satupun dari mereka gak ada yang bisa masuk kekamarnya." Ucap Gio mengakhiri dan berpamitan pada Sandra yang kini menatap Leon yang memanggil namanya membuat ia senyum-senyum sendiri. Namun tak berapa menit kemudian Sandra dibuat terkejut akan tingkah Leon yang belum pernah ia lihat.


Leon memiliki kebiasaan buruk saat mabuk diluar dirinya yang lemah akan minuman beralkohol itu. Ia melepas satu persatu pakaiannya dan melemparnya begitu saja dalam keadaan tak sadar.


"Puk!" Suara celana yang menimpuk kepala Sandra.


OOO! Batin Sandra berbalik badan ketika Leon akan melepas **********.


"Udah." Ucap Leon kini dengan wajah memerah menahan malu setelah memakaikan kembali celananya. Ia tidak menyangka akan ada saat dimana Sandra melihat kebiasaan buruknya.


Samar-samar Leon kembali mengingat apa yang terjadi hingga membuatnya berakhir memalukan begini.


"Benaran udah?" Tanya Sandra membuka matanya.


"Iya." Jawab Leon. "Ini udah jam berapa ya San?" Tanya Leon mengalihkan topik menyelonong keluar kamar meninggalkan Sandra. Ia benar-benar malu untuk melihat gadis kecilnya itu.


Sial! Umpatnya berkali-kali dalam hati.


"Jam 1 siang." Jawab Sandra mengikutinya dari belakang.


"Apa?" Tanya Leon berbalik badan melihat ke Sandra dengan raut muka memerah. Lalu ia kembali memalingkan wajahnya dari Sandra.


"Iya." Jawab Sandra melipat bibirnya menahan tawa melihat reaksi Leon yang malu padanya. "Kak Leon pagi tadi mabuk berat." Ucap Sandra meneruskan langkahnya kemeja makan. "Sandra udah masakin sup buat Kak Leon." Meletakkan semangkok sup didepan Leon yang duduk dengan wajah tertunduk menyembunyikan rasa malunya.


"Kok Lo bisa ada disini?" Tanya Leon sambil mengaduk supnya.


"Kak Gio nelpon Sandra." Jawab Sandra menyendok sup yang diaduk Leon. "Terus minta Sandra ikut kesini". Meniup kuah sup disendok lalu menyuapinya kemulut Leon. "Enak gak kak?" Tanya Sandra menyendok nasi dari piring lalu menyuapkannya pada mulut Leon.


"Hm." Jawab Leon mengiyakan sambil menerima suapan demi suapan dari Sandra untuknya.


"Kemarin Lo kemana?" Tanya Leon yang sudah menyelesaikan makannya.


"Sandra kepergok Kak Frans." Jawab Sandra.


"Dimana?" Tanya Leon yang kini melihat ke Sandra.


"Wajah Kak Leon gak merah lagi." Ledek Sandra.


"Lo ngeledek gue ya!" Ucap Leon menjulurkan tangannya dipinggang Sandra.


"Kak Leon mau ngapain?" Tanya Sandra yang kini merasa geli karna jari Leon menggelitik perutnya.


"Ngehukum Lo!" Jawab Leon kini menarik Sandra duduk dipangkuannya dengan posisi mengangkang menghadap dirinya. "Karna ninggalin gue terus ngeledekin gue." Ucap Leon yang kini memasukan tangannya kedalam baju Sandra.


"Mana ada." Desis Sandra yang mulai merasa gelisah akan sentuhan jemari Leon mengelus kulit dibawah bra-nya naik turun.


"Sayang." Desis Leon disusul bibirnya mengecup leher Sandra dengan jari yang perlahan masuk kedalam cup. "Gue lepas yaaa." Pintanya berbisik.


"Gak boleh." Tolak Sandra menangkup lengan Leon.


"Atasnya aja,Hm?" Pinta Leon.


🍁🍁🍁