Unboxing

Unboxing
75. Putus



Malamnya Leon yang baru saja kelar dengan pekerjaannya, ia melihat Jesika masih berdiri tertunduk membiarkan taksi dan angkutan lain lewat begitu saja didepannya. Leon menghentikan mobilnya tepat dihadapan Jesika. Ia menurunkan kaca mobilnya dan melihat wanita yang masih berstatus kekasihnya itu melamun dengan wajah yang ditekuk.


"Jes!" Panggil Leon membuyarkan lamunan.


"Frans." Sahutnya tanpa sadar didepan Leon yang menatapnya sejak tadi. "Ah gue gak---"


"---Ayo gue antar pulang." Potong Leon menawarkan dirinya mengantar kekasihnya itu.


"Gue naik taksi aja." Tolak Jesika merasa enggan karna perasaan bersalah. Ia bahkan menyebut nama sahabatnya saat Leon memanggilnya.


"Dia gak akan datang." Ucap Leon melihat kedepan. "Mau berapa lama Lo nungguin dia disini." Sambungnya lagi membuat Jesika semakin menundukkan wajahnya malu. Pacarnya itu mengetahui segalanya tentang hubungan dia dengan Frans. "Naiklah!" Pinta Leon lembut. "Gue gak akan mengintrogasimu." Bujuk Leon yang membuat Jesika akhirnya memberanikan diri masuk ke mobil yang sudah lama tidak ia naiki.


Setelah beberapa menit Leon dan Jesika pergi meninggalkan perusahaan, Frans muncul didepan lobby perusahaan. Ia mencari-cari keberadaan Jesika ditempat yang hanya ada security.


"Gue mengecewakan dia lagi." Membanting stang mobilnya melihat jam menunjukkan pukul 22.00 WIB.


"Ada yang bisa saya bantu tuan Frans?" Tanya security pada Frans yang membalas ya dengan gelengan kepala.


Frans yang merasa bersalah atas sikapnya siang tadi langsung menghubungi Jesika dan memintaa maaf. Ia kemudian berjanji akan mengganti makan siang mereka yang dicuri Stela dengan menjemputnya sepulang kantor.


"Sore ini Gue jemput." Ucap Frans. "Terserah Lo mau pilih makan malam dimana,Hm!" Pinta Frans yang diiyakan oleh Jesika. Namun yang terjadi Jesika malah dibuat menunggu dari jam 18.00 hingga jam 21.40 seperti orang bodoh.


"Kak Leon mari kita putus." Ucap Jesika pada Leon yang terlihat tetap tenang fokus menyetir disampingnya. "Gue minta maaf." Tertunduk meratapi dirinya yang terlalu gampangan jadi wanita. "Maaf karna gue udah khianatin Kak Leon." Masih dengan wajah tertunduk.


"Gue juga minta maaf." Ucap Leon. "Egoku telalu tinggi tanpa memikirkan perasaanmu selama ini." Membelokkan mobilnya masuk ke apartemen Jesika.


"Kak Leon." Panggil Jesika melihat Leon yang kini memarkirkan mobilnya.


"Gue gak seharusnya membiarkan Lo terlarut pada orang yang sudah memiliki seseorang dihatinya." Ucap Leon melepas seatbelt Jesika yang tak bisa melepas pandangannya dari Pria yang selama ini tidak terlalu banyak bicara padanya seperti malam ini.


"Apakah dia Sandra?" Tanya Jesika yang bisa menebak hanya dengan melihat raut wajah Leon ketika nama itu disebut.


****


Suara dering hape Jesika berbunyi terus-menerus. Hape itu juga bergetar diatas meja makan sejak dirinya menyiapkan makan malam untuknya dan Leon yang menunggu di meja makan. Jesika memaksa Leon untuk tinggal dan makan malam dengannya. Hubungan diantara mereka pun kembali seperti diawal sebelumnya ketika hati itu belum jatuh.


"Lo yakin gak mau mengangkatnya?" Tanya Leon untuk ketiga kalinya pada Jesika yang kini datang membawa masakannya ke atas meja.


"Kak Leon makan dulu." Jawab Jesika mengabaikan pertanyaan Leon yang memintanya mengangkat panggilan Frans yang sejak tadi ia lihat dilayar hapenya.


"Sepertinya Lo sangat menikmati perselingkuhan ini." Ledek Leon yang merasa sekarang ini seperti dirinya yang telah berselingkuh dengan mantan kekasihnya itu.


"Kak Leon." Panggil Jesika duduk dihadapannya.


"Ya." Sahut Leon menikmati masakan Jesika yang sudah lama ia tidak makan.


"Sejak kapan Kak Leon tahu Aku dan---"


"---Hari pertama gue bertemu dengan Sandra." Potong Leon mengaduk-ngaduk nasinya. "Ingat waktu Lo menolak gue temanin ke---."


"----Iya gue ingat." Potong Jesika menuangkan air putih digelas Leon. "Esok paginya Sandra memecahkan gelas saat melihat Gue berada di kamar yang sama dengan Frans." Jelasnya.


"Lo tahu awalnya Gue mau membalaskan semuanya pada Sandra." Ucap Leon melihat Jesika yang terlihat terkejut. "Tapi rencana itu gagal begitu saja." Menyuapkan makanan ke mulutnya lalu ia menceritakan perlahan yang terjadi diantara dirinya dan Sandra yang membuat Jesika cemburu.


"Maaf." Ucap Leon.


"Gak pa-pa Kak Leon." Balas Jesika memberikan senyum mengisyaratkan bahwa dia tak apa-apa.


"Maaf karna gak bisa membalas perasaanmu." Jelas Leon.


"Lupakan!" Ucap Jesika meletakkan potongan buah-buah dimeja.


Itu semua kesalahanku yang terjerumus dalam perangkap yang dibuat Stela untukku dan juga Kak Leon sejak awal sudah milik Sandra. Batin Jesika menusuk potongan mangga.


"Tapi gue baru tahu kalau ada cerita menggemaskan diantara kalian berdua Kak." Ledek Jesika pada Leon mencairkan suasana diatara mereka. "Pantesan aja gue gak bisa masuk ke hati Kak Leon." Tambahnya.


"Setiap laki-laki pasti memiliki orang seperti itu dihatinya." Balas Leon yang perlahan menyadari perasaannya pada Sandra yang begitu dalam.


"Apakah wanita seperti gue ada di hati salah satu dari laki-laki itu kak?" Tanya Jesika memberikan mangga yang sudah tertancap digarpu pada Leon.


"Bukankan laki-laki itu Frans." Jawab Leon tersenyum meraup mangga pada garpunya.


"Kak Leon." Ucap Jesika dengan wajah nyeleneh.


"Kenapa?" Tanya Leon menikmati dingin dan manisnya mangga dalam mulutnya.


"Jangan membuat gue berharap pada sesuatu yang tak pasti lagi Kak." Jawab Jesika yang menyadari bahwa menggapai pria seperti mereka hanyalah mimpi di siang bolong.


"Kak Leon makasih." Ucap Jesika menghantar Leon pergi membawa mobilnya meninggalkan dirinya yang kemudian berbalik badan.


Prokk prokk prokk! Suara tepuk tangan Frans yang mengejutkan Jesika.


"Gue bela-belain datang kesini tapi lo---"


"---Ini bukan seperti yang Lo pikirin." Potong Jesika berjalan kembali ke apartemennya diikuti oleh Frans dari belakang.


"Emang apa yang gue pikirin?" Tanya Frans menarik Jesika yang menaiki anak tangga menuju lantai kamarnya.


"Bukannya Lo sendiri tahu." Jawab Jesika menepis tangan Frans dan meneruskan langkahnya menapaki anak tangga.


"Apa yang dia lakukan disini?" Tanya Frans sepanjang jalan mengikuti Jesika yang berjalan didepannya. "Apa begitu asik bermain dengannya sampai Lo gak bisa mengangkat panggilan gue!!" Teriak Frans ketika keduanya sampai didepan kamar Jesika.


"Tak bisakah kalian ribut besok?!" Teriak tetangga kamar Jesika yang keluar meminta mereka diam. "Pria mana lagi yang Lo bawa?" Tanya tetangga yang lain menggunjingnya. "Tak bisakah Lo meminta pria-pria itu untuk membooking hotel." Cibir yang lain membuat Frans berteriak meminta mereka diam.


"Kasih tarif besar dong!" Balas tetangga-tetangga itu. "Biar gak diselip sama yang lain." Cibir mereka menutup pintu masing-masing.


"Habis berapa putaran Lo berdua?" Tanya Frans memutar tubuh Jesika berbalik badan kearahnya. "Sampe semua tetangga lo bisa dengar apa yang Lo lakuin dengan Leon." Mengguncang tubuh Jesika. "Apa setelah ini Lo pikir gue akan percaya dengan penjelasan Lo seperti sebelumnya?" Teriak Frans yang begitu marah melihat kenyataan Leon mendatangi Jesika ke apartemennya. "Jawab gue Jesika!!" Teriak Frans mendorong tubuh Jesika ke pintu.


"---Mari putus." Potong Jesika dengan tangan gemetar.


🍁🍁🍁


Jangan lupa vote Seninnya cintaahhh ❀️❀️❀️


like dan komen ya😘😘😘