
2 Tahun kemudian.
"Sayang, Aku gak mau ke kantor." Rengek Frans pada Jesika yang sedang menyiapkan makanan di meja makan yang menghadap ke pekarangan belakang. Ia menikmati pemandangan mertuannya yang tidak bisa melepaskan diri barang sedetik pun dari putra mungilnya itu. Persis dengan Frans yang juga tidak bisa berpisah barang sedetik dengan istrinya.
Frans dan Jesika dikaruniai anak laki-laki. Kelahirannya membuat Feny dan Fandy sibuk menemani cucunya yang berusia 1 tahun empat bulan itu di pekarangan belakang. Dan sejak itu juga Fandy menyerahkan seluruh tanggung jawab perusahaan terhadap Frans.
"Jesika!" Panggil Frans yang mendapati istrinya terus memandangi saingannya itu didepan sana.
"Hm." Sahut Jesika yang kemudian menoleh pada Frans.
"Kamu udah gak cinta lagi ya sama aku?" Tanya Frans beranjak dari kursinya.
"Aku gak akan mengejarmu." Jawab Jesika yang tak akan termakan oleh tipuan suaminya itu. Frans selalu menggunakan trik ngambeknya itu untuk menarik istrinya itu untuk dieksekusi. Sebenarnya wajar-wajar aja sih. Toh udah halal.
Yang jadi gak wajar adalah Frans yang tidak mengenal tempat untuk melakukan itu dengannya. Ia bahkan tak segan meraup bibirnya didepan publik.
"Oke." Sahut Frans. "Kita bisa mencobanya disini." Ucap Frans berbalik menarik pinggang Jesika dan mulai menyibak roknya keatas.
"Stop." Pinta Jesika berbalik memutar tubuhnya menghadap Frans. "Kalau Lo terus begini,yang ada saingan lo bakal bertambah." Melirik kearah putra mereka yang sedang berlari kecil mengejar Fandy ditaman. Frans begitu mencintai Jesika. Ia bahkan cemburu terhadap putranya sendiri setiap Jesika memalingkan perhatiannya pada putra mereka yang selalu dimanja oleh nenek dan kakeknya.
"Hei,apa Lo lupa? Gue ahli mengantisipasi itu." Sahut Frans yang mendekatkan wajahnya ingin meraup bibir istrinya.
"Kita berangkat sekarang ya sayang." Ucap Jesika yang sudah 6 bulan ini menjadi sekertaris pribadi Frans.
Sejak resmi menikah Frans begitu menempel pada Jesika bahkan saat sedang mengandung. Frans membuat Fandy cemas akan sikap putranya yang selalu meninggalkan pekerjaan saat merindukan istrinya itu. Fandy akhirnya memutuskan menantunya itu menjadi sekretaris putranya agar Frans tidak bolak-balik menemui Jesika disaat jam kerja atau saat perusahaan dalam keadaan krodit.
"Lihat aku." Pinta Frans memutar wajah Jesika yang terus melihat keputra mereka.
"Baiklah suamiku yang pencemburu." Sahut Jesika yang kemudian melingkarkan tangannya dileher lalu meraup bibir Frans yang kemudian dibalas dengan lidah pria itu bermain dirongga mulut sambil menggendongnya pergi dari sana. Jesika dengan segala kekurangannya adalah satu-satunya wanita didunia ini yang mampu menyempurnakan hidup Frans.
"Gio!" Seru Stela berdiri dengan dua troli bayi didepannya. "Berani Lo ya ngabaiin gue setelah berhasil menyelenggarakan pernikahan?" Tanya Stela melipat tangannya didada.
Baru sebulan yang lalu pernikahan Gio dan Stela diselenggarakan. Stela bersikeras menolak lamaran pernikahan dari Dokter itu setelah tahu dirinya hamil. Wanita pencemburu dan keras kepala itu mengajukan persyaratan pada Gio untuk mengejarnya lebih dulu secara terang-terangan baru ia akan menerima lamaran pernikahan. Alhasil keduanya memiliki bayi kembar diluar nikah. Mereka adalah William dan Willona.
"Sini sayang sama papa." Ucap Gio mengulurkan tangannya pada anak gadisnya dari troli. "Putri cantik papa kenapa kesini,hm!" Sambungnya menggendong buah hatinya Lona sambil melemparkan senyum pada Stela yang cemberut padanya. "Masih marah?" Tanya Gio pada Stela yang mengulurkan tangannya menggendong Liam.
"Emang Lo tahu kenapa gue marah?" Tanya Stela balik memeluk putranya sambil menimang-nimang.
"Aku hanya mencintaimu,Stela." Jawab Gio yang kerap disalah pahami oleh Stela dengan rekan-rekan dokter wanita, kecuali Rahel. "Lo jangan terlalu percayai dengan Rahel." Ucap Gio yang tahu bahwa Rahel selalu mengancamnya dengan mengatakan berbagai omong kosong ke Stela untuk menggantikan shiftnya di malam hari.
"Gue bukan marah soal itu." Sahut Stela yang mengembalikan Liam yang tertidur ke dalam troli.
"Lalu?" Tanya Gio melihat Stela mengeluarkan sesuatu dari tasnya sambil membaringkan Lona kembali ke troli.
"Ini." Jawab Stela menyerahkan test pack. "Gue udah bilang berapa kali un---"
"---Lo hamil!" Potong Gio menarik Stela kepelukannya sambil melihat dua garis merah. "Haha."
"Lo senang?" Tanya Stela menarik dirinya dari pelukan Gio lalu memukul-mukul bahu suaminya itu. "Lo gak lihat kita udah cukup repot dengan si kembar?" Protesnya. "Lo malah nambahin lagi." Gerutunya memukul-mukul suaminya yang malah tertawa bahagia.
"Sayang,ini wajar terjadi." Sahut Gio memeluk kembali Stela. "Kita baru sebulan menikah. Jadi wajar aja kalau Lo hamil." Jelasnya menenangkan Stela dengan penemuan konyol itu.
"Lo benar-benar mau buat gue ngurus anak setiap hari,hah!" Ucap Stela memberontak manja dipelukan Gio.
"Kita bakal sama-sama ngurusnya,Hm! Gue udah beli apartemen didekat sini untuk kita tinggali. Jadi istriku gak perlu capek lagi diperjalanan tiap hari." Jelasnya.
"Sungguh?"
"Gue juga udah hapus jadwal shift malam buat nemanin Lo di rumah." Tambah Gio.
"Kenapa gak dari dulu?" Tanya Stela.
"Bukannya Lo yang nolak lamaran gue dari dulu." Jawab Gio menyentil kening wanita keras kepala yang menyempurnakan hidupnya.
Brakk! Suara pintu terbuka.
"San,kenapa?Apa ada yang sakit,sayang?" Tanya Leon masuk ke kamar melihat Sandra mengelus perutnya yang membelendung.
So, Ia menembaknya diluar lagi dan lagi!
Ihh! Desis Leon merasa ngilu dan merinding mendengar Frans dan Gio menceritakan proses persalinan yang dijalani Jesika dan Stela.
"Gak!" Tolak Leon setiap kali Nadin dan David membujuknya agar membiarkan menantunya itu segera hamil.
"Sayang,semua wanita akan mengalami itu,siapapun dia." Ucap Nadin. "Mama juga begitu saat mengandung kamu dan melahirkan kamu sayang." Jelas Nadin.
"Gak." Tolak Leon lagi dan lagi. "Udah ya mah, gak usah desak-desak Leon atau hasut-hasut Sandra." Tegasnya. "Leon gak akan biarin Sandra melalui hal menyakitkan seperti itu." Jelasnya yang kemudian pergi membawa Sandra masuk kedalam kamar menghindari Nadin dan David.
Grrrr! Wajah Nadin memerah penuh amarah.
Tahun kedua, Sandra pelan-pelan menangkan Leon dari rasa takut dan paniknya.
"Sandra bisa tahan kok kak." Bujuknya.
"Gak usah. Gue gak mau lo kenapa-napa!" Balasnya yang akhirnya menggunakan kelemahan Leon.
Gleg! Leon meneguk minuman dengan kadar alkohol lumayan membuatnya mabuk tapi masih terlihat sedikit sadar. Sandra pun melanjutkan aksi kedua dengan tubuh yang dibalut lingerie seksi.
Ouh!
Dua garis,Done!
"Kemarin juga gue udah bilang---"
"---Ssst." Potong Sandra meminta Leon berhenti panik akan kondisinya yang sedang mengandung buah hati mereka. "Pegang deh kak." Menarik tangan Leon untuk ia letakkan di perutnya yang buncit.
"Eh?!" Keduanya kompak saling melihat satu sama lain saat merasakan pergerakan dalam rahim Sandra.
"Dia nendang Kak." Ucap Sandra dengan senyum disudut bibirnya.
"Sakit pasti." Balas Leon menarik tangannya yang ikut merasakan pergerakan janin dalam rahim istrinya. "Dia nendangin Lo dari dalam." Menangkup pipi Sandra lalu memberikan kecupan dibibir.
"Enggak kok Kak."
"Bohong." Sangkal Leon. "Lihat aja kalau dia udah lahir. Gue bakal---." Ucapnya terjeda melihat bibir Sandra yang manyun kedepan."---cium pipinya." Sambung Leon tak ingin melunturkan kebahagiaan diwajah Sandra. "Berani-beraninya nyakitin wanitaku." Jelasnya membuat Sandra tersenyum melihat sikap Leon yang tak ingin sedikit pun ia terluka.
"I love you." Ucap Sandra.
"I love you too." Balas Leon mendekap wanita yang membuatnya jatuh cinta dan mencinta selamanya.
Mencintai adalah ketika kehadirannya jadi begitu penting dalam hidupmu. Namun bukan berarti hidupmu tidak bahagia tanpa dia, tapi keberadaannya disampingmu membuat hidupmu jauh lebih sempurna. Semus Laki-laki merasakan cinta di dunia ini. Cinta yang pertama kali mereka rasakan bukan hanya sekedar 'Jatuh Cinta' melainkan 'Jatuh Cinta dan Mencintai'.
Dalam mencintai wanitanya setiap laki-laki memiliki caranya masing-masing. Dan yakinlah wanita itu hanya ada satu didunia ini. Hanya ada satu Sandra yang mampu menyempurnakan hidup Leon. Begitu juga halnya dengan Gio hanya Stela satu-satunya. Dan terakhir hanya Jesika yang membuat Frans jatuh cinta dan mencintai.
Tidak ada yang tahu kapan, dimana, dan pada siapa cinta itu jatuh dan membuat laki-laki mencintainya.
Okey ladies, semoga kamu adalah cinta pertama laki-laki yang sekarang ini sedang mendekati,berjuang atau mungkin sudah mengikat janji suci denganmu.
Karna tidak ada sesuatu yang lebih bahagia dari wanita yang berakhir menjadi pasangan hidup pria yang jatuh cinta dan mencintai.
^^^~SELESAI~^^^
πππ
Author rebahan sangat-sangat berterimakasih kepada para pembaca UNboxing. Berkat dukungan kalian dengan memberikan hadiah,Vote, Like dan Coment terbaik kalian Author rebahan bisa menyelesaikannya dengan bahagia.
Jangan lupa untuk Vote,like dan Coment yaπ
Sampai jumpa di karya baru yang judulnya Madnessπππ
Thankyou so muchπ€