Unboxing

Unboxing
47. Lagi



Sudah dua jam Frans terduduk bersandar dipintu Jesika. Wanita itu menolak untuk membuka pintu untuknya. Jesika bahkan meminta Frans untuk tidak perlu bersimpati pada dirinya.


Jam dua dini hari Frans tiba di Apartemennya dan memdapati Stela berdiri didepan pintunya.


"Kenapa Lo disini?" Tanya Frans.


"Gue cuma mau mastiin Lo dicampakkan Jesika." Jawab Stela tersenyum sinis berjalan melewati Frans. "Pada akhirnya ia bakal kembali pada Leon.Bukan?" Cibir Stela mengejek Frans. "Meskipun Jesika tak menginginkan lo lagi bukankah masih ada wanita lainnya." Menekan tombol lift sambil melirik Frans yang terdiam berdiri membelakanginya.


"Stela apa Lo mengetahui sesuatu?" Tanya Frans.


"Bukannya sebelumnya gue udah bilang." Ucap Stela. "Jesika pacar Leon." Ucapnya mengulangi kalimat sebelumnya. "Menurut Kak Frans apa Leon belum tahu mengenai kalian?" Tanya Stela yang masuk kedalam lift disusul oleh Frans yang sontak mendorong Stela Kedinding Lift.


"Bukan itu maksud gue?" Tanya Frans yang baru sadar akan omongan Stela.


"Kak Frans Lo nyakitin gue." Ucap Stela dengan tubuh yang terperosok ke dinding oleh Frans.


Sejak kapan Lo tahu gue pria seperti itu.Tanya Frans dalam hati. Selama ini menyembunyikan brengseknya dia dari Stela.


Sandra gak mungkin punya kesempatan untuk memberitahu itu semua sama Lo.


Batin Frans menatap Stela.


"Frans Lo Gila ya?!" Bentak Stela melihat cctv yang mengarah padanya.


"Darimana Lo tahu kalo gue punya hubungan dengan Jesika?" Tanya Frans membuat Stela tersentak.


Mampus deh gue!umpat Stela yang terjebak dalam omongannya sendiri. Bagaimana pun Stelalah yang menjembatani keduannya untuk merusak hubungan diantara Leon dan Jesika. Dengan begitu Leon akan mencampakkan Jesika dan ia memiliki peluang besar meraih Leon.


"Gue cuma nebak!" Bentak Stela. "Kenapa?" Tanya Stela asal.


Bukankah hubungan Jesika dan Leon juga tidak diketahui oleh siapapun. Mungkin kah Jesika memberitahunya pada Stela. Batin Frans.


Ting! Suara lift terbuka.


"Frans mau sampai kapan Lo menjepit gue begini?" Tanya Stela yang membuat Frans menjauh dari Stela yang keluar meninggalkannya terburu-buru.


"Apa mereka sedekat itu?" Tanya Frans. "Tapi kenapa Gue gak pernah lihat mereka menghabiskan waktu bersama." Ucap Frans menekan tombol untuk menutup lift.


****


Paginya Frans yang keluar dari lift berpapasan dengan mobil Leon yang pergi meninggalkan basement. Ia melihat Sandra dengan wajah yang menunduk kebawah duduk diselah Leon.


"Apa dia udah kembali kejalannya?" Tanya Frans masuk kemobilnya.


"Bukannya itu mobil Leon." Ucap Frans yang tak sengaja bisa menyusul mobil Leon yang keluar lebih awal darinya.


Mobil itu berhenti di depan minimarket. Satu menit kemudian Leon keluar dengan sekantong makanan dan minuman.


"Wanita seperti apa yang membuatnya repot dipagi begini ini." Ucap Frans mengikuti mobil Leon yang kini kembali berjalan didepannya.


Seperti apa Frans mengenali Leon. Ia tidak pernah melihat sahabatnya itu melakukan hal merepotkan dirinya untuk seorang wanita tempat pelampiasan nafsunya. Dimata Frans kini Leon kembali kejalannya sebelum mengikat hubungan pada seorang wanita.


Sisi lain itu membuat Leon penasaran wanita seperti apa yang membuat seorang Leon keluar pagi-pagi begini membeli sekantong makanan.


"Eh!Dia mau kemana?" Tanya Frans yang melihat mobil yang ada didepannya membelok ke arah lain.


Leon berbelok kearah sekolah Sandra. Sementara Frans berbalik arah supaya ia bisa berbalik mengikuti jalur Leon yang membuatnya penasaran pada Wanita yang ada bersamaa Leon.


"Kak mau yang coklat atau yang keju?" Tanya Sandra memilah-milah roti yang ada dikantongan.


"Yang mana aja." Jawab Leon menerima menyetir dan membiarkan Sandra menyuapinya sepanjang perjalanan.


"Jari Sandra jangan dijilat." Ucap Sandra pada Leon yang menjilat dan malah mengisap jarinya yang berlumuran selai.


"Gak pa-pa sayang" ucap Leon yang kini mencium tangan itu sambil fokus kejalan.


"Sayang minum." Pinta Leon yang membuat Sandra berusaha meraih sedotan yang ada dikursi belakang untuk mempermudah Leon meminumnya.


"Kak Leon!" Panggil Sandra yang melihat mobil dibelakang mengikuti mereka.


"Kenapa sayang?" Tanya Leon yang melirik sebentar ke Sandra kemudian kembali fokus kejalanan. "Sedotannya gak kelihatan ya." Ucap Leon membuka dashboard didepannya.


"Ada kok kak." Sahut Sandra meraih sedotan dan menancapkannya pada susu kotak dan mengarahkan sedotan kemulut Leon dan mulutnya secara bergantian sambil memperhatikan mobil dibelakang mereka.


"Kak Leon mobil dibelakang dari tadi ngikutin kita." Ucap Sandra yang kini sudah meyelesaikan sarapan paginya dengan Leon.


"Dibelakang kan memang banyak mobil sayang." Sahut Leon fokus menyetir sambil sesekali melirik Sandra yang duduk menyamping menghadap kearahnya sambil melihat kebelakang.


"Tapi tiap kita belok mobilnya juga ikut belok kak." Ucap Sandra yang sudah lama memperhatikan mobil Frans yang mengikuti mereka.


"Masa sih!" Ucap Leon menoleh kebelakang sebentar. "Sayang lihat kedepan." Perintah Leon membelokan mobilnya dan berhenti diantara mobil yang parkir didepan mobil yang berada didepan cafe membiarkan mobil dibelakangnya melewatinya.


"Dia siapa kak?" Tanya Sandra. "Kok dia ngikutin kita." Ucap Sandra.


"Itu Tunanganmu." Ucap Leon yang langsung mengenali mobil Frans hanya dengan melihat platnya. Ia kemudian memutar mobilnya kembali kejalur yang sama dengan Frans.


"Jangan-jangan Kak Frans tau Sandra disini" ucap Sandra.


"Mungkin." Sahut Leon. " Tapi dia gak tahu itu Lo." Jawab Leon tersenyum yang kini melaju dibelakang mobil Frans.


Dugaan gue benar!Keduanya sudah gak berhubungan lagi. Batin Leon mengingat akhir-akhir ini Jesika selalu menghampirinya dikantor. Ia bahkan meminta untuk tinggal diapertemennya.


"Kak Leon kenapa malah ngikutin." Ucap Sandra panik." Gimana kalo Kak Frans lihat Sandra." Melihat Leon yang malah terlihat menikmati keadaan sekarang.


Apa dia pikir gue sama Jesika?.Tanya Leon dalam hati. Ia tahu sekarang ini Frans telah diabaikan Jesika.


"Sayang kencangkan seatbeltnya." Perintah Leon melirik sebentar ke Sandra lalu kembali fokus kejalan.


"Udah Kak." Jawab Sandra yang membuat Leon menyelip mobil Frans didepannya. Kemudian menancapkan gasnya melewati Frans dan menghilang diantara deretan mobil yang menghalangi pandangan Frans melihat keberadaannya.


"Sial!" Umpat Frans membanting setirnya kehilangan mobil Leon dari pandangannya.


Leon tertawa kecil menikmati dirinya yang berhasil mengelabui Frans melarikan tunangannya. Sementara Sandra tak bisa melepas pandangannya pada Leon yang terlihat sesenang itu.


"Cup!" Suara kecupan Sandra yang mendarat dipipi Leon.


"Kamu." Ucap Leon menoleh ke Sandra.


"Kak lihat jalanannya." Ucap Sandra memutar wajah Leon melihat jalan didepannya.


"Tunggu sampai Gu---"


"---Kak Leon mau apa?" Tanya Sandra memotong ucapan Leon.


"Tunggu aja entar." Ancam Leon tersenyum sambil fokus melihat jalan didepannya.


Setengah jam kemudian mobil Leon berhenti tidak jauh dari sekolah Sandra. Leon mengaktifkan kaca buramnya dan mengunci mobilnya.


"Sayang gak mau pergi begitu aja kan." Ucap Leon.


"Cup!" Suara Sandra mengecup pipi Leon.


"Ini doang." Ucap Leon. "Dua Minggu loh." Tambahnya lagi.


"Bukannya tadi malam udah?" Tanya Sandra yang menangkap kelicikan Leon. Pria didepannya itu selalu punya alasan untuk menyiksanya dengan bibir dan jari nakalnya itu.


"Lagi!" Pinta Leon mendekatkan wajahnya pada Sandra.