Unboxing

Unboxing
40. Gak Mau Jauh



Jauh hari sebelum akhirnya Leon dan Sandra mengikat hubungan tanpa status hingga semua orang terlibat dalam makan malam menyambut kepulangan Gio. Gio menemukan foto Sandra terjatuh dari jas Leon yang waktu itu menemuinya di Singapur.


Leon yang datang karna urusan pekerjaan memyempatkan diri menemui sahabatnya itu yang sebentar lagi akan menetap selamanya di Indonesia.


"Cantik!" Puji Gio ketika Leon mulai menyadari sesuatu hilang dari jasnya. Leon membuka jasnya dan merongoh berulang kali semua kantong yang ada padanya. Sementara Gio dengan santainya duduk sambil memandangi wajah Sandra yang ada didalam foto.


"CK!" Decak Leon yang membuat Gio tersenyum. Ia tahu sahabatnya itu sedang mencari foto yang ada ditangannya sekarang.


"Anak SMA mana?" Tanya Gio membuat Leon yang mengernyitkan alisnya melihat ke Gio.


"Sialan lu!" Umpat Leon menarik foto ditangan Gio dan terduduk disofa.


"Jadi dia yang punya hak istimewa masuk ke kamar lo." Ucap Gio mengingatkan sebelumnya. "Wah sampe buat tuan muda Leon menghancurkan apartemennya." Ledek Gio lagi mengingtakan kejadian sebelumnya.


"Berisik Lo!" Balas Leon sambil memandang wajah Sandra yang membuatnya semakin merindukannya. Namun apa daya gadis kecil itu kini telah resmi menjadi tunangan Frans dalam waktu sekejab.


"Apa dia peri kecil yang Lo cari selama ini?" Tanya Gio mengingatkan Leon akan peri kecil yang sudah lama ia cari. "Kalau berdasarkan cerita Lo." Mengambil botol mineral. "Peri kecil pasti udah SMA juga." Meneguk air putih kemulutnya.


"Bukan." Jawab Leon menyimpan foto itu ke saku kemejanya. "Dia tunangan Frans." Ucap Leon membuat Gio menyeprotkan air minum dalam mulutnya kewajah Leon yang hendak mengambil botol minumnya.


"Yo!Sialan lu!" Umpat Leon meraih tissue dan membersihkan mukanya. Sementara Gio masih dengan mulut ternganga melihat Leon yang dengan santai.


"Leon." Panggil Gio menangkup wajah sahabatnya itu. "Lo masih waras kan?" Tanyanya membuat Leon geli langsung mendorong sahabatnya itu menjauh.


"Ya iyalah!" Balas Leon.


"Parah lu!" Ucap Gio. "Lu gak mungkin tau ma--"


"---Jesika dan Frans." Potong Leon membuat Gio kembali tercengang.


"Jadi Lo tau Jesika dan Frans hianatin Lo?!" Tanya Gio bangkit berdiri dari kursinya. Ia berjalan mondar-mandir sambil sesekali melihat ke Leon yang terlihat santai.


"Lo duduk deh." Pinta Leon yang sejak tadi melihat sahabatnya itu gelisah tak menentu. "Gue capek lihat Lo mondar-mandir gak jelas."


"Lo gak sengaja mau rusak itu gadis kecil buat balas dendam sama Frans kan?" Tanya Gio Yang kini duduk tenang menunggu jawaban Leon.


"Awalnya begitu." Jawab Leon.


"Breng---"


"---Sekarang enggak lagi." Ucap Leon.


"Darimana Lo bisa tahu dia tunangan Frans?" Tanya Gio penasaran bagaiman Leon bisa bertemu dengan Sandra.


"Gue bertemu Sandra saat gue memergoki Jesika dan Frans." Jawab Leon membuat Gio kembali tercengang. "Malam itu gue menyeret Sandra masuk ke apartemen." Jelas Leon. "Entah kenapa gue gak sanggup nyakitin dia." Ucapnya.


"Sekarang Lo masih berhubungan sama tuh cewek?" Tanya Gio.


"Gak lagi." Jawab Leon tertunduk


"Apa yang Lo rasain setelah gak berhubungan lagi?" Tanya Gio.


"Gue kesal tiap lihat dia tersenyum pada frans!" Ucap Leon. "Gue marah setiap dia menujukkan sikap dinginnya pada gue." Menumpu kedua tangannya pada keningnya. "Gue merindukannya." Ucap Leon.


"Rebut dia." Ucap Gio.


"Apa?" Tanya Leon terkejut.


"Rebut dia dari Frans." Jawab Gio.


****


"Sandra!" Panggil Leon bangkit dari sofa menyibak selimut yang menutupinya. Ia berjalan kearah dapur.


"San---" panggilan itu terputus ketika mendapati Sandra berdiri dengan celemek ditubuhnya dan pisau ditangan yang gadis itu tancapkan dimeja. Sandra melihat ke Leon dengan tatapan tajam yang dingin membuat Leon membeku disertai rasa takut.


Kenapa gue merasa takut saat dia marah begini. Batin Leon mendekati Sandra yang kini mengembalikan pisau ketempatnya dan berbalik badan pada Leon yang menghampirinya sambil melipatkan kedua tangannya didada.


"Kenapa nasi gorengnya gak dimakan?" Tanya Sandra dengan bibir yang kemudian merengut.


"O-Oh Lo begini karna itu." Jawab Leon sedikit gugup sambil melingkarkan tangannya dipinggang gadis itu. Semalam Leon hanya memandang wajah Sandra terus-menerus sampai ia lupa memakan nasi goreng buatan gadis kecilnya itu. Ia tak menyangka Sandra akan datang ke apartemennya setelah Frans mengantarnya pulang dari makan malam yang diadakan Gio untuk mereka sebelumnya.


"Kak Leon gak hargain usaha Sandra." Ucap Sandra memalingkan wajahnya dari Leon.


Kalau sampai masuk angin gimana. Batin Sandra yang sebenarnya khawatir pada Leon yang ternyata tidak makan apa-apa tadi malam.


"Yaudah gue makan nasi gorengnya sekarang ya." Ucap Leon membujuk Sandra yang tak mau melihatnya.


"Jangan." Ucap Sandra yang kini terdengar cemas mendongak melihat ke Leon. "Nasi gorengnya udah dingin." Sambungnya lagi.


"Gak pa-pa." Ucap Leon menarik Sandra untuk ikut duduk dengannya.


"Sandra buatin sarapan baru,Hm!" Tawar Sandra bangkit berdiri dari kursinya. "Kak Leon tunggu bentar ya." Pinta Sandra berjalan kedepan kulkas dan memeriksa apa aja yang bisa ia sajikan untuk kesayangannya yang tidak bisa melepas pandangannya darinya. Tak cukup bagi Leon hanya dengan memandang dari dekat. Ia pun segera menyusul gadis itu dan merangkulnya dari belakang sembari menyiapkan sarapan.


Jam ditangan Sandra kini menunjukkan pukul 07.15. Ia menepuk jidatnya didepan cermin yang ada kamar Leon.


"Kenapa?" Tanya Leon yang langsung merangkul gadis itu dari belakang dan mengusap bekas tepukan di kening Sandra.


"Kak,Sandra lupa kalau harus ke sekolah." Ucap Sandra yang Barus sadar ini masih hari Sabtu.


"Oh." Balas Leon.


"Gimana dong?" Tanya Sandra.


"Yaudah gak usah pergi." Jawab Leon meletakkan dagunya dipundak Sandra.


"Kak Leon absen Sandra udah terlalu banyak." Bantah Sandra. "Itu juga gara-gara Kak Leon." Tuduh Sandra.


"Kok gue?!"


"Iya." Jawab Sandra."coba deh Kak Leon ingat-ingat semenjak Sandra kenal kak Leon udah berapa kali Sandra absen." Jelas Sandra.


"Baru juga dua." Balas Leon. "Belum juga tiga sayang." Sambungnya lagi mengecup pipi Sandra.


"Yaudah nanti kalau Sandra gak lulus Kak Leon harus tanggung jawab." Ucap Sandra menyalahkan Leon yang tak ingin melepas gadisnya untuk pergi.


"Kalau gitu sekalian aja gue hamilin lo gimana?" Tawar Leon mengecup pipi Sandra sambil menggendongnya dan membawanya keranjang. "Mau gak?" Tanya Leon membaringkan Sandra kini diranjang.


"Gak ah!" Tolak Sandra mendorong tubuh Leon yang ada diatasnya. "Sandra mau sekolah dulu."


"Kalau pulang sekolah gimana?" Tawar Leon lagi menggoda Sandra.


"Ih, Kak Leon gak boleh gitu." Ucap Sandra berusaha mendorong Leon untuk keluar dari perangkap tubuh pria itu yang terus-terusan menggodanya.


"Disini aja ya?" Tanya Leon yang kini berbaring disamping Sandra. "Temanin gue,hm!." Pinta Leon. "Gue masih kangen sama Lo." Suara memelas Leon membuat Sandra memiringkan tubuhnya menatap pria itu.


"Kemarin malam kan udah." Ucap Sandra. "Tadi malam juga Sandra disini nemanin Kak Leon." Tambahnya lagi.


"Gue gak mau jauh-jauh dari Lo!" Ucap Leon mendekap Sandra masuk kepelukannya.