
Leon melepas pelukannya lalu bangkit berdiri keluar dari bathub. Ia memakaikan kimono menutup tubuhnya.
"Keringin badan Lo!" Ucap Leon melempar handuk pada Sandra yang mematung. "Setengah jam lagi gue balik ke kamar lo udah selesai." Perintahnya yang kemudian pergi meninggalkan Sandra.
Dua puluh menit kemudian Sandra keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya. Ia menjinjit melangkah menuju walk in closed mencari pakaian yang bisa ia kenakan disana.
Tap tap tap! Suara Langkan kaki Leon masuk kedalam kamar menuju kamar mandi. Sandra melirik dari celah ruangan dengan tubuh setengah telanjang.
"Kak Leon kenapa tiba-tiba dingin begitu sih?" Tanya Sandra pada dirinya sambil memegang kaitan ujung handuk pada belahan dadanya. "Sandra kan cuma bercanda doang tadi." Gerutunya kembali berbalik badan mencari sesuatu yang bisa ia kenakan diruangan itu.
Hampir setengah jam berlalu Sandra tidak menemukan apapun yang bisa ia kenakan. Ia hanya menemukan daleman wanita baru yang pernah dibelikan Leon untuknya saat pertama kali ia menggunakan walk in closet itu.Sandra meraih salah satu kemeja putih Leon yang tergantung disana. Ia memakainya tanpa mengenakan bra menutupi dadanya.
"Belum selesai juga?" Tanya Leon yang berdiri menyender melihat Sandra yang hanya mengenakan atasannya.
"Gak yang bisa Sandra pakai kak." Jawab Sandra berbalik badan melihat ke Leon dengan dua kancing atas terbuka membuat Leon tersipu dan langsung maju melewati Sandra membantu mencari yang lain untuk dikenakan.
"Bukannya kemaren ada disini semua?" Tanya Leon mendorong pintu lemari tempat ia sebelumnya menyimpan perlengkapan Sandra.
"Gak ada." Jawab Sandra. "Sandra juga udah cari sampai kesitu." Ucapnya.
Sial! Umpat Leon. Ia mengingat memindahkan semua barang Sandra dibox dan meletakkannya digudang karna hubungan mereka yang sebelumnya kandas.
Waduh!Gue harus bilang apa ke dia. Kalau gue jelasin yang ada malah jadi salah paham. Batin Leon meraih kaos dan jeans dari dalam lemari.
"Gimana Kak?" Tanya Sandra mendekat mengarahkan kedua tangannya yang tenggelam dalam lengan panjang kemeja Leon.
"Itu baju-baju Lo sebelumnya gue taroh digudang." Jawab Leon meletakan kaos dan jeans lalu melipat lengan baju yang yang menenggelam tangan Sandra.
"Kenapa ditaroh digudang?" Tanya Sandra melihat ke Leon yang kini melipat lengan bajunya yang lain.
"Wajah Lo terbayang-bayang mulu dikepala gue karna itu semua." Jawab Leon yang kini selesai menggulung tangan baju dan memakai kaos.
Jadi Kak Leon terus mikirin aku. Batin Sandra senang mendengar pernyataan pria itu. Meskipun tidak terdengar seperti cowok-cowok lain yang mengatakan I LOVE YOU.
"Kak Leon mau kemana?" Tanya Sandra yang kini melihat pria didepannya itu memakai celana jeans-nya.
"Ngantar Lo pulang." Jawab Leon. "Ayok! entar kemalaman." Tarik Leon pada tangan Sandra. "Nanti kita berhenti sebentar ditoko beli pakaian." Ucapnya menarik Sandra keluar walk in.
"Tapi Sandra gak mau pulang." Jawab Sandra membuat Leon melepas genggaman tangannya dan berbalik badan melihat ke Sandra. "Lagian bukannya tadi Kak Leon mau Sandra bermalam disini." Ucapnya membuat Leon tak mengerti jalan pikiran peri kecilnya itu.
"Sandra!" Panggil Leon.
"Ya."
"Apa Lo mau dihukum?" Tanya Leon yang masih belum memberi hukuman karna telah membuatnya shock di bathub sebelumnya.
"Bukannya Kak Leon yang harus dihukum." Jawab Sandra yang menjulur lidahnya meledek Leon.
****
Leon melipat bibirnya melihat Sandra yang kini berdiri diranjangnya sambil menjulurkan lidah kearahnya.
"Kak Leon kalau mau pergi." Ucap Sandra merebahkan diri. "Pergi aja." Sambungnya menarik bed cover menutupi tubuhnya.
"Lo benar-benar mau dihukum ya!" Sahut Leon melempar dirinya keranjang masuk kedalam bed cover yang menutupi tubuh Sandra.
"Kak Leon gak mau ambil barang-barang Sandra dari gudang?" Tanya Sandra memanfaatkan barangnya yang diasingkan Leon ke gudang.
"Haruskah?!" Jawab Leon balik bertanya.
Iyalah! Mau sampai kapan Aku bisa nyembuyiin dada tanpa bra ini. Batin Sandra yang menarik bed cover menutupi tangannya yang menyilang menghalangi dadanya.
"Yaudah kalau Kak Leon gak mau ambil Aku---"
"----Apa?" Potong Leon memasukan tangannya dalam bed cover meraih pinggang Sandra. Ia kemudian merangkul pinggang itu dengan menariknya mendekat pada tubuhnya.
"Sandra cuma ngerasa dingin aja kok kak." Jawab Sandra berbohong menutupinya dari Leon.
Kak Leon gak boleh sampai tahu. Yang ada nanti Kak Leon bakal melahap Aku habis. Batin Sandra yang perlahan melepas tangannya dan meraih bed cover untuk menutup ya kembali.
"Apa karna terlalu lama pakai baju basah tadi ya?" Tanya Leon khawatir bangkit duduk melepas kaos dari tubuhnya.
"Kak Leon mau ngapain?" Tanya Sandra panik melihat pria itu dengan dada telanjangnya.
"Mau ngagetin Lo!" Jawab Leon dengan santai berbaring kembali didekat Sandra. "Masuk sini!" Pinta Leon mengkodekan Sandra untuk mendekap pada dadanya.
"Gak usah kak." Tolak Sandra menaikan bed cover sampai menutup mulutnya. "Ini juga udah mendingan kok." berbalik badan membelakangi Leon. "Sandra tidur duluan ya kak." Ucapnya.
"Lo gak lapar?" Tanya Leon mendekap punggung Sandra dengan memeluknya dari belakang.
"Enggak!" Jawab Sandra yang kemudian diikutkan dengan suara dari perutnya.
"Cacing Lo keknya gak bisa diajak kerja sama." Ledek Leon yang menangkap kebohongan Sandra mempererat pelukannya. "Ke bawah yuk!" Ajak Leon menilik Sandra yang pura-pura tidur dengan mata tertutup namun kelopak matanya berkedip-kedip.
Dia benaran kenapa?Biasanya juga paling semangat turun kebawah masak. batin Leon.
"Gue tahu kok Lo pura-pura tidur." Ucap Leon menjepit hidung Sandra. "Kalau gak bangun gue gen----"
"----Jangan!" Potong Sandra terduduk langsung ditepian membelakangi Leon.
"Lo kenapa sih?" Tanya Leon bangkit duduk memakai kaosnya kembali.
"Sandra lapar banget kak." Jawab Sandra berdiri lalu melangkah lebih dulu meninggalkan Leon yang kini menyusulnya dari belakang.
Rasanya gak nyaman banget. batin Sandra yang berusaha tenang memasak pasta dengan saos instan yang sudah mereka beli sebelumnya. Sementara Leon dengan sekuat hati menahan hasratnya melihat Sandra yang hanya mengenakan kemejanya berdiri membelakanginya.
Fyuh! Nafas Leon setiap kali kemeja itu tertarik keatas hampir memperlihat bokong Sandra. Bahkan saat Sandra menunduk kebawah membuka laci memperlihatkan sesuatu yang membuat mulutnya menganga.
"Sandra!" Panggilnya dengan sensual melepas gejolak di tubuhnya karna Sandra.
"Iya kak!" Sahut Sandra yang menoleh dengan memutar sedikit tubuh dari pinggulnya keatas. "Bentar lagi selesai kok." Ucapnya yang kembali berbalik badan dan menumpahkan saos pada mie yang sudah ia bagi menjadi dua bagi di atas piring.
"Mau kemana?" Tanya Leon pada Sandra yang langsung bangkit berdiri dari kursinya setelah keduanya selesai menikmati pasta.
"Nyuci piring." Jawab Sandra menumpuk semua yang ada dimeja dan mengangkatnya ke wastafel.
"Bentar lagi loh!" Ucap Leon. "Baru juga selesai." Tambahnya berdiri menyusul Sandra membawa yang lain keatas wastafel.
"Kak Leon tunggu disana aja." Pinta Sandra pada Leon yang membantunya membilas piring.
"Gak pa-pa." Tolak Leon yang terus membantu hingga selesai.
"San!" Panggil Leon yang membuat Sandra berbalik menoleh padanya.
Syurr! Suara air dari keran menyemprot wajah Sandra dan membuat bajunya basah kuyup hingga memperlihatkan dua gundukan.
"Eh jangan!" Ucap Sandra meraih pemutar keran untuk menutupnya. Sementara Leon sudah tak bisa menahan hasratnya lagi dengan menutup keran kembali.
"Lo gak pakai bra." Desis Leon ke telinga Sandra sambil mengangkat dan mendudukkannya diatas meja pantry.
"Kak Leon mau apa?" Tanya Sandra yang tak bisa lagi menghindar ataupun menutupinya dari Leon.
"Menurut Lo?" Balas Leon melepas satu persatu kancing baju Sandra.
Ini hukuman buat Lo,Baby! Batin Leon meraup bibir Sandra dengan kedua tangannya yang menggenggam gundukan sental.
🍁🍁🍁
Selamat bermalam Minggu. Buat yang berpasangan selamat beruwu-uwu😍. Buat yang jomblo jangan bersabar. Karna ini bukan ujian tapi kenyataan🤭🤭 maka temukan si dia❤️❤️❤️